Hot Duda Dan Seksi Mama

Hot Duda Dan Seksi Mama
Janji Rayyan


__ADS_3

Bibir Rayyan diam-diam mengulum senyum melihat Mulan menyuapi Bara dengan telaten. Ternyata ada bagusnya juga ia bersikap manja pada sang Papa. Kedua orang tuanya jadi terlihat romantis sebab sama-sama makan dari tangan yang sama. Sebuah hal langka yang baru kali ini dilihatnya.


Rayyan adalah saksi hidup bagaimana Mulan melalui hari-hari dengan penuh penderitaan. Bukan hanya saksi, sebab Rayyan juga ikut turut merasakan.


Tidak semuanya memang. Karena Mulan selalu berusaha membuat anak itu bahagia. Mulan selalu memastikan seluruh kebutuhannya tercukupi dengan keterbatasan yang dimiliki. Wanita itu selalu membuatkan makanan lezat, memberikan apa pun yang diminta Rayyan dan berusaha selalu ada setiap kali anaknya membutuhkan.


Namun, kebahagiaan seseorang bukan hanya diukur dari kecukupan kebutuhan lahir saja, bukan? Ada kebutuhan batin juga yang harus dicukupkan juga.


Itulah satu-satunya kelemahan Mulan saat itu. Ia tak bisa mengabulkan sebab Rayyan menginginkan keluarga yang utuh. Ada dirinya, ada Mama sekaligus Papa yang konon kata Mulan sedang mencari uang jauh di sana.


Rayyan berpikir itu sesuatu sederhana, sebab bocah itu hanya ingin merasakan hal yang sama dengan teman sebayanya. Tapi Rayyan tidak tahu jika hal itu sangat menyayat hati mamanya, terlebih pernikahan pertama Mulan terjadi bukan atas dasar cinta. Wanita itu merasa tersiksa, sehingga dengan terpaksa mengasingkan diri dari hiruk pikuk kehidupan kota.


Mencari papa yang lain?


No! Trauma itu masih membekas dan menghantui hari-hari Mulan. Dengan penampilan buruk rupa, memangnya siapa yang mau mendekati wanita seperti dia?


Rayyan tahu betul jika Mulan menyembunyikan kecantikannya. Jelas, itu sesuatu yang aneh menurut Rayyan. Di saat kebanyakan wanita selalu ingin tampil cantik di depan orang, mamanya justru berusaha menyembunyikan.

__ADS_1


Kenapa? Tak jarang bocah itu bertanya-tanya. Namun, Rayyan harus mempercayai sebuah jawaban yang tidak masuk akal dari mamanya.


"Kecantikan wanita itu hanya diperuntukkan suaminya saja. Papa Rayyan tidak ada. Jadi


sudah seharusnya Mama menyembunyikan kecantikan Mama. Lagi pula wanita cantik tanpa suami itu juga bisa mengundang bahaya." Begitu kata Mulan waktu itu.


Sehingga Rayyan pun bungkam, membungkus rapat-rapat rahasia itu tanpa berniat menceritakan pada siapapun.


Mulan adalah ibu terbaik yang Rayyan tahu. Tidak ada wanita seperti Mulan sepanjang yang ia kenal. Wanita yang pandai menyembunyikan luka dengan senyuman palsu yang ditampakkan. Wanita yang menjaganya seperti permata, menyayangi dirinya melebihi nyawa sendiri.


Rayyan hanyalah anak kecil, tetapi Rayyan sudah memiliki tekad untuk membahagiakan mamanya hingga akhir hayat nanti. Ia memang tak banyak bicara, tetapi Rayyan mengerti benar, di balik wajah cantik itu menyimpan begitu banyak luka. Entah seberapa dalam, Rayyan tidak tahu sebab Mulan selalu meyakinkan dirinya baik-baik saja.


Katakan selamat jalan pada penderita, Mama. Dan katakan selamat datang kepada bahagia. Bocah itu membatin penuh tekad.


Semenjak bertemu sang papa, Rayyan bisa melihat kebahagiaan terpancar di wajah mamanya. Senyuman ceria. Mata yang berbinar. Serta kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Setidaknya itu yang ia lihat dari pertemuan singkat mereka sejauh ini.


Rayyan rela memendam rindu pada Mama asalkan Mama dan Papa selalu bersama. Rayyan rela tinggal bersama Oma Ester, belajar dengan giat di sana demi kebersamaan kita kelak.

__ADS_1


Mama tahu, bagaimana sulitnya meyakinkan Papa saat itu?


Papa tak mengenali Rayyan, Ma. Rayyan begitu asing di mata Papa. Karena didikan Mama lah Rayyan tak lelah untuk berjuang. Penderitaan Mama yang membuat Rayyan tak mudah putus asa.


Ma ... jangan menangis lagi ya. Rayyan janji, air mata yang pernah Mama tumpahkan demi Rayyan akan Rayyan ganti dengan tawa bahagia.


Ma, ini kan kebahagiaan yang kita impikan? Memiliki keluarga utuh serta hidup layak dan berkecukupan. Tapi kenapa Mama terlihat canggung saat bersama Papa? Bukankah kalian berdua memang saling mencinta? Apa karena Papa terlalu lama meninggalkan kita?Ma, jika memang kenakalan Rayyan bisa menyatukan kalian, boleh kan Rayyan nakal saat berada di tengah-tengah kalian?


"Rayyan sikat gigi dulu, yuk. Cuci tangan, cuci kaki, ganti baju, kemudian bobo."


Rayyan menggeleng. "Nanti dulu, ya Ma. Rayyan belum ngantuk. Rayyan masih pengen ngobrol-ngobrol sama Papa dulu."


Seperti yang Rayyan duga, Mulan berusaha membujuknya seperti biasa. Dulu ia selalu patuh karena merasa kasihan pada mamanya. Namun, tidak lagi untuk sekarang. Kisah akan berjalan monoton jika alurnya lurus tanpa ada batu sandungan. Rayyan kecil ingin menghadirkan cerita berbeda dalam keluarga mereka. Sedikit membubuhkan permainan, sepertinya akan lebih seru, bukan?


Mulan yang biasanya sangat lembut dan penuh kasih kini mulai hilang kesabaran. Wanita itu merasa kesal. Bara akhirnya muncul sebagai super hero sang penolong Rayyan. Hingga pada akhirnya Rayyan menyandarkan diri meminta perlindungan pada si protagonis dari tatapan tajam si antagonis.


Bocah itu diam-diam menitikkan air mata saat merasakan sensasi haru luar biasa mendapatkan pembelaan dari seorang papa.

__ADS_1


__ADS_2