Hot Duda Dan Seksi Mama

Hot Duda Dan Seksi Mama
Bermuka dua


__ADS_3

"Untuk apa aku harus mencari wanita lain jika istriku saja sudah sangat cantik dan begitu menggairahkan?"


Dua wanita itu sontak menoleh ke sumber suara dan terkejut melihat sosok tegap yang berjalan memasuki ruangan. Bara muncul dengan balutan kemeja putih dan menggulung lengannya hingga sebatas bawah siku. Bawahannya ia mengenakan celana panjang warna hitam serta sepatu kulit warna senada. Pria itu berjalan menghampiri sofa dengan senyum maskulin yang terukir indah di bibirnya.


Berbeda dengan Mulan yang hanya terpaku menatap Bara, Alexa justru dengan sigap berdiri memberikan sambutan seraya menyapanya dengan nada ceria.


"Selamat malam Tuan Bara. Maaf, saya berkunjung ke kediaman Anda tanpa memberi kabar sebelumnya. Seharusnya ini bukanlah masalah besar, Kan? Mengingat saya adalah saudari sepupu istri Anda Mulan."


Bara tak menanggapi kalimat panjang lebar Alexa. Sebaliknya, pria itu justru memfokuskan pandangan pada Mulan lalu duduk mengambil posisi di samping istrinya itu dengan jarak sangat dekat.


"Kau baik-baik saja?" tanyanya sedikit cemas. Sementara Mulan justru menjawab dengan nada tidak suka.


"Tentu saja. Memangnya aku kenapa?"


"Baguslah." Bara menghela napas lega.


Mulan buru-buru membuang muka untuk memutus pertautan pandangan. Ia tak tahu mesti bagaimana. Kemunculan Bara yang tiba-tiba membuatnya merasa tidak siap.


Jujur, Mulan merasa tidak nyaman berada dalam situasi ini. Lebih-lebih lagi Bara berani menyentuh anggota tubuhnya tanpa sungkan. Pria itu melingkarkan tangan ke pinggangnya, lalu menariknya untuk merapat. Maunya apa? Untuk pamer kemesraan atau mencari perhatian pada Alexa?


"Ada tamu rupanya. Kenapa tidak memanggilku untuk gabung dan mengobrol bersama dengan tamumu itu, heum?" bisik Bara di telinga Mulan, yang sontak membuat tubuh wanita itu menegang lantaran tak menyangka. Meski Bara mengucapkan itu dengan lirih, tetapi ia yakin jika Alexa yang sejak tadi memperhatikannya juga turut mendengar apa yang ia katakan.


"Dia hanya mencariku saja." Mulan menjawab datar untuk menyamarkan kegugupan. "Lagipula kau sedang lelah, bukan? Aku pikir kau perlu istirahat sejenak setelah menempuh perjalanan jauh."

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak lelah. Lagi pula aku juga sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh," ujar Bara sambil mencium rambut Mulan.


Tak salah lagi. Ini adalah taktik buaya darat, batin Mulan. Julukan pria bermuka dua spontan ia sematkan pada diri Bara mengingat bagaimana dinginnya perilaku pria itu kepadanya di belakang orang banyak. Lebih-lebih lagi dengan sikap Bara yang hingga kini tak kunjung menepati janji, membuatnya kian merasa benci.


Alexa yang sama sekali tak Bara gubris akhirnya memutuskan duduk kembali dengan wajah getir. Matanya tak henti mengamati Bara yang terlihat mencemaskan istrinya dengan begitu berlebihan. Memangnya apa yang dia lakukan pada Mulan sampai Bara secemas itu? Toh Mulan baik-baik saja. Bahkan tetap hidup sampai sekarang.


Alexa yang menangkap sikap keberatan Mulan pada Bara diam-diam berbinar senang. Meski sama sekali tak digubris oleh Bara, tetapi ia memiliki keyakinan bisa mengambil hati pria itu cepat atau lambat.


"Tuan Bara ...." Akhirnya Alexa memanggil pria itu untuk menarik perhatiannya.


"Ya." Bara yang merasa terpanggil mau tak mau pun menoleh menatap Alexa. Ia bersikap ramah sekalipun tak mengenal siapa Alexa sebelumnya.


"Bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan kakak supaya terdengar lebih akrab? Memang sudah semang seharusnya seperti itu bukan, mengingat aku ini memanglah adik dari Mulan?"


Mulan yang melihat sikap hangat Bara pada Alexa langsung teringat akan trauma psikis yang pernah dialaminya dulu. Alexa seperti tak ada jera mengganggu ketenangan hidupnya. Bagaimana bisa gadis itu ingin melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya? Meskipun dirinya tak ada cinta untuk Bara, tetapi ia tak ingin Alexa merebut pria itu dari dirinya. Pernikahan tetaplah pernikahan sekalipun atas dasar keterpaksaan.


"Sudah selesai ngobrolnya? Kalau gitu, kamu bisa pulang, Alexa. Kamu tahu, kan, letak pintu keluar itu di mana?" usir Mulan dengan ketusnya dengan tatapan sinis pada Alexa. Semakin lama Alexa di rumahnya, maka masa depan pernikahannya akan terancam juga.


Dasar wanita tak tahu diri. Meski sudah diusir secara terang-terangan, tetapi bukannya bangkit mengikuti keinginan Mulan, Alexa justru mengadu kepada Bara.


"Lihatlah istrimu itu, Kak. Ada adiknya datang bukannya disambut dengan ramah, Mulan justru mengusirku secara kejam. Beginikah contoh sikap yang baik yang seharusnya dilakukan seorang kakak kepada adiknya?"


Seketika Mulan membuang muka lantaran muak dengan sikap berlebihan Alexa. Ratu drama itu kembali beraksi merebut perhatian suaminya. Ia benar-benar mual dan ingin memuntahkan isi perutnya, tetapi berusaha ditahan sebab sudah paham betul bagaimana sifat asli seorang Alexa.

__ADS_1


Jika dulu dirinya akan langsung menunjukkan sikap tidak sukanya dengan cara bar-bar, maka tidak akan terjadi dengan sekarang. Ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu.


"Kalau begitu puaskan hatimu bermain-main di rumah ini. Maaf, aku tidak bisa menemani karena sangat lelah. Aku harus pamit untuk beristirahat di kamar." Mulan bangkit dan berdiri. Sepertinya ia perlu menguji iman seorang Bara Aditama saat menghadapi wanita gatal seperti Alexa.


Namun, rupanya Mulan harus menelan pil kekecewaan. Bara bukannya mencegah dirinya pergi tetapi justru tersenyum manis dan mempersilahkannya ke kamar dengan sukarela.


"Selamat istirahat, Sayang. Have a nice dream."


Sial. Mulan mendengkus sebal. Terlebih lagi Bara mengucapkan itu sembari melambaikan tangan.


***


Mulan berguling ke kiri dan kanan karena gelisah. Sudah lebih dari satu jam setelah dirinya berpamitan, tetapi Bara tak kunjung masuk kamar. Bukan dirinya mengharapkan pria itu datang, tetapi dengan belum munculnya Bara di sana, berarti belum enyah pula Alexa dari rumah Bara.


"Lama sekali. Memangnya apa yang sedang mereka bicarakan?" gumamnya tak tenang. Lantaran tak tahan disiksa penasaran, Mulan memutuskan bangkit lalu berjalan mengendap keluar kamar.


Benar-benar memalukan. Mulan mengintip keduanya dari balkon lantai dua. Dengan perasaan was-was ia berdoa, semoga saja mereka tak menyadari dirinya di sana.


Mulan menggeram kesal. Dari posisinya saat ini ia tak bisa mendengar apa yang tengah dua orang itu bicarakan. Namun, dari tawa Alexa yang menggelegar, ia bisa menyimpulkan jika topik pembicaraan mereka asyik dan menyenangkan. Jangan-jangan ....


Mulan mulai menerka-nerka. Jangan-jangan dua orang itu sedang membicarakan keburukannya?


Mata Mulan mendelik melihat pemandangan yang sulit ia percaya. Alexa dengan tak tahu dirinya berpindah tempat duduk di samping Bara. Dia mau apa? Mulan tak sanggup melihat adegan selanjutnya. Ia pun memilih pergi ke kamar lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.

__ADS_1


__ADS_2