Hot Duda Dan Seksi Mama

Hot Duda Dan Seksi Mama
Pasangan Paling bahagia di dunia


__ADS_3

Bara menatap manik mata Mulan usai memberi nasihat kecil pada wanita yang sudah ia nikahi itu. Mulan seperti paham akan maksud dari ucapannya. Wanita itu bahkan mengangguk meski terlihat dipaksakan.


Wanita itu tampak melamun untuk beberapa saat. Entah apa yang tengah Mulan pikirkan, yang jelas ada sisi lain yang wanita itu tampakkan ketika menceritakan pengalaman kelam dari pernikahan terdahulunya.


Mendadak Bara teringat akan sesuatu yang menarik mereka pada pernikahan rumit ini. Jika bukan karena Rayyan yang tiba-tiba memanggilnya papa, mungkin pertemuannya dengan Mulan juga tidak akan pernah terjadi. Sepertinya ini menarik untuk ditelisik. Apa Mulan sengaja menunjukkan foto dirinya untuk menipu Rayyan atau bagaimana? Bara benar-benar merasa penasaran.


"Lantas, bagaimana bisa Rayyan menganggap aku ini adalah papanya? Memangnya cerita apa yang kau karang? Kenapa Rayyan menjadikan aku sebagai figur seorang papa?"


Mata Mulan langsung membeliak mendengar berondongan pertanyaan Bara. Ternyata pria itu menanyakan juga pada akhirnya.


Sekarang ia harus jawab apa? Mungkinkah Bara akan percaya jika imajinasi Rayyan saja yang terlalu tinggi, sehingga menganggap sosok yang ia ceritakan itu ada pada diri Bara Aditama?


"Saya–" Mulan menggigit bibir bawahnya. Di saat ia masih bingung harus mulai menjelaskan semuanya dari arah mana, Bara justru menatapnya seperti tak sabaran.


"Saya apa? Apa kau sudah tau siapa aku sebelumnya?"


"Bukan, Tuan. Anda salah paham jika berpikir saya sudah mengincar Anda."


"Lalu?"


"Saya hanya menggambarkan sosok papanya dalam ingatan Rayyan hanya melalui cerita saja. Tidak foto, juga lukisan. Saat saya menceritakan sosok papanya pada Rayyan, saya benar-benar menggambarkan bagaimana ciri fisik yang dimiliki oleh Reno. Dari perawakannya, dari postur tubuhnya, bahkan cara berpakaiannya. Semuanya real, tidak ada yang saya karang!"


"Hubungannya dengan saya apa?" Bara bertanya lagi. Sepertinya ia belujawaban yang Mulan kemukakan.

__ADS_1


"Demi Tuhan, Tuan. Semuanya tidak ada hubungannya dengan Anda." Mulan menjelaskan penuh kesungguhan. "Setelah beberapa waktu Rayyan tinggal bersama keluarga Anda, pernahkah Anda meneliti sifat Rayyan yang sebenarnya?"


"Lucu." Bara tertawa sinis. "Bisa-bisanya anak kecil seperti Rayyan menganggap diriku ini papanya, sementara kami belum kenal. Jika tidak ada gambaran yang mirip mana mungkin Rayyan bisa menyimpulkan."


"Mama ...!" Tiba-tiba Rayyan memanggil dari kejauhan, membuat dua orang yang tengah berbincang itu menoleh ke arah sana bersamaan.


Mulan dan Bara kompak tersenyum pada Rayyan yang tengah melambaikan tangan.


"Ma, main air sama Rayyan yuk! Seru loh."


Mulan hanya tersenyum sambil balas melambaikan tangan. Sebenarnya ia enggan main basah-basahan di depan Bara. Namun, bagaimana dengan Rayyan jika dia menolak ajakannya. Ah, tapi sepertinya ini ide bagus untuk menghindari perdebatan dengan Bara makin berkelanjutan.


Mulan akhirnya memutuskan bangkit dan menerima ajakan Rayyan. Namun, sebelum beranjak, ia menyempatkan diri untuk berucap pada Bara.


"Terserah Anda menilai diri saya seperti apa, Tuan Bara. Tapi saya tidak seburuk yang Anda pikirkan. Saya menghabiskan waktu lama untuk menepi dari kehidupan saya yang sebenarnya. Saya juga sebenarnya tidak ingin berada pada posisi sekarang ini, kok. Anda tenang saja. Suatu saat saya akan menjelaskan siapa papa kandung Rayyan yang sebenarnya."


