HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
LORD EDWARD


__ADS_3

Meski sudah berusaha untuk ditutupi, tampaknya aroma darah Isabella yang special nyatanya masih  mampu mengundang tiga orang vampir yang sedang berjalan – jalan disekitar danau kematian.


Lord Edwar yang sedang berjalan dengan adik dan sepupunya untuk menyelidiki tentang kemunculan holy blood girl yang diperkirakan disekitar danau kematian mencium aroma darah dari dalam gua yang semalam di tinggali oleh Isabella.


Tampaknya, karena kurang berhati – hati, Isabella yang memangkas semak belukar demi mencapai dalam gua tak terasa jika jarinya tergores ranting semak yang tajam dan darahnya menetes disana.


“ Ratuku….”,guman Edward pelan.


“ Darah ini sangat lezat….”, ucap Vladimir sepupunya sambil menjilati daun yang ada bekas darah Isabella.


Bughhh….


Salvator, adik dari Lord Edward segera memukul belakang kepala kakak sepupunya itu waktu menyadari tindakan bodoh laki – laki yang lebih tua lima tahun darinya itu.


“ Bodoh !!!...apa kau tidak dengar jika dia adalah pasangan kakak !!!...”, ucap Salvator tajam.


Vladimir hanya bisa meringgis kikuk waktu melihat sepupunya itu melotot tajam kepadanya seakan hendak mencabik – cabik tubuhnya saat ini juga.


Edward yang fokus pada aroma darah yang begitu memabukkan dan belum dia rasakan sebelumnya segera terbang menelusuri jejak aroma darah tersebut berada.


Langkah kakinya terhenti begitu dia menyadari jika hutan yang ada didepannya itu adalah teritorial Red Moon pack.


Kawasan manusia serigala yang sudah menjadi musuh bebuyutan dari bangsa vampire sejak zaman dahulu kala.


“ Kau tidak akan menerobos masuk kedalam kan ?...”, tanya Vladimir cemas.


Dia sangat tahu jika sepupunya tersebut sudah seribu tahun lamanya menunggu sang Ratu yang menjadi pasangannya hadir keduania.


Lord Edward bahkan menolak semua vampire wanita yang berusaha mendekatinya hanya demi menunggu sang belaahn jiwa hadir dalam kehidupannya.


“ Kak…ingat, kita hanya bertiga. Kekuatan kakak masih belum pulih sejak terakhir kali kakak kalah melawan Alpha Scoth….”, ucap sang adik mengingatkan.


Namun tampaknya, Edward tak memperdulikan peringatan dari sang adik. Demi membawa pergi Ratu nya, diapun nekat menerobos masuk territorial Red Moon Pack.


Salvator dan Vladimir yang melihat Lord Edwrad terbang masuk kedalam hutan terpaksa mengikutinya.

__ADS_1


Dia tak ingin kondisi Lord Edward yang masih belum sepenuhnya pulih tersebut akan semakin parah begitu lelaki tampan itu bertemu lagi dengan Alpha Scoth Wilson.


Wushhhh….


Isabella sangat terkejut waktu tubuhnya sudah melayang diudara dalam dekapan seorang lelaki tampan dengan kulit tubuh sangat dingin.


Scoth yang melihat matenya ditangkap oleh Lord Edward dari kerajaan Eternita segera berubah wujud demi menyelamatkan belahan jiwanya yang baru saja dia temukan.


Edward yang baru saja menempelkan taringnya dileher Isabella harus menelan kekecewaan saat tubuh gadis kecil tersebut direbut paksa oleh seekor serigala besar yang langsung menerjangnya.


Isabella sontak jatuh ketanah dengan keras begitu pelukan Edward terlepas dari tubuhnya. Dapat dia lihat dua ekor serigala besar mulai menyerang lelaki tampan yang tadi membawanya terbang.


Tubuh Edward terlihat lebih segar waktu setitik taringnya tadi menggores leher Isabella dan meninggalkan setitik darah di bibirnya.


“ Sangat lezat dan nikmat….”, ucap Edward sambil mengulum bibirnya yang terkena noda darah Isabella.


Salvator dan Vladimir yang melihat Edward diserang oleh Alpha Scoth dan wakilnya berusaha untuk menolongnya.


Pertempuran tiga lawan dua pun terjadi cukup sengit. Sementara itu Isabella yang baru saja terhempas ketanah terlihat sedikit kesulitan untuk bangun.


“ Sial !!!...”, gerutu Isabella kesal waktu mendapati lehernya terluka.


Salvator dan Vladimir segera membawa paksa Edward pergi melalui teleportasi dan menghilang dari tempat tersebut waktu menyadari ada kawanan manusia serigala mulai berjalan mendekat ke area pertempuran.


