HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
MELEPAS RINDU YANG MENGUSIK JIWA


__ADS_3

Didalam kamar Scoth, tampak sepasang kekasih sedang beradu argument dalam waktu yang panjang.


Membahas setiap hal yang tak memiliki titik temu karena kedua pihak sama – sama berpegang teguh dengan pendapat mereka masing – masing.


Scoth yang tak ingin menghabiskan waktu berduaan dengan sang kekasih dengan bertengkar langsung saja menerkam Isabella dan mengukung tubuh munggil gadis itu dibawah tubuhnya.


Isabella hanya bisa pasrah terdiam setelah lelah berargumen dengan sang kekasih yang saat ini sudah mengunci pergerakannya diatas ranjang.


Melihat sang kekasih sudah terdiam\, Scoth pun langsung m*****t habis bibir munggil yang sudah menjadi candunya itu.


Isabella terlihat menutup mata\, menikmati setiap moment yang terjadi saat ini. Melihat kekasihnya mulai menikmati setiap sentuhan yang dia berikan\, Scoth pun mulai bermain disekitar area **** Isabella.


Isabella beberapa kali terlihat memejamkan kedua matanya sambil mengigit bibir bawahnya, menikmati kenikmatan yang diberikan oleh sang kekasih.


Beberapakali ******* keluar dari bibir munggil Isabella waktu bayi besar tersebut ********* kuat ***********.


Melihat sang kekasih sangat menikmati apa yang dilakukannya\, Scoth pun semakin nakal dan kembali ********* kuat hingga menimbulkan beberapa tanda kepemilikan disekitar area **** Isabella.


Pergulatan panas diantara keduanya terus terjadi membuat satu persatu pakaian yang mereka kenakan mulai berserakan dilantai.


“ Stop Scoth….”, ucap Isabella lemah waktu tangan sang kekasih sudah mulai bergerak di inti tubuhnya.


Tubuh Scoth langsung menegang waktu Isabella menghentikan pergerakannya. Diapun langsung menatap kekasihnya itu dengan wajah kecewa.


Maklumlah, gairah Scoth sudah tinggi – tingginya waktu sang kekasih mengehetikan aktivitasnya tersebut.


Meski merasa tak enak hati, tapi Isabella masih memiliki misi penting yang harus dijalankannya sebentar lagi.


Maka dari itu dia tak ingin melakukan penyatuan dulu dengan sang kekasih agar bisa memaksimalkan kekuatan yang baru saja didapatkan setelah berhasil mengambil pedang cahaya didanau cahaya beberapa waktu yang lalu.


“ Jangan sekarang, please….”, ucap Isabella memohon.


Scoth hanya bisa mendesah pasrah dengan wajah kecewa waktu sang kekasih kembali menghentikan aktivitasnya tersebut.


Kedua tangan Isabella segera menangkup rahang kokoh sang kekasih dan menengadahkan wajahnya hingga kedua mata mereka saling pandang.


“ Bukannya aku tidak mau…hanya saja, sekarang bukan waktu yang tepat…”, ucap Isabella dengan sangat hati – hati.


Tak ingin membuat Scoth salah paham, Isabella pun segera menjelaskan semuanya kepada sang kekasih kenapa dirinya tak mau melakukan penyatuan dengannya sekarang.


Isabella menceritakan semua hal yang dia bahas bersama Tiffany dan tetua Otsana selama berada di kerajaan Epes.


Tentang bagaimana dia harus menjaga kemurniannya agar bisa menggunakan kekuatan pedang cahaya secara maksimal hingga mengenai penglihatan Tiffany yang menyatakan bahwa sebentar lagi akan ada perang besar.


Untuk itu, sampai perang berakhir, dirinya harus tetap murni agar kekuatan yang ada dalam pedang cahaya tersebut bisa dipergunakan secara maksimal.


Scoth cukup paham jika kekasihnya itu bukanlah gadis biasa. Dia mengemban tugas penting demi keselamatan semua klan di dunia immortal.


Untuk itu, dia tak boleh egois dan mengedepankan nafsunya saat ini. Dia harus mendukung setiap hal positif yang dilakukan oleh kekasihnya itu.

__ADS_1


Berusaha untuk lebih bijaksana lagi dalam menyikapi setiap hal yang ada. Isabella yang yang melihat wajah kekasihnya sudah tak terlalu kecewa merasa lega.


“ Baiklah…aku mengerti….”, ucap Scoth mendesah pelan.


Scoth terlihat memejamkan kedua matanya waktu Isabella mengusap lembut  rahang kokoh lelaki tersebut.


“ Maaf…sudah membuatmu kecewa….”, ucap Isabella tulus.


Meski kecewa, Scoth juga tak bisa memaksakan kehendaknya begitu saja. Apalagi pertempuran yang akan terjadi menyangkut nasib seluruh bangsa immortal.


Jika kekuatan hitam menguasai semuanya, maka bisa dipastikan dunia immortal tak akan lagi sama seperti ini.


Dimana ketenangan dan kehangatan yang ada tak akan bisa lagi terlihat. Hanya ada pertempuran dan pertumpahan darah dimana – mana.


Isabella terlihat bernafas dengan lega waktu melihat jika sang kekasih menerima semua penjelasan yang diberikannya tadi.


“ Tapi…aku masih bisa bermain disini kan…”, ucap Scoth sambil menunjuk **** Isabella dengan tatapan nakal.


Melihat sang kekasih mengangguk pasrah, Scoth pun langsung menelusupkan kepalanya dan bermain disana seperti seorang bayi yang sangat kehausan.


