IF...(Seandainya)

IF...(Seandainya)
Liburan


__ADS_3

"Aya, sayang apa barang-barangnya sudah kamu siapkan semuanya?" tanya Andini sambil berjalan mendekati Cahaya yang sedang sibuk memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.


"Belum semuanya, ma. Apa mama perlu bantuan?"


"Ia, sayang. Bisa tolong belikan gula di supermarket depan sebentar? Kalau urusan baju mu, mama yang akan bantu"


"Ya, sudah tunggu sebentar ya ma" Andini mengangguk kepalanya.


-


-


Sore harinya, Keluarga Rudi Sudah tampak bersiap-siap ke bandara. Andini dan Cahaya memutuskan untuk duduk di paling belakang, karena di bangku ke dua, Ryan dan Rudi. Sedangkan Bisma duduk di samping pak Doni asisten papa Rudi yang sangat dipercayainya.


"Ma, berapa lama kita negara N?" bisik Cahaya pada Andini.


"Belum tahu, sayang. Kalau pekerjaan papa dan Ryan selesai, kita akan kembali..." Ryan yang duduk di bagian depan mereka, secara tidak langsung mendengar obrolan mereka berdua.


"Oh..." Jawab Cahaya dengan singkat.


"Kalau satu bulan disana, a**pa obat ku nantinya akan cukup?" gumam Cahaya dalam hati dengan resah. Karena obat yang biasa dia minum tinggal sedikit lagi.


"Sayang apa kamu sedang memikirkan sesuatu? Mama lihat kamu tampak sedang memikirkan sesuatu" ucap Andini saat melihat Cahaya yang tampak sangat gusar.


"Em..Ti.. tidak ma.. Hanya saja, aku takut tidak cocok dengan cuaca disana" ucap Cahaya dengan berbohong.


"Tenang saja, nak. Kamu pasti bisa..." Ucap Andini sambil menggenggam tangan Cahaya dengan tersenyum.


Saat mereka sampai di bandara, Cahaya meminta ijin pada kedua mertuanya untuk menghubungi Kevin. Kedua mertuanya sudah mengetahui siapa Kevin, sejak kejadian dimana dia pingsan di cafe milik Ryan.


Kedua mertuanya mengetahui hal itu karena secara tidak sengaja saat mereka ingin makan siang di Cafe milik Ryan, mereka melihat Cahaya pulang bersama Kevin. Kedua mertuanya yang melihat gelagat Cahaya yang tampak lemah, memutuskan untuk mengikuti Cahaya dan Kevin dari belakang.


Sejak saat itu mereka berkenalan dengan Kevin. Kedua mertuanya memutuskan untuk membawa Cahaya untuk tinggal bersama mereka. Keesokan harinya Kevin memaksa Cahaya untuk menceritakan semuanya apa yang terjadi. Karena desakan Kevin, Cahaya memberitahu semuanya.


Tentu saja Kevin sangat marah pada Ryan, terutama kedua orangtuanya Ryan. Kevin tidak menyangka selama ini Cahaya yang sudah seperti kakak kandungnya sendiri, telah mengalami hal paling menyakitkan. Kevin yang berniat untuk memberikan pelajaran pada Ryan, langsung dicegah Cahaya.


Cahaya berusaha untuk meyakinkan Kevin, kalau dia akan baik-baik saja. Cahaya meminta Kevin untuk memberikan dia waktu satu tahun lagi untuk menyelesaikan semuanya. Karena pernikahan Kontraknya dengan Ryan tinggal satu tahun. Akhirnya Kevin pun mengalah, karena dia sangat mengenal bagaimana sifat keras kepalanya Cahaya, enam tahun belakangan ini. Sangat berbeda dengan Kak Cahaya yang dulu.


"Kev, kakak dan keluarga dari Ryan akan ke Negara N. Tolong perhatikan kostsan kak Aya , ya." ucap Cahaya dengan suara yang pelan.


"...."


"Ia, kakak tahu. Bye Kev.." Saat Cahaya memutarkan tubuhnya, Cahaya sangat terkejut Ryan dibelakangnya dengan menatapnya.


Dengan cuek Cahaya mengabaikan Ryan dan memilih untuk kembali ketempat kedua mertuanya.

__ADS_1


Ryan yang tidak suka melihat Cahaya selalu menghindarinya sejak kejadian itu. Ryan selalu berusaha untuk meminta maaf pada Cahaya tapi Cahaya selalu saja menghindarinya.


