
Selama perjalanan untuk mencari keberadaan Holy Blood Girl, Alatariel tak membuang waktu dengan percuma.
Dalam kesempatan itu dia mencari gadis perawan yang lahir dibulan purnama untuk dia bunuh dan ambil darahnya serta beberapa organ tubuh yang bisa dia gunakan sebagai bahan ritualnya.
Dua orang anak buah raja Raymond tak ingin ikut campur dan hanya bisa mengawasi dari kejauhan karena tujuan mereka ikut hanya untuk mendapatkan petunjuk keberadaan holy blood girl.
Mereka berempat tidak saling mencampuri urusan pribadi masing – masing jika tidak ada kaitannya dengan holy blood girl.
Akhirnya tibalah mereka di wilayah kerajaan skygye. Meski sebagai kerajaan vampire terbesar, tapi penjagaan dikerajaan dini tidak seketat dua kerajaan vampire lainnya yaitu Eternita dan Envuela.
Mereka lebih welcome terhadap pendatang baru, asal tidak membuat ulah dan merugikan mereka akan dibiarkan untuk berniaga disana.
Ya…kerjaaan Skygye menjadi besar karena perniagaan yang ada. Disini hampir semua makhluk immortal berkumpul menjadi satu tentunya dengan berbagai aturan yang menyertai mereka.
Dimana masing – masing klan ada perwakilan sendiri, kalau di dunia manusia disebut sebagai duta bangsa.
Jadi, jika terjadi permasalahan atau perselisihan maka perwakilan inilah yang nantinya akan maju menjadi penengah atau orang yang bisa masuk kedalam istana.
Alatariel dan ketiga orang yang mendampinginya terlihat cukup takjub dengan keramaian yang ada.
Semua terlihat sibuk dengan pekerjaan masing – masing. Ada yang berteriak keras menjajakan jualanya, ada pembeli yang sedang tawar menawar harga hingga beberapa bandit kecil yang terlihat mengintai para pengunjung yang terlihat kaya dan beruang.
Meski Alatariel terlihat santai seperti pengunjung yang lain, melihat beberapa barang yang terjejer rapi dipusat perniagaan itu, tapi matanya awas menatap kesana kemari berusaha mencari petunjuk.
Dia juga mulai mengaktivkan ketajaman indera penciumannya untuk bisa merasakan aura bunga Gloxinia.
“ Kita bisa mencari penginapan dan beristirahat satu hari …”
“ Aku merasa akan mendapatkan petunjuk penting disini….”, ucap Alatariel lugas.
Mereka berempat pun segera memasuki penginapan yang tak terlalu besar dan mewah tapi cukup ramai karena banyak pedagang dari luar kota menginap disana.
Penginapan tersebut dipilih oleh Alatariel karena dia merasa bisa mendapatkan informasi dari berbagai macam orang yang tentunya datang dari berbagai macam daerah.
Dengan adanya berbagai macan orang dari berbagai daerah tersebut membuat peluang Alatariel untuk mencari keberadaan holy blood girl semakin besar.
“ Aku akan keluar sebentar….”, ucap Alatariel kepada Belatrix.
__ADS_1
Belatrix pun hanya mengangguk dan kembali masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Sementara dua orang anak buah raja Raymond juga sudah pergi untuk mencari makanan.
Keduanya tak akan menyia - nyiakan kesempatan berkunjung ke kerajaan Skyge untukm mendapatkan darah berkualitas bagus yang tersedia di cafe.
System kerajaan Skyge hampir sama dengan dua kerajaan vampire lainnya. Mereka tidak boleh memangsa manusia secara langsung, tapi ada toko khusus yang menjual darah atau sebuah café yang memang dikhususukan untuk menyediakan makanan bagi mahkluk abadi ini.
Alatariel terus berjalan berdasarkan instingnya. Tak terasa kakinya melangkah menuju kearah istana kerajaan.
Untuk sesaat Alatariel terdiam tak jauh dari pintu gerbang kerajaan sambil memejamkan kedua matanya sejenak.
“ Ini….”, batinnya menyeringai.
Meski terasa sangat samar, tapi dia bisa merasakan aura bunga Gloxinia ada didalam istana kerajaan Skyge.
