HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
ISABELLA KEMBALI SADAR


__ADS_3

DUARRR….


DUARRR….


BASTTT....


Sekelompok vampire terlihat berusaha keras untuk menembus pertahanan yang dibuat oleh kerajaan Epes. Tapi sekeras apapun usaha yang mereka kerahkan, pertahanan yang ada sama sekali tak menunjukkan tanda - tanda kerusakan.


“ Shhh……Sial !!!...aku sama sekali tak menyangka jika pertahanan yang mereka buat sekuat ini !!!....”, ucap salah satu vampire sambil mengerang marah.


Sementara itu, Stevani, tetua Otsana, raja Epes beserta Scoth berpencar di segala sisi kerajaan untuk memperkuat pertahanan yang ada.


Mereka mengeluarkan kekuatan yang mereka miliki secara bersamaan di berbagai sisi kerajaan waktu mengetahui jika bangsa vampire kali ini tidak sendiri dalam melakukan penyerangan.


Ada bangsa penyihir dan warewolf yang berama menyerang kerajaan Epes dari sisi berlawanan secara bersamaan. Mereka semua bekerja sama demi satu misi yang sama yaitu menerobos masuk kedalam kerajaan  dan mendapatkan bunga Gloxinia yang tumbuh mekar disana.


Di bagian Timur, Atares terlihat sedikit kelelahan, membuat Carmen sang istri mulai turun tangan untuk membantunya.


Selama Isabella belum menyelesaikan misinya dan terbangun, semua orang akan berupaya untuk menahan siapapun untuk bisa masuk kedalam kerajaan Epes.


Karena, jika sampai musuh bisa menerobos masuk maka bangsa Epes tak akan bisa menahan semua serangan yang akan mereka lakukan.


Selama ini mereka bisa bertahan karena adanya selimut perlindungan yang dibuat oleh Isabella di kerajaan Epes.


Dan yang bisa Atares dan semua orang yang tinggal dikerajaan lakukan hanya menambah kekuatan selimut pelindung tersebut agar jangan sampai sobek atau rusak yang bisa menyebabkan musuh bisa dengan mudah menghancurkannya dan menerobos masuk.


Sementara itu, didalam ruang meditasi tampak cahaya terang mulai menyelimuti tubuh Isabella yang lemah.


Seiring datangnya sinar tersebut, semua hewan yang ada dikerajaan Epes satu persatu mulai berlarian untuk menyambut kembalinya sang terpilih dari misi yang baru saja dijalaninya.


Tentu saja fenomena tersebut membuat penduduk kerajaan Epes binggung dan panik karena segerombolan hewan dalam jumlah besar dan berbagai jenis tersebut terlihat berlari menuju ke istana.


Bukan hanya para penduduk yang dibuat binggung dan panik. Para penjaga gerbang juga merasakan hal yang sama.


Apalagi mereka tak bisa menahan luapan hewan yang menerobos paksa masuk hingga menyebabkan pintu gerbang istana hampir roboh.


“ Ada apa dengan hewan – hewan ini ?....”, batin semua prajurit menghindar ketakutan.


Salah satu penjaga gerbang segera berlari untuk mengabarkan fenomena aneh ini kepada sang raja.

__ADS_1


Atares yang sedang menyalurkan kekuatannya bersama sang istri terpaksa menghentikan aktivitasnya waktu penasehat kerajaan dan salah satu pengawal yang menjaga gerbang istana lari tergopoh – gopoh menghadapnya.


“ Gawat paduka….gawat….”, ucap sang penasehat kerajaan dengan nafas tersenggal – senggal.


“ Ada apa sebenarnya ?....”, tanya Atares penasaran.


“ Tiba – tiba saja banyak hewan berlarian masuk kedalam istana paduka….”, ucap pengawal tersebut dengan wajah panik dan ketakutan.


Atares terlihat menautkan kedua alisnya hingga menukik kebawah dan berjalan mendekati kedua bawahannya tersebut untuk mendengar penjelasan lebih lanjut.


Setelah paham dengan situasi yang sedang terjadi saat ini, Atares pun mulai berjalan kearah sang istri dan menepuk pundaknya pelan.


“ Sayang…aku tinggal dulu ya….”, ucap Atares kepada sang istri dengan lembut.


“ Selesaikan masalahmu…sisi Timur, biar aku handle….”, ucap Carmen yang kembali fokus  menyalurkan kekuatannya untuk memperkuat selimut pertahanan yang ada.


Dengan langkah lebar, Atares pun bergegas kembali keistana diikuti oleh penasehat kerajaan dan pengawal penjaga gerbang istana yang terlihat berlari kecil agar tak tertinggal langkah sang raja.


Atares terlihat sangat binggung waktu melihat semua hewan dengan segala macam jenis, bentuk dan ukuran berjajar rapi dan terdiam di luar aula meditasi tempat Isabella sedang dirawat.


