HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
KEGELISAHAN HATI


__ADS_3

Berita tentang kemunculan bunga Gloxinia dikerajaan Epes setelah dinyatakan punah seribu tahun yang lalu sudah menyebar seperti angin kencang di dunia immortal.


Bahkan kekalahan memalukan yang diderita para penyihir hitam sebelum bertarung pun sudah menjadi konsumsi publik.


Banyak yang mentertawakan dan menganggap penyihir hitam telah kehilangan taringnya hingga tak mampu untuk menggigit semut sekalipun karena telah kalah dari bangsa Elf yang terkenal sebagai makhluk terlemah.


Namun, sebagian orang terlihat mulai meningkatkan kewaspadaan diri. Sejak Atares naik menjadi Raja, bangsa Epes menarik diri dari dunia luar.


Karena ras Elf dianggap yang paling lemah dibandingkan ras yang lainnya, maka kebijakan yang dibuat oleh Atares tersebut tak terlalu mendapatkan perhatian karena sama sekali tak mempengaruhi ras yang lainnya.


Hingga kabar berita pagi ini membuat banyak orang mulai memasang mata terhadap Raja Epes tersebut.


Apalagi kabar yang menyebutkan jika Ratu Epes saat ini adalah adik kandung  Alpha Scoth dari Red Moon Pack.


Salah satu ras warewolf  terkuat dan paling ditakuti di dunia Immortal. Membuat semua orang mulai meningkatkan kewaspadaan diri.


Karena kejadian ini semua mata mulai tertuju ke kerajaan Epes. Apalagi kemunculan bunga Gloxinia yang sangat langkah membuat banyak orang ingin memasuki kerajaan Elf tersebut.


Melihat bahaya yang sedang mengintai, Atares tetap bersikap tenang dan memerintahkan warganya agar tak terlalu terpengaruh terhadap rumor yang beredar dan beraktivitas seperti biasa.


Isabella pun berusaha untuk membuat lapisan pelindung yang lebih tebal daripada sebelumnya. Sehingga tidak mudah bagi pihak lain untuk bisa menembus masuk dan mengacau didalam.


Tiffany juga turun tangan untuk membantu Isabella memperkuat pelindung yang ada dengan kekuatan murni bangsa Elf.


Ratu Evanora sangat murka waktu mendengar rumor buruk tentang bangsanya beredar di masyarakat.


Diapun segera memerintahkan anak buahnya untuk mencari keturunan Gullveig, karena hanya itulah satu – satunya cara untuk bisa menembus benteng pertahanan bangsa Elf sekaligus memusnahkan bunga yang mengancam eksistensi mereka.


Dikerajaan Darkness, Lucifer sedang duduk bersantai waktu anak buahnya melaporkan semua hal yang terjadi didunia immortal.


“ Jadi disana dia sekarang….”, ucap Lucifer menyeringai.


Lucifer menduga kemunculan bunga Gloxinia pasti ada campur tangan Isabella didalamnya. Tidak mungkin tiba – tiba bunga langkah tersebut muncul di kerajaan Epes tanpa ada pemicu.


“ Sepertinya gadisku sudah mulai beranjak dewasa….”, guman Lucifer datar.


Kali ini dia tak akan bertindak gegabah dan hanya akan memantau kondisi dari kejauhan. Dia tak ingin tindakannya membuat semua orang curiga karena saat ini banyak pasang mata tertuju pada kerajaan Epes.


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, di waktu senggang setelah latihan Isabella menggunakannya untuk bersosialisasi dengan warga Epes yang sangat ramah dan baik hati.


Banyak ilmu baru yang bisa Isabella pelajari disini. Bahkan seringnya membaur dengan bangsa Elf, lambat laun tingkah pola gadis itu sudah sudah seperti warga Epes pada umunya.

__ADS_1


Carmin melihat calon kakaknya cepat beradaptasi dengan warganya merasa sangat senang. Apalagi kekuatan Isabella perlahan juga sudah mengalami peningkatan yang signifikan.


Tidak adanya pergerakan yang mencurigakan dari kerajaan Epes membuat perhatian semua orang mulai teralihkan.


Tapi tidak dengan beberapa kerajaan besar yang ada. Justru tak adanya pergerakan ini malah membuat mereka semakin bertambah waspada.


Apalagi sampai dengan detik ini, tidak ada satupun orang yang bisa menembus masuk kedalam kerajaan Epes dan menghancurkan pelindung yang mereka buat.


Meski tujuan pembuatan pelindung tersebut agar kehidupan di kerajaan Epes tidak terganggu.


Namun hal tersebut juga sebagai pembuktian kepada dunia luar jika bangsa Elf yang ada dikerajaan Epes tidak selemah yang semua orang kira.


Diatas singhasananya, Lord Edward terlihat memutar – mutar gelas berisi darah segar tersebut dengan enggan.


Firasatnya mengatakan jika Ratunya saat ini berada dikerajaan Epes. Tapi dia juga tak mau bertindak gegabah dan menerobos masuk kewilayah tersebut.


Selama ini antara bangsa vampire dan bangsa Elf tak memiliki perselisihan apapun yang membuat keduanya untuk terlibat konfrontasi.


“ Aku akan menyelidiki secara diam – diam tentang keberadaan Isabella disana….”, ucap Salvator sambil tersenyum.


Pada awalnya dia dan Vladimir sangat marah waktu mendengar jika alasan Alpha Red Moon Pack menangkap dan menyiksa keduanya adalah karena mate raja warewolf tersebut diculik oleh Edward.


Tapi, setelah mendengar penjelasan sang kakak jika gadis tersebut adalah belahan jiwanya yang sudah dia tunggu selama ratusan tahun, akhirnya Salvator dan Vladimir mulai bersimpati terhadap Edward.


