Hot Duda Dan Seksi Mama

Hot Duda Dan Seksi Mama
Hanya pemanasan


__ADS_3

Meylisa yang tengah menyiram bunga dibuat terkejut oleh kepulangan Alexa yang menurutnya terlalu cepat. Ini masih pagi. Biasanya gadis itu baru kembali ke rumah ketika petang.


Namun, alis Meylisa mengernyit heran. Entah fakta atau hanya penglihatannya saja, tetapi ada yang aneh dari penampilan putrinya. Gadis itu terlihat kacau. Bukankah biasanya gadis itu selalu berjalan elegan? Tapi kenapa kali ini ia berlari untuk ke rumah setelah turun dari mobil? Apa karena terburu-buru ingin mengambil sesuatu? Tapi kenapa melupakan kebiasaan menyapa mamanya?


Tak tahan disiksa penasaran, Meylisa menaruh selang airnya dan bergegas menghampiri sang putri untuk kemudian bertanya memastikan.


"Sayang, kamu kenapa? Kok jam segini sudah pulang?"


Alexa yang berada di depannya seketika berbalik badan dan membuat Meylisa membelalak. Bagaimana tidak? Gadis itu bersimbah air mata. Bahkan pipinya juga terlihat memar.


"Alexa! Kamu kenapa, Sayang?" Panik, Meylisa segera mendekat lalu menyentuh pipi Alexa. Tak disangka, sentuhannya justru menyakiti Alexa hingga gadis itu memekik tertahan.


"Aow! Ini tuh sakit, Ma! Kenapa disentuh!"


"Maaf. Mama nggak tau, Sayang. Tapi kenapa bisa begini? Kamu habis jatuh ya? Atau kejedot?"


Meylisa mengerang mendengar pertanyaan mamanya yang tidak masuk akal. Sudah merasakan sakit, mamanya malah membuatnya bertambah kesal.


"Ini semua perbuatan Mulan, Mama! Dia yang udah bikin aku kayak gini!" Alexa meringis di sela tangisnya. Bahkan untuk bicara saja ia merasa kesakitan.


"Maksudnya?"


Alexa mengepalkan tangan saking geramnya. Entah mamanya itu terlalu lugu atau bodoh. Bahkan untuk mengartikan ucapan saja tidak bisa. Perlukah ia menjelaskan dengan sejelas-jelasnya?


"Dia nampar aku, Ma! Dia udah permalukan aku!"

__ADS_1


"Astaga!" Meylisa membelalak terkejut, terapi juga sulit percaya. Bukankah Mulan gadis yang lemah? Mana mungkin wanita lemah yang bisanya hanya pasrah itu membuat Alexa yang tak terkalahkan jadi seperti ini?


Namun, melihat emosi Alexa mau tak mau Meylisa jadi percaya. Entah ujian apa yang tengah menimpa keluarganya. Kemarin suaminya yang pulang-pulang langsung mengamuk. Dan sekarang putrinya yang pulang-pulang langsung menangis dengan penyebabnya orang yang sama. Besok lagi apa yang akan terjadi? Akankah Mulan menghakiminya juga?


Meylisa merangkul Alexa untuk menenangkan. Bagaimanpun juga ia ikut merasa sakit sekaligus resah memikirkan perbuatan Mulan. "Cup cup cup .... Tenangkan dirimu, Sayang. Ada Mama di sini." Ia mengusap bahu putrinya pelan.


Alexa menyandarkan kepalanya di bahu Meylisa. Sambil tersedu, ia pun berkata. "Aku nggak terima diginiin, Ma! Aku harus membalas Mulan lebih kejam dari apa yang dia lakukan!" Alexa mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke arah depan. Tangannya juga terkepal penuh tekad.


Sebagai gadis yang selalu unggul dan tak terkalahkan, jiwa pendendamnya meronta-ronta. Alexa ingat betul bagaimana dirinya bisa terbebas dari ancaman mematikan Mulan.


Ia yang terus menangis tanpa bisa melawan akhirnya dilepaskan Mulan tetapi dengan sebuah dorongan kuat.


Alexa tersungkur ke lantai dan membentur meja di depannya. Dahinya memang sakit oleh sisa benturan itu, tetapi tidak sesakit hatinya yang tak terima oleh kata-kata yang Mulan lontarkan kepadanya.


"Aku belum kalah, Mulan! Aku belum kalah!"


