
Begitu berhasil melarikan diri, Alatariel pun segera membuat benteng pertahanan yang tak kasat mata agar para iblis penghuni gunung tak bisa mendeteksi keberadaannya.
“ Sial !!!...tenagaku benar – benar dikuras habis oleh mereka !!!....”, batin Alatariel geram.
Alatariel pun berusaha untuk mengembalikan tenaganya yang telah habis oleh pertempuran yang baru saja dijalaninya.
Dia belum menghadapi para iblis yang ada dipegunungan ini secara langsung tapi Alatariel sudah dibuat kepayahan seperti ini hingga tenaganya habis tak bersisa.
Setelah memastikan bahwa kondisi sekitarnya telah aman, Alatarielpun mulai memejamkan kedua matanya dengan harapan saat bangun tenaganya sudah terisi kembali.
Sementara itu dilain sisi, Isabella yang sudah mencapai danau cahaya terlihat sangat lega dengan misi yang hampir dia selesaikan.
Dia dan Sweety memutuskan untuk beristirahat sejenak di tepi danau sambil memandangi air danau yang sangat jernih tersebut.
Banyak ikan aneka warna terlihat berenang bebas disana, seolah – olah danau tersebut tempat teraman untuk mereka tinggal.
“ Tempat yang terlihat tenang dan aman seperti ini biasanya cukup berbahaya dan sangat mematikan….”, guman Isabella sambil berusaha mencari kejanggalan yang ada dalam danau.
Sweetie yang beberapa kali hampir kehilangan nyawa karena kecerobohannya sekarang terlihat lebih berhati – hati.
Pada saat dia hendak mengambil air danau untuk minum, dia melemparkan sebuah apel ke permukaan danau.
Wushhh….
Baru saja apel menyentuh air kulitnya langsung membusuk dan dengan cepat menjalar kedalam buahnya.
Buah yang telah busuk tersebut perlahan mulai menguap diudara, hanya meninggalkan tangkainya saja yang terlihat mengapung diatas air.
“ Astaga !!!....”, teriaknya terkejut.
Sweetie langsung membulatkan matanya begitu melihat bahaya yang ada dihadapannya, begitu juga dengan Isabella yang duduk disamping sahabatnya itu.
Dia sama sekali tak menyangka jika air yang ada dipermukaan danau tersebut sangat beracun dan mematikan.
Isabella pikir fenomena tersebut hanya berlangsung dimalam hari sehingga tidak ada satupun hewan yang bisa hidup didalamnya.
“ Bagaimana bisa ikan – ikan tersebut bisa hidup didalam danau jika airnya beracun….”, batin Isabella penasaran.
Isabellapun mulai membungkukkan badannya untuk mengamati dari dekat. Dia melihat air yang ada dalam danau sangatlah jernih.
Hal tersebut sangat berbeda dengan warna dan kondisi air yang dilihatnya pada malam hari beberapa waktu yang lalu.
Pada saat itu air dalam danau terlihat berwarna hijau dan memancarkan cahaya terang menyala, berbeda dengan kondisi air saat ini yang terlihat sangat jernih.
Untung saja sihirnya bisa digunakan ditempat ini sehingga diapun mulai menggunakan sebatang kayu yang telah dimantrai kemudian dimasukkan kedalam air untuk mendeteksi seberapa dalam lapisan racun yang ada.
__ADS_1
“ Pantas saja tidak ada ikan yang berani untuk berenang di permukaan ternyata racunnya cukup dalam juga….”, guman Isabella waktu melihat kayu yang sudah terangkat di udara hampir separuh brerwarna hitam.
Hal tersebut tentunya menunjukkan seberapa dalam racun yang ada didalam air di permukaan danau yang terlihat tenang dan jernih itu.
Untuk menyakinkan hasil tersebut, Isabella terlihat beberapa kali melakukan ekprerimen kepada buah – buahan yang tersisa untuk dimasukkan kedalam danau.
Beberapa sihir pelindung yang dia kuasai nyatanya tak mampu menembus lapisan racun tersebut dan berakhir dengan buah menyusut dan langsung lenyap sebelum melewati batas racun yang ada.
Bahkan ramuan sihir yang dia miliki pun juga tak bisa menembus lapisan racun yang ada, membuat kepala Isabella dibuat pusing tujuh keliling.
“ Aku tak bisa terlalu lama disini jika tak ingin tubuh asliku benar – benar menghilang….”, batin Isabella resah.
Isabella hanya memiliki waktu beberapa hari saja untuk bisa menyelesaikan misi dan membawa pedang cahaya kembali ke dunianya.
Karena jangka waktu yang dia miliki semakin sedikit maka tubuhnya yang ada di kerajaan Epes pun semakin melemah.
Stevani dan tetua Otsana pun terlihat juga sudah mulai kelelahan untuk memberikan energy melalui tenaga dalam yang mereka miliki kepada Isabella.
Selain memberikan energy untuk Isabella keduanya pun juga harus melindungi kerajaan Epes dari musuh yang mulai berdatangan dari segala arah untuk menyerang.
Entah dari mana mereka mendapatkan kabar mengenai kondisi Isabella yang sedang tak sadarkan diri setelah berhasil menyempurnakan kekuatannya.
Celah tersebut pun mulai digunakan oleh para musuh yang menginginkan bunga Gloxinia yang tumbuh dikerajaan Epes.
