
Cahaya hanya bisa diam membiarkan suaminya ******* bibirnya. Bisma, Cerry dan yang lainnya langsung membalikkan badannya. Sedangkan Nancy langsung mengepalkan tangannya menatap Ryan dan Cahaya. Hatinya sangat panas melihat Ryan mencium Cahaya didepan matanya. Ryan yang merasa dirinya sudah mulai tenang langsung menghentikan ciumannya dan menatap istrinya dengan tersenyum.
Cahaya langsung mengerucutkan bibirnya pada Ryan. Melihat itu, Ryan kembali lagi mengecup bibir istrinya dengan singkat. Tentu saja Cahaya langsung memukuli s untukuaminya kembali.
"Sayang lihat semua orang melihat kelakuan mesum mu..." ucap Cahaya dengan kesal.
Ryan malah menarik istrinya kedalam pelukannya tanpa mempedulikan protes istrinya.
"Kamu sudah lihat bukan? Keluar lah dari ruangan ku! Kamu tidak akan sebanding dengan istriku!" ucap Ryan tanpa menatap Nancy.
Cahaya yang mendengar ucapan suaminya langsung mengerti saat ini wanita yang berada di ruangan suaminya adalah wanita yang ingin menggoda suaminya. Cahaya yang ingin melihat wajah wanita yang menggoda suaminya dengan jelas langsung mendorong suaminya untuk melepaskan pelukannya.
"Nancy...." gumam Cahaya sambil menatap kearah wanita yang ada dihadapannya.
"Keluar dari ruangan ku.." ucap Ryan pada Nancy yang kini sedang menatap istrinya dengan tajam.
"Sayang tidak sopan mengusir tamu seperti itu." Cahaya menegur Ryan karena memperlakukan Nancy tidak sopan.
"Lama tidak bertemu nona Nancy, apa kabar anda?" Cahaya dengan lembut mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Nancy.
"Baiklah kalau nona tidak ingin berjabat tangan dengan ku! Maaf kan suami saya yang sudah memperlakukan anda dengan tidak sopan!" ucap Cahaya sambil memeluk pinggang Ryan dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
Cahaya sengaja melakukan hal itu karena ingin melihat wanita yang ingin merebut suaminya itu semakin panas. Ryan yang mengetahui kalau saat ini istrinya sedang membuat Nancy cemburu langsung mengikuti permainan istrinya.
Bisma dan yang ada dalam ruangan itu tampak menahan ketawa mereka karena mereka tahu kalau saat ini Cahaya sengaja melakukan hal itu. Nancy yang sudah tidak tahan lagi langsung bangkit berdiri dan memilih keluar dari ruangan Ryan dengan penuh kekesalan.
Setelah Nancy keluar dari ruangan itu, Cahaya langsung melepaskan pelukannya. Cahaya memutarkan tubuhnya menghadap suaminya.
"Kenapa Nancy bisa datang kesini?" ucap Cahaya sambil menatap tajam suaminya.
"Sayang aku mana tahu kenapa dia bisa datang kesini. Kamu kenal Nancy dari mana? Sepertinya kalian saling kenal..." ucap Ryan sambil berjalan kearah sofa dekat dengannya.
"Dia putri dari atasan ku dulu dimana aku bekerja sebelumnya, sebelum aku bekerja dengan mu. Hubungan kami memang tidak baik, karena sifatnya yang sangat sombong. Sayang katakan kenapa dia bisa datang kesini? Apa dia ingin menggoda mu?" ucap Cahaya sambil berjalan mendekati suaminya.
"Bisma bawa putra ku keruangan pribadi ku, biar putraku dapat istirahat didalam sana. Dan kalian jaga putra ku dengan baik dan sebagian dari kalian jaga pintu ruangan ku. Jangan sampai ada yang masuk kedalam ruangan ku, tanpa ijin dari ku!" ucap Ryan dengan santai.
"Baik, pak. Kalau begitu saya permisi pak, nona..." ucap Bisma dan yang lainnya bersamaan.
