
“ Gadis berdarah suci….”, guman ratu Evanora menerawang jauh.
Empat belas tahun yang lalu dia pernah mendengar dari seorang tetua penyihir jika holy blood girl terlahir kembali setelah menghilang hampir seribu tahun lamanya.
Waktu itu raja Raymond dari Envuela yang mengetahuinya lebih dulu sehingga dia melakukan pengejaran.
Tapi sayangnya usahanya gagal setelah seluruh anak buahnya kehilangan jejak dari gadis tersebut yang diperkirakan baru saja lahir didalam hutan.
“ Kurasa ini sedikit sulit….”
“ Meski tiga tahun silam gadis tersebut diprediksikan kembali datang, tapi kita sama sekali tak tahu bagaimana wujud gadis muda itu…”
“ Ini seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami…”
“ Tak ada petunjuk pasti mengenai hal tersebut….”
Ratu Evanora memberikan penjelasan sambil mengkerutkan keningnya sangat dalam. Sungguh rumit masalah yang dihadapinya sekarang.
Dia pikir, hanya dengan menemukan keturunan Gullveig maka kebangkitan penyihir hitam untuk bisa menjadi yang nomor satu di dunia immortal akan terjadi.
Nyatanya, hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan untuk mengaktivkan death sword harus menggunakan setetes darah dari holy blood girl yang keberadaannya sampai sekarang masih menjadi teka – teki.
“ Jika begitu…kurasa gadis ini sekarang berusia sekitar empat belas tahunan ?...”, tanya Alatariel menyelidik.
“ Benar…jika sesuai kelahirannya sekarang itu usianya…”, ucap ratu Evanora menjelaskan.
“Aku akan coba untuk mencarinya dengan mengandalkan kekuatan yang sudah aku latih selama ini….”
“ Siapa tahu aku bisa menemukan titik terang dari semuanya…”, ucap Alatariel bersemangat.
Ratu Evanora cukup senang melihat semangat membara dari dalam diri Alatariel. Dark elf tersebut tampak bersemangat, membuat dirinya yang pada awalnya pesimis menjadi optimis.
“ Baiklah….”
“ Pergilah bersama Belatrix…”
“ Sebaiknya pencarian dilakukan ke kerajaan Envuela terlebih dahulu….”
“ Klan vampire lebih welcome terhadap kita dibandingkan dengan kaum warewolf dan penyihir putih…”, ratu Evanora terlihat memberi saran untuk Alatariel.
“ Terimakasih ratu…”
“ Untuk itu, saya pamit undur diri dan akan langsung melakukan perjalanan saat ini juga….”, ucap Alatariel sambil membungkuk hormat.
__ADS_1
Alatariel dan Belatrix pun mulai melakukan perjalanan menuju kerajaan Envuela dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang tinggi.
Mengingat jika raja tersebut menderita kutukan yang tak diketahui oleh semua orang, Alatariel pun sudah mempersiapkan hadiah yang sangat bagus dan bermanfaat untuk raja.
Sebuah ramuan dari bunga api dan beberapa tanaman obat yang hanya bisa tumbuh dipegunungan iblis yang dapat menghilangkan rasa sakit setiap kutukan raja tersebut datang setiap bulan purnama.
Setidaknya, dengan hadiah yang dibawakannya itu dia bisa berbincang dengan Raymond untuk mencari titik terang keberadaan holy blood girl.
Karena menurut informasi dari ratu Evanora, raja vampire tersebutlah orang yang mengetahui secara spesifik ciri – ciri holy blood girl dan memburunya hingga saat ini karena darahnya bisa dia gunakan untuk menghilangkan kutukan yang selama ini melekat padanya.
“ Akan lebih baik lagi jika aku bisa bekerja sama dengannya….”, batin Alatariel senang.
Belatrix yang melihat Alatariel sedari tadi senyam – senyum sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya beberapa kali tanpa berusaha untuk menegurnya.
Baginya, bepergian untuk mencari holy blood girl bersama pemuda tersebut memiliki keuntungan tersendiri.
Selain dia bisa berkeliling bebas kesemua wilayah, dia juga nantinya bisa mempraktekkan kekuatan yang dimilikinya untuk bertempur dengan beberapa musuh asing yang pastinya dia temui didalam perjalanan.
Baru saja Belatrix memikirkan hal tersebut, tiba – tiba saja sekelompok vampire sudah menyerang keduanya begitu kaki mereka memasuki wilayah kerajaan Envuela.