Mereka terdiam seolah menunggu sesuatu yang akan datang, membuat Atares pun melangkah maju dan membuka ruangan.


Atares melihat sinar cerah yang berkilau menyelimuti tubuh Isabella, seakan membungkus tubuh gadis tersebut dengan sinar dan kemilaunya.


Perlahan, kedua mata calon kakak iparnya tersebut mulai terbuka. Seiring dengan kesadaran Isabella yang mulai terkumpul, sinar terang dan berkilau yang tadi menyelimuti tubuhnya perlahan mulai menghilang.


Isabella terlihat beberapa kali mengerjapkan kedua matanya berusaha untuk menyesuaikan retinanya dengan cahaya yang masuk kedalam indera penglihatannya tersebut.


Setelah kesadarannya terkumpul sepenuhnya, Isabella mulai bangun dari tempatnya berbaring dan menatap tajam kedepan.


Mendapati calon adik iparnya yang merupakan Raja Epes berada dihadapannya, Isabella pun langsung berdiri dan membungkuk hormat.


“ Hormat saya untuk Raja Epes, semoga kemuliaan selalu menyertai anda…..”, Isabella mengucapkan salam secara sopan.


“ Bagaimana kondisi anda sekarang, kakak ipar ?....”, tanya Atares sambil tersenyum lembut.


Belum juga Isabella menjawab pertanyaan Atares, terdengar pintu ruangan dibuka secara kasar dan sosok lelaki tampan dengan tubuh tegap langsung berlari dan memeluknya dengan erat.


“ Sayang…akhirnya kamu sadar juga….”, ucap Scoth langsung memeluk tubuh Isabella dengan erat.

__ADS_1


“ in…ini terlalu kuat Scoth….ak…aku tak bisa bernafas….”, ucap Isabella sambil memukul punggung Scoth beberapa kali.


“ Oh….maaf sayang. Aku terlalu senang melihatmu sudah sadar kembali….”, ucap Scoth sambil melepas pelukannya dari sang kekasih.


“ Bagaimana keadaanmu ?....”, tanya Scoth sambil menelisik tubuh sang kekasih dengan seksama.


Setelah meneliti semuanya, Scoth baru bisa bernafas lega. Sementara Isabella hanya bisa memutar bola matanya dengan malas wkatu tubuhnya diputar – putra oleh sang kekasih.


“ Aku baik – baik saja Scoth…seperti yang kamu lihat sekarang….”, ucap Isabella tersenyum lebar.


Scoth tersenyum bahagia melihat senyuman lebar sudah menghiasai wajah cantik sang kekasih setelah sekian lama wajah tersebut terlihat sangat pucat seperti mayat.


Dan hal itu sangat tidak Scoth sukai karena membuat hatinya terasa pedih, takut mate nya tersebut akan meninggalkannya selama – lamanya.


Scoth yang ingin kembali bersuara terlihat kesal waktu Isabella meninggalkannya begitu saja dan berjalan keluar ruangan.


Begitu Isabella keluar, semua hewan yang sedari tadi berkumpul didepan spontan langsung menunduk sebagai sikap hormat.


Isabella pun segera mengangkat satu tangannya. Satu sinar kemilau muncul dan menyelimuti seluruh hewan yang berkumpul tersebut secara keseluruhan tanpa terkecuali.


Setelah sinar tersebut redup dan Isabella menganggukan kepalanya, satu persatu hewan yang ada mulai meninggalkan tempat dengan tenang.


Mereka keluar dengan berbaris rapi, sangat kontras dengan kedatangan mereka yang sempat menyebabkan huru – hara di seluruh kerajaan.


Tiffany yang baru saja datang tersenyum bahagia melihat hal tersebut. Diapun segera menghampiri Isabella yang terlihat lebih dewasa dan lebih bersinar daripada sebelumnya.


“ Aku rasa, kamu telah menyelesaikan semua misimu dengan baik….”, ucap Tiffany  tersenyum hangat.


“ Semua berkat bantuan anda dan semua orang yang ada dikerajaan ini….”, ucap Isabella merendah.


Keduanyapun berjalan beriringan masuk kedalam istana, untuk membahas langkah apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Sementara Scoth, terlihat mengeram marah waktu melihat sang kekasih kembali mengabaikannya sehingga dia harus berjalan mengekori Isabella dibelakang bersama Atares.


“ Sabar kak…nanti malam kakak baru bisa memonopoli kakak ipar dengan sepuas – puasnya….”, ucap Atares sambil merangkul bahu sang kakak ipar dengan senyum lebar.


“ Kuharap begitu….”, ucap Scoth dengan nada sedih dan kecewa.


Meski sedih dan kecewa, namun Scoth berupaya untuk bisa mengerti karena situasi yang ada tak bisa membuatnya bersikap egois.

__ADS_1


Karena kondisi yang ada saat ini masih mengharuskannya untuk bersabar lagi untuk bisa menghabiskan waktu berduaan dengan sang kekasih.


__ADS_2