
Mulan memejamkan mata saat merasakan sensasi nikmat di bagian bahunya. Tanpa ia duga, rupanya pijatan tangan Bara lumayan oke juga. Wanita itu sedikit menyesal dengan pikiran buruknya. Bisa-bisanya tadi mengira Bara akan berbuat yang iya-iya. Apalagi sampai menjerit segala saat Bara membuka handuknya.
Padahal niat Bara sih baik. Hanya ingin bantu melepaskan handuknya semata. Masa iya mau berendam pake handuk segala. Nah saat Mulan memekik itulah Bara tertawa sambil mendongakkan kepalanya.
"Kok ngejerit sih?"
"Kamu juga ngapain main tiba-tiba buka? Ngagetin aku aja!" Tangan Mulan refleks menyilang ke depan dada menutupi dua gundukan kembarnya. Bagaimana tidak panik jika kondisinya sudah benar-benar polosan? Untung saja bagian bawah masih memakai dalaman segitiga, walaupun bentuknya transparan.
"Aku cuma mau bantu lepas aja, Sayang, bukannya mau ngagetin. Masa iya mau berendam masih pake handuk gitu."
Mulan terdiam meski bibirnya masih manyun. Namun, meski demikian ia tetap percaya sebab mata Bara memang tidak memandang ke mana-mana. Hanya fokus pada matanya saja.
"Nggak usah malu-malu gitu dong. Aku nggak lihat apa-apa, kok. Percaya deh. Lagipula bukankah kita sudah sama-sama tau masing-masing pasangan luar dan dalam?"
Mulan terdiam sejenak dengan batin membenarkan perkataan Bara. Pria itu memang tidak salah. Ia pun hanya bisa patuh ketika Bara membimbingnya untuk membenamkan tubuh pada air hangat yang penuh dengan busa dan kelopak bunga. Lagian, lebih cepat lebih baik juga, bukan? Dari pada lama-lama berdiri polosan begini?
Sementara Mulan mengerutkan kening lantaran tiba-tiba Bara memutar tubuhnya membelakangi pria itu, Bara justru tersenyum tipis melihat Mulan yang hanya diam. Lebih tepatnya wanita itu agak was-was dengan apa yang akan ia lakukan kemudian.
"Mau aku pijitin?" tawar Bara sambil memandang wajah istrinya dari samping. Ia akhirnya mendapat anggukan kepala usai wanita itu berpikir sejenak.
__ADS_1
Dengan senang hati Bara mulai beraksi. Ia merasakan Mulan sedikit tersentak saat pertama kali menyentuhnya. Mungkin terkejut. Bara mengerutkan keningnya lalu tersenyum kecil. Ada-ada saja istrinya ini. Gampang sekali terkejut saat disentuh. Namun, Bara menganggap itu sesuatu yang wajar. Mereka baru semalam menjadi suami istri seutuhnya. Mungkin Mulan belum terbiasa.
Ternyata kulit bening Mulan begitu lembut dan kenyal saat disentuh. Ditambah limpahan busa yang ada membuat pijatannya licin. Bara memperhatikan reaksi Mulan dari setiap pijatannya. Sepertinya wanita itu menikmati. Itu terlihat dari wajahnya yang rileks dan matanya yang terpejam. Bara memang sengaja memijatnya pelan-pelan. Kan sayang kalau istrinya itu kesakitan.
"Gimana Sayang? Enak nggak?" Pria itu tak tahan untuk bertanya. Membuat Mulan seketika membuka matanya.
"Emm, enak. Aku nggak nyangka kalau ternyata kamu itu pintar mijat." Mulan mengulum senyum dan itu membuat Bara merasa bangga.
"Kok nggak nyangka? Kamu nggak tau kalau ternyata dulu aku pemijat profesional."
"Hah? Serius?"
Bara langsung tertawa melihat Mulan menoleh menatapnya dengan wajah polos itu. Ia buru-buru menyahut hingga membuat ekspresi istrinya berubah kesal.
"Ish sebel! Aku kira beneran!"
Bara tertawa renyah melihat istrinya memberengut. "Lagian kamu juga. Masa tampang ganteng kayak gini kok dibilang tukang pijat profesional. Mana cocok, Sayang. Aku mijitin orang juga baru ke kamu doang."
Lagi, Mulan menoleh dengan bola mata melebar, seolah-olah sulit percaya dengan pengakuan yang Bara lontarkan.
__ADS_1
"Serius, Sayang. Aku nggak bohong," jelas Bara meyakinkan seolah tahu apa yang dipikirkan Mulan.
Mulan memperhatikan Bara sembari menyipitkan mata. Pria itu sepertinya tidak bohong. Bahkan dengan ekspresi santainya tetap memijat Mulan dengan mata menatap punggung belakang wanita itu. Namun, entah mengapa Mulan merasa masih belum puas. Ada sesuatu yang ingin ia pastikan.
"Terus, sama istri kamu yang dulu gimana?" tanya Mulan dengan raut cueknya, walaupun sebenarnya wanita itu sangat-sangat penasaran.
Bara mengedikan bahu sebelum menjawab. "Yang dulu sih, aku nggak perlu repot-repot merayu sampai mijitin segala."
"Oh ya?"
"Hu'um. Tanpa dirayu juga dia udah datang sendiri."
Mulan hanya diam dengan senyum puas yang mengembang. Hanya kata-kata sederhana begitu saja sudah membuatnya berbunga-bunga. Pengakuan Bara setidaknya menjadi tolak ukur Mulan untuk membandingkan seberapa besar kadar cinta Bara terhadap mantan istrinya. Kalau didengar dari pengakuan Bara, sepertinya mantan istrinya dulu orangnya sangat agresif. Jadi Bara tak perlu susah-susah memancingnya. Ah, Mulan jadi penasaran. Kira-kira sebab apa yang membuat Bara dan mantannya dulu bisa berpisah?
Dalam hati, Mulan menggeleng tak habis pikir dengan dirinya sendiri. Mengapa jadi bertanya-tanya seperti ini? Mungkin benar, ikatan pernikahan mereka memang sudah bisa dikatakan lama. Namun, hubungan dirinya dengan Bara belum sampai sedalam itu, sehingga keduanya belum pernah bercerita jauh mengenai masa lalu mereka kepada pasangan.
Sibuk dengan pikirannya sendiri tiba-tiba Mulan merasakan sesuatu yang lain. Denyar aneh itu merambat dan membuat bulu kuduknya seketika meremang. Ia ingin berontak, tetapi rasa ini terlalu nikmat. Ia juga ingin memprotes suaminya, tetapi justru sebuah ******* yang keluar dari mulutnya.
"Ah ...."
__ADS_1
Lenguhan itu keluar bersamaan dengan kepalanya yang mendongak. Mulan memejamkan mata merasakan sensasi geli di area tubuhnya. Bagaimana tidak? Di bawah sana, Bara meremas lembut dua gunung kembarnya bersamaan dari belakang. Bahkan bibir pria itu menyapu lembut leher jenjang Mulan tanpa seinci pun kulit yang terlewatkan. Dan Mulan merasakan sesuatu keras yang mengganjal di belakangnya.
Benar kan dugaan Mulan. Jika seorang pria memijat istrinya, maka akan berakhir dengan hal-hal yang lainnya.