***


Mulan berkemas untuk pulang ketika arlojinya menunjuk angka empat. Wanita itu tetap terlihat ceria meski badan terasa lelah. Ada kelegaan tersendiri di hatinya setelah menyelesaikan meeting hari ini.


Ini adalah kali pertama pertemuannya dengan perusahaan besar EC CORPORATION. Meski pihak mereka hanya mengutus perwakilan saja, tetapi Mulan sudah puas sebab EC CORPORATION menerima baik rancangan perusahaannya.


Wanita itu terus mengembangkan senyumnya. Ini adalah awal yang baik untuk kembalinya Mulan lagi di perusahaan itu. Rupanya ilmu pengetahuan yang dimilikinya tak pernah hilang meski selama tujuh tahun lebih hanya menyibukkan diri mengasuh Rayyan dan berkutat di dapur restoran kecil. Kemampuannya masih berfungsi sebaik dulu.


Sayangnya dulu ia terlalu lemah hingga dengan bodohnya bersembunyi untuk melindungi sang putra. Namun, ternyata itu tak terlalu buruk sebab selama dalam persembunyian ia ditempa habis-habisan oleh keadaan untuk bertahan. Dan kini yang tersisa hanyalah Mulan yang kuat dan Mulan yang tabah.

__ADS_1


Sekarang ia yakin, keberadaan Bima dan keluarganya hanyalah kerikil kecil yang tidak akan bisa menghambat langkahnya menuju bahagia. Mereka bukanlah batu sandungan.


Usai pamit pada Cyndi ia bergegas pergi ke lobi. Mulan menenteng tas belanjaan sambil mengetik sebuah pesan balasan. Taksi online yang dipesannya sudah menunggu di depan kantor dan ia meminta sopir itu menunggunya sebentar.


Sayangnya, saat baru keluar dari kantornya, langkah wanita itu harus terhenti sebab ada seseorang yang sengaja menabrakan diri.


"Maaf. Saya nggak sengaja." Mulan yang terburu-buru enggan menatap wajah orang itu. Ia hanya memungut tas belanjanya yang terjatuh dan memutuskan bergegas pergi. Namun, sebuah cekalan pada pergelangannya memaksa wanita itu berhenti dan menatap penasaran pada wajah sang lawan.


Seketika Mulan membelalak. Sosok bertubuh jangkung dari masa lalunya itu menatap dengan ekspresi dingin.


"Kamu?" ucapnya syok dengan bola mata melebar.


"Hai Mulan. Apa kabar?" tanya pria itu tanpa ekspresi. Tetap seperti dulu meskipun tujuh tahun telah berlalu.


Mulan tercekat. Sesaat setelah berhasil menguasai diri ia terkejut melihat tangannya masih dalam cekalan Reno, hingga tanpa ragu-ragu ia menyentaknya sampai terlepas.


"Mau apa kamu ke sini!" sinisnya tak suka. Ia mundur dua langkah untuk menciptakan jarak dari mantan suaminya.


Reno tertawa kecil melihat reaksi yang ditunjukkan Mulan. Wanita itu masih sama seperti pertemuan terakhir mereka. Yaitu di hari pernikahan Mulan dengan Bara. Seharusnya Mulan tak perlu seperti ini, bukan? Mereka dulu tidak saling cinta. Memutuskan berpisah baik-baik. Bahkan Mulan sendiri yang meminta mereka tetap berhubungan baik, tapi kenyataannya apa? Mulan tiba-tiba menghilang dan muncul kembali dengan perasaan benci.


Salahkah jika Reno merasa curiga jika wanita itu menyembunyikan sesuatu berharga dari dirinya?


Alih-alih tersinggung dengan sikap tak bersahabat Mulan, Reno justru bicara dengan santainya. "Mulan, Mulan. Nggak usah sinis gitu kali. Aku ini cuma mantan suami kamu, bukannya preman pasar yang mau minta jatah harian. Aku cuma mau nyampein sesuatu hal sama kamu. Ya, bisa dibilang penting, tapi bisa juga dibilang nggak penting. Itu tergantung gimana penilaian kamu. Sepertinya pertemuan kita kali ini cuma pemanasan aja, soalnya untuk beberapa waktu kedepan, kita bakal sering-sering ketemu setelah proyek baru ini berjalan. See you next time ...."


Mulan hanya membelalak melihat Reno berlalu. Apa maksudnya dengan pemanasan?

__ADS_1


__ADS_2