"Mama dan papa sudah masuk kedalam..." ucap Ryan saat melihat Cahaya sedang mencari keberadaan kedua orangtuanya.


"Terimakasih..." Ucap Cahaya dengan ketus.


Cahaya dan Ryan bersamaan masuk kedalam, tapi tak ada satupun yang berbicara lebih dulu sampai mereka masuk kedalam pesawat pribadi milik Rudi.


-


-


Sesampainya mereka di Negara N, mereka langsung di jemput dengan orang kepercayaannya Rudi.


"Pagi pak..." sapa Richard orang kepercayaannya Rudi di negara N.


"Pagi. Sepertinya kamu semakin tambah gemuk setelah satu tahun kita tidak bertemu" ucap Rudi.


"Hahaha. Ya, begitu lah pak, semenjak saya menikah istri saya selalu memberikan saya makan yang banyak"


"Baguslah kalau begitu."


"Pagi Bu Andini..." sapa Richard dengan menundukkan kepalanya sedikit.


"Bukannya?"


"Menantu saya yang pertama sudah meninggal.."


"Maaf bu, pak Rudi saya tidak tahu." ucap Richard dengan menundukkan.


"Tidak apa-apa..." jawab papa Rudi.


"Ryan dimana bu? Bukannya pak Ryan juga ikut?" tanya Richard lagi karena dari tadi dia tidak melihat keberadaan Ryan.


"Tadi katanya mau ke toilet sebentar..." jawab Andini dengan lembut.


"Oh..."


"Oh, ya sayang perkenalkan ini Richard, orang kepercayaan papa disini. Richard ini sudah seperti anaknya papa" ucap papa Rudi sambil menepuk pundak Richard.


"Richard nona.." ucap Richard memperkenalkan dirinya pada Cahaya sambil mengulurkan tangannya.


"Cahaya. Panggil Aya, saja..." ucap Cahaya sambil membalas uluran tangan Richard.


"Baiklah, Aya selamat datang di negara N...."

__ADS_1


"Terimakasih..."


"Apa kau tidak ingin menyapa ku..." tiba-tiba saja Ryan sudah berada di belakang Mereka semua.


"Ryan..." Richard langsung memeluk Ryan dengan bahagia. Setelah itu dia juga memeluk Bisma.


"Sepertinya kamu semakin gemuk..." ucap Bisma.


"Hahaha. Itu karena istriku selalu kasih aku makan banyak..." ucap Richard dengan bangga.


"Ia...Ia...Yang sudah married itu..." ucap Bisma dengan tersenyum.


"Ya, sudah kalian lanjutkan obrolannya dirumah saja. Mama sudah capek..." ucap Andini.


-


-


-


Cahaya tampak sangat bingung kemana dia harus menyusun baju-bajunya. Karena lemari yang ada dalam kamar mereka sudah berisi baju-baju Ryan dan ada baju wanita yang diyakininya milik dari Mesya.


Karena tidak ingin ambil pusing, Cahaya memutuskan tidak mengeluarkan isi kopernya. Setelah itu dia mengambil baju santainya untuk dia pakai. Saat membuka kopernya Cahaya tampak sangat terkejut melihat isi tasnya baju-baju yang bukan miliknya.


"Sepertinya koper ku tertukar..." gumam Cahaya.


"Tapi tidak mungkin.... Kami naik pesawat pribadi milik papa Rudi, jadi tidak mungkin tertukar..." gumam Cahaya kembali.


Tok...tok..


"Aya..." Cahaya yang mendengar suara ketukan pintu dari luar dan menyebutkan namanya langsung bangkit berdiri.


"Mama..." Ternyata yang memanggilnya Andini.


"Loh, sayang kenapa kamu belum mandi? Mama ingin memperkenalkan kamu dengan istrinya Richard" ucap Andini yang tampak terkejut melihat Cahaya masih belum ganti baju.


"Begini, ma... Sepertinya koper ku tertukar, karena isinya bukan milik ku..." ucap Cahaya.


"Hahaha. Tidak mungkin tertukar sayang. Sebenarnya mama yang mengganti pakaian dari dalam koper mu. Mama ingin kamu memakai baju yang mama sediakan, ya. Yuk, cepat jangan sampai semuanya menunggu terlalu lama. Soalnya Ryan pastinya mau mandi juga.." ucap Andini.


"Ia, ma..."


Cahaya langsung mengambil baju yang menurutnya cocok untuk dipakainya di rumah. Setelah itu dia membersihkan tubuhnya yang sudah penuh dengan keringat.


****

__ADS_1


__ADS_2