
Seumur hidupnya, baru kali ini Mulan bersyukur Rayyan tidak berada di sisinya. Bagaimana tidak? Tanpa diduga, ternyata Moreno Darmawan, sang mantan suami sekaligus papa kandung Rayyan kini berdiri tepat di hadapannya. Sangat dekat. Tangannya bahkan mencekal pergelangan Mulan dengan sangat kuat seolah-olah tidak ingin melepaskan. Dan sepasang iris pekat itu kini menatapnya seperti tak percaya.
Terang saja ketidakberadaan Rayyan kali ini membuatnya merasa aman. Mulan takut pria itu tahu pernikahan mereka yang hanya seumur jagung itu menghasilkan seorang putra. Bukan tidak mungkin Reno akan merebut Rayyan untuk dijadikan penerus keluarganya.
Demi apa pun, Mulan tak mau itu terjadi. Ketakutan inilah yang membuatnya mantap menepi dari hingar bingar kota dan meninggalkan seluruh kekayaan orang tuanya.
"Mulan? Kau masih hidup?" tanya pria itu lagi sebab Mulan hanya menatapnya dengan shock tanpa berkedip.
Mulan yang berhasil menguasai diri akhirnya mengerjapkan mata setelah beberapa saat terbelalak. Seketika ia tersadar tengah berada di mana. Ia menatap ke sekeliling dengan gelisah, lalu menarik tangannya untuk melepaskan diri.
Sayangnya, Reno tak semudah itu melepaskan dirinya begitu saja. Pria itu justru menyeringai sambil menarik tangan Mulan mendekat ke wajahnya.
"Reno lepas!" geram Mulan penuh penekanan. Ia kembali menatap sekitar dengan cemas. Khawatir ada Hendrik atau bahkan Bara melihat adegan mereka. Bagaimanapun juga ia tak ingin pihak keluarga dari Bara salah paham terhadapnya.
Tak ingin berlama-lama terjebak dalam kebersamaan bersama Reno, tangan kanannya mencengkeram lengan Reno agar pria itu mau melepaskan tangan kirinya, walaupun hal itu percuma saja sebab jemari Reno masih betah berkelindan di pergelangannya.
Alih-alih kesal, pria itu justru tersenyum penuh arti saat Mulan menyebutkan namanya. Ternyata benar, wanita ini adalah sang mantan istri yang tiba-tiba menghilang setelah mereka resmi berpisah.
Keadaan Mulan ternyata masih sama seperti dulu. Tetap cantik dan mempesona. Sayangnya dulu perasaan cinta di hatinya belum tumbuh pada Mulan, sehingga dirinya mengabulkan begitu saja permintaan Mulan untuk berpisah dari dirinya.
Nikah lantaran paksaan orang tuanya jadi pemicu kebencian di hatinya terhadap Mulan. Walaupun lambat laun dirinya sadar jika semua itu bukanlah murni kesalahan Mulan. Gadis itu sama sepertinya. Mulan juga korban. Mulan mau menikah dengannya hanya karena terpaksa. Sebab itulah akhirnya Reno memutuskan berpisah baik-baik dengan Mulan.
__ADS_1
"Mulan, apa kabar?" tanya Reno sok prihatin. "Lumayan lama juga ya, kita nggak pernah jumpa. Oh iya, selama ini kamu bersembunyi di mana? Kau seperti hilang ditelan bumi dan semua orang bahkan berpikir jika kamu sudah mati. Astaga–" Reno malah tertawa saking merasa tak percaya. "Sebenarnya aku merasa curiga saat membaca namamu di undangan itu. Tapi aku berusaha menepisnya lantaran berpikir kamu hanya tinggal nama. Tapi ternyata kecurigaanku itu benar, ya."
"Kecurigaan apa, Tuan Reno?"
Tiba-tiba terdengar suara pria dari arah lain yang menginterupsi percakapan sengit antara Mulan dan Reno. Mereka sontak menoleh ke sumber suara, dan seketika Mulan membelalak melihat siapa yang datang di sana. Reno bahkan secara spontan melepaskan tangan Mulan dari genggamannya.
Sadar dirinya sudah tertangkap basah, Mulan hanya menatap wajah Bara dengan pasrah. Jantungnya berdebar-debar tak karuan. Takut dan cemas bercampur jadi satu. Ia hanya bisa diam di detik-detik menanti hukuman. Lebih-lebih lagi Bara terus melangkah mendekat dengan tatapan mata tak beralih dari dirinya.
"Bukan apa-apa, Tuan Bara. Saya hanya kebetulan berpapasan dengan istri Anda lalu menyempatkan diri memberinya ucapan selamat. Oh ya, selamat juga kepada Anda Tuan Bara. Kalian benar-benar pasangan yang serasi. Saya turut berbahagia dengan kebahagiaan Anda."