Isabella yang cukup menikmati sensasi yang ada kembali memejamkan kedua matanya sambil kedua tangannya beberapa kali terlihat mencengkeram kuat rambut sang kekasih waktu gejolak tersebut hadir.


“ Tidak apalah…ini juga sudah cukup bagiku untuk sementara waktu….”, batin Scoth bahagia.


Kedua sepasang kekasih yang dimabuk cinta tersebut saling melepas rindu dengan cara mereka sendiri.


“ Tidurlah….kondisimu masih belum pulih sepenuhnya….”, ucap Scoth sambil mengecup kening sang kekasih dengan hangat dan penuh cinta.


Isabella pun segera menelusupkan kepalanya kedada bidang sang kekasih, berusaha untuk mencari posisi yang nyaman hingga kedua matanya tertutup.


Scoth tersenyum bahagia waktu mendengar suara dengkuran halus dalam dekapannya. Perlahan dia mulai menarik selimut agar tubuh kekasihnya itu tetap hangat.


Sambil menghirup aroma tubuh sang kekasih yang selama ini dirindukannya, Scoth pun perlahan mulai menyusul sang kekasih pergi kealam mimpi.


Pagi harinya, Isabella langsung terbangun waktu meraba jika ranjang yang dia tempati telah kosong dia sedikit merasa kecewa.


“ Kemana dia ?....”, guman Isabella penuh tanda tanya.


" Mungkin ada urusan penting hingga dia meninggalkanku pagi ini....", Isabella berusaha untuk berpositif thinking agar hatinya tenang.


Setelah nyawanya mulai terkumpul, Isabella bergegas menuju kedalam kamar mandi dan segera turun untuk sarapan karena perutnya sudah berdemo minta diisi.


Semua pelayan terlihat menatapnya terkejut waktu mengetahui ada gadis cantik keluar dari kamar Alpha mereka.


“ Siapa wanita cantik itu ?....”


“ Kenapa dia keluar dari kamar Alpha ?...”


“ Apa itu selingkuhan Alpha Scoth ?...”

__ADS_1


Itulah pertanyaan yang ada dalam benak para pelayan waktu melihat Isabella turun dari kamar Scoth dan langsung berjalan menuju meja makan.


“ Pagi mom…”, Isabella menyapa Elena dengan hangat.


Meski terkejut, namun Elena tak memperlihatkan hal itu. Dia tetap menyunggingkan senyum termanisnya sambil menatap intens gadis yang sekarang duduk dihadapannya itu.


“ Isabella….”, ucap Elena sedikit ragu.


“ Iya mom…ini aku….”, ucap Isabella sambil tersenyum manis.


Meski masih binggung, tapi dia bisa menguasai keadaan dengan cepat dan kembali mengingat jika Carmin sang putri pernah mengatakan jika Isabella sudah tumbuh menjadi gadis cantik setelah kekuatannya telah sempurna.


“ Kudengar kamu baru saja sadar setelah menyelesaikan misimu….makanlah yang banyak….”, ucap Elena sambil menyuruh pelayan untuk menghidangkan makanan kesukaan calon menantunya itu.


Mendengar perintah tersebut, pelayan itupun segera bergegas menuju kearah dapur untuk memberitahukan kabar mengejutkan tersebut kepada rekan- rekannya.


“ Tunggu….jadi maksudmu gadis cantik yang keluar dari kamar Alpha itu Luna Isabella ?....”


“ Bukankah dia masih seorang gadis kecil…kenapa sekarang tumbuh menjadi besar secepat itu ?....”


“ Itulah kenapa kenapa dia bisa keluar dari kamar Alpha Scoth pagi ini….”


“ Sudah kuduga, Luna kita bukanlah manusia biasa….”


“ Jika tidak…dia tak mungkin pantas menjadi mate Alpha Scoth….”


Itulah kira – kira obrolan absurd para pelayan yang ada dikediaman Scoth pagi ini dan membuat heboh semua orang.


Dalam waktu singkat, kabar mengenai kembalinya Luna mereka dan mengenai pertumbuhannya yang cepat dari gadis kecil yang imut menjadi gadis muda yang cantik sudah menyebar keseluruh Red Moon pack.


Banyak orang yang penasaran ingin melihat wajah cantik Luna mereka, membuat para warrior yang berjaga di pintu gerbang kediaman sedikit kewalahan menghadapinya.


“ Ada apa ini ?....kenapa mereka berduyun – duyun kesini ?....”, tanya Scoth binggung.


“ Lapor Alpha….mereka semua ingin bertemu dengan Luna Isabella….”, ucap salah satu warrior yang berjaga di pintu gerbang kediaman melapor.


“ Jadi, dia sudah kembali…pantas saja semalam kamu tak menghiraukan panggilanku…”, ucap sang beta dengan senyum sinis.


Scoth yang disindir oleh betanya hanya menampilkan wajah datar dan berusaha tak mengakui kesalahannya.


“ Lagipula kamu sudah bisa mengatasi semuanya, jadi kenapa masih memanggilku….”, ucap Scoth mengelak.


Diapun segera masuk kedalam istananya dan membiarkan betanya dibelakang dengan wajah sangat kesal.


" Hufttt...bagaimana Luna bisa tahan dengan lelaki menyebalkan seperti itu....", ucap Morgan mendengus kesal.


" Morgan...aku mendengarmu....", ucap Scoth tajam.


Mendengar teguran sang Alpha, MOrganpun langsung menutup mulutnya rapat - rapat. Bagaimanapun dia tak mau emnyinggung lelaki kejam itu karena masih sayang nyawa.

__ADS_1


__ADS_2