
Alatariel yang sudah berada diwilayah bagian barat mulai berjalan memasuki kawasan padang tengkorak karena menurut Belatrix ini adalah pintu utama menuju ke lembah kematian berada.
Setelah padang tengkorak berhasil ditaklukkan, Alatariel masih harus melewati beberapa tempat lagi. Dan jika dia beruntung disalah satu tempat yang akan dia lewati tersebut akan menuntunnya menuju lembah kematian.
Sesuai namanya, padang tengkorak adalah padang luas yang tandus dan dihuni oleh berbagai macam tengkorak hewan dan manusia yang telah dihidupkan kembali setelah menjadi mangsa keganasan padang tersebut.
Meski mereka tak makan dan minum namun semua mahkluk yang tinggal di padang tengkorak terkenal sangat agresif dan keji dalam membunuh siapa saja yang berani memasuki kawasan mereka.
Dan meninggalkan korbannya begitu saja tercabik – cabik diatas tanah dengan daging dan darah berceceran dimana – mana.
Mayat tersebut mereka biarkan hingga membusuk sendiri dimakan larva hingga tinggal tulang belulangnya saja.
Jika sudah bersih seperti itu maka secara otomatis, korban tersebut akan menjadi warga padang tengkorak dan bisa hidup kembali.
Seperti yang Alatariel lihat saat ini. ada dua mayat yang kepalanya entah mengelinding kemana ada dihadapannya.
Bau busuk begitu menyengat datang dari tubuh kedua mayat yang daging dari tubuhnya sudah tercabik - cabik dan berceceran dimana – mana .
Bisa Alatariel perkirakan jika korban malang tersebut sudah meninggal sekitar satu mingguan disana. Hal itu bisa dilihat dari bentuk daging yang membusuk dan sangat berbau tersebut
Meski kawasan tersebut terlihat sangat sepi dan hanya ada hembusan angin saja yang terdengar suaranya.
Namun Alatariel harus sangat berhati – hati dan meningkatkan kewaspadaan dirinya begitu melewati batu kembar berongga yang ada dihadapannya tersebut.
Jika ada pilihan, mungkin Alatariel akan terbang. Namun sayangnya hanya ini jalur yang bisa dia lewati untuk bisa keluar dari padang tengkorak tersebut dan melanjutkan ke wilayah selanjutnya.
Semakin masuk kedalam rongga batu tersebut suasana semakin gelap karena tak ada sinar matahari yang masuk kedalamnya.
Bau lumut dan tanah basah begitu kental dengan suara gemericik air mengalir terdengar di indera pendengarannya.
“ Ada sungai disini ?....”, batin Alatariel tercengang.
Dia sama sekali tak menyangka jika dalam rongga batu tersebut ada aliran sungai yang cukup jernih dan dalam.
Alatarielpun mulai mengikuti aliran sungai tersebut yang ternyata menuntunnya kesebuah sarang hewan dengan dua telur raksasa yang ada didalamnya.
“ Telur ?....makhluk apa yang memiliki telur sebesar ini ?....”, batin Alatariel penasaran melihat telur tersebut berwarna hitam pekat seperti kulit tubuhnya.
Krucukkk……
__ADS_1
Tiba – tiba saja perut Alatariel berbunyi sangat keras membuat pemuda tersebut menatap kedua telur tersebut dengan sorot mata lapar.
Tak terasa air liur Alatariel menetes waktu membayangkan betapa lezatnya kedua telur besar tersebut jika dimasak dan dijadikan omlete.
Tentunya dia akan bisa sangat puas memakan omlete dari telur sebesar itu. Tanpa sadar kaki Alatariel mulai melangkah maju mendekati sarang.
Baru saja kedua tangannya hendak menyentuh salah satu telur raksasa tersebut tiba – tiba ada seekor kadal besar datang mendekat dengan lidah menjulur panjang hendak mengambil tubuhnya namun dengan gesit Alatariel bisa menghindar.
Kadal raksasa berwarna coklat tua tersebut terus mengejar Alatariel yang beberapakali terjatuh terpeleset hingga tercebur ke sungai.
Crashhhh….
Crashhhh…..
Crashhhh……
Alatariel berusaha mengeluarkan api dari tongkat sihirnya, namun kadal raksasa tersebut masih bisa menghindar dan terus menjulurkan lidahnya yang bercabang untuk menyerangnya.
Akibat semburan api yang dikeluarkan Alatariel dari tongkat sihirnya secara tidak langsung hal tersebut membuat para penghuni padang tengkorak tersadar dan langsung ikut memburu Alatariel.
Alatarielpun berupaya untuk terbang namun tidak bisa, akhirnya dia hanya mengandalkan berbagai macam sihir yang dikuasainya dan menyerang makhluk – makhluk tersebut hanya dengan menggunakan tongkat sihirnya.
Krekkk….brukkk….
Namun hal itu tak berlangsung lama, setelah hancur berantakan tulang – tulang tersebut mulai menyatu kembali dan menjadi wujud hewan dan manusi seperti semula.
