
Disaat Alatariel sedang berjuang keras untuk lepas dari jeratan laba – laba beracun ketika hendak keluar dari gurun sunyi, Isabella dan Sweety telah tiba disebuah pegunungan yang sangat tinggi dimana seluruh permukaannya ditutupi oleh salju.
Udara dingin yang cukup ekstrim langsung menyambut keduanya. Perbedaan suhu yang cukup drastis setelah berada ditempat yang begitu kering dan panas selama perjalanan berlangsung.
Karena sudah terbiasa tinggal di Schneewald, Sweety sama sekali tak kesulitan untuk beradaptasi. Justru dia terlihat sangat senang bisa kembali merasakan suhu dingin yang ektrim tersebut.
Begitu juga Isabella, cuaca seperti apapun tak menjadi masalah baginya karena tubuhnya bisa beradaptasi secara langsung pada saat cuaca berubah.
Isabella yang melihat peta jika danau cahaya berada dibalik pegunungan salju ini terlihat sangat bersemangat.
Keduanya melangkah dengan pasti, menapaki jalanan yang tertutup salju tebal dengan selangkah demi selangkah sambil melihat kondisi sekeliling yang semuanya berwarna putih tersebut.
“ Meski sama – sama bersalju, tapi tempat ini tak seindah Schneewald…..”, ucap Sweety menggerutu.
Sepanjang perjalanan Sweety terus saja menggerutu tanpa henti, mengomentari apapun yang kami temui sepanjang perjalanan menuju danau cahaya.
Isabella yang ada disampingnya hanya bisa menggeleng – gelengkan kepalanya saja setiap kali kelinci gemuk putih itu mengerucutkan bibirnya.
Memang tidak bisa dipungkiri jika yang terlihat sepanjang jalan hanya tumpukan salju berwarna putih yang menggunung diatas tanah tanpa adanya tumbuhan ataupun hewan disana, sangat tak menarik.
Meski terlihat gersang dan tak berpenghuni, namun Isabella masih merasakan ada aura kehidupan dipegunungan bersalju tersebut.
Aura hangat yang muncul tersebut menandakan bahwa masih ada kehidupan dalam pegunungan salju yang tandus ini. Tapi apa itu, Isabella tak bisa mendeskripsikannya dengan jelas.
Selain aura hangat, Isabella juga merasakan aura negative yang cukup kuat terasa meski tak dominan, membuat dirinya siaga seketika.
Semakin mereka melangkah, aura negative tersebut semakin terasa. Hal itu langsung membuat tubuh Sweeetie meremang seketika.
“ Apa ini ?....”, guman Sweety menghentikan langkah kakinya.
Diapun segera mengendus – endus aura negative yang ditangkap oleh indera penciumannya, membuat bulu putih yang ada disekujur tubuh Sweety berdiri seketika.
“ Kurasa ini buruk….”, ucap Sweety sambil menoleh kearah Isabella dengan tatapan cemas.
__ADS_1
Baru saja Sweety menutup mulut, tiba – tiba bumi bergetar dibarengi dengan bunyi langkah kaki yang terdengar keras hingga membuatnya spontan meloncat kedalam dekapan Isabella.
“ A a apa…. i itu ?….”, tanya Sweetie dengan suara bergetar hebat.
Dummm…dummm….dummmm….
Langkah kaki yang cukup besar terdengar berjalan mendekati keduanya. Disaat keduanya masih belum tersadar sepenuhnya, tiba – tiba sebuah tangan besar hendak menyambar tubuh keduanya.
Happpp….happppp…happpp….
Untung saja Isabella gesit, dia segera meloncat kesana kemari sambil mengendong Sweetie dan berusaha untuk menghindari tangan besar yang berusaha menangkap mereka.
Menoleh kebelakang, Isabella yang mengetahui jika lebih dari dua makhluk raksasa yang mengejar dan berusaha menangkapnya semakin mempercepat pergerakannya.
Begitu melihat ada hutan dihadapannya, diapun segera berlari kesana dan mulai meloncat dari satu pohon ke pohon yang lainnya sambil bergelantungan dibatang pohon yang menjulur .
Pergerakaan Isabella yang cukup gesit layaknya seekora monyet tampaknya mampu membuat makhluk – makhluk tersebut kesulitan untuk mengejar.
Sampailah mereka didahan pohon yang cukup tinggi, keduanya segera beristirahat disana sejenak sambil mengamati sekitarnya dan ingin melihat dengan jelas makhluk apa yang telah mengejar keduanya dengan beringas.
