
Ratu Marie terlihat sangat khawatir setelah mendengar detail rumor yang sempat menghebohkan dunia Immortal beberapa waktu yang lalu.
Kemunculan kembali bunga Gloxinia setelah hilang seribu tahun lamanya dan kalahnya penyihir hitam dibawah Ratu Evanora bahkan sebelum mereka bertanding membuat Ratu Marie memiliki kecurigaan ada seseorang dibalik layar yang membantu kerajaan Epes.
Jika itu ras bangsa lain bukan bangsa Elf mungkin masih wajar Ratu Evanoria bisa kalah. Tapi ini bangsa Elf yang terkenal sebagai makhluk immortal paling lemah.
Dan yang paling memalukan adalah mereka kalah sebelum bisa menembus pelindung wilayah kerajaan Epes.
Anggela dan Marie merasa jika hal ini kemungkinan ada kaitannya dengan kekuatan dasyat yang tersebunyi dan hanya dimiliki oleh Isabella.
Tapi keduanya hanya bisa mereka simpan dalam hati mengenai kecurigaan yang sempat melintas dibenak kedua wanita beda generasi tersebut.
“ Apa ibu mencurigai sesuatu ?....”, tanya Anggela penuh selidik.
“ Kurasa aku harus pergi ke Red Moon Pack untuk mencari jawabannya…..”, ucap Marie yang langsung menghilang didepan Anggela.
Meski binggung, tapi Anggela akan sabar menunggu hingga ibundanya kembali dan memberikan penjelasan tentang semuanya.
Jika benar apa yang dipikirkannya, maka Ratu Marie harus bertemu dengan Alpha Scoth atau tetua Otsana untuk minta penjelasan sekarang juga.
Morgan segera melaporkan kepada Alpha Red Moon Pack jika ada Ratu Marie dari kerajaan Equestria datang berkunjung.
“ Bawa dia masuk kedalam istana….”, ucap Scoth datar dengan tatapan matanya masih fokus pada berkas yang ada dihadapannya.
“ Baik Alpha….”, ucap Morgan sopan.
Morganpun segera berjalan mundur dan bergegas untuk menjemput Ratu Marie dan membawanya masuk kedalam istana untuk bertemu sang Alpha.
Sesampainya di istana, Ratu Marie harus menunggu sebentar karena Scoth sedang berdiskusi dengan Gammanya mengenai beberapa tahanan yang akan dieksekusinya hari ini.
Setelah urusannya selesai, diapun segera menemui nenek kekasihnya ituyang di yakini ingin meminta kejelasan tentang keberadaan Isabella saat ini.
“ Ratu Marie...bagaimana kabar anda ?...Kenapa anda tidak memberi kabar jika ingin berkunjung kesini ?….”, ucap Scoth ramah.
“ Dimana Isabella ?....”, Marie langsung bertanya ke inti permasalahan yang ada.
Scoth hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Ratu Marie yang langsung bertanya ke intinya sambil menyodorkan kue yang ada di atas meja.
__ADS_1
“ Kenapa dia ada di kerajaan Epes ?....”, Marie kembali bertanya setelah pertanyaan awal tak kunjung Scoth jawab.
Melihat nenek kekasihnya itu sudah tak sabar lagi, Scothpun segera menjelaskan semua hal yang telah terjadi.
Termasuk tentang peritiwa waktu Isabella diculik oleh Lord Edward dari kerajaan Eternita dan diawasi oleh Raja Lucifer dari kerajaan Drakness.
Marie tak bisa lagi menyembunyikan rasa terkejut dalam hatinya. Siapapun tahu siapa itu Lucifer, raja iblis yang paling kejam dan tak terkalahkan.
“ Tapi kenapa Lucifer menginginkan Isabella ?....apa ini juga berkaitan dengan identitasnya ?.....”, tanya Marie binggung.
“ Mungkin juga….”, ucap Scoth pelan.
Diapun kemudian menceritakan perkataan Tiffani yang sempat dia dengar waktu dia berkunjung ke kerajaan Epes beberapa waktu yang lalu.
“ Ucapan Tiffany adalah masa depan yang akan terjadi. Jika memang begitu takdirnya, kuharap kamu bisa lebih bijak lagi dalam menyikapinya….”, ucap Marie memberi peringatan.
Siapapun tahu jika Tiffany, tetua Elf bisa melihat masa depan. Meski tidak semua masa depan bisa dia lihat, tapi begitu dia mengatakan sesuatu hal tersebut pasti akan terwujud.
Marie juga sangat mengerti jika Warewolf adalah makhluk yang setia. Mereka hanya mendapatkan satu pasangan hidup yang telah dipilih oleh Moon godess yang disebut sebagai mate.
Saking setianya, mereka tak akan menikah jika bukan dengan matenya.Bahkan mereka bisa mati jika mate mereka mati. Maka dari itu, setelah mendengarkan cerita Scoth, Mariepun memberi nasehat.