Melihat kondisi mate nya semakin melemah dan kerajaan Epes terus diserang musuh membuat Scoth memutuskan untuk menetap sementara waktu hingga sang mate kembali sadar.
Sementara itu, Isabella yang sejak tadi memutar otaknya dengan sangat keras akhirnya bisa menemukan solusi yang tepat setelah eksperimennya dengan menggunakan katak yang dibalut dengan gelembung sihirnya mampu masuk dan menembus hingga ke dasar danau.
Bukan hanya mampu menembus dan melewati air beracun saja, namun gelembung tersebut sangat fleksibel sehingga bisa mengikuti gerak tubuh makhluk yang berada didalamnya, meski memiliki jangka waktu yang tak terlalu panjang.
“ Sweety…tunggu aku disini hingga aku berhasil kembali dengan pedang cahaya ditanganku….”, ucap Isabella berpesan sebelum dia menghilang kedalam danau dengan gelembung yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
Isabella cukup menikmati perjalanannya menuju kedalam dasar danau, meski hati kecilnya masih sedikit was – was, takut dia tak bisa mengambil pedang cahaya hingga batas waktu yang ada.
“ Itu dia !!!....”, ucap Isabella antusias waktu melihat sebuah pedang menancap disebuah batu yang ada didasar danau.
“ Kuharap pedang tersebut tak terlalu kuat menancap dibatu itu….”, gumannya bermonolog.
Tanpa banyak membuang waktu lagi, Isabella pun segera menuju batu tempat dimana pedang cahaya tersebut tertancap dengan sempurna.
“ Sial !!!...dia menancap sangat kuat….”, ucap Isabella yang untuk kesekian kalinya berusaha mengusap peluh yang ada diwajahnya.
Tak ingin patah semangat dan diburu waktu, Isabella pun menggunakan segala macam cara agar pedang tersebut bisa diambilnya.
Berbagai macam mantra dia ucapkan namun pedang tersebut tetap kokoh terdiam ditempatnya, seolah tak terganggu dengan semua hal yang ada disekitarnya.
__ADS_1
Isabella yang mulai sedikit putus asa akhirnya teringat pada kalung yang diberikan oleh Scoth kepadanya, sebagai tanda bahwa dia adalah pasangan hidupnya.
“ Kalung ini…akan kucoba….”, ucap Isabllella kembali bersemangat.
Sambil merapalkan mantra, Isabella memegang kalung yang terpasang cantik dileher jenjangnya tersebut sambil menutup kedua matanya.
Cringg….
Seiring dengan liontin kalung yang menyala, Isabella merasa jika tubuhnya memiliki kekuatan yang sangat besar.
Dengan kekuatan baru tersebut Isabella segera mengarahkan kedua tangannya untuk menarik pedang cahaya dari batu yang menjeratnya.
Melihat pedang cahaya akhirnya sedikit bergerak membuat Isabella mengerahkan seluruh kekuatan yang ada dalam tubuhnya untuk menariknya.
Hyaaa……
Akhirnya pedang cahaya tersebut berhasil dikeluarkan dan membuat suara dentuman yang sangat keras hingga membuat batu tersebut hancur berkeping – keping.
Setelah pedang cahaya berhasil didapatkannya, Isabella pun bergegas keluar dari dalam danau cahaya sebelum gelembung yang dia buat menghilang.
“ Tepat waktu….”, ucap Sweetie lega waktu melihat gelembung cahaya tersebut menghilang begitu Isabella menginjakkan kaki di rerumputan.
Isabella dan Sweetie yang sangat senang karena telah berhasil menyelesaikan misi secara otomatis akan kembali ke Schneewald.
Wusshh….
“ Achhh……”, teriak keduanya waktu tubuh mereka terhisap oleh pusaran angin yang sangat kencang.
Dan tak lama kemudian tubuh keduanya sudah mendarat mulus di hutan salju yang biasa disebut dengan Schneewald.
“ Akhirnya kita kembali….”, ucap Sweetie bahagia.
Diapun segera menciumi salju tempatnya berpijak sambil berguling – guling kesenangan karena telah berhasil kembali ketempat asalnya.
Isabella yang melihat tingkah lucu sahabatnya tersebut hanya bisa terkekeh pelan hingga tiba – tiba ada sinar merah tak jauh dari tempat mereka berada muncul.
“ Kurasa…sudah tiba waktunya aku kembali. Terimakasih karena telah bersamaku selama ini. dan juga, terimakasih untuk semuanya….”, ucap Isabella berpamitan.
“ Apakah sekarang waktunya ?....”, tanya Sweetie dengan kedua mata berkaca – kaca.
Keduanya saling berpelukan dengan sangat erat sambil menangis tersedu – sedu. Isabella berusaha untuk melepaskan Sweetie yang memeluknya sang erat karena sinar merah tersebut tak bisa membuka portal terlalu lama.
“ Jaga dirimu baik – baik…jika kita memang berjodoh, mungkin kita akan bertemu lagi disini…”, ucap Isabella sambil melambaikan tangan.
Begitu Isabella masuk kedalam portal, sinar merah tersebut langsung menghilang tanpa jejak. Meninggalkan Sweetie yang masih terdiam ditempatnya dengan berlinangan air mata.
__ADS_1
“ Selamat tinggal sahabatku. Meski singkat, tapi kamu adalah satu – satunya sahabat terbaikku….”, ucap Sweetie sesengukan.