HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
INGATAN


__ADS_3

Isabella yang berjalan tanpa tujuan akhirnya melalui mata batinnya dia  melihat ada sebuah gua yang tertutupi semak – semak dilokasi tak jauh dari danau kematian tersebut berada.


Mengandalkan belati yang ada di dalam tas pinggangnya, Isabella pun mulai membabat semak – semak yang menganggu jalannya hingga sampai ke dalam gua.


“ Cukup bersih juga tempatnya…”, guman Isabella takjub waktu mendapati dalam gua sangat bersih seperti berpenghuni.


Diapun segera menyusun semak – semak yang telah di babatnya tadi hingga menyerupai seperti ranjang yang bisa dia gunakan untuk beristirahat malam ini.


Untuk menghangatkan tubuhnya, diapun menggunakan kekuatannya agar tubuhnya tetap hangat selama dia memejamkan mata.


Sementara itu, disekeliling gua dia berikan benteng pertahanan agar tidak ada seekor binatang pun bisa masuk kedalam gua.


Dia juga menyamarkan keberadaan gua agar tidak ada mahluk yang bisa mendeteksinya. Hal itu dia gunakan sebagai perlindungan diri selama berada dinegara asing ini.


“ Aku harus beristirahat dulu sekarang agar memiliki tenang untuk memikirkan jalan keluar besok…”, guman Isabella sambil menguap lebar.


Dalam hitungan detik dia sudah terlelap dan mulai masuk kedalam alam mimpi. Di dalam mimpinya tersebut dapat dia lihat ada seorang bayi yang jiwanya dipecah menjadi dua.


“ Siapa dia ?...apakah itu saudara kembarku ?...”, batin Isabella penasaran waktu melihat ada dua bayi kembar dihadapan seorang wanita tua yang wajahnya mirip dengan sang nenek.


Isabella berusaha untuk mengapai wanita tua tersebut, tapi tubuhnya tembus pandang sehingga dia tidak bisa menyentuh apapun yang ada disana.


Bahkan semua orang yang berada disana juga tak dapat melihat wujudnya maupun mendenagr suaranya. Isabella yang sedikit frustasipun mulai mengikuti alur yang ada dalam mimpinya.


Setelah jiwanya terbagi, baby Isabella tumbuh sebagai gadis cantik yang normal, seperti manusia pada umumnya.


Jika manusia yang memandang, hal ini sangatlah wajar karena dia tumbuh sesuai dengan usianya dan tidak ada yang ganjil akan hal itu.


Namun lain ceritanya jika hal itu ada di dunia immortal. Rakyat Equestria merasa sangat aneh waktu mengetahui jika putri Anggela dan Athur tersebut hanyalah manusia biasa yang tak mempunyai kekuatan apapun.


Hal itu tentu saja memancing kecurigaan semua makhluk yang ada didunia immortal.


Seorang cucu Ratu Equestria yang sangat hebat dan ditakuti oleh semua orang bisa menghasilkan cucu yang dianggap “ sampah ” karena  tidak memiliki kekuatan apapun.


Pemikiran dari warga Equestria itulah yang membuat kedua orang tua Isabella memutuskan untuk memasukkannya ke sekolah umum biasa, yang tidak ada makhluk immortal disana.

__ADS_1


Dia takut anak nya akan merasa tidak nyaman jika berada dalam sekolah campuran ataupun sekolah khusus kaum immortal.


Tidak memiliki kekuatan apapun, Isabella belajar, bermain, dan melakukan hobi sesuai minat bersama teman – teman sebayanya.


Meski diluaran Isabella tampak selalu ceria dan tersenyum namun tidak didalam jiwanya yang penuh kekosongan dan kesedihan.


Sebagai keturunan dari seorang penyihir dan vampire yang hebat, Isabella yang tumbuh tanpa kekuatan apapun mulai mengalami pembullyan.


“ Hey..bukankah itu Isabella Adams. Aku dengar, hingga sekarang dia tidak memiliki kekuatan apapun. Padahal usianya sudah sepuluh tahun..”, bisik – bisikpun mulai terdengar ditelingga Isabella waktu memasuki sekolah yang didatanginya setiap bulan didalam kawasan istana Equestria  pagi ini.


“ Kudengar dia bahkan tidak bisa melakukan teleportasi yang sudah bisa dilakukan anak usia tujuh tahun…”, ucap yang lainnya menimpali.


“ Dasar sampah !!!...”, ucap yang lainnya.


“ Aku tidak mau berteman dengannya !!!...”, salah satu orang menatapnya dengan pandangan mencibir


“ Aku juga !!!!...”, yang lainnyapun menimpali.


“ Bagaimana dia bisa tetap berada disini jika hanya jadi beban…”, salah satu dari mereka benar – benar menatapnya dengan pandangan jijik.


Bukan hanya bisikan demi bisikan yang terjadi sejak dirinya tidak bisa melakukan teleportasi, padahal hal itu sudah bisa dilakukan oleh anak berusia tujuuh tahun.