Hanya satu yang menganjal dihati Marie saat ini yaitu tentang Lucifer yang juga menginginkan cucunya.
Selama ini kerajaan Darkness tidak pernah ikut campur apapun yang berkaitan dengan dunia immortal selama mereka tak menganggunya.
Lucifer hanya akan turun tangan jika sudah ada masalah mengenai bangsa iblis. Dan sekarang dia menginginkan Isabella tentu hal itu sangat mengkhawatirkannya.
Dunia akan hancur menjadi seperti apa jika Lucifer benar – benar menginginkan Isabella untuk menjadi Ratunya.
“ Nenek tenang saja, ikatan batin diantara kami cukup kuat dan aku juga sangat yakin jika Isabella tidak mudah goyah hatinya….”, ucap Scoth berusaha terlihat tenang.
Meski dalam hatinya juga ada kegelisahan yang cukup mendalam tentang masa depannya bersama sang kekasih.
Tapi, dihadapan Marie dia sama sekali tak boleh menunjukkan hal tersebut jika tidak ingin keluarga kekasihnya itu membawa pergi Isabella darinya.
“ Jika mengenai raja – raja didunia immortal, aku tak terlalu khawatir. Tapi ini seorang Lucifer…jika dia menginginkannya, kapanpun dia akan mengambil Isabella dan menjadikan cucuku miliknya selamanya….”, Marie berkata dengan cemas.
__ADS_1
Scoth paham akan kecemasan yang melanda hati nenek kekasihnya itu. Tapi dia juga tak bisa berbuat apapun.
Melihat Lucifer masih belum lagi menunjukkan pergerakan yang berarti selama Isabella berada dikerajaan Epes.
Membuat hatinya untuk sementara waktu masih bisa merasa tenang. Setelah dia mendapatkan semua hal yang ingin didengarnya, Mariepun segera pamit undur diri.
Dia langsung berteleportasi menuju ke istananya dan akan memantau cucunya tersebut dari kejauhan.
Begitu merasakan aura ibundanya ada dalam istana, Anggela segera menghentikan aktivitasnya dan berlari keruangan pribadi Marie.
“ Bagaimana bu ?....apa yang Alpha Scoth katakan ?....”, Anggela bertanya dengan menggebu – gebu.
“ Seperti prediksi kita, Isabella ada di kerajaan Epes…”, ucap Marie lesu.
Diapun segera menceritakan semuanya kepada sang putri. Anggela terkejut dengan semua fakta yang dibeberkan ibundanya itu.
“ Apakah Isabella benar – benar tak bisa kita bawa kembali ke kerajaan Equestria ?...”, Anggela bertanya dengan tatapan penuh harap.
“ Tidak….itu akan sangat membahayakan dirinya….”, ucap Marie sambil mendesah kasar.
“ Apalagi pertumbuhan Isabella yang terlalu cepat akan menarik perhatian semua mata….”, Marie berkata dengan tatapan sedih.
Meski terkejut dengan pertumbuhan Isabella yang sangat pesat setelah kekuatan dalam tubuhnya dilatih, tapi keduanya berusaha memahami jika Isabella bukanlah gadis biasa pada umumnya.
Dia itu special, bukan hanya dalam segi fisik dan kekuatan. Tapi apapun yang ada dalam diri Isabella banyak memiliki manfaat, terutama darahnya.
Hal itulah yang sangat ditakutkan Marie jika Isabella sampai jatuh ketangan Lucifer, dunia bisa hancur.
Karena setetes darah Isabella bisa menjadi mesin penghancur yang dasyat jika digabungkan dengan api jahanam yang ada di kerajaan Drakness.
Meski tujuan utama Lucifer bukanlah hal yang ditakutkan oleh Marie, tapi jika keistimewaan yang ada dalam Isabella jatuh ketangan yang salah maka akan menjadi sia – sia.
“ Jika rindu, kamu dan Athur bisa pergi mengunjungi Isabella dikerajaan Epes, tapi bukan sekarang….”, Marie berujar dengan raut wajah sedih.
Untuk saat ini sebaiknya kerajaan Equestria tidak mengundang kecurigaan dari pihak lain yang kini diam - diam sedang mengawasi mereka.
Karena hilangnya saudara kembar Isabella diwaktu yang sama dengan munculnya fenomena akan hadirnya sosok holy blood girl sudah banyak menimbulkan kecurigaan dari semua pihak terhadap kerajaann Equestria.
__ADS_1
Mariepun tak ingin membuat semua mata yang menatap kerajaan Epes mengalihkan perhatian mereka ke kerajaan Equstria.
“ Sebisa mungkin rahasia ini harus aku jaga hingga Isabella benar – benar siap menghadapi dunia….”, ucap Marie bermonolog.