
Sudah dua hari ini kerajaan Red Moon terus diserang oleh kelompok Rogue dalam jumlah besar dari berbagai macam sisi wilayah.
Membuat para warrior sedikit kesusahan untuk menangganinya karena serangan Rogue kali ini sangatlah brutal.
Bukan hanya brutal para Rogue terlihat tak biasa, seperti ada yang mengendalikan mereka dari belakang karena aura hitam yang cukup pekat terlihat di tubuh mereka.
“ Langkah apa yang harus kita lakukan sekarang Alpha ?...para warrior sudah banyak yang terluka….”, ucap Morgan cemas.
“ Suruh Anggelo dan Jan memperkuat wilayah utara. Sedangkan kamu di barat dan aku akan mengatasi wilayah perbatasan bagian selatan…untuk wilayah perbatasan timur, karena tidak terlalu mendesak jadi para warrior masih bisa mengatasinya…. ”, perintah Scoth tajam.
Dalm perintahnya tersebut Scoth juga menginstruksikan agar para warriornya tak segan – segan menghabisi para Rogue yang semakin tak terkendali tersebut.
Morgan pun segera berlari dan menginstruksikan kepada Anggelo dan Jan agar menempati posisi yang telah diperintahkan sang Alpha.
Sementara itu, di klinik Red MOon Pack dokter Lupe terlihat sedikit kuwalahan karena warrior yang terluka terus saja berdatangan tanpa henti.
Hingga para wanita dan gadis yang bisa membantu di klinik akhirnya meninggalkan dapur mereka dan membantu dokter Lupe.
Meski tak membahayakan, namun serangan Rogue kali ini mampu membuat kekacauan di Red Moon Pack.
Banyak hewan ternak dan harta benda warga yang dekat dengan wilayah perbatasan dijarah oleh para Rogue.
Tak jarang pula para Rogue tersebut menyakiti warga disekitar jika mereka berani menghalangi perbuatan mereka.
Hyaaattt…
Melihat para warriornya banyak yang terluka, Scothpun segera berlari kencang dan berubah wujud menjadi wolf.
Crashhhhh….
Crashhhhh….
Crashhhhh….
Sethhh...sethhh...sethhh....
Cakaran dan gigitan terus dilayangkan oleh Melvin dengan membabi buta. Dia terus menghabisi semua Rogue yang ada dihadapannya tanpa ampun.
Sudah dua hari ini Red Moon Pack diserang oleh para Rogue dalam jumlah cukup besar dari segala arah, dan yang paling parah adalah wilayah bagian selatan yang saat ini dia hadapi.
Membuat banyak warrior miliknya terluka oleh tindakan brutal para rogue yang memiliki kekuatan besar tersebut.
Scoth merasa jika pergerakkan rogue kali ini tampaknya ada pihak yang mengendalikannya dari belakang.
__ADS_1
Namun, Scoth masih belum tahu siapa dan apa tujuan pihak tersebut menyerang wilayah miliknya.
Melihat sang Alpha Red Moon mengamuk, para rogue yang tersisa segera melarikan diri dan merencanakan untuk kembali menyerang esok hari.
Dengan tubuh penuh darah dan luka dibeberapa bagian tubuhnya, Scoth berjalan menelusuri tembok perbatasan wilayah selatan yang hancur.
Diapun segera menginstruksikan kepada anak buahnya yang tak ikut berperang agar secepatnya menyelesaikan pembanggunan tembok pertahanan baru yang lebih kokoh.
Pada saat sedang memberikan instruksi kepada anak buahnya, tiba – tiba ada seorang warrior berlari mendekat menuju kearahnya sambil menyerahkan sebuah benda bulat yang ada ditangannya.
“ Lapor Alpha, ini kami temukan di salah satu tangan rogue. Mungkin bisa menjadi petunjuk…”, ucap warrior tersebut sambil menyerahkan sebuah batu bulat bergambar dua serigala hitam ketangan sang Alpha.
Setelah memberikan benda tersebut kepada sang Alpha, warrior tersebut kembali membantu rekan – rekannya untuk membopong para warrior yang terluka parah akibat pertempuran.
Scoth terlihat membolak – balikkan batu bulat tersebut dengan seksama sambil mengkerutkan keningnya cukup dalam.
“ Henry….”, batin Scoth terperajat.
“ Tidak mungkin !!!....”, teriak Melvin syok.
“ Aku rasa juga hal itu sangat tidak mungkin….”, ucap Scoth berbicara dengan wolfnya.
*“ Tapi, apa tujuan orang ini meninggalkan jejak seperti itu ?..*.apa kamu mencuriga seseorang ?...”, tanya Melvin penasaran.
Scoth tampak terdiam cukup lama mendengar ucapan wolfnya itu. Selama yang dia ketahui, kakaknya itu sama sekali tak memiliki teman, apalagi seseorang yang dekatnya.
Sedangkan Scoth yang lahir dengan tubuh normal lebih banyak beraktivitas dengan teman – temannya sebaya di luar.
