Hot Duda Dan Seksi Mama

Hot Duda Dan Seksi Mama
Kedatangan Alexa


__ADS_3

"Alexa? Kau di sini?" tanya Mulan tanpa bisa menutupi keterkejutan. Bagaimana mungkin sepupunya itu ada di sana? Di teras rumah suaminya dan berdiri dengan sikap percaya diri.


"Pertanyaan macam apa ini, Mulan? Jelas-jelas aku berdiri di sini. Di hadapanmu, sepupuku," jawab Alexa dengan senyuman. Sama sekali tak merasa sungkan meski sepupunya menunjukkan ketidaksukaan. Ia malah menambahkan lagi dengan rentetan pertanyaan yang terkesan memojokkan Mulan. "Kenapa kau diam? Apakah begini caramu menyambut tamu? Aku ini bukan orang lain, loh. Aku ini keluargamu. Ajak aku masuk dong, Mulan. Perlihatkan padaku kemegahan rumah barumu ini. Kalau perlu suguhi aku minuman atau camilan kecil. Bukankah itu lebih sopan dari pada adu otot dengan para penjaga seperti barusan? Memangnya kau mau ke mana, Mulan? Ingin kabur? Tidak betah ya tinggal di sini berlama-lama? Seingatku, bukankah kalian menikah baru beberapa hari?"


"Kau ini bicara apa, Alexa. Sok tahu sekali, kamu. Memangnya siapa yang mau pergi dari sini, hah?" Mulan berdecak sambil tersenyum meremehkan. "Sepertinya kau salah menafsirkan apa yang kau lihat barusan. Aku hanya ingin menghirup udara segar di luar sana, tapi mereka melarangku dengan alasan udara malam di luar terlalu dingin untuk kulitku yang glowing ini." Mulan berusaha menyangkal meski dalam hati merasa geram lantaran aksinya tadi kedapatan oleh Alexa. Ia sendiri bahkan tak tahu sejak kapan Alexa berada di sana.


Terpaksa, kali ini Mulan harus sejenak mengesampingkan mencari Rayyan demi menyambut tamu parasit yang tiba-tiba datang tanpa diundang. Sepertinya ia juga perlu berpura-pura bahagia demi melindungi harga dirinya di mata Alexa.


"Oke. Masuklah, Alexa. Selamat datang di rumah suamiku, yang artinya rumahku juga," ujarnya memberi sambutan. Setelah itu dengan langkah anggunnya, Mulan mendahului Alexa masuk agar gadis itu mengikutinya. Tak lupa pula ia memberi perintah pada Alma untuk menjamu tamunya itu dengan baik. "Alma, layani Nona Alexa dengan baik, ya. Dia adalah sepupuku." Sepupu parasit, tepatnya.


"Baik, Nyonya," balas gadis itu patuh.


Dengan senyuman miring, Alexa melangkah maju mengikuti Mulan. Rupanya dibalik kunjungannya itu Alexa memiliki niatan buruk terhadap Mulan. Ia ingin membuktikan sendiri kebenaran yang tertangkap oleh instingnya sebagai wanita di hari pernikahan Mulan waktu itu, tentang hubungan sepupunya itu dengan suami yang baru beberapa hari ini menikahinya.


Memang, sepanjang acara pesta digelar, sepasang suami istri itu selalu menunjukkan kemesraan dan senyuman. Namun, kejeliannya dalam mengamati hubungan pasangan suami istri tak mampu ditipu oleh rekayasa seperti itu. Ia menangkap sesuatu yang mencurigakan.


Alexa yakin, kebahagiaan yang ditujukan Mulan dan Bara adalah rekayasa belaka. Mereka tidak saling cinta. Alexa sempat melihat Bara berbicara seperti mengancam pada Mulan. Saat itu Mulan sendiri sepertinya terlihat tak berdaya. Wanita itu hanya pasrah mengikuti keinginan Bara dengan mata berkaca-kaca.


Ada apakah gerangan? Mungkinkah ada sesuatu di balik pernikahan mereka? Alexa benar-benar penasaran. Teka-teki itu membuat jiwa julidnya meronta-ronta. Saat itu Alexa hanya bisa menyeringai diam-diam melihat keganjilan itu. Meski merasa menang, tetapi belum waktunya untuk bertindak.


Alexa tak menyangka jika Bara Aditama adalah pria muda berwajah tampan yang ternyata sangat kaya. Statusnya sebagai seorang duda sepertinya tak mengurangi kadar kesempurnaannya. Terlebih lagi pria itu tak memiliki keturunan dari istri terdahulunya.

__ADS_1


Diam-diam Alexa tersenyum penuh arti. Jika memang hubungan Mulan dan Bara diawali dengan hal yang tidak wajar, sepertinya dia memiliki celah untuk bisa memikat Bara. Ia memiliki paras cantik dan bentuk tubuh yang seksi. Sepertinya merebut perhatian Bara bukanlah perkara sulit untuknya.


Kembalinya Mulan benar-benar mengejutkan keluarga Alexa. Ketenangan mereka selama tujuh tahun ini akhirnya terusik juga. Dengan hadirnya Mulan, otomatis akan mengancam kesejahteraan kehidupan mereka. Karena bukan tidak mungkin jika wanita itu akan mengambil kembali seluruh haknya. Namun, Alexa memiliki seribu satu cara untuk menghancurkan Mulan. Dari sisi mana pun, termasuk dengan cara merebut suaminya.