Isabella yang bisa meloncat ke atas pohon yang cukup tinggi mulai mengamati hewan raksasa yang wajahnya mirip dengan bigfoot terlihat sedang mencari keberadaan keduanya yang tiba – tiba menghilang diantar pepohonan.
“ Syukurlah kita tidak diterkam makhluk raksasa itu….”, ucap Sweety lega.
“ Tapi, aku belum pernah melihat makhluk raksasa sejelek itu. Makhluk apa itu ?....”, tanya Sweety sambil menatap Isabella dengan wajah penasaran.
“ Itu Yeti atau biasa disebut dengan monster salju. Biasanya mereka tinggal dipegunungan salju seperti ini…..”, Isabella terlihat berusaha menjelaskan kepada Sweety.
“ Apakah semua Yeti memiliki aura negative sekuat ini ?....”, Sweety kembali bertanya dengan tatapan menyelidik.
“ Entahlah…ini juga baru pertama kalinya aku bertemu makhluk bernama Yeti…. ”, ucap Isabella sambil mengetuk – ngetukkan telunjuknya didagu dengan satu tangan bersendekap.
Apa yang dijelaskannya kepada Sweetie tadi adalah salah satu isi dari buku dongeng yang sempat dibacakan oleh neneknya sewaktu kecil.
__ADS_1
Namun Isabella sama sekali tak menyangka jika dia akan menemukan makhluk yang ada dalam legenda itu disini.
Jika dari informasi yang didapatkannya dulu, Yeti tak sepenuhnya jahat. Dia seperti ini pasti ada pihak lain yang mengendalikannya dari belakang.
“ Siapapun itu, mereka cukup kuat dan berbahaya….”, batin Isabella mulai gelisah.
Padahal tinggal selangkah lagi dia bisa menemukan posisi danau cahaya, mengambil pedang cahaya dan keluar dari dunia asing ini.
Namun tampaknya langkahnya kali ini tak akan semudah sebelumnya. Disaat Isabella sibuk berpikir agar bisa lolos dari kepungan Yeti yang menunggu mereka dibawah, Sweetie malah terlihat asik berbaring sambil memakan wortel besar yang ada ditangannya dengan santainya.
“ a aku harus mengisi energiku agar bisa lari dengan cepat….”, ucap Sweetie membela diri waktu Isabella menatapnya dnegan tajam.
“ Habiskan saja semuanya sekarang. Nanti jika kamu kesulitan untuk berlari, aku akan meninggalkanmu dan membiarkan mereka memakanmu dalam satu kali telan….”, ucap Isabella menakuti – nakuti.
Mendengar ucapan Isabella, Sweetie langsung memasukkan seluruh potongan wortel yang ada ditangannya kedalam mulut dan menyimpan sisa wortel yang lainnya kedalam kantong bekal.
Melihat hal itu, Isabella hanya bisa tertawa dalam hati. Bagaimanapun juga perjalanan mereka masih panjang.
Dipegunungan ini, mereka juga tak yakin bisa menemukan bahan makanan atau tidak. Jadi, keduanya harus berhemat agar tidak sampai kelaparan.
Sementara itu, didunia nyata tetua Otsana terlihat beberapa kali menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Isabella waktu menyadari jika tubuh gadis itu semakin dingin.
Tetua Otsana bergantian dengan Tiffany untuk menyalurkan tenaga dalamnya, agar membuat tubuh Isabella yang kosong tanpa jiwa tersebut tetap hangat.
Jika tubuhnya dibiarkan semakin dingin, takutnya ada sihir hitam yang bisa merasukinya. Dan hal tersebut akan berdampak sangat fatal bagi jiwa Isabella yang berada didunia lain tersebut.
Dilain sisi, Scoth yang terus diserang oleh para rogue dari berbagai sisi pack terlihat semakin menggila.
Ini sudah hari ketiga dia sama sekali tak beristirahat dan terus membantai para rogue yang berusaah masuk dan menyerang kawasan Red Moon Pack yang dipimpinnya.
Scoth yang kalut dan bersedih hati karena sang mate belum juga sadarkan diri terlihat membabat habis musuh – musuhnya dnegan membabi buta.
Dia seolah – olah melampiaskan kegundahan hatinya saat ini. Melihat semangat sang Alpha yang terus membara membuat semangat para warrior juga tak pernah surut.
__ADS_1
Akhirnya dihari kelima, para rogue tersebut berhasil dibantai habis dan peperangan dimenangkan oleh pihak Red Moon Pack.
Scoth terlihat puas dengan hasil yang telah diraihnya itu. Dengan langkah gontai diapun segera masuk kedalam istana untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya yang diforsir habis selama lima hari terakhir ini.