
Setelah menyelesaikan misi didunia manusia dan bertemu Belatrix, Alatariel kembali ke Dark Land untuk menyempurnakan ramuan sihir miliknya.
Membutuhkan waktu hampir satu minggu lamanya Alatriel menyelesaikan ramuan yang telah disempurnakannya itu.
Hingga akhirnya tibalah hari dimana dia akan melakukan perjalanan untuk mencari Death Sword yang berada dilembah kematian.
Menjelang tengah malam, Alatariel mulai menaburkan bubuk pemberian Belatrix diseluruh wilayah Dark Land.
Bubuk sihir tersebut dipergunakan agar semua orang melupakan sosok Alatariel dan menganggap keberadaannya di kota Dark Land tak pernah ada.
Butuh waktu tiga jam lamanya agar serbuk tersebut menyebar secara sempurna diseluruh wilayah Dark Land.
Pagi buta seperti ini adalah waktu yang tepat untuk melakukannya karena disaat seperti itu bangsa Dokkalfar dalam kondisi rapid eye movement.
Dimana kondisi bangsa Dokkalfar pada saat ini hampir semuanya tertidur akan tetapi pikiran, mental dan tubuhnya berada ditegah – tengah antara tidur terlelap dan setengah sadar hingga dapat dengan mudah dimasuki ramuan sihir.
Karena waktu berlangsungnya antara lima sampai tiga puluh menit, maka Alatariel harus benar – benar memastikan semuanya berjalan sesuai dengan rencana sebeluam matahari terbit jika tidak ingin gagal.
Setelah memastikan semuanya sudah berada dibawah ramuan sihir yang disebarnya, Alatarielpun langsung berteleportasi ke wilayah bagian barat dimana lembah kematian diduga berada.
Pada saat Alatariel sibuk mencari dimana lembah kematian berada, Isabella yang berada di Schneewald juga masih terus berjalan hingga sampai diujung sinar tiga warna yang mirip pelangi dilangit tersebut.
Sinar terang tiga warna tersebut tepat berhenti di tengah – tengah danau beku. Sweetie yang melihat Isabella tiba – tiba berhenti di tepi danau merasa binggung.
“ Ada apa ?....kenapa berhenti ?....”, tanya Sweetie dengan wajah penasaran.
Isabella tak menjawab pertanyaan Sweetie dan berjalan kearah tengah danau. Sweetie yang melihat sahabatnya terus berjalan ketengah danau beku mulai berlari menyusulnya.
Meski Sweetie tak tahu apa tujuan Isabella berjalan menuju ke tengah danau beku menuju tempat dimana ketiga sinar terang tersebut berada, tapi dia tetap mengikutinya karena khawatir jika sahabatnya itu mengalami musibah.
Begitu keduanya sudah berada ditengah danau, tepat dibawah sinar terang tersebut tiba – tiba lapisan es yang mereka injak ambruk.
Byurrrr….
Keduanya langsung masuk kedalam air danau yang sangat dingin. Meski sudah menggerakkan tubuhnya agar kembali keatas, namun usaha keduanya sia – sia belaka.
Bluppp….blupppp….bluppp…..
Tiba – tiba saja ada pusaran air dari bawah yang menarik tubuh keduanya hingga tenggelam kedasar danau yang dingin itu.
__ADS_1
“ Awww….”, teriak Isabella nyaring waktu tubuhnya mendarat sempurna diatas tanah.
Belum juga dia bangun tiba – tiba dari atas langit muncul tubuh Sweetie yang langsung jatuh menimpah tubuh Isabella.
Isabellapun segera bangun setelah meletakkan Sweetie disampingnya dan membersihkan pakaiannya yang kotor terkena tanah.
“ Dimana ini ?.....”, tanya Sweetie takjub.
Keduanya langsung membulatkan kedua matanya dengan sempurna waktu mengetahui jika bukan tubuh mereka saja yang tak basah setelah tercebur kedalam air.
Tapi pemandangan indah yang ada dihadapan mereka seolah – olah keduanya berada didalam negeri dongeng yang sangat indah.
Dengan penuh kekaguman, keduanya segera menjelajah hutan yang penuh dengan warna tersebut.
Sweetie yang selama seratus tahun ini hanya bisa melihat warna putih sepanjang mata memandang.
Merasa bahagia waktu indera penglihatannya bisa menikmati anek warna seperti yang pernah dia dengar dalam cerita ibundanya sewaktu kecil.
Isabella saja yang berasal dari dunia modern juga merasa sangat takjub dan terpesona dengan pemandangan indah yang ada dihadapannya itu.
Aneka bunga warna – warni dengan banyak kupu – kupu kecil yang terbang mengelilinginya membuat suasana menjadi lebih hidup.