Isabella yang tahun ini menginjak usia sembilan tahun masih belum bisa melakukan sihir ataupun kekuatan apapun.


Hanya di kelas ramuan saja dia bisa mendapatkan nilai sempurna. Sedangkan di sisa kelas yang ada nilainya zero.


Apalagi dalam kelas sihir, dia sama sekali tidak bisa melakukan apapun meski semua mantra sudah berhasil dirapalkannya dengan sangat baik, mengingat Isabella merupakan murid yang cerdas.


Hanya itu kekuatannya, kecerdasan otaknya. Bahkan selama ini dia terhindar dari beberapa pembulyan dengan menggunakan kecerdasan otaknya agar bisa lolos.


Oleh karena itu, sejak berusia sepuluh tahun Athur tidak lagi meminta putrinya semata wayangnya itu untuk datang kesekolah sihir yang khususdidatangainya sebulan sekali tersebut.


Meski demikian, Isabella yang setiap bulannya wajib datang ke kerajaan Equestria untuk menyapa sang nenek terpaksa harus menelan pil pahit karena ,masih tetap mendapat bullyan dari orang – orang disekitarnya jika kedua orang tuanya lengah, terutama kedua sepupunya.


Hingga puncaknya kedua sepupunya tersebut mendorongnya kedalam danau kematian yang merenggut nyawanya.

__ADS_1


“ Jadi….saudara kembarku meninggal….”, guman Isabella dengan berlinang air mata.


“ Mereka semua sungguh kejam !!!... Aku berjanji akan membalas semua perbuatan jahat mereka kepada saudara kembarku !!!....”, teriak Isabella sambil berderai air mata.


Kedua tangan Isabella terlihat mengepal kuat dengan sorot mata tajam berwarna merah yang mengeluarkan api.


Namun sayangnya itu semua hanya ada dalam mimpi. Jika hal itu terjadi didalam dunia nyata, bisa dipastikan semua yang ada dihadapannya akan langsung menjadi abu begitu api dari tatapannya tersebut menyentuh apapun yang ada didepannya.


Isabella duduk sambil terisak dengan api amarah yang masih menyala kuat dalam tubuhnya. Selama ini dia selalu bisa menahan amarahnya hingga tak sampai melukai orang.


Tapi melihat saudara kembarnya tersakiti, Isabella tidak bisa untuk menahan diri lagi. Diapun kemudian mulai mengingat semua hal yang pernah diceritakan oleh nenek Vely kepadanya.


Tentang dunia immortal dan mengenai takdirnya serta kekuatan yang dimilikinya hingga masalah pembagian jiwa yang membuat mereka menjadi dua.


Namun sayangnya, saudara kembar yang hidup di dunia immortal tersebut tidak memiliki kekuatan apapun selain wajah yang sama identik dengannya.


Hal itulah yang membuatnya diremehkan oleh semua orang dan direndahkan. Jika mengingat kembali akan hal itu, amarah dalam diri Isabella semakin membara.


“ Jadi sekarang aku ada di dunia immortal, seperti ucapan nenek Vely. Tapi, bagaimana bisa ?....”, batin Isabella binggung.


Untuk sesaat dirinya larut dalam pemikirannya hingga sinar mentari yang berhasil menyentuh kulitnya membangunkan dari mimpi panjangnya.


Setelah berhasil menenangkan diri, Isabella segera mengeluarkan sebutir pil lalu ditelannya. Setidaknya pil tersebut bisa menahannya dari kelaparan selama seharian penuh.


Itulah canggihnya jaman modern yang  Isabella huni selama ini. Dengan kecanggihan teknologi, semua hal sulit bisa dibuat mudah dengan peralatan yang mereka miliki.


Setiap orang hanya perlu membawa beberapa botol pil makanan yang kaya nutrisi sebagai bekal mereka selama menempuh perjalanan jauh sehingga tidak perlu repot – repot membawa bekal yang banyak dan takut kelaparan.


Isabella memang selalu membawa dua botol pil makanan setiap kali dia keluar. Mengingat jika dirinya pernah tiba – tiba berada di planet asing diluar bumi karena tak sengaja melewati batas portal yang tak kasat mata.


Untung saja waktu itu dia sempat bertemu dengan makhluk bumi lainnya sehingga dia bisa menggunakan masker yang bisa menghasilkan oksigen dan mendapatkan jatah makanan.


Untuk itu dia menyiapkan semuanya didalam tak pinggang yang selalu setia menemaninya pergi kemana saja.


“ Baiklah, langkah awal aku harus mencoba mencari keberadaan istana Equstria. Dari sanalah aku mungkin bisa mendapatkan petunjuk…”, guman Isabella pelan.

__ADS_1


Diapun segera bangkit dari duduknya dan mulai menyamarkan aroma tubuhnya agar tidak ada yang mencurigainya karena sekarang dia adalah Isabella Adams, bukan Isabella Glucksburg.


__ADS_2