Pasukan tengkorak yang tak bisa dia musnahkan tersebut terus mengejarnya membuat Alatarielpun mengeluarkan serbuk sihir miliknya hingga membuat mereka terkecoh sebentar.
Melihat musuh - musuhnya terkecoh, Alatarielpun mencoba untuk berteleportasi, namun gagal. Hal tersebut tentu saja membuat dirinya memutuskan untuk terus berlari dengan cepat.
Untungnya Alatariel sempat membuat ramuan untuk mempercepat gerakannya dan langsung meminumnya sehingga dia bisa lari secepat kilat meninggalkan kawasan padang tengkorak yang mengerikan itu.
Sementara itu Isabella yang terjebak didunia aneh setelah tenggelam di danau beku saat ini terbangun setelah merasakan aura yang sangat kuat datang tak jauh dari tempatnya beristirahat.
“ Apa ini ?...kenapa auranya begitu pekat seperti ini ?....”, batin Isabella penasaran.
Diapun segera bangun dan mengamati kondisi sekitar. Tiba – tiba saja pandangan matanya tertuju pada sinar terang yang menyilaukan mata tak jauh dari tempatnya beristirahat.
Untuk melihat lebih jelas sinar terang tersebut, Isabella pun segera memanjat pohon hingga posisi yang lebih tinggi.
__ADS_1
Karena masih belum terlalu jelas, diapun semakin naik hingga mencapai posisi yang sangat tinggi.
Dari atas dia dapat melihat sinar tersebut berasal dari sebuah danau yang berwarna hijau terang yang sangat jernih.
“ Tunggu !!!...apa itu ?.....”, batin Isabella curiga.
Diapun segera menggunakan kekuatan indera penglihatannya agar bisa melihat makhluk – makhluk yang terapung diatas danau dengan lebih jelas.
Setelah fokus pada obyek yang dituju, diapun mulai memperbesar objek yang membuatnya penasaran tadi.
Isabella tak bisa untuk tidak tercenggang waktu melihat banyak ikan mati diatas danau. Jika dilihat, ikan – ikan tersebut seperti keracunan karena tubuhnya mengambang dengan perut membuncit.
“ Jika danau itu beracun, lalu darimana datangnya ikan – ikan itu ?...”, Isabella terlihat sedikit binggung dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini.
“ Apa danau ini baru mengeluarkan racun pada malam hari seperti ini ?....”, guman Isabella sambil mengkerutkan keningnya cukup dalam.
Pada saat Isabella berkutat dengan pemikirannya, tiba - tiba ada suara berat terdengar di indera pendengarannya.
“ Benar…danau cahaya selalu mengeluarkan racun menjelang tengah malam. Dan racun itu akan menghilang pada saat sinar matahari mulai bersinar esok pagi….”, ucap sebuah suara berat dan datar dari atas
Isabella seketika mengaktivkan kewaspadaan dirinya begitu mengetahui jika di tak lagi sendiri saat ini.
Isabella terlihat mulai menyisir setiap sudut kosong disekitarnya. Beberapa kali kedua matanya mengedarkan pandangan namun sosok yang dicarinya tak juga ketemu.
Namun dia tak putus asa dan terus menelanjangi setiap wilayah yang berhasil didapat oleh indera penglihatan super yang sudah diaktivkannya tadi.
“ Apa kau mencariku ?....”, tanya sosok yang tiba – tiba muncul dengan mata merahnya yang menyala dengan gigi taring menyeringai.
Seketika Isabella melompat mundur kebelakang. Untung saja keseimbangan tubuhnya cukup baik hingga dia tak sampai terpeleset dan jatuh dari atas pohon yang sangat tinggi itu.
Setelah mengamati dengan seksama jika yang ada dihadapannya itu adalah seekor kelelawar hitam, Isabella merasa sedikit lega.
Tadi Isabella sempat mengira jika dia sedang bertemu dengan bangsa vampire waktu melihat mata merah dan gigi taring yang muncul begitu makhluk tersebut membuka mulut.
Begitu merasakan jika kelelawar tersebut sama sekali tak berbahaya, Isabellapun mulai berjalan mendekat.
Meski baru saja kenal namun keduanya sudah terlihat ngobrol dengan akrabnya. Dari kelelawar hitam tersebut Isabella mendapatkan banyak informasi dari tempat asing yang did datangi saat ini yang ternyata bernama Evoporania.
" Selama ini tak banyak orang yang bisa menembus masuk Evoporania jika orang tersebut bukanlah yang dipilih oleh tempat tersebut untuk bisa masuk.....", ucap kelelawar hitam tersebut menjelaskan.
__ADS_1
Setelah cukup mendapatkan informasi, Isabellapun mulai menyusun rencana selanjutnya. Dia sangat yakin ada sesuatu didalam danau cahaya tersebut karena aura yang keluar sangat kuat.
Untuk memastikan semuanya maka dia harus pergi sendiri kesana dan mencari tahu meski perjalanan menuju danau cahaya tampaknya tak mudah.