HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
FAKTA YANG TERSEMBUNYI


__ADS_3

Ummm…


Isabella terlihat menggeliat pelan, merenggangkan otot – otot tubuhnya yang sedikit kaku dan perlahan mulai membuka kedua matanya.


Pandangan pertama pagi harinya adalah wajah kekasihnya yang tampan membuat senyuman lebar mereka di wajahnya.


Cup….


“ Pagi sayang….”, ucap Scoth dengan suara serak nan sexy.


“ Pagi juga….”


“ Bagaimana tidurmu semalam ?…”, tanya Isabella sambil membelai pipi Scoth dengan lembut.


Scoth terlihat menikmati setiap sentuhan yang Isabella berikan kepadanya dengan kedua mata tertutup.


“ Scoth….ayo bangun….”, ucap Isabella berusaha membuka kedua mata kekasihnya itu, tapi sayangnya tak berhasil.


“ Sebentar lagi sayang….”


“ Aku masih mengantuk….”, ucap Scoth sambil menelusupkan kepalanya kedada Isabella.


Jika sudah begini, Isabella pasti akan menyerah dan membiarkan kekasihnya itu tidur lebih lama sambil memainkan rambut Scoth yang sudah mulai panjang.


Tiba – tiba Scoth langsung terbangun dengan kedua mata terbuka lebar. Tentu saja tindakan Scoth ini membuat Isabella terkejut.


“ Ada apa ?....”, tanya Isabella binggung.


“ Ikut aku….”, ucap Scoth sambil menarik satu tangan Isabella dan membawanya keluar dari dalam kamar menuju ruang pribadi Elena.


Didalam ruangan sang ibu sudah ada tetua Otsana, Tiffani, Carmin dan juga Elena dengan wajah tegang.


Scoth dan Isabella yang baru saja datang segera duduk dikursi yang masih kosong dengan wajah cemas.


“ Ada apa ini, kenapa suasananya tegang seperti ini….”, batin Isabella cemas.


Tak lama kemudian Elena pun mulai membuka suara. Setelah cukup lama menyimpan rahasia ini pada akhirnya hari ini dia harus membuka semuanya kepada kedua anaknya.


“ Ada hal penting yang ingin ibu katakana kepada kalian berkaitan dengan Henry, kakak kalian….”, ucap Elena gugup.


Setelah mengambil nafas dalam beberapa  kali Elena pun mulai menceritakan semua hal yang selama ini dia sembunyikan berkaitan dengan masa lalu Henry.


“ Sebenarnya kakak kalian masih belum meninggal…”


“ Ibu juga baru mengetahuinya setahun terakhir ini….”, ucap Elena mulai membuka pembicaraan.


Tentu saja ucapan Elena membuat semua orang terkejut, tapi tidak dengan tetua Otsana yang sudah mengetahui jauh sebelum ibu Scoth tersebut menyadarinya.

__ADS_1


FLASH BACK ON


Satu tahun yang lalu,


Entah kenapa hati Elena  merasa tidak tenang akhir – akhir ini. Bayangan wajah putra sulungnya terus hadir didalam mimpinya setiap malam.


Teriakan minta tolong dan tatapan sedih Henry masih terus terbayang – bayang dibenak Elena, seolah mimpi tersebut terasa nyata baginya.


“ Ini bukan mimpi biasa….”


“ Kurasa aku harus mendiskusikannya dengan tetua Otsana mengenai hal ini….”, batin Elena cemas.


Dengan alasan akan mengunjungi Carmin, Elena pun pergi meninggalkan Red Moon pack menuju pegunungan Hui tempat dimana tetua Otsana berada.


Tampaknya perjalanan Elena kali ini tidak berjalan dengan mulus. Beberapa kali dia harus menghadapi para rogue liar dan vampire yang berkeliaran diluar pack.


Meski dia bisa menghalau mereka, tapi karena usianya sudah tak muda lagi ditambah dia memiliki luka dalam yang cukup serius setelah melahirkan Carmin membuat wanita ini terpojok waktu berhadapan dengan tiga orang vampire yang terus menyerangnya secara membabi buta.


Beruntunglah Elena bertemu dengan seekor serigala berbulu hitam yang membantunya keluar dari permasalahan tersebut.


“ Sorot mata itu ?.....”, batin Elena tertegun.


Sorot mata serigala berbulu hitam yang membantunya itu sama dengan milik putra sulungnya Henry yang telah meninggal dunia lima puluh tahun yang lalu.


Sebelum Elena mengucapkan terimakasih, serigala berbulu hitam tersebut segera melesat pergi setelah mencabik – cabik ketiga vampire yang tadi menyerang Elena.


Dengan sisa – sisa kekuatan yang ada, Elenapun bergegas lari menuju pegunugan Hui sambil menahan rasa sakit yang ada.


Tetua Otsana yang sudah mengetahui kedatangan Elena segera mengobati wanita paruh baya tersebut begitu sampai dikediaman miliknya.


“ Istirahatlah sejenak…”


“ Semua kegelisahan hatimu akan aku jawab begitu kondisimu membaik….”, ucap tetua Otsana hangat.