Isabella yang baru selesai menempel plester di lehernya terkejut waktu melihat ada sekelompok serigala berbadan besar berjalan mendekat kearahnya.


“ Apakah serigala selalu sebesar ini ?...”, batin Isabella penasaran.


Grrr…Grrrr....Grrr.....


Beberapa ekor serigala mengeram dengan ludah yang menetes dimulutnya dan berjalan mendekat kearah Isabella berada.


Giginya terlihat sangat tajam, Isabella sangat yakin jika kawanan serigala tersebut dapat mengoyak dagingnya dengan mudah.


Dalam keadaan panik, Isabella segera mencari belati dalam tas pinggangnya yang bisa dijadikan senjata karena berlari bukanlah pilihan yang tepat baginya saat ini.

__ADS_1


Serigala – serigala itu pasti dapat mengejarnya dengan mudah. Waktu Isabella hendak berdiri, kakinya tersandung akar pohon hingga membuatnya jatuh dan kepalanya terantuk batu lancip yang ada dihadapannya.


Isabella yang berusaha untuk bangun merasa jika pandangan matanya semakin lama semakin kabur.


Isabella yang masih belum kehilangan kesadarannya sempat melirik kesamping dan mendapati seekor serigala berbulu hitam legam yang tadi bertempur dengan tiga orang lelaki berkulit pucat dan tampan sedang menatap tajam kearahnya.


Sebelum kelopak matanya benar – benar menutup sempurna dia mendengar jika serigala berbulu hitam legam tersebut melolong sangat keras.


Maniknya yang seabu awan mendung menjadi padangan terakhir sebelum kegelapan mendera penglihatan Isabella.


Sementara itu dikerajaan Eternita, Lord Edward terlihat sangat murka. Dia segera membanting apa saja yang ada dalam ruangannya.


Salvator dan Vladimir yang sangat mengetahui watak raja vampire tersebut hanya berjaga didepan ruangan Edward tanpa berniat masuk untuk menghentikannya.


Sangat wajar jika Edward saat ini sangat marah karena pasangan jiwa yang baru saja didapatkannya harus rela dibiarkan begitu saja didaerah territorial musuh bebuyutanya.


Semua orang yang hendak menemui Lord Edward satu persatu mundur waktu mengetahui kemurkaan raja vampire tersebut.


Mereka sangat tahu, jika kondisi Lord Edward seperti ini, jika mereka nekat untuk masuk bukan tidak mungkin jika merekalah yang akan menjadi bulan – bulanan Edward untuk melampiaskan amarahnya.


Setelah mendengar suasana didalam ruangan sudah tenang, Vladimir dan Salvator mulai membuka sedikit pintu ruangan Edward untuk memastikan kondisi yang ada didalamnya.


Melihat Edward sudah duduk manis diatas kursinya sambil menyesap secangkir darah segar, keduanyapun mulai melangkah masuk kedalam ruangan sambil tersenyum.


“ Tenanglah kak…kita pasti akan mendapatkannya. Aku janji akan membantu kakak memikirkan cara untuk merebut kembali gadis kecil itu dari tangan Alpha Scoth….”, ucap Salvator menepuk bahu kakaknya beberapa kali untuk menenangkannya.


“ Lagipula, gadis itu masih sangat muda. Setidaknya kamu masih harus menunggunya remaja untuk bisa mengubahnya dan menjadikannya sebagai ratumu…”, Vladimir menimpali ucapan Salvator sambil tersenyum lebar.


Edwar sedikit tenang mendengar ucapan dari adik dan sepupunya itu. Memang benar ucapan keduanya, jika saat ini dirinya terlalu larut dalam emosi maka kemungkinan untuk bisa merebut pasangan hidupnya itu akan semakin kecil.


Saat ini kekuatannya masih belum pulih sejak racun yang disuntikkan kedalam tubuhnya oleh Chelsy.


Seorang gadis p*****r yang ingin menduduki posisi ratunya hingga membuatnya terpaksa harus menghancurkan tubuhnya saat itu juga.


Tapi sayang, racun yang masuk kedalam tubuhnya tersebut sudah tersebar pada waktu bangsanya harus bertempur hebat dengan pasukan dari Red Moon pack hingga Alpha Scoth membuat luka yang cukup dalam di tubuhnya .

__ADS_1


Untung saja racun tersebut berhasil di netralkan, namun luka yang didapatkannya dari Alpha Scot masih belum sepenuhnya pulih.


“ Aku benar – benar harus mendapatkan gadis itu secepatnya. Darahnya mampu membuat luka dalam tubuhku berangsur menutup. Meski aku harus menunggunya dewasa untuk mengubahnya dan menjadikannya sebagai Ratu kerajaan Eternita….”, batin Edward bermonolog.


__ADS_2