HOLY BLOOD GIRL

HOLY BLOOD GIRL
BANTUAN


__ADS_3

Setelah komunikasi menggunakan media air tak berfungsi, Belatrix yang sedang menunggu Alatariel di tempat yang telah disepakai semakin bertambah gelisan.


" Ini sudah tiga jam lebih dari waktu yang dijanjikan tapi dia juga belum  juga muncul...", batin Belatrix resah.


Lerlah menunggu, Belatrix yang masih belum bisa melihat dan menghubungi Alatariel mencoba memakai kekuatan telepatinya untuk berkomunikasi.


“ Kuharap dia masih ada didalam jangkauanku….”, batin Belatrix penuh harap.


Meski dia tak tahu apakah ini berhasil atau tidak, karena jarak adalah factor utama dalam melakukan telepati dengan seseorang.


Jika jaraknya dengan Alatariel saat ini sangat jauh maka telepati tersebut tak akan berhasil. Meski begitu, Belatrix tetap harus mencobanya karena tak ingin usaha keras yang sudah dilakukannya selama ini sia – sia.


" A la ta ri el..........", suara menggema di gendang telingga Alatariel.


Kedua mata Alatariel mulai menyapu ruangan pada saat  indera pendengarannya menangkap suara seseorang yang sedang memanggilnya.


Beberapa kali dia menyalu ruangan tersebut, namun sosok yang memanggilnya sama sekali tak terlihat. Saat ini hanya ada mereka bertiga disini.


Melihat ayahnya masih tetap terdiam terpaku dan tubuhnya juga tak bisa digerakkan, diapun berusaha untuk lebih fokus pada suara yang memanggilnya itu.


“ A la ta ri el…..a la ta ri el……”, suara tersebut kembali terdengar.


Dan kali ini suara wanita tersebut semakin terdengar jelas ditelingannya. Alatariel merasa jika dia cukup familier dengan suara wanita tersebut.


" Tapi siapa ?.....", batin Alatariel penasaran.


Alatariel pun langsung memejamkan kedua matanya, fokus pada suara yang berhasil masuk kedalam indera pendengarannya tersebut.


" Apakah ini telepati ?....", batin Alatariel penuh tanda tanya.


Meski belum pernah melakukannya, namun Alatariel pernah membaca jika telepati bisa dilakukan oleh beberapa kaum immortal dan para penyihir.


Telepati adalah kemampuan untuk berkomunikasi atau saling menukarkan informasi dengan orang lain tanpa menggunakan suara atau berbicara.


Biasanya jarak dua orang yang sedang melakukan percakapan tanpa suara ini tidaklah terlalu jauh. Untuk itu setelah memastikan jika suara yang didengarnya itu nyata,  Alatariel pun mulai membuka mata dan berusaha untuk menjawab dalam hati.


“ Siapa kamu ?….”, balas Alatariel dalam hati.

__ADS_1


Mendengar ada suara menyahuti panggilannya, Belatrix tersenyum senang karena akhirnya usahanya selama tiga menit tersebut berhasil.


“ Ini  Belatrix…. Kamu  dimana ?….aku sudah menunggumu, kenapa kmau tidak datang ?....”,Belatrix pun memberikan pertanyaan secara bertubi - tubi kepada Alatariel.


Mengetahui jika yang tadi memanggil namanya adalah Belatrix, hati Alatariel  merasa sangat senang.


Diapun mulai meneruskan bercakap - cakap dengan Belatrix dengan harapan wanita tersebut dapat membantunya keluar dari tempat ini.


“ Bantu  aku…aku terjebakkk….”, ucap Alatariel meminta tolong.


Belatrix sangat terkejut waktu mendengar Alatariel meminta tolong kepadanya. Diapun segera membalas telepati lelaki itu agar bisa membantunya keluar dari permasalahan yang ada.


“ Kamu dimana ?...…jelaskan situasinya saat ini….”, balas Belatrix dengan wajah cemas.


Alatariel pun segera menceritakan situasi buruk yang saat ini sedang dialaminya bersama sang ayah.


Belatrix mendengarkan keseluruhan cerita Alatariel dengan seksama, berusaha untuk mencerna semuanya dan memberikan solusi.


Alatariel  juga memberi tahu Belatrix alamat apartemen targetnya dengan harapan wanita tersebut dapat melakukan sesuatu untuk membantunya.


Meski terbilang rumit, namun Belatrix bisa mencerna dengan cepat situasi yang sedang dialami oleh Alatariel saat ini.