“ Lumayan buat pemanasan….”, ucap Alatariel sambil melirik Belatrix dengan senyum lebar.
Keduanya bekerja sama dengan apik untuk melawan sekelompok vampire yang datang menyerang mereka secara membabi buta.
Saling tendang, saling pukul, dan saling hantam mewarnai perkelahian siang itu yang berlangsung cukup sengit .
Klan vampire yang tak bisa mati hanya terluka ringan begitu tubuh mereka dibanting dan dilempar dengan kasar oleh keduanya.
“ Tangguh juga mereka….”, guman Alatariel sambil terus melakukan serangan.
Merasa jika waktu untuk main – mainnya telah selesai, Belatrix pun segera mengeluarkan dan menunjukkan tanda pengenal kerajaan Azerbazam.
Vampire yang tadinya masih menyerang tiba – tiba saja terdiam dan langsung mengerti jika kedua orang asing tersebut ingin bertemu dengan raja mereka.
“ Sampaikan kepada rajamu aku membawa hadiah yang bisa meringankan penderitaannya selama bulan purnama….”, ucap Alatariel berpesan.
Sekelompok vampire tersebut langsung menghilang begitu Alatariel selesai berbicara untuk menyampaikan pesan tersebut kepada raja mereka.
“ Dapat meringankan penderitaanku di bulan purnama ?...”
“ Cukup menarik…..”, guman raja Raymond sambil menyesap darah segar dari cangkir yang ada ditangannya.
“ Bawa kemari dua tamu itu….”
__ADS_1
“ aku sudah tak sabar untuk menyambut mereka….”, ucap Raymond mengeluarkan smirk devilnya.
Dia sangat penasaran siapa orang yang mengetahui rahasia besar dirinya karena selama ini tak ada satupun orang yang mengetahuinya.
Dan dia sangat berharap, orang itu tidak hanya bicara omong kosong belaka karena dia tak akan melepaskan mereka dengan mudah.
Alatariel tersenyum lebar waktu melihat pasukan pengawal kerajaan Envuela datang untuk menjemputnya.
Keduanya pun segera dibawa menuju keistana untuk bertemu dengan raja yang terkenal memiliki temperamen yang buruk dan kasar serta kejam itu.
Belatrix sangat berharap jika apa yang diucapkan oleh Alatariel tadi benar adanya sehingga mereka tak harus kehilangan nyawa disini.
“ Dark Elf dan penyihir hitam….”, guman Raymond begitu keduanya berjalan menuju kearahnya.
Raymond tanpak sangat tertarik dengan dark elf yang ada dihadapannya itu karena aura yang terpancara dari dalam tubuhnya sangat tak biasa.
“ George….”
“ Jamu tamu kita dengan baik….”
“ Dan kamu…"
" Aku ingin berbicara empat mata denganmu….”, ucap Raymond sambil menunjuk Alatariel dengan telunjuknya.
Setelah Alatariel mengangguk, Belatrix pun mengikuti langkah pria cantik yang tadi dipanggil George oleh raja Raymond kesebuah ruangan yang sudah dipenuhi oleh berbagai macam makanan dan camilan.
“ Silahkan nona….”
“ Jika ada yang diperlukan, saya ada didepan pintu ruangan ini….”, ucap George sopan.
Belatrix pun segera mengangguk, sepeninggalan George diapun segera menyantap makanan yang tersaji diatas meja.
Jujur saja dia sangat lapar karena tadi pagi tidak sempat sarapan karena ratu Evanora memanggil dan menyuruhnya segera melakukan perjalanan dengan Alatariel saat itu juga.
Sementara di ruangan yang lain saat ini terlihat Alatariel sedang duduk bersama orang nomor satu dikerajaan Envuela, raja Raymond.
Tanpa basa basi raja Raymond pun langsung bertanya dengan tegas “ Apa yang kau bawa ?....”
“ Kuharap itu bukan hanya sekedar omong kosong belaka….”, ucapnya pelan namun penuh ancaman didalamnya.
Tanpa berkata apapun, Alatariel segera mengeluarkan sebotol kecil ramuan dari dalam tas hitamnya sambil berkata “ Hanya setetes, bisa menghilangkan rasa sakit yang ada….”.
Raja Raymond menerima botol tersebut sambil tersenyum sinis dan berkata “ Kurasa harga botol ini tak murah….”
__ADS_1
“ Apa yang kamu inginkan ?....”, ucapnya tepat sasaran.