
Langit berawan gelap seolah hujan deras akan segera menguyur bumi. Namun hal tersebut sama sekali tak mempengaruhi kegiatan semua orang dalam mempersiapkan diri menghadapi pertempuran yang akan berlangsung esok.
Ya…rencananya mereka akan menyerang saat dini hari karena saat – saat seperti itu biasanya terjadi pergantian shif sehingga penjagaan gerbang yang ada di Red Moon Pack sedikit longgar.
Henry terlihat sangat senang waktu melihat banyaknya pasukan yang terdiri dari berbagai macam klan yang nantinya akan membantunya untuk menyerang Red Moon Pack.
Dia sama sekali tak menyangka jika sikap tegas Scoth ternyata membuatnya banyak memiliki musuh diluar.
Bukan hanya memiliki musuh kaum warewolf dan vampire, mereka juga memiliki musuh dari golongan penyihir dan elf dimana mereka memiliki dendam yang mendalam setelah keluarga mereka dibantai habis oleh Scoth demi bisa memperluas wilayah packnya.
“ Apa kamu cukup puas dengan pasukan yang kita miliki sekarang ?....”, tanya Catty bersemangat.
“ Tentu saja….”
“ Ini adalah impianku sejak lama….”, ucap Henry menyeringai lebar.
Keduanya tersenyum lebar waktu menyadari jika impian mereka untuk bisa menguasai Red Moon Pack sudah ada didepan mata.
Henry pun mulai melangkah maju dan berdiskusi dengan masing – masing pimpinan klan mengenai strategi dalam serangan yang akan dilancarkan dini hari nanti.
Sementara itu di Red Moon Pack terlihat tetua Otsana sedang menatap jauh kedepan dengan kedua tangan disilangkan kebelakang punggungnya.
“ Besok serangan akan dimulai…”
“ Bersiaplah….”, ucap tetua Otsana memperingatkan.
Tetua Otsana mersakan hawa yang cukup mencekam dari kejauhan dan dia merasa jika pertempuran kali ini tak seperti biasa.
Aura hitam yang cukup kuat sangat terasa, tetua Otsana pun mulai berpikir apakah ratu Evanora telah menemukan Gulveigh.
Mengingat akan hal itu maka tetua Otsanapun segera memperingatkan kepada Alpha Scoth untuk lebih waspada lagi.
__ADS_1
Scoth pun hanya bisa mengangguk mengerti dan segera memerintahkan Morgan, sang beta untuk menyiapkan para warriornya secara diam - diam.
“ Mulai malam ini kita sudah harus bersiap…”, Scoth terlihat meminlink semua bawahannya agar mengatur para warrior disetiap sudut perbatasan Pack.
Jika dia melihat bagaimana pemikiran Henry maka serangan pasti akan dilakukan dini hari nanti dan diapun memerintahkan para warrior yang menjaga perbatasan agar bersikap biasa saja agar tak memancing kecurigaan musuh.
Isabella yang mendengar kabar tersebut segera mengalihkan warga Red Moon Pack disuatu tempat dan memberikan mereka perisai pelindung agar tak bisa ada yang bisa masuk dan melukai mereka seandainya ada musuh yang lolos kedalam pack.
“ Untuk sementara, ibunda disini dulu bersama warga pack dan sebisa mungkin jangan biarkan siapapun untuk keluar….”, ucap Isabella berpesan.
Untung saja ditempat persembunyian tersebut telah dilengkapi dapur mini dengan makanan yang cukup untuk dipergunakan selama beberapa hari hingga pertempuran berakhir.
Selain mengevakuasi warga, Isabella juga sibuk membantu dokter Lupe menyiapkan ruang perawatan untuk para warrior yang nantinya terluka dalam medan pertempuran.
Selanjutnya, dengan ilmu sihir yang dimiliki dia mengumpulkan para warrior dan memberikan mereka sihir pelindung ditubuh masing – masing.
“ Minun ramuan ini agar stamina kalian bisa meningkat dua kali lipat….”, ucap Isabella sambil membagi – bagikan botol ramuan kepada para warrior.
“ Kuharap mereka tak mampu menembus pertahanan sihir ini sehingga pertumpahan darah bisa sedikit berkurang….”, ucap Isabella resah.
“ Terimakasih sayang….”
“ Kamu sudah berusaha sebaik mungkin….”, ucap Scoth sambil mengecup pucuk kepala Isabella dengan penuh rasa cinta.
Meski mereka sudah bersiap siaga namun untuk beberapa penjaga tetap menjalankan tugas seperti biasa dengan jumlah yang sama agar musuh tidak menjadi waspada.
Sementara itu, mata – mata yang disuruh mengawasi Red Moon Pack kembali melaporkan jika didalam pack sama sekali tidak ada pergerakan yang mencurigakan.
Hal tersebut tentu saja membuat Henry sedikit merasa tenang, pasalnya jika Red Moon Pack tak melakukan pergerakan berarti hal itu akan memudahkan mereka dalam bergerak nantinya.
Alatariel yang ikut melihat kondisi perbatasan wilayah Red Moon Pack merasa cukup senang waktu merasakan ada jejak bunga Gloxinia didalam pack.
__ADS_1
Meski samar namun dia bisa meyakini jika holy blood girl pasti ada didalam pack mengingat jika sang Alpha adalah kakak dari ratu kerajaan Epes.
“ Akhirnya, aku menemukan jejaknya disini….”
“ Semoga esok hari aku bisa mendapatkan darah gadis suci sehingga pedang hitamku bisa diaktivkan….”, guman Alatariel bersemangat.
Alatariel pun segera kembali kedalam kamp dan mengurung diri didalam tenda untuk melakukan ritualnya.
Belatrix menjaga didepan tenda agar tak ada satupun orang yang menganggu ritual yang sedang dilakukan oleh Alatariel.
Sementara dua orang vampire anak buah raja Raymond masih harus memastikan semuanya terlebih dahulu mengenai holy blood girl sebelum keduanya melaporkan hal tersebut ke raja Raymond.
Henry sedikit memicingkan matanya waktu mendengar dari Belatrix jika Red Moon Pack diselimuti pelindung sihir.
Namun dia juga tak terlalu khawatir karena ada drak elf yang cukup kuat disini sehingga dia optimis kurcaci hitam tersebut bisa menembus pelindung sihir yang telah dibuat oleh Luna Red Moon Pack.
“ Aku tak menyangka Luna Red Moon Pack bisa sehebat itu….”, guman Henry tajam.
“ Sudah kukatakan sebelumnya, gadis itu tak sesederhana yang terlihat….”, ucap Catty mendesah pelan.
“ Pantas saja tetua Otsana selalu mendampinginya….”
“ Kupikir awalnya tetua Otsana berada di Red Moon Pack karena Scoth….”
“ Ternyata demi gadis itu….”, ucap Henry sinis.
Dia mersa pertempuran esok hari akan lebih menarik karena adanya Luna Red Moon Pack yang dirumorkan memiliki kekuatan hebat tersebut.
Sejenak, Henry menatap kalung dengan bandul permata biru ditangannya dan segera menyimpannya ditempat tersembunyi.
Selama dia bisa menyembunyikan batu permata biru itu maka dia tak akan bisa mati dnegan mudah karena jantung kehidupan miliknya ada dalam batu tersebut.
__ADS_1
Dengan bantuan para iblis anak buah Lucifer, Henry pun menyimpan batu permata hitam tersebut agar tak bisa dengan mudah diketemukan oleh musuh - musuhnya.