Seakan apa yang dirasakan oleh Edward juga mereka rasakan. Maka dari itu pada saat sang kakak curiga Isabella ada dikerajaan Epes waktu mendengar rumor yang beredar.


Keduanya berinisiatif untuk membantu menemukan keberadaan belahan jiwa raja vampire tersebut.


“ Untuk saat ini sebaiknya kita diam tak melakukan pergerakan apapun. Meski kondisi sudah tenang, tapi masih banyak pasang mata mengawasi kerajaan Epes. Dan itu tak menguntungkan bagi kita terlihat disana saat ini….”, ucap Edward dengan nada rendah dan datar.


Jika sang kakak sudah berbicara dengan nada seperti itu, Salvator hanya bisa tersenyum kecut dan menuruti perintah sang kakak.


“ Bagaimana ?....”, tanya Vladimir penasaran.


“ Tidak berhasil….”, ucap Salvator lesu.


Keduanya pun segera berlalu meninggalkan ruang pribadi Edward dan membiarkannya bergulat dengan pikirannya sendiri.


Sementara itu di Red Moon Pack, Scoth terlihat beberapa kali mengeram frustasi. Karena adanya rumor tersebut maka dia harus semakin menahan diri untuk tidak berkunjung ke kerajaan Epes.


Selain untuk menghindari kecurigaan semua orang, tetua Otsana juga melarang Scoth menemui matenya karena lelaki tersebut masih belum bisa mengontrol dirinya dengan baik.

__ADS_1


Dia tak mau Scoth menandai Isabella sebelum gadis tersebut menyempurnakan kekuatan yang ada dalam dirinya.


Jika Scoth bertindak gegabah dan lepas kendali, maka kemungkinan kekuatan Isabella mencapai kesempurnaan akan sangat sulit karena gadis tersebut sudah tidak murni lagi.


“ Tiga tahun adalah waktu yang singkat. Pada saat itu, kamu bisa menempatkan dia disisimu selamanya…..”, ucap Elena dengan suara lembut.


Ucapan Elena nyatanya tak mampu menenangkan perasaan gundah gulana yang ada dihati Scoth. Apalagi waktu dia mengingat ucapat Tiffany membuat dirinya semakin frustasi.


“ Isabella adalah gadis yang special. Biasanya orang seperti itu memiliki pasangan hidup lebih dari satu karena jiwanya yang murni mampu menarik lebih banyak energy besar untuk datang mendekat….”, ucapan Tiffany tersebut tak sengaja Scoth dengar waktu wanita tua tersebut berbicara dengan tetua Otsana.


Scoth sangat paham energy besar yang dimaksud oleh Tiffany adalah orang besar yang ada di dunia.


Orang yang memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan dengan yang lain sehingga posisinya cukup ditakuti semua orang.


Saat ini hanya Lord Edward dari kerajaan Eternita dan Lucifer dari kerajaan Darkness yang sudah dia ketahui ingin menjadikan Isabella miliknya.


Ditambah dirinya, sudah tiga orang yang menginginkan Isabella untuk menjadi Ratu mereka. Jika yang lainnya mengetahui keberadaan gadis tersebut, bukan tidak mungkin saingannya akan semakin bertambah.


Meski saat ini Isabella sudah menjadi kekasihnya, tapi selama gadis tersebut belum dia tandai artinya Isabella belum sepenuhnya menjadi miliknya dan masih bisa direbut oleh orang lain.


Elena yang memahami tentang kegundahan hati putranya tersebut segera membelai rambut Scoth dengan lembut.


“ Yakinlah pada hatimu. Bunda sangat yakin, Isabella bukanlah gadis yang mudah goyah. Asalkan kamu tidak pernah menyakiti hatinya, dia akan selamanya bersamamu…. ”, ucap Elena tenang.


Kali ini Scoth merasa jika ucapan ibundanya tersebut benar adanya. Kunci dalam hubungan ini adalah dalam dirinya.


Selama dia bisa membuat Isabella merasa nyaman dan aman bersama dirinya, maka gadis itu akan selalu ada disampingnya.


Hal tersebut sudah berhasil dia buktikan waktu Isabella berada dikerajaan Eternita. Meski Lord Edward sudah menghapus semua ingatan Isabella, nyatanya ikatan batin diantara keduanya lebih kuat.


Hingga akhirnya gadis tersebut datang sendiri kepadanya, tanpa harus dia rebut dari tangan Edward dan melalui pertikaian yang rumit.


“ Saat ini yang harus kamu lakukan adalah coba kendalikan hasratmu, itu yang utama agar tetua Otsana tidak meblokirmu seperti ini….”, ucap Melvin dengan nada tinggi.


“ Bukannya kamu sama denganku….”, ucap Scoth mencibir waktu wolfnya tersebut terlihat sok bijak.


“ Kenapa kau menyalahkanku ?....aku kan sudah memperingatkanmu sejak awal….”, ucap Melvin sewot.


Scoth hanya bisa menghela nafas berat waktu wolfnya tersebut kembali menceramahinya. Setelah tetua Otsana memberinya ultimatum, Melvin terus saja menggerutu sepanjang waktu.


Bahkan dia terus saja mengomel dan menasehatinya saat ada kesempatan. Sebenarnya Scoth sangat paham dengan apa yang dirasakan oleh wolfnya tersebut.

__ADS_1


Karena mereka adalah satu jiwa, jadi semua yang Melvin rasakan Scoth pun juga ikut merasakannya.


“ Berhentilah mengomel, aku butuh ketenangan saat ini….”, ucap Scoth mengeram marah.


__ADS_2