HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
PERJUANGAN


__ADS_3

“ Tidak !!!....”


“ Aku tak boleh hanya berdiam diri saja seperti ini tanpa berusaha…”


“ Kerajaan Azerbazam membutuhkan bantuanku secepatnya….”


“ Jika tidak, keberadaan mereka pasti akan menghilang…”


“ Aku harus bisa secepatnya menghancurkan bunga Gloxinia tersebut agar tidak ada lagi ancaman bagi kaum penyihir hitam untuk hidup di dunia ini….”, guman Alatariel dengan sorot mata tajam.


Diapun segera bangkit dari tempat duduknya setelah meminum ramuan peningkat energy dan ramuan untuk meningkatkan kekuatan yang ada dalam tubuhnya agar bisa berkali – kali lipat lebih besar daripada aslinya.


Selanjutnya, Alatariel  segera mengeluarkan tongkat sihir dari dalam kantongnya untuk menghadirkan benda yang bisa membantunya bernafas dan bisa mendekat ketempat pedang hitam tersebut berada.


Alatariel berencana menggunakannya selama dia mencabut pedang hitam yang menancap di batu yang berada ditengah lembah kematian.


“ Alxemutatum….”, ucapnya sambil mengarahkan tongkat sihirnya kearah batu kecil yang ada dihadapannya.


Seketika, batu hitam tersebut berubah menjadi botol kaca yang didalamnya tumbuh sebuah pohon sihir dan ada selang yang menghubungkan keluar beserta masker yang terbuat dari plastik.


Langsung saja Alatariel segera menuang cairan kehidupan kedalam botol dan menutupnya rapat, menunggu ramuan tersebut bekerja.


Sambil menunggu botol kaca yang berisi tanaman yang nantinya bisa mengeluarkan oksigen yang bisa mengisi udara dalam paru – parunya menggunakan penutup hidung dari plastik yang terhubung pada tumbuhan dalam botol kaca yang disambungkan keluar, Alatariel terlihat membuka – buka kembali beberapa buku yang sempat diberikan Belatrix kepadanya.


Alatariel terlihat kembali mengarahkan tongkat sihirnya dan membaca mantra untuk meningkatkan kemampuan sihir yang dimilikinya


Setelah menyelesaikan misi ini,maka dia akan bergegas menuju kerajaan Azerbazam dan memulai penyerangan yang diperkirakan tak akan mudah itu.


Maka dari itu dia perlu meningkatkan kekuatan yang dimilikinya sehingga setelah mendapatkan death sword dia bisa menggunakan pedang hitam itu dengan maksimal.


Setelah berlatih beberapa waktu, Alatariel merasa jika kemampuan sihir yang dimilikinya mengalami peningkatan yang pesat berkat ramuan peningkat kekuatan yang tadi diminumnya.


Alatariel terlihat cukup puas terhadap hasil yang telah dicapainya. Begitu dia menatap botol kaca yang ada disampingnya tanpa sadar senyum tipis mulai menghiasi wajahnya.


“ Perfect…..”, guman Alatariel puas.


Melihat pohon sihir tersebut tumbuh dengan subur dan dia bisa merasakan oksigen didalamnya setelah mencoba masker plastik dengann selang yang menghubungkannya kedalam botol kaca tersebut.

__ADS_1


”Setidaknya aku bisa berusaha menggunakan ini dalam waktu setengah hari….”, ucap Alatariel penuh keyakinan.


Setelah semuanya terpasang dengan benar, Alatariel mulai melangkah maju menuju tempat dimana death sword tertancap.


Pada awalnya, Alatariel terlihat sedikit meremehkan dan menganggap pedang hitam yang tak menancap sepenuhnya diatas batu tersebut dapat dengan mudah dia ambil.


Diapun segera naik keatas batu dan dengan satu tangannya berusaha untuk menarik pedang hitam tersebut denagn tatapan remeh.


Kening Alatariel berkerut sangat dalam dengan kedua alis bertaut menjadi satu waktu pedang tersebut sulit untuk dia ambil.


Keslitan dengan satu tangan, Alatariel pun lalu menggunakan kedua tangannya untuk mencabut death sword berharap usahanya tersebut berhasil.


Melihat pedang hitam amsih kokoh berdiri diatas batu, Alatariel segera menggunakan satu kakinya sebagai tumpuan kekuatan agar pedang hitam yang hanya tertancam separuh dibatu hitam tersebut dapat dia ambil dengan kedua tangannya yang sudah mencengkeram kuat ujung pedang.


Beberapa kali usaha Alatariel untuk mencabut death sword dari tempatnya, namun usahanya sama sekali tak membuahkan hasil.


Sekeras apapun Alatariel berusaha, pedang hitam tersebut sama sekali tak bergeming dari tempatnya.


Bahkan bergeser saja tidak, hal itu tentu saja membuat Alatariel sedikit frustasi. Bahkan keringat dingin kini sudah membasahi sekujur tubuhnya.