Diapun segera meninggalkan Elena didalam kamar untuk bisa mengistirahatkan badan dan tenaganya yang terkuras habis guna melawan rogue dan vampire yang menyerangnya diperjalanan.


Setelah kondisi Elena cukup membaik, tetua Otsana pun mengatakan beberapa hal yang membuat wanita itu terlonjak kaget.


“ Jadi maksud anda, Henry masih hidup ?....”


“ Lalu, jasad siapa yang kita kubur lima puluh tahun yang lalu ?.....”, tanya Elena dengan kedua mata melotot karena terkejut.


“ Jasad yang kita kubur adalah Henry palsu sebab jasadnya yang asli telah dibawa oleh kaum iblis ke tempatnya sesuai dengan perjanjian yang Wilson lakukan dahulu….”, ucap tetua Otsana menjelaskan.


“ Jasad palsu ?....”


“ Penyihir hitam ?...”

__ADS_1


“ Perjanjian ?...”


" Kaum iblis...."


“ Apa itu ?....”, Elena terus meracau dengan wajah penuh kebinggungan.


Melihat Elena kalut, tetua Otsana pun berusaha untuk menenangkan wanita yang ada dihadapannya itu namun tak berhasil hingga membuatnya terpaksa berteriak.


“ Tenanglah !!!….”


“ Jika kamu seperti ini terus, aku tak akan menjelaskan apapun kepadamu !!!….”, ucap tetua Otsana dengan nada sedikit tinggi.


Melihat tetua Otsana sedikit membentaknya, Elena pun berusaha menanangkan dirinya agar lelaki tua itu bisa menjelaskan semua hal kepadanya.


Tetua Otsana pun mulai menceritakan smeuanya kepada Elena mengenai perjanjian yang dibuat oleh Wilson dengan sang penyihir hitam.


Untuk bisa membuat istrinya hamil dan memiliki keturunan, Wilson sempat meminta bantuan kepada penyihir hitam bernama Gullveig.


Meski pada awalnya Gullveig menolak dengan alasan dia tak bisa menentang takdir, tapi karena kegigihan Wilson pada akhirnya penyihir hitam tersebut menyetujui dengan satu syarat yaitu anak pertama mereka harus ditumbalkan kepadanya.


Wilson yang merasa jika keingginannya mendapatkan keturunan akan terwujud langsung menyetujui permintaan Gullveig tanpa pikir panjang.


Tapi seiring berjalannya waktu, Wilson pun merasa sangat sayang terhadap anak sulungnya itu dan berusaha untuk terus mengulur waktu untuk menyerahkan Henry kepada Gullveig.


Meski marah, tapi Gullveig yang pada waktu itu juga memiliki kepentingan  tersendiri menyetujui permintaan Wilson dengann batas waktu sebelum Henry berusia tujuh belas tahun harus diserahkan kepadanya.


Gullveig bukanlah penyihir bodoh. Agar Wilson tak kembali berulah diapun membuat kesehatan Henry lemah sehingga menyebabkan Alpha Red Moon Pack untuk terus bergantung kepadanya demi bisa mendapatkan ramuan untuk membuat Henry tetap hidup.


Hingga tibalah hari yang sudah dijanjikan, Wilson yang tak rela anak sulungnya dijadikan tumbal ternyata diam – diam dibelakang Guillveig bekerja sama dengan kaum iblis dibawah Lucifer untuk bisa memindahkan jiwa Henry dan menghidupkannya kembali.


FLASH BACK OFF


“ Jadi, kakak benar – benar masih hidup ?....”, tanya Scoth menuntut penjelasan.


Elena hanya mengangguk pelan dengan wajah sedih. Sebenarnya dia tak ingin menceritakan hal ini jika dia tak mendengar bahwa Henry berusaha untuk melakukan penyerangan terhadap Red Moon Pack.


“ Dan kurasa, kristal biru yang diambil oleh Catty pada waktu ayahmu meninggal ada sangkut pautnya dengan kelahiran Henry kembali…”


“ Aku rasa kristal biru tersebut mengandung setengah jiwa Henry…”, ucap tetua Otsana menjelaskan.


Scoth tentu saja sangat terkejut mengetahui fakta itu. Dia pun mulai tersadar kenapa Catty begitu melindungi kristal biru itu hingga mempertaruhkan nyawanya.


“ Jadi, aku tak bisa menghancurkan kakak jika kristal biru masih ada ?....”, tanya Scoth dengan tatapan penuh selidik.


“ Benar….”


“ Jika kamu ingin menghancurkan Henry, maka kamu juga harus menghancurkan kristal biru tersebut…”, tetua Otsana pun menjelaskan semuanya dengan rinci.

__ADS_1


Semua orangpun langsung terdiam setelah tetua Otsana menjelaskan semuanya. Meski mereka sangat terkejut dan tak menyangka tapi mereka juga harus menghentikan Henry untuk menghancurkan Red Moon Pack.


Apalagi Henry ternyata bersekutu dengan iblis yang pastinya hal tersebut tak mudah bagi mereka untuk menghancurkannya.


__ADS_2