
Satu persatu tamu yang datang memberikan selamat kepada Cahaya dan Ryan. Kolega bisnis Ryan yang pernah tertarik dengan Cahaya tampak sangat kecewa, apalagi saat ini Cahaya tengah mengandung anaknya Ryan, penerus keluarga Aditama.
Tak ada satupun yang berani menatap Cahaya lebih dari lima menit karena mereka akan mendapatkan konsekuensi dari Ryan. Bisa-bisa bisnis mereka diambang kebangkrutan. Mereka melihat Ryan memperlakukan Cahaya tampak sangat berbeda dengan Mesya, istri pertama Ryan.
"Mungkin karena wanita itu sedang hamil. Kamu tahu lah sendiri kan keluarga Aditama sudah lama menanti hal ini. Kamu tahu sendiri kan kalau menantunya keluarga Aditama yang pertama itu tidak sempurna, tidak bisa memberikan keturunan." bisik salah wanita yang hadir dalam acara.
"Benar juga, apalagi istrinya kini lebih cantik dari pada istrinya yang pertama."
Begitu lah kadang manusia bergosip, tanpa sadar mereka telah membuat orang kesal. Nayla yang berada duduk di belakang mereka tampak sangat emosi karena ucapan mereka.
"Lihat saja aku akan membuat semua orang berpikir bahwa kamu tidak cocok dengan kak Ryan..." gumam Nayla dengan tatapan tajam kearah Cahaya yang duduk bersama Ryan.
-
-
Saat Cahaya tengah asik menikmati makanannya bersama Ryan, dia dikejutkan dengan kehadiran Kiara dan Renaldo.
"Ryan, Cahaya selamat untuk kalian" ucap Renaldo dengan mengeluarkan tangannya pada Ryan dan Cahaya.
Ryan dan Cahaya membalas uluran tangan dari Renaldo. Sedangkan saat Kiara mengulurkan tangannya, hanya Ryan saja yang berjabat tangan. Tapi ada yang berbeda dari Ryan, Ryan yang biasanya tampak ramah menyambut Renaldo dan Kiara kali ini tidak. Ryan sudah mengetahui semuanya dari kedua orangtuanya. Ryan tidak menyangka kalau selama ini wanita yang penuh kasih sayang sama putrinya bisa membuang putrinya. Padahal usia Cahaya saat itu masih beberapa bulan.
"Terimakasih pa... Silahkan menikmati acaranya..." ucap Ryan dengan masih dingin.
"Tunggu, nak. Apa kami bisa bicara dengan Cahaya?" tanya Renaldo dengan tatapan memohon.
Karena sejak mereka mendapatkan undangan resepsi pernikahan Ryan dan Cahaya, Kiara tampak sangat bahagia. Kiara meminta Renaldo untuk meminta ijin pada Ryan untuk mengijinkannya bicara dengan Cahaya. Karena sudah beberapa kali Kiara meminta ijin pada Andini untuk mengijinkan menemui Cahaya, Andini tidak pernah mengijinkannya.
"Maaf pa, aku tidak bisa memutuskannya. Kalau istri ku mau bicara dengan kalian, aku tidak akan melarangnya. Tapi jika dia tidak mau, maaf kan aku aku tidak bisa kalian mendekati istri ku. Aku akan menghubungi kalian kalau aku sudah mendapatkan jawabannya, untuk saat ini tolong jangan..." ucap Ryan sambil menatap lembut pada istrinya.
"Baiklah kalau begitu. Papa dan mama akan menunggu kabar dari mu..." Ryan mengangguk kepalanya.
Setelah Renaldo dan Kiara pergi, Ryan menggemgam tangan Cahaya dengan erat sambil tersenyum.
"Maaf, aku tidak tahu kalau ternyata papa mengundang mereka" ucap Ryan.
"Tidak apa-apa, sayang." ucap Cahaya.
__ADS_1
Acara resepsi pernikahan Cahaya dan Ryan berlangsung dengan meriah, banyak para wartawan yang mengabadikan momen istimewa keluarga Aditama.
Ryan yang melihat Cahaya tampak sangat lelah memutuskan membawa istrinya untuk pulang lebih dulu. Mereka meminta ijin pada orang tuanya Ryan untuk pulang lebih dulu.
"Bisma ingat jangan membawa mobilnya dengan ngebut." Ucap Andini.
"Siap Tante"
"Baiklah kalian pulang lah."
Setelah meminta ijin pada Orang tuanya Ryan, Ryan menggandeng tangan istrinya keluar dari dalam gedung.
-
-
-
Esok harinya pagi-pagi kediaman keluarga Renaldo, Renaldo dan Kiara tampak sangat panik karena mendengar suara ribut dari dalam kamarnya Nayla.