Tak menghiraukan ucapan Reno, Bara justru semakin intens menatap Mulan lalu berhenti tepat di depannya. Sementara Reno yang sudah mengulurkan tangannya dengan sikap sopan yang dipaksakan, terpaksa menarik tangan itu lagi, lalu mengepalkannya sembari tersenyum sinis.
Wajah Bara yang tanpa ekspresi justru membuat Mulan takut setengah mati. Bola matanya sempat membeliak saat Bara tiba-tiba mengalihkan pandangan ke arah tangannya.
Saat itu ia menyadari jika pergelangan tangannya ternyata memerah akibat ulah Reno. Lantas, buru-buru saja tangan kanannya bergerak memegangi pergelangan tepat di bagian sana. Ia bersikap seolah-olah menggosok lantaran gatal, padahal demi menyembunyikan itu dari pandangan Bara.
"Kau baik-baik saja?"
Pertanyaan Bara itu membuat Mulan merasa terkejut. Ia yang semula menunduk langsung mengangkat pandangan dan menatap Bara dengan polosnya.
"Tentu saja. Memangnya aku kenapa?" ujarnya balik bertanya.
__ADS_1
Bara melirik Mulan dan Reno bergantian, lalu meraih pergelangan tangan kiri milik Mulan dengan kening bertaut heran. Mulan sendiri sempat terkejut oleh tindakan tiba-tiba Bara, tetapi tak memiliki daya untuk menahannya.
"Kenapa kulitmu memerah? Apa ada seseorang yang berusaha melukaimu?" tanya Bara lagi yang membuat Mulan bertambah kikuk. Pasalnya pria itu menyempatkan diri melirik sinis pada Reno kendati memperhatikan tangannya dengan seksama. Bahkan Bara yang Mulan pikir akan marah dan menghakimi dirinya justru memperlakukan tangannya dengan sangat lembut.
"Ah tidak," sangkal Mulan diiringi senyuman rikuh. "Kulitku ini memang tergolong sensitif. Gatal sedikit saja langsung memerah seperti ini. Kau tidak perlu cemas. Aku baik-baik saja."
"Oke," balas Bara menganggukkan kepala.
"Benarkah kulitmu sensitif?" sahut Reno tiba-tiba yang membuat Mulan membelalakkan mata. "Seingatku saat kita bersama dulu, kulitmu biasa-biasa saja. Bahkan tak pernah ada masalah meskipun disengat panasnya sinar matahari."
Tenggorokan Mulan seperti tercekat, sementara Reno justru menyeringai penuh kemenangan. Bara adalah saingan bisnisnya meskipun Kekayaan Bara masih lebih unggul jauh di atasnya. Namun, sepertinya sekarang ia memiliki titik lemah untuk menyerang pria itu. Ya, tentu saja bukan dari arah perusahaannya, melainkan serangan dari sisi lain, yaitu Mulan yang merupakan mantan istrinya dulu.
"Owh, jadi begitu caramu memperlakukan istrimu dulu? Salah satunya dengan dipanggang di bawah sinar matahari?" balas Bara dengan sindiran pedas yang membuat senyum kemenangan di wajah Reno seketika luntur begitu saja.
Bara yang tak terpengaruh oleh provokasi Reno hanya tersenyum tipis, lalu dengan sikap tenang dan santainya kembali melanjutkan serangan balasan. "Pantas saja dia tidak tahan menjadi istrimu. Kau tidak memperlakukannya dengan baik, sih. Jadi dia memilih pergi, kan? Bahkan imbas buruk dari perbuatanmu dulu harus aku yang menanggungnya. Termasuk kulitnya yang sensitif ini," tunjuknya pada pergelangan Mulan yang memerah dengan isyarat mata pada Reno, membuat wajah pria itu memerah dan rahangnya terlihat mengetat.
Mulan hanya bisa diam dan pasrah ketika Bara sama sekali tak melepaskan tangannya dari pegangan. Ia akui, keberadaan Bara kali ini benar-benar seperti dewa penolong yang menyelamatkan dari Reno yang sejak dulu selalu memandangnya sebelah mata.
Dulu dirinya memang wanita yang sangat lemah. Tak memiliki keberanian meskipun punya kekuasaan. Alhasil, ia begitu mudah ditindas dan difitnah, bahkan oleh orang-orang terdekatnya sendiri. Namun, tidak akan terjadi lagi untuk kali ini.
"Kenapa Anda diam, Tuan Reno? Apakah Anda menyesal telah melepaskan Mulan?" tanya Bara dengan seringainya. "Kau tidak perlu cemas. Ada aku disini yang akan menjaga Mulan dengan baik. Kau tidak perlu mengkhawatirkan dirinya secara berlebihan, oke. Ayo, Sayang. Biar kuobati memar di tanganmu." Bara mengajak Mulan pergi dari sana usai menepuk pelan pundak Moreno. Pria itu tersenyum penuh kemenangan sembari melingkarkan tangan di pinggang Mulan.
__ADS_1