HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
PENOLAKAN


__ADS_3

Ketiga penyihir hitam dari klan Morotus yang ditugaskan untuk mencari informasi mengenai keberadaan keluarga Gullveig di Dark Land mengalami sedikit kesulitan.


Sudah satu minggu lamanya mereka berada di wilayah Utara tanpa bisa menemukan tempat yang akan mereka tuju yaitu Dark Land.


Tak putus asa, ketiganya segera membentuk formasi diatas lingkaran dengan berbagai simbol aneh yang telah mereka buat sebelumnya.


Begitu ketiganya saling bergandengan tangan dengan posisi melingkar di dalam lingkaran yang mereka buat tiba seluruh wilayah kawasan utara terlihat dengan jelas.


Hal tersebut tamoak seperti kita mencari alamat di dalam internet. Ketiganya segera menjelajahi seluruh wilayah dan mendapati ada wilayah yang snagt gelap di wilayah utara bagian timur.


" Dapat....", ucap Belatrix langsung membuka mata.


Belatrix yang memiliki feeling paling bagus diantara sahabatnya menjadi pemandu untuk kedua temannya. Diapun segera pergi kearah Timur sesuai dengan penglihatan yang baru saja didapatkannya.


Dan benar adanya, semakin dia terbang ke Timur semakin gersang dan tandus wilayah yang dilaluinya hingga mereka sampai di depan kawasan yang sangat gersang hingga tanahnya terlihat retak disemua area.


“ Tunggu !!!....”, teriak Belatrix lantang.


Hilda yang hendak maju segera menghentikan sapu terbangnya begitu sahabatnya itu memberinya peringatan.


“ Lihat…..”, ucap Belatrix sambil meniup bulu yang ada ditangannya.


Duarrrr….


Duarrrr….


Duarrrr….


Tanah tandus berwarna hitam tersebut tiba – tiba menyemburkan lahar panas dari dalam perut bumi yang membumbung tinggi hingga membuat bulu – bulu tersebut langsung terbakar.


Jika benda seringan bulu saja bisa terdeksi, apalagi mereka yang memiliki beban berat dan pergerakan kentara seperti mereka.


“ Lalu, bagaimana cara kita melewati ini semua ?...”, tanya Emerlda cemas.


Dia bergidik ngeri waktu membayangkan semburan lahar panas tersebut mengenai tubuhnya. Bahkan sisa – sisa lahar yang menetas ditanah tandus tersebut masih terlihat mengerikan.


Untuk sesaat Belatrix tampak terdiam, berpikir keras untuk menemukan solusi atas permasalahan yang sedang mereka hadapi saat ini.


" Aha.....", batin Belatrix senang.


Belatrix terlihat memejamkan kedua matanya sambil komat – kamit merapalkan mantra. Tak lama kemudian sapu ketiganya segera mengeluarkan cahaya biru dibelakang.


“ Ikuti aku jika tak ingin  terbakar menjadi abu….”, ucap Belatrix serius.

__ADS_1


Keduanya segera bersiap untuk mengikuti gerakan Belatrix dari belakang karena mereka masih sayang nyawa.


Wushhhh….wushhhh….wushhhh….


Settt….settt….setttt……


Ketiganya bergerak dengan kecepatan tinggi dengan ujung sapu yang telah diberi mantra oleh Belatrix. Gerakan mereka yang cepat terlihat seperti cahaya di kegelepan malam.


Hampir mencapai ujung, tiba – tiba pergerakan Hilda melambat karena ujung sapu yang diberi sihir terbakar hingga membuat gadis tersebut jatuh ketanah.


Untung Belatrix dengan gesit menangkap tubuhnya sebelum lahar panas menghancurkannya.


Hilda masih syok atas kejadian yang baru saja menimpahnya. Emeralda segera memberikannya sebotol air putih agar sahabatnya itu kembali tenang.


Setelah Hilda sudah lebih tenang, Belatrix manawarkan diri untuk membawa gadis itu terbang bersama dengannya.


Setelah terbang selama satu jam akhirnya mereka tiba di depan hutan yang terlihat sangat lebat, gelap dan sunyi. Bahkan suara hewan malam sama sekali tak terdengar dari dalam hutan.


“ Apakah ini Dark Land ?....”, tanya Emeralda memastikan.


Belatrix segera terbang keatas untuk memastikan dan melihat semuanya dari ketinggian. Ternyata benar dugaan Emeralda, hutan lebat dihadapannya adalah Dark Land.


Hal itu bisa dilihat dari tebalnya kabut hitam yang menyelimuti hutan tersebut hingga sama sekali tak bisa ditembus mata telanjang.


Meski dia tak yakin bisa masuk dengan mudah kedalam Dark Land, tapi setidaknya dia dan kedua sahabatnya akan mencoba.


Dan waktu yang tepat adalah keesokan harinya mengingat kondisi tubuh mereka saat ini sudah sangat lelah akibat perjalan panjang dan penuh tantangan yang telah mereka tempuh.


Kurcaci yang menjaga pintu gerbang Dark Land menatap awas waktu melihat ada api unggun tak jauh dari gerbang mereka.


