Hot Duda Dan Seksi Mama

Hot Duda Dan Seksi Mama
Minggir!


__ADS_3

Dengan tubuh yang terpaku, Mulan berusaha menetralkan detak jantungnya yang tak terkendali. Wanita itu tak habis pikir, bagaimana kemarahannya bisa lesap begitu saja hanya karena tatapan mata seorang Bara. Ia seperti terperdaya. Beruntung, tadi pria itu langsung meninggalkan dirinya tanpa melakukan apa-apa. Sehingga kini Mulan bisa menghela napas lega setelah terbebas dari ancaman.


Berada satu ruangan dengan pria itu membuat dadanya merasa sesak. Mulan memutuskan segera pergi keluar kamar selagi Bara di ruang ganti pakaian. Entah, ke mana saja. Asalkan tidak bertatap muka dengan pria itu.


"Nyonya? Anda sudah keluar?" tanya Alma heran saat gadis itu berpapasan dengan Mulan. Ia mengerutkan kening melihat wajah nyonyanya yang tampak tegang. Padahal belum lama dirinya pamit undur diri, sang Nyonya justru sudah datang menyusulnya.


"Iya, Alma. Tiba-tiba aku merasa lapar," jawab Mulan beralasan.


"Hah? Bukannya tadi–"


"Sudah jangan dibahas!" potong Mulan gusar lantaran menyadari dirinya salah membuat alasan. Sehingga, tangan Alma yang sudah menunjuk ke arah kamarnya, langsung turun begitu saja. Gadis itu lantas mengangguk patuh mengikuti keinginan nyonyanya.


"Mari, Nyonya. Saya antar ke ruang makan."


Mulan mengunyah makanan di mulutnya dengan sangat lamban. Isi di dalam piringnya juga tak banyak berkurang. Padahal ia hanya sedikit memindahkan nasi dan lauk pauknya.

__ADS_1


"Nyonya, apa ada masalah?" tanya Alma memastikan setelah sejak tadi memperhatikan Mulan diam-diam. Istri Bara itu menghentikan kunyahannya, menatap Alma sebentar, lalu kemudian tertunduk dengan lemah.


"Aku harus mencari Rayyan ke mana, Alma?" lirihnya penuh kesedihan.


Alma yang mengerti perasaan Mulan hanya bisa mendekat lalu mengusap punggungnya pelan sebagai bentuk dukungan. Andai dirinya adalah kerabat dekat Mulan, pastilah Alma akan memeluk wanita itu untuk menguatkan. Memangnya apa lagi yang bisa ia lakukan? Seluruh pekerja bahkan tak ada yang tahu keberadaan Rayyan di mana. Alma bahkan belum pernah berjumpa dengan Rayyan.


"Aku memang ibu yang tidak berguna, Alma. Aku gagal menyelamatkan Rayyan dari mereka," keluh Mulan di sela isaknya.


"Nyonya. Belum bisa bertemu dengan Tuan kecil Rayyan bukan berarti Nyonya adalah ibu yang gagal," sahut Alma dengan nada menyemangati. "Bukankah Nyonya baru saja menikah dengan Tuan Bara? Bisa saja Tuan Bara sengaja menguji kesabaran Nyonya dengan menunda mempertemukan Nyonya dengan Tuan kecil. Kenapa Nyonya tidak berusaha merebut hati dan kepercayaan Tuan Bara dengan sikap Anda saja? Misalnya, menjadi istri yang baik untuk Tuan Bara, melayani beliau dengan sepenuh hati," usul Alma yang membuat Mulan seketika membelalak.


Alma menunduk dalam. Ia bungkam seribu bahasa, tak bisa menjawab pertanyaan Mulan.


Tiba-tiba Mulan berdiri dari duduknya. Mata wanita itu berkilat penuh tekad. "Sepertinya aku harus kabur dari sini, Alma. Aku harus pergi ke rumah Tuan Damar. Aku yakin mereka menyembunyikan Rayyan di sana."


"Nyonya jangan!" Belum sempat Alma mencegah, Mulan sudah lebih dulu mengayunkan langkah. Mulan sampai-sampai harus berlari kecil demi menyusulnya.

__ADS_1


Namun, tiba di pintu utama langkah Mulan harus berhenti sebab ada dua orang penjaga yang menahannya di sana.


"Minggir kalian!" titah Mulan dengan nada tinggi.


Dua pria berpakaian serba hitam itu saling pandang lalu menunduk penuh sesal. "Maaf, Nyonya. Kami mendapat tugas untuk menjaga keamanan rumah, termasuk melarang Nyonya keluar."


"Kalau aku bilang minggir ya minggir!" Mulan yang tak sabaran sudah mengangkat tangannya untuk mengerahkan tenaganya. Sepertinya ia perlu sedikit memaksa agar dua orang suruhan Bara itu memberinya jalan untuk keluar.


Namun, belum sempat Mulan memberikan keduanya pelajaran, seseorang tiba-tiba muncul dan menyapanya dengan nada riang. Mulan yang tak menyangka seketika mematung sambil menatap gadis itu dengan terperangah.


"Hai, Mulan. Apa kabar?"



__ADS_1


maaf cuma dikit🙏


__ADS_2