Hosh hosh hosh….


Namun, lagi – lagi dia harus menelan kekecewaan yang cukup dalam waktu kembali tak mendapati hasil apapun dari usahanya.


Pedang hitam tersebut seperti seakan sudah menyatu dengan batu yang menjadi inangnya selama ini.


Tak terasa, sudah setengah hari dia habiskan untuk mencoba pencabut pedang yang hanya menghasilkan kegagalan.


Alatariel mulai mengacak – acak rambutnya frustasi merasa jika paru – parunya bekerja terlalu berat untuk mendapatkan oksigen yang mulai menipis membuatnya panik.


Merasa jika oksigen dalam tumbuhan sihir yang ada dalam botol kaca sudah mulai habis, Alatariel yang mulai kehabisan pasokan oksigen pun segera berlari mundur sejenak.


Hosh hosh hosh…..


Setelah dalam batas aman, dia mencabut penutup hidung plastik dan meletakkannya disamping tubuhnya dengan nafas tersenggal - senggal.


Sejenak, Alatariel yang bersandar disamping batu besar terlihat memejamkan kedua matanya sambil berusaha untuk mengambil pasokan oksigen sebanyak yang dia bisa agar paru – parunya kembali normal.

__ADS_1


Setelah Alatariel merasa jika nafasnya sudah normal kembali dan dadanya tidak terasa panas, diapun segera membuka kedua matanya secara perlahan.


Menatap jika tumbuhan sihir tersebut hampir saja mati, Alatariel segera mengeluarkan ramuan sihir untuk membuat tumbuhan yang sudah hampir mati tersebut hidup kembali.


“ Ini akan memakan waktu lama…sambil menunggu tumbuhan ini hidup lagi aku akan memikirkan lagi tentang bagaimana cara agar pedang hitam tersebut bisa tercabut….”, guman Alatariel bermonolog.


Pada saat Alatariel berjuang keras untuk mencabut death sword agar misinya segera terselesaikan dengan cepat, di tempat lainnya Isabella berupaya untuk mengyingkirkan lalat - lalat yang hendak masuk kedalam kerajaan Epes.


Dengan kekuatan yang dimilikinya, Isabella berhasil membantai para penyihir hitam yang ikut menyerang bersama klan vampire dan warewolf.


Berbekal ekstarc bunga Gloxinia yang dibuat menjadi aneka macam ramuan yang digunakan sebagai bahan senjata untuk menyerang, satu persatu musuh bisa di tumbangkan denagn mudah.


Langkah ini dianggap cukup tepat karena tak mungkin bagi mereka untuk selamanya bersembunyi dibalik kerajaan Epes tanpa melakukan apapun.


Diantara semua musuh yang berusaha masuk dan diserang oleh Isabella, penyihir hitamlah yang paling terpengaruh atas bunga Glixinia.


Hanya dengan sedikit ekstrax yang ada ditambah dengan ramuan sihir yang dibuat oleh Isabella, mereka sudah bisa kehilangan kekuatannya begitu tubuh terkena serangan senjata yang telah diolesi ramuan tersebut.


Jika para penyihir hitam langsung mendapatkan efek, namun lain halnya dengan bangsa Vampir dan warewolf.


Meski mereka merasa kesakitan dan luka yang disebabkan oleh bunga Gloxinia tak bisa langsung sembuh seperti luka biasa yang mereka terima tanpa menggunanka ekstrax bunga Gloxinia, tapi itu tak membuat mereka terbunuh dengan mudah.


Bahkan kekuatan yang ada dalam diri mereka pun juga tak menghilang seperti apa yang terjadi pada penyihir hitam setelah mendapatkan serangan dari senjata Isabella


Melihat jika efek bunga Gloxinia cukup kuat, keingginan musuh untuk mendapatkan bunga langkah dan ajaib tersebut  juga semakin besar dan kuat.


Namun dengan adanya Isabella disana, mereka untuk sementara waktu tidak malkukan penyerangan  dan mulai bergerak mundur.


Memikirkan rencana lain untuk bisa menerobos masuk kedalam kerajaan Epes dan mendapatkan bunga langkah yang memiliki kekuatan sangat mematikan tersebut.


Sementara itu Ratu Evanora terlihat sangat murka waktu mengetahui jika pasukan yang dikirimnya kembali dengan kehilangan kekuatan yang ada dalam diri mereka.


Bahkan sebagian besar dari mereka langsung tewas seketika di tempat, membuat amarahnya semakin bertambah.


“ Brengsek !!!....kuharap Alatariel bisa segera menyelesaikan misi dan mendapatkan death sword agar gadis busuk tersebut bisa segera dihabisi….”, umpat Ratu Evanora penuh amarah.


Dia harap pedang hitam tersebut mampu mengalahkan Isabella dan membuat penyihir hitam menjadi yang terkuat di dunia immortal.

__ADS_1


__ADS_2