Melihat keceriaan di wajah Rayyan, tanpa sadar Mulan menitikkan air mata di sela senyumnya. Akhirnya Rayyan bisa merasakan kebahagiaan keluarga yang utuh seperti teman-temannya. Walaupun hanya keluarga palsu yang belum jelas ke mana kisah mereka akan bermuara. Dan semua ini terjadi atas andil siapa juga? Bara lagi, kan? Semoga saja Rayyan tidak kecewa jika kelak anak itu tahu fakta sebenarnya.


Saat sedang bermain pasir, tiba-tiba Rayyan berhenti lalu mendekat pada mamanya. Bocah menggemaskan itu duduk tepat di hadapan Mulan, menatap wajah mamanya lekat-lekat hingga membuat Mulan bertanya-tanya.


"Rayyan. Ada apa, Sayang?"


"Mama tau, Rayyan hari ini seneeeeng banget bisa kumpul dan senang-senang sama Mama dan juga Papa. Tapi bolehkah Rayyan nakal dan minta sesuatu lagi? Rayyan ingin kita sering-sering jalan bareng kayak gini. Ketawa-ketawa. Mainan sama-sama. Bisa kan Ma?"

__ADS_1


"Bisa dong, Rayyan." Tiba-tiba suara Bara menyahut cepat. Membuat Mulan dan Rayyan menoleh bersamaan. Entah sejak kapan pria itu sudah berdiri tak jauh dari mereka. Bahkan sekarang tengah berjalan semakin mendekat.


"Beneran, Pa? Bakal sering-sering?" Bocah itu bertanya antusias. Lalu bersorak riang setelah Bara mengiyakan. "Yeyyy! Makasih, Papa." Tangan mungil itu memeluk leher Bara yang berlutut.


Ekspresi berbeda justru diperlihatkan Mulan pada Bara. Wanita itu terlihat tak suka dengan sikap Bara pada Rayyan. Kenapa dia memberi harapan Rayyan jika awal kedatangan mereka justru masih dipermasalahkan. Maunya pria itu apa coba?


Di saat Mulan memasang wajah tak bersahabat, Bara justru hanya menanggapinya dengan santai. Pria itu tanpa rasa berdosa duduk mengambil posisi tepat di samping Mulan. Wanita itu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Di saat Rayyan terkena dan sibuk dengan mainan pasirnya, ia buru-buru menegur Bara dengan kalimat sinisnya.


"Sebenarnya mau Anda itu apa, Tuan Bara? Anda ingin melukai hati putra saya dengan harapan-harapan palsu?" tanyanya penuh penekanan tetapi dengan nada pelan.


Bara yang saat itu tengah mencetak pasir langsung membalas pertanyaan Mulan dengan pertanyaan pula, tetapi tanpa memudarkan senyumnya dan tetap dengan nada santai.


"Harapan palsu yang mana yang Anda maksudkan, Nyonya Mulan?"


"Jawaban Anda pada permintaan Rayyan tadi!" tekan Mulan. "Rayyan itu anak saya, Tuan. Saya tidak suka orang lain memanjakan anak saya dengan cara yang salah. Lebih-lebih lagi dengan niatan balas dendam seperti Anda ini."


"Balas dendam?" Bara mengulangi kalimat Mulan dengan nada tanya, tetapi setelah itu langsung saja ia tertawa. "Astaga ..., kau ini sangat berlebihan ternyata ya. Memangnya siapa yang mau balas dendam?"


Mulan mendengkus lirih. Jelas-jelas pria itu sudah menabuh genderang perang, tapi kenapa sekarang tidak mau disalahkan?


Mulan yang saat itu tengah memandang sebal ke arah samping langsung terkejut saat Bara tiba-tiba melingkarkan tangannya ke bahu Mulan.


Wanita itu langsung membeliak panik dan memandang Bara dengan mata melotot penuh isyarat. Namun, sebelum Mulan menyampaikan protes kerasnya terhadap tindakan mendadak Bara, pria itu lebih dulu memperingatkannya.

__ADS_1


"Lihatlah anakmu yang tersenyum melihat kedekatan kita. Kau ingin Rayyan bahagia, bukan? Sebaiknya beraktinglah sedikit untuk hari ini, seolah-olah kita adalah pasangan paling bahagia di dunia. Bisa, kan?"


Mulan bergidik ngeri. Mengapa bisikan Bara terdengar sangat sensual di telinganya?


__ADS_2