
Jam istirahat telah usai, seluruh pihak yang terkait dalam kerja sama bisnis itu akhirnya kembali berkumpul di ruang meeting sebelum nantinya akan melakukan room touring yang terakhir. Maklum, pabrik milik Bara sangat besar sehingga membutuhkan jeda waktu istirahat agar tidak kelelahan.
Satu persatu satu dari mereka muncul menempati kursi masing-masing. Tak terkecuali Mulan yang berjalan beriringan dengan Cyndi di menit-menit terakhir sebelum pembahasan dimulai.
Reno rupanya belum puas hati mengusik ketenangan Mulan. Pria itu tiba-tiba beranjak dari tempatnya demi menarikan kursi untuk Mulan, bahkan mempersilahkan mantan istrinya itu dengan sikap sangat manis.
Semua mata turut menyaksikan hingga tak ada yang bisa Mulan lakukan selain menempati kursi itu. Tak lupa pula ucapan terima kasih secara formal disertai senyuman manis meski hal itu sangat-sangat ia paksakan. Walaupun Bara tidak cinta, tetapi ia perlu menjaga perasaannya, bukan?
Ada pertimbangan tersendiri mengapa Mulan berbuat demikian. Bukankah sangat tak sopan jika dirinya memberikan penolakan? Itu akan terlihat sangat mencolok, sebab di antara mereka hanya Bara dan Cyndi yang tahu persis riwayat hubungan dirinya dengan Reno. Sementara di mata orang lain, keduanya hanyalah rekan bisnis yang harus tetap menjaga hubungan baik.
Cukuplah Mulan saja yang tahu sebesar apa rasa bencinya terhadap Reno. Ia tak perlu menunjukkan hal itu pada khalayak ramai, lebih-lebih Bara yang kelihatannya tak peduli di kursinya sana.
Mulan tak tahu siapa yang mengatur kursi untuk mereka untuk meeting itu. Yang jelas, ia hanya tak menyangka mengapa bisa mendapatkan posisi duduk bersebelahan dengan sang mantan. Padahal sebelumnya tidak pernah demikian.
Sebagai wanita karir yang menjunjung tinggi sikap profesionalisme, duduk bersebelahan dengan siapa saja sebenarnya bukan masalah besar bagi Mulan. Sebab, ia yakin dalam situasi seperti ini Reno tak mungkin bersikap buruk terhadapnya. Lebih-lebih lagi ada Bara. Lagi pula di dalam hati ia sudah melupakan kejadian masa lalu yang kelam itu. Mulan justru bersyukur sebab bisa lepas dari pria tak baik seperti Reno. Hanya saja, ia merasa tidak nyaman jika harus berdekatan seperti ini dengan Reno. Terlibat kerja sama seperti ini saja ia merasa sangat terpaksa.
Andai ia tahu sejak awal jika rekan bisnisnya adalah Reno sang mantan suami, tentunya Mulan sudah meminta batal saat itu juga. Persetan jika dirinya harus membayar ganti rugi dengan jumlah yang besar. Yang penting tak lagi terjalin hubungan dalam bentuk apa pun di antara mereka.
Acara akan dimulai sebentar lagi. Mulan menyempatkan diri melirik sebentar pada pemeran utama yang duduk di kursinya. Siapa lagi kalau bukan Bara. Sialnya, pria itu sama sekali tak memandangnya. Bara benar-benar bersikap seperti orang asing.
__ADS_1
Awas saja kalau dia memberi perhatian lebih pada Alexa! Mulan membatin geram di tengah lirikan tajam. Tentu saja ia begini karena melihat Alexa yang kecentilan. Meski ia percaya Bara adalah pria dingin yang tidak mudah tergoda, tetapi ia ragu jika Alexa tak akan menggunakan segala cara untuk menggoda suaminya.
Di luar dugaan Mulan, ternyata saat itu Bara mengangkat pandangan. Tepat ke arahnya hingga manik mereka bertemu beberapa saat.
Bisa-bisanya, Mulan yang selalu berwibawa masih saja grogi saat dipandang suaminya. Wanita itu salah tingkah, hingga tanpa sadar tangannya bergerak serampangan.
"Nyonya Mulan, Anda baik-baik saja?"
"Ya?" Mendengar pertanyaan Reno, Mulan menoleh kepadanya, mengalihkan pandangannya dari sosok Bara yang masih saja menatapnya. Sejenak wanita itu terbengong melihat ekspresi Reno yang tak biasa. Pria itu seperti panik, lalu buru-buru meraih tisu.
"Pakaian Anda sedikit basah. Izinkan saya mengelapnya."
Rupanya ketika pecah konsentrasi, Mulan menyenggol gelas minuman miliknya sendiri tanpa disengaja. Gelas itu terbalik dan menumpahkan isi ke arahnya.
Reno yang melihatnya bergerak sigap menyelamatkan gelas itu dengan mendirikannya. Buru-buru meraih tisu untuk menghentikan alirannya.
Mulan masih dikuasai keterkejutan ketika Reno mengeringkan pakaiannya. Beruntung saat itu ia mengenakan celana panjang, bukan rok mini yang menunjukkan kaki jenjang.
Entah mengapa, tindakan refleks Reno barusan sukses mengubah cara pandang Mulan terhadapnya. Mulan bisa melihat ketulusan di mata Reno. Pria itu melakukannya secara naluriah. Hanya karena posisi yang berdekatan dan bukan dalam rangka untuk mencari perhatian. Reno melakukan itu murni untuk membantunya, sehingga tidak ada alasan bagi Mulan untuk berpikiran buruk terhadap Reno.
__ADS_1
"Anda baik-baik saja? Perlukah pergi ke toilet sebelum meeting ini dimulai?" tanya Reno lagi dengan nada cemas usai mengelap celana bagian lutut Mulan. Caranya juga begitu sopan, sehingga Mulan hanya diam membiarkan. Malahan ikut memperhatikan. Reno bertanya demikian sebatas untuk memastikan saja.
"Ah tidak." Mulan seperti tersadar. Ia kembali pada fokusnya. Wanita itu juga baru tahu ternyata yang lain juga ikut mencemaskannya. "Saya baik-baik saja. Kita bisa mulai meeting ini sekarang."
Saat itulah pandangan Mulan terarah pada Bara. Namun, seketika itu ia mendelik melihat ekspresi wajah pria itu.
Tatapan tajam. Tangan terkepal. Gesture macam apa itu? Tiba-tiba Mulan bergidik ngeri. Sikap diam Bara terasa seperti tengah mengintimidasinya. Apa mungkin pria itu tak terima?
Eh, tunggu-tunggu!
Cemburu? Apa mungkin Bara sedang cemburu? Ya. Mulan yakin Bara cemburu. Pria itu menunjukkan ekspresi seperti itu.
Entah mengapa, ada sesuatu yang menggelitik hati Mulan. Ada rasa bangga dan bahagia yang hadir bersamaan. Euforianya begitu terasa. Seperti ada kembang api meletup-letup di dalam sana.
Mulan sengaja menarik dua sudut bibirnya. Mengukir senyum yang hanya diketahui oleh Bara. Namun, sayangnya seketika itu pula Bara mengalihkan pandangannya. Bersikap dingin dan menyapa semua orang untuk memulai meeting.
Ah, bodo amat meskipun Bara sok tak peduli. Yang penting Mulan merasa puas karena melihat perasaan sebenarnya yang coba disembunyikan oleh Bara.
Ternyata ada bagusnya juga ia menumpahkan minumannya. Dan ... untuk keberadaan Reno sang mantan ... sepertinya bisa Mulan manfaatkan, hehe.
__ADS_1