Atau kadang Scoth ikut ayahnya untuk berlatih dengan para warrior Red Moon Pack. Karena hal itulah dia tidak terlalu dekat dengan kakaknya itu.
Henry lebih dekat dengan Carmin karena sang adik tersebutlah yang sering menemaninya bermain didalam kamar.
“ Apa aku coba tanya ke Carmin saja ?....”, batin Scoth sambil menautkan alisnya hingga manukik kebawah.
Jika melihat lempengan batu tersebut, ini adalah benda asli yang dibuat sang ayah untuk kakaknya dan dirinya.
Dari bentuk, tekstur, gambar, dan material yang digunakan semuanya sama persis dengan batu miliknya.
Scoth terlihat membandingkan dua lempengan yang ada ditangannya, namun sama sekali tak menemukan perbedaan apapun.
“ Alpha….”, panggil Morgan dari belakang.
Sontak saja panggilan Morgan tersebut membuyarkan lamunannya. Scothpun segera menyimpan dua lempengan besi tersebut kedalam sakunya dan berjalan bersama betanya itu keluar ruangan.
__ADS_1
Dia mengunjungi para warrior yang terluka di klinik milik Lupe. Disana dia lihat pemandangan yang cukup menyedihkan.
Banyak luka dari para warrior yang terus mengeluarkan darah tanpa henti. Sesuatu hal yang sangat aneh menurutnya.
Karena luka dalam tubuh para warewolf akan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa diobati asal luka tersebut tidak mengandung racun dan tidak terlalu dalam.
“ Apa yang terjadi ?....kenapa luka mereka seperti ini ?....”, tanya Scoth cemas.
“ Kurasa serangan rogue kali ini ada kaitannya dengan para penyihir hitam…”, ucap Lupe setelah meneliti beberapa sample darah para warrior.
“ Penyihir hitam ?...”, Scoth terlihat berguman pelan.
“ Kurasa, ini mungkin ada kaitannya dengan gagalnya serangan mereka ke kerajaan Epes…”, dokter Lupe terlihat berspekulasi.
Mendengar hal itu, Scoth terlihat terdiam untuk sesaat sambil menelaah semua hal yang terjadi selama dua hari ini.
Dan juga mengenai kesengajaan seseorang meninggalkan lempengan besi milik Henry yang menghilang sewaktu kakaknya tersebut meninggal.
Scoth seperti merasa ada benang merah diantara peristiwa ini seperti yang dikatakan oleh dokter Lupe.
Kerajaan Epes ( Carmin ) ------------- Kerajaan Red Moon ( Scoth ) -------------- Rogue ( Henry )
Scoth terlihat berpikir keras mengenai keterkaitan antara peristiwa tersebut. Tapi setelah dipikir lebih dalam lagi, tidak mungkin hanya karena gagal menyerang kerajaan Epes para penyihir hitam mengalihkan targetnya ke kaeraan Red Moon.
Karena selama ini kerajaan Red Moon tidak pernah bersinggungan dengan kerajaan Azerbazam, jadi tidak mungkin ada dendam mendalam diantara keduanya.
Dan jika melihat karakter Ratu Evanora, ini bukanlah sifat wanita penyihir tersebut hingga membuang energy untuk hal yang tak menguntungkan bagi kerajaannya tersebut.
Scoth sangat tahu jika wanita nomor satu di kerajaan Azerbazam tersebut saat ini sedang fokus mencari keturunan Gullveig agar bisa mengambil dan memusnahkan bunga Gloxinia yang disinyalir memiliki andil besar dalam eksistensi keberadaan mereka.
Sementara itu, disebuah kastil yang sangat gelap dan sunyi, duduk seorang lelaki di singgasananya dengan angkuh.
“ Bagaimana ?....”, tanyanya singkat.
“ Lapor tuan, semua sudah dikerjakan sesuai dengan istruksi tuan mudah….”, ucap bawahannya tersebut dengan sikap hormat.
“ Bagus…..”, ucapnya sambil menyeringai.
“ Sekarang aku hanya tinggal menunggu, apakah Scoth mampu menangkap tanda yang kutinggalkan untuknya atau tidak…..”, batinnya tersenyum puas.
Lelaki itupun segera tertawa terbahak – bahak waktu membayangkan betapa syoknya wajah Alpha Red Moon Pack tersebut melihat benda yang sengaja dia tinggalkan sebagai petunjuk.
Diapun segera menginstruksikan kepada semua anak buahnya agar mempersipakan pasukannya agar semua rencana yang telah disusunnya dengan rapi tersebut bisa berjalan dengan lancar.
__ADS_1
“ Sebentar lagi pertunjukkan besar akan dimulai….”, ucapnya sambil menyeringai lebar.
Sorot matanya menyiratkan akan kesedihan dan dendam yang sangat dalam disana. Dan sebentar lagi, dendam tersebut akan segera terbalaskan.