“ Tenang    saja….aku akan berusaha   untuk  membantumu…..”, ucap Belatrix berjanji.


Tak menunda waktu lagi, Belatrix dan Emerlda pun segera meluncur ke unit apartemen yang ternyata ada dibalik kedai makan yang tadi disinggahinya.


Belatrix berhenti cukup lama di depan unit apartemen yang dituju karena aura hitam yang terasa cukup pekat disana.


Membuatnya sedikit kesulitan untuk menerobos masuk kedalam hingga dia harus memutar otaknya lebih keras lagi.


“ Sial !!!...kuat sekali pelindungnya !!!!....”, batin Belatrix resah.


Diapun mencoba untuk kembali bertelepati dengan Alatariel. Karena jarak yang cukup dekat, komunikasi mereka pun berjalan lancar.


Dalam kesempatan tersebut, Alatariel meminta kepada Belatrix untuk mencari buntalan yang ada disekitar apartemen  dan menghancurkannya agar wanita itu bisa masuk kedalam.


Melalui ilmu sihirnya, Belatrix pun terlihat mulai memindai area apartemen yang ada dihadapannya.

__ADS_1


Dengan teliti dia kembali komat – kamit membaca mantra hingga gumpalan kain di beberapa sudut ruang terlihat menyala.


“ Itu dia !!!....”, guman Belatrix bahagia.


Dibantu Emerlda, diapun mulai melenyapkan buntalan kain tersebut dengan menyusupkan hewan melata yang memiliki kekuatan sihir kedalam apartemen.


Setelah semua buntalan kain tersebut berhasil dilenyapkan, Belatrix dan Emerlda pun bisa memasuki apartemen dengan mudah.


Meski sudah berhasil masuk kedalam apartemen, tapi untuk masuk kedalam kamar lelaki tua tersebut juga tak mudah.


Kali ini pelindung yang dipasang di depan pintu lebih kuat daripada pelindung yang dipasang diseluruh area rumah.


Belatrixpun kembali mencoba berkomunikasi dengan Alatariel mengenai kondisi terbaru saat ini.


“Apakah tubuhmu masih membeku ?.... ”, tanya Belatrix melalui telepati.


“ Benar…”, jawab Alatariel singkat.


Mengetahui hal tersebut, Belatrixpun mulai membimbing Alatariel agar bisa menggunakan kekuatan sihir hitam yang ada dalam  tubuhnya.


Meski sihir hitam tersebut tidak pernah dilatih dan dipergunakan oleh Alatariel, tapi Belatrix sangat yakin jika lelaki itu bisa belajar dengan cepat.


Dengan menyimak arahan dari Belatrix, Alatariel akhirnya perlahan bisa menggerakkan satu tangan, kemudian kedua kakinya hingga akhirnya seluruh tubuhnya bisa dia gerakkan.


Meski begitu, dia tak langsung bertindak melainkan melihat situasi yang ada dihadapannya terlebih dahulu.


Melalui sorot matanya, dia coba berkomunikasi dengan sang ayah. Meski sedikit terkejut melihat putranya sudah berhasil lolos dari sihir hitam lelaki tua itu tapi dia dengan cepat menguasai kondisi yang ada.


Begitu lelaki tua tersebut terlihat lengah, Emires pun menyuruh sang putra untuk langsung menyerang dari belakang.


Meski sedikit kesusahan, namun akhirnya Alatariel berhasil membekuk lelaki tua tersebut hingga tak bisa lagi bergerak.


Selanjutnya, diapun segera membebaskan sanga ayah dari sihir hitam. Kemadian keduanya segera menjalankan misi yang mereka dapatkan.


Setelah alam bawah sadar lelaki tua tersebut berhasil dikuasai oleh Alatariel dan ayahnya, langsung saja mereka mulai menggali kenangan paling buruk dan menyedihkan lelaki tua itu.


Itu adalah senjata yang biasa digunakan para elf kegelapan untuk membuat orang yang dihantui mimpi buruk yang diberikannya perlahan meninggal dengan cara yang tragis.

__ADS_1


Begitu alam bawah sadar lelaki tua tersebut berhasil dikuasai seluruhnya, secara tidak langsung tubuh aslinya pun mulai melemah sehingga kekuatan yang tadi menghambat Belatrix untuk masuk perlahan mulai menghilang.


Setelah bisa masuk kedalam kamar, Belatrix dan Emerlda langsung saja menggunakan sihir hitam yang mereka miliki untuk memperlemah fisik lelaki tua tersebut hingga sampai ajal menjemputnya.


__ADS_2