"Katakan. Apa tujuanmu datang kemari?" tanya Mulan tanpa basa-basi setelah keduanya duduk dengan tenang di sofa ruang tamu dengan posisi berseberangan. Meski dirinya duduk dengan gaya elegan, tetapi mata Mulan menatap tegas ke arah Alexa menunggu jawaban.


Di ruangan itu hanya ada mereka berdua saat ini. Mulan sengaja menyuruh Alma dan beberapa orang penjaga untuk meninggalkan mereka berdua saja.


"Tidak ada tujuan khusus." Alexa menjawab tenang tanpa mengalihkan pandangannya dari Mulan. "Aku hanya kebetulan lewat di daerah sini, lalu tiba-tiba saja ingin mampir. Kenapa? Kau tidak suka aku mampir?" Ia mengangkat alisnya ketika bertanya.


"Entahlah Alexa. Menurutku aneh saja. Tapi kau tahu sendiri bukan? Diriku suka atau tidak suka, nyatanya kamu tetap mampir ke sini."


Alexa sontak terbahak mendengar penuturan Mulan yang menegaskan ketidaksukaannya dengan jelas. "Kau benar juga, Mulan. Nyatanya aku ada di sini, bukan?" tuturnya masa bodoh.


"Begitulah, Mulan. Karena aku memang selalu jadi diriku sendiri. Bukan hanya menjadi bayangan orang lain seperti kamu itu," balas Alexa dengan tatapan penuh arti. Ia mulai menjatuhkan mental Mulan dengan mengingatkan lagi masa lalunya yang kelam. Dengan terbukanya kembali luka-luka lama, Mulan akan merasakan lagi traumatis dan tekanan yang mungkin pernah diderita sehingga wanita itu memilih menghilang. Dan setelah Mulan mulai terprovokasi, ia akan langsung menyerangnya secara terang-terangan tepat di titik kelemahan.


Luar biasa bukan, rencana yang telah dirancang Alexa.


"Kita lihat saja. Seperti apa kekuatan orang yang kau anggap hanya bayang-bayang," sahut Mulan santai yang justru membuat Alexa terdiam heran.


Bagaimana mungkin Mulan yang dulu ia kenal lemah lembut dan rapuh kini bisa setenang itu membalas kata-katanya. Benarkah ini Mulan yang asli? Atau hanya orang lain yang mengaku-ngaku agar bisa menguasai harta peninggalan pamannya?

__ADS_1


Alexa berdeham kecil untuk menutupi keterkejutan. Ia akhirnya melontarkan pertanyaan untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Oh iya, di mana suamimu?" Alexa celingukan dan itu membuat Mulan kian heran.


"Kenapa mencari suamiku?"


"Aku hanya ingin menyapanya saja. Apa dia ada di rumah? Atau jangan-jangan, setelah menikah ia belum pernah pulang dan memilih untuk tidur di tempat lain? Aku rasa hal itu wajar untuk pria sempurna seperti Bara. Tentu saja pria itu akan memilih wanita yang lebih cantik dan lebih menggairahkan daripada memandang istrinya yang tak bisa menjaga penampilan seperti ini."


"Jaga ucapanmu, Alexa!" Tangan Mulan seketika terkepal. Gigi gerahamnya bergemelatuk menahan marah. Ia nyaris melayangkan tinjunya ke muka Alexa andai tak menyadari kebenaran yang gadis itu ungkapkan.


Iya. Alexa memang benar. Saking sibuknya memikirkan Rayyan, Mulan sampai lupa merawat dirinya sendiri, padahal hari ini suaminya pulang setelah beberapa lama berada jauh dari jangkauan.


Andai saja mereka menikah berlandaskan rasa cinta , mungkin Mulan akan lebih memperhatikan penampilan hanya untuk suaminya. Namun, jika faktanya seperti yang terjadi sekarang, ia bisa apa?


Mulan berusaha bersikap tangguh untuk menghadapi Alexa yang selama ini berusaha untuk menjatuhkannya. Ia tak ingin ditindas lagi oleh wanita seperti Alexa. Namun, sepertinya hal itu hanya sia-sia jika kata-kata Alexa sudah berhasil menampar perasannya. Mulan merasa tertohok.


Jika memang kelak Bara berselingkuh seperti Reno suaminya dulu, maka siapa lagi yang bersalah jika bukan dirinya sendiri? Ia yang sudah memberi celah seorang pelakor untuk menyelinap masuk ke dalam rumah tangganya. Jika terus dibiarkan, suaminya bukan hanya akan berselingkuh, tetapi dirinya juga akan dihempaskan jauh-jauh.


Alexa yang menangkap perubahan mimik wajah Mulan diam-diam menyeringai lantaran puas. Tampaknya, usaha Alexa untuk menyerang mental Mulan berhasil dan tepat sasaran. Lihatlah wanita itu sekarang. Tetap lemah dan rapuh seperti dulu, Mulan yang selalu pasrah setiap kali mendapatkan perundungan. Mulan sekarang ternyata tak jauh beda dari Mulan yang dulu ia kenal.


"Kenapa diam, Mulan? Apa kau menyadari sesuatu hal? Yang kukatakan adalah kebenaran, bukan?" sinis Alexa dengan senyum meremehkan di bibirnya. Namun, belum sempat Mulan menjawab, suara seseorang sudah lebih dulu terdengar menanggapi hinaan Alexa terhadap Mulan.

__ADS_1


"Untuk apa aku harus mencari wanita lain jika istriku saja sudah sangat cantik dan begitu menggairahkan?"


__ADS_2