Tak mau membuang sekecil apapun kesempatan yang ada, Alatariel pun berusaha untuk masuk kedalam istan
Diapun segera meminum ramuan yang bisa membuat tubuh dan auranya menghilang sehingga para penjaga gerbang tak bisa mendeteksi keberadannya.
Kristal biru yang dia dapatkan dari dalam gunung berapi waktu menjalankan misi untuk mencari keberadaan death sword nyatanya mampu membantu dirinya untuk bisa membuat ramuan menghilang.
Ketika melihat ada pelayan yang selesai berbelanja dan akan masuk kedalam istana, Alatariel pun membuntutinya dan berjalan santai masuk kedalam istana.
“ Aku seperti merasa ada orang asing berjalan masuk….”, ucapnya dengan pandangan yang terus menyapu sekitarnya.
“ Hanya ada dua pelayan yang masuk tadi…”
“ Kamu tampaknya terlalu lelah….”
“ Setelah berganti shif, langsung istirahat….”, ucap temannya memberi saran.
Untuk sesaat Alatariel terlihat mengagumi keindahan istana kerajaan skyge. Diapun terus berjalan membuntuti dua pelayan yang tadi membawanya masuk sambil menajamkan indera penciumannya.
Di koridor dalam, Alatariel memilih jalan kekanan berbeda dengan kedua pelayan yang memilih jalan kekiri.
Kaki Alatariel berhenti disebuah pintu besar dengan ukiran emas disana dengan dua penjaga didepannya.
“ Sial !!!....”
__ADS_1
“ Bagaimana caranya aku melewati mereka ?....”, guman Alatariel sedikit binggung.
Diapun menunggu sesaat hingga ada orang yang masuk atau keluar dari dalam pintu tersebut agar dirinya bisa menyelinap kedalam.
Cukup lama dia berdiri disana hingga seorang dokter datang dan masuk kedalam. Kesempatan tersebut disambut dengan baik oleh Alatariel yang langsung menerobos masuk tanpa permisi.
Diatas ranjang dapat Alatariel lihat seorang lelaki terbaring lemah dengan seorang wanita cantik terus mengenggam tangannya dengan wajah cemas.
“ Bagaimana dok ?....”, tanya wanita tersebut khawatir.
“ Campuran darah dan ekstra bunga Gloxinia sudah saya masukkan kedalam tubuh raja…”
“ Sekarang kita hanya perlu menunggu obat tersebut bekerja….”, ucap dokter tersebut menjelaskan.
“ Kuharap, ektra bunga gloxinia yang dibawa Arthur ini bisa membantu proses penyembuhannya….”, ucap wanita tersebut penuh harap.
“ Jika tidak ada hal yang lain, saya pamit undur diri Ratu….”
“ Tiga jam lagi saya akan kesini untuk memantau kondisi raja…”, ucap sang dokter yang langsung membungkuk hormat dan perlahan keluar dari dalam kamar.
Didalam kamar sang Raja, Alatariel berusaha untuk mencari informasi mengenai siapa sebenarnya Athur yang tadi disebutkan oleh wanita cantik itu.
Setelah tak ada lagi orang didalam ruangan, diam – diam Alatariel mengambil tongkat sihirnya dan membaca mantra.
Ratu Maria yang pikirannya sedang kosong dengan mudah bisa dikendalikan oleh Alatariel melalui mantra sihir yang diucapkannya.
Dari mulut wanita cantik itulah Alatariel mendapatkan beberapa petunjuk mengenai siapa sebenarnya Athur.
“ Kurasa, setelah ini aku harus segera menuju kerajaan Equestria….”, guman Alatarile pelan.
Karena sudah tak ada lagi hal yang ingin dia cari, Alatariel pun kembali mengayunkan tongkat sihirnya dan seketika ratu Maria pun tersadar kembali.
“ Kenapa aku merasa ada yang aneh….”, guman ratu Maria sambil mengusap kedua lengannya dengan cemas.
“ Mungkin aku terlalu lelah saja hingga banyak berpikir….”, gumannya lagi.
Begitu pintu terbuka, Alatarielpun segera keluar dari dalam kamar. Satu petunjuk penting setidaknya telah dia dapatkan.
__ADS_1
Tak ingin menyia – nyiakan kesempatan yang ada, Alatarielpun segera berjalan mengelilingi istana untuk mengumpulkan beberapa petunjuk penting lainnya.