"Nay, kamu kenapa nak? Ayo buka pintunya sayang...." ucap Kiara dengan panik.
"Pa, ayo dorong lebih kuat pintunya" ucap Kiara.
Brak...
Kiara dan Renaldo tampak sangat terkejut melihat kamar Nayla yang sudah seperti kapal pecah. Kiara berjalan menghampiri putrinya yang sudah tampak sangat kacau.
"Nayla apa yang kamu lakukan?" teriak Renaldo dengan emosi.
"Pa, jangan bentak Nayla seperti itu!" Kiara memprotes apa yang dilakukan suaminya pada putrinya.
"Dia pantas mendapatkannya, ma! Ini supaya dia sadar, apa yang diinginkannya tidak harus dia dapatkan!" ucap Renaldo.
Semalam sewaktu di pesta acara resepsi pernikahan Cahaya dan Ryan, secara tidak sengaja Renaldo melihat Nayla memasukkan sesuatu ke dalam minuman. Lalu menyuruh seseorang waiters untuk memberikannya pada Cahaya. Tentu saja membuat Renaldo terkejut, dia tidak menyangka kalau putrinya bisa berbuat jahat pada saudaranya sendiri, walaupun mereka berbeda ayah.
Renaldo langsung mencegah waiters itu melakukannya dan langsung menghampiri Nayla yang sudah tampak gugup menatapnya.
__ADS_1
Renaldo langsung mengajak Istrinya dan Nyala untuk pulang. Sesampainya di rumah, Renaldo yang sudah murka langsung menampar pipi Nayla dengan kuat. Kiara yang belum mengetahui hal itu sangat terkejut. Kiara sangat marah pada Renaldo. Renaldo yang tidak terima langsung memberitahu kepada Kiara apa yang dilakukan Nayla.
FLASH BACK
"Tidak mungkin Nayla melakukan hal itu, pa!" Kiara tidak mempercayai apa yang dikatakan Renaldo.
Kiara tahu kalau selama ini putrinya tidak menyukai Cahaya, tapi dia tidak percaya kalau putrinya akan mampu menyakiti orang lain, dan apalagi Nayla sudah mengetahui kalau Cahaya adalah kakaknya sendiri.
"Nayla katakan pada mama mu kalau kamu memang berniat untuk menyakiti Cahaya" ucap Renaldo.
"Ia... Aku memang mau melakukannya, tapi semuanya gagal karena papa!" tentu saja Kiara tampak sangat shock mendengarnya.
"Kamu itu, ya! Kamu sudah tahu kan kalau dia itu kakak mu! Kenapa kamu tega mau menyakiti Cahaya?" teriak Renaldo.
"Ah...Dia bukan kakak, ku! Kakak ku hanya satu, hanya Mesya! Apa ingin tahu kenapa aku mau menyakiti wanita itu? Itu karena kak Ryan!" teriak Nayla dengan emosi.
Renaldo yang mendengar ucapan putrinya sangat terkejut, sedangkan Kiara hanya menangis.
"Cukup aku mengalah dengan kak Mesya, kali ini aku tidak akan mengalah lagi" ucap Nayla.
"Apa maksud mu?"
"Asalkan papa tahu aku sudah lama mencintai kak Ryan, sebelum kak Ryan menikah dengan kak Mesya. Aku berharap kalau Tante Andini akan memilih ku untuk menjadi menantunya, ternyata aku salah! Tante Andini lebih memilih kak Mesya, padahal aku lebih cantik dan modis dari kak Mesya!" sungguh kali ini membuat Kiara dan Renaldo tercengang mendengar ucapan putrinya.
"Hiks hiks hiks... Kenapa aku harus mengalah lagi pada kakak ku sendiri, pa? Dia hanya kakak tiri ku..." ucap Nayla yang sudah berderai air mata.
"Asalkan papa tahu saat aku mengetahui kalau dia adalah kakak ku, aku berusaha untuk melupakan kak Ryan. Tapi aku tidak bisa pa...Hiks...hiks... Apa papa tahu apa kata para tamu tadi kalau mereka menghina kak Mesya, mereka malah menyanjung wanita itu" teriak Nayla lagi.
"Aku akan membuat pikiran mereka itu salah!, aku ingin membuat kalau wanita itu tidak layak untuk kak Ryan, aku akan menghancurkan apa yang yang paling disayanginya"
Plak..
Plak...
Renaldo menampar pipi Nyala dua kali dengan keras. Karena tamparan Renaldo yang sangat keras membuat Nayla jatuh ke lantai.
"Nayla..." Kiara yang tadi sudah mulai tenang sangat terkejut melihat putrinya jatuh akibat tamparan suaminya.
__ADS_1
***