Kedua mata merah darah tersebut terus memantau pergerakan ketiga gadis yang memiliki kekuatan hitam yang sangat pekat itu.


“ Penyihir hitam….”, gumannya tak senang.


Diapun segera mengirimkan sinyal adanya tamu yang tak diundang di depan kawasan mereka kepada pemimpin Dark Land.


Spataur menyeringai mendapatkan sinyal dari pasukannya. Dia merasa cepat atau lambat prenyihir hitam pasti akan menemukan keberadaan mereka.


“ Tampaknya mereka sudah tak sabar ingin membawa keturunan asli Guillveig pulang….”, ucap Spataur sambil memainkan bongkahan berlian yang cukup besar ditangannya.


“ Apa kita perlu mengingatkan keluarga Gullveig atas perjanjian yang darah yang leluhur mereka buat….”, ucap penasehat Spataur memberikan solusi.


“ Tidak perlu…aku rasa mereka sudah paham akan konsekuensi yang akan keturunan mereka terima jika sampai melanggar perjanjian tersebut….”, ucap Spataur santai.

__ADS_1


Penasehat tersebut langsung menyunggingkan senyum lebar. Giginya yang putih sangat kontras dengan warna kulit dan rambutnya yang berwarna gelap.


Membuat kesan jahat semakin melekat padanya, apalagi warna bola matanya yang merah darah semakin menambah kengerian bagi siapa saja yang menatapnya.


Malam ini, hati  Alatariel dipenuhi kegelisahan yang semakin lama semakin membelenggunya. Pembahasan yang dilakukan tadi dengan sang ayah tadi pagi kembali terngiang.


Jika dia nekat untuk pergi ke kerajaan Azerbazam maka seluruh keluarga keturunan Gullveig akan mendapatkan konsekuensi dari perjanjian yang telah leluhur mereka buat.


Dan konsekuensi tersebut tidak main - main karena perjanjian tersebut dibuat dengan darah dihadapan raja iblis, Lucifer.


“ Tidak !!!...kurasa aku harus segera menghilangkan perasaan ini secepatnya….”, batin Alatariel membuat keputusan.


Sebelum tidur, Alatariel terlihat ingin menyampaikan sebuah pesan kepada seseorang yang dia yakini sudah berada di depan gerbang Dark Land.


Alatariel segera duduk bersila diatas ranjangnya  sambil mulutnya komat – kamit merapalkan mantra.


Tanpa sepengetahuan orang tuanya, diam – diam Alatariel mempelajari segala hal tentang dunia penyihir hitam.


Semua informasi tersebut bisa dia dapatkan waktu dia sedang menjalankan tugas di dunia manusia. Dan diam - diam ilmu yang dipelajarinya tersebut mulai dilatih.


Wushhhh………..


Tiba – tiba asap hitam terkumpul dihadapannya. Tak lama kemudian, asap hitam tersebut bergegas keluar dari dalam rumah menuju ke tempat tiga gadis penyihir hitam berada.


Belatrix yang mendapatkan pertanda ada pesan yang datang segera membuka mata. Dia melihat ada kepulan asap hitam aneh terbang diatas perapiannya.


“ Siapa yang mengirim pesan ini ?....”, batin Belatrix penuh tanda tanya.


Sejenak, Belatrix mencerna pesan singkat yang menyuruhnya agar segera pergi dan tak pernah lagi menampakkan batang hidungnya disini.


“ Kurasa, aku harus segera melaporkan temuan ini kepada Ratu Evanora….”, ucap Belatrix yang sudah membuat pesan tersebut agar bisa sampai ke telinga sang Ratu.


Ratu Evanora tersenyum lebar waktu mendapatkan pesan singkat yang dikirim oleh Belatrix sambil berguman pelan “ Sudah kuduga jika mereka ada disana….”.


Namun waktu kembali membaca pesan selanjutnya, rahang Ratu Evanora mengeras dengan wajah merah karena keturunan keluarga Gullveig menolak untuk menemui utusan yang telah dikirimnya, beahkan menyuruhnya agar tidak menginjakkan kakinya lagi disana.


“ Berani sekali mereka melakukan ini padaku !!!....”, guman Ratu Evanora geram.


Jika bukan karena ingin mengembalikan nama baik kerajaannya, Ratu Evanora tidak akan mungkin mau merendahkan dirinya untuk meminta bantuan kepada keturunan Gullveig.


Mengingat jika keturunan Gullveig berada di Dark Land, tempat bangsa Dokkalfar berada, sejenak Ratu Evanora terlihat berpikir.


“ Apa aku harus menyuruh mereka untuk mundur atau mencoba mencari cara agar bisa masuk kedalam Dark Land ?....”, Ratu Evanora terlihat sedang menimbang – nimbang keputusan yang akan dibuatnya.

__ADS_1


Setelah cukup lama memikirkannya, akhirnya Ratu Evanora mengirim pesan agar Belatrix mencoba untuk masuk kedalam Dark Land menemui keturunan Gullveig tersebut dan berupaya untuk membujuknya.


__ADS_2