Meski Isabella sudah sering melihat para peri di kerajaan Epes, namun peri – peri kecil disini lebih cantik dan lebih berwarna daripada ditempat calon adik iparnya tersebut tinggal.
Jamur – jamur yang tumbuh menjulang tinggi disepanjang kanan kiri jalan bisa dijadikan tempat berteduh disaat keduanya kelelahan.
Bahkan mereka tak perlu mencari air untuk persediaaan air minum karena mereka bisa minum air manis dari pucuk bungga asoka raksasa yang hampir tersebar diseluruh penjuru area.
Selain bunga, disini banyak tumbuh aneka macam buah – buahan yang cukup aneh namun rasanya sangat enak dan Sweetie begitu menyukainya.
“Awas !!!....”, teriak Isabella lantang.
Melihat Sweetie masih asyik dengan buah yang ada ditangannya, Isabella dengan sigap langsung melompat dan memeluk tubuh kelinci putih tersebut hingga berguling - guling di tanah sebelum tumbuhan raksasa dengan gigi runcingnya menelan tubuh sahabatnya itu.
Sweetie yang kehilangan buah yang baru tiga kali digigit tersebut tampak syok waktu mengetahui jika nyawanya hampir saja melayang, ditelan oleh tumbuhan sejenis venus flytrap raksasa tersebut.
Tak berhasil memangsa Sweetie, tumbuhan tersebut langsung menelan bulat – bulan tikus hutan yang tak sengaja lewat dihadapannya dalam satu kali telan.
Akibat lendir yang ada didalam mulut tumbuhan tersebut, tikus yang terperangkap dalam mulutnya tak bisa bergerak dan hanya pasrah waktu gigi runcing disepanjang sisi tersebut menutup dengan sempurna.
__ADS_1
Glekkkk….
Sweetie terlihat sedikit kesulitan untuk menelan ludahnya waktu melihat pemandangan mengerikan tersebut.
“ Kita harus lebih berhati – hati lagi dan jangan sampai lengah….”, Isabella terlihat memperingatkan Sweetie yang masih pucat pasi setelah hampir saja menjadi santapan tumbuhan bergigi runcing tersebut.
Sweetie yang masih syok berjalan dengan terhuyung – huyung hingga tanpa sengaja dia menabrak tumbuhan yang digunakan sebagai penyangga sarang lebah.
Para lebah yang melihat rumahnya jatuh mengelinding di tanah marah besar dan langsung menyerang Sweetie dan Isabella.
Keduanya langsung berlari menghindari sengatan lebah yang tampak marah dan mengejar keduanya secara membabi buta.
Nggggg……ngggg….ngggg…..
Pasukan lebah terus mengejar keduanya tanpa henti sambil mengarahkan ekornya begitu target sudah dekat.
Tap tap tap tap tap tapppp……
Ekor lebah menancap sempurna ke bagian atas jamur yang dipergunakan oleh Isabella dan Sweetie untuk berlindung.
Selanjutnya mereka menggunakan daun dan segala macam tumbuhan yang bisa mereka berdua jadikan tameng untuk menghalau sengatan lebah beracun tersebut.
Dan saat terpojok, Isabella segera mengarahkan kedua tangannya mengeluarkan sinar biru putih yang langsung membuat para lebah membeku ditempat.
Buk buk buk buk buk bukkkk…..
Tubuh lebah yang telah membeku tersebut berjatuhan ditanah dan langsung hancur berkeping – keeping.
Melihat teman – temannya banyak yang mati, pasukan lebah yang tersisa semakin marah dan segera menyerang Isabella.
Isabella kembali mengarahkan kedua telapak tangannya. Kali ini yang keluar adalah sinar merah terang yang langsung membakar habis pasukan lebah hingga menjadi abu yang langsung hilang terbang tertiup angin.
Sweetie terlihat terhuyung kebelakang dengan nafas tersenggal – senggal. Dua kali berturut – turut nyawanya hampir melayang membuat tubuhnya lemas seketika.
Isabella yang melihat sahabatnya sudah lemas tak berdaya segera mengendong tubuh kelinci putih gemuk tersebut dengan kedua tangannya.
Melihat sahabatnya kelelahan, Isabella segera mencari tempat untuk menginap karena dia melihat langit sudah mulai gelap.
Kali ini Isabella memilih tempat bermalam diatas pohon, karena menurutnya hal itu lebih aman daripada mereka berada dibawah.
__ADS_1
Setelah berhasil membuat sarang dari dedauanan dan ranting yang berhasil diperolehnya, Isabella pun segera membaringkan tubuhnya yang lelah disamping Sweetie dan berharap esok pagi akan lebih baik daripada hari ini.