"Bisma ingat kamu harus ajarin sekretaris itu dengan baik. Aku tidak ingin ada kesalahan lagi kedepannya"
"Baik, pak!" Cerry yang mendengar hal itu membuat dirinya jadi ketakutan.
-
__ADS_1
-
Ryan yang melihat istrinya tampak menatapnya dengan tajam, langsung menepuk pahanya.
"Tidak mau. Sebelum kamu menjelaskan kenapa Nancy datang kesini!" ucap Cahaya yang mengerti apa maksud Ryan menepuk pahanya.
"Kalau kamu tidak mau, maka aku tidak akan mau memberitahu padamu!" ancam Ryan pada Cahaya.
"Ish, kamu ini..." meskipun kesal, Cahaya langsung mengikuti apa yang diminta suaminya, karena rasa penasaran sangat besar. Walaupun sebenarnya dia sudah mengetahui apa tujuan Nancy datang ke perusahaan suaminya. Hanya saja dia ingin mendengar langsung dari suaminya.
"Sekarang katakan apa Nancy datang untuk menggoda mu?" tanya Cahaya yang kini sudah berada dalam pangkuan suaminya. Ryan langsung mengangguk kepalanya.
"Apa kamu tergoda?"
"Apa kamu tidak percaya dengan suami mu ini?" tanya Ryan karena mendengar pertanyaan ke-dua Cahaya.
"Tentu saja aku mempercayai suamiku ini. Hanya saja aku ingin memastikannya" ucap Cahaya dengan menarik hidung suaminya.
"Dengar sayang, secantik apapun wanita itu dan seseksi manapun wanita yang diluar sana aku Ryan Aditama hanya mencintai istriku, yaitu Cahaya. Aku tidak akan menyia-nyiakan wanita yang rela mengorbankan nyawanya demi melahirkan putra ku. Hati ku sudah terisi penuh dengan namamu dan putra kita." ucap dengan serius menatap Cahaya.
Mendengar itu membuat Cahaya langsung memeluk erat suaminya. Cahaya merasa sangat bersyukur karena mendapatkan suami yang begitu mencintainya dan putra mereka.
"Terimakasih karena sudah mencintai ku sayang. I love you my husband" ucap Cahaya, sebelum melepaskan pelukannya.
"I love you too my Wife... " Ucap Ryan setelah mengecup bibir istrinya.
"Sekarang giliran mu sayang, katakan apa yang membuat mu datang ke sini?" tanya Ryan.
"Aku hanya bosan saja dalam rumah terus. Jadi setelah belanja dengan mama di mall, aku memutuskan ke sini."
"Mama?" Cahaya mengangguk kepalanya.
"Jadi mama kemana?"
"Selesai kami berbelanja, mama ada ketemuan dengan teman satu arisannya. Makanya kami datang kesini."
Tok...tok...
"Sepertinya ada yang datang..." ucap Cahaya.
"Biarkan saja! Aku hanya ingin bersama dengan mu, melihat wanita itu membuat tenaga ku terkuras..." ucap Ryan sambil menyandarkan kepalanya di bahu Cahaya.
Tok...tok..tok ...
__ADS_1
Lagi-lagi suara pintu ruangan Ryan diketuk.
"Mungkin itu urusan penting, sayang..." ucap Cahaya.
"Masuklah..." ucap Ryan dengan ketus.
Cahaya yang berniat untuk bangkit berdiri, Ryan malah memeluknya semakin erat. Sehingga membuat Cahaya sangat malu, karena Bisma melihatnya.
"Katakan apa yang membuat mu mengganggu ku!" ucap Ryan menatap Bisma dengan kesal.
"Astaga Ryan, kalau tidak mendesak aku tidak akan mengganggu mu..." gumam Bisma dalam hatinya.
"Pak, perwakilan dari Jepang sudah datang..." ucap Bisma.
"Tidak bisakah kamu yang menghandle mereka sebentar?"
"Mereka ingin bertemu dengan anda, pak."
"Baiklah, tunggu aku di luar."
"Sayang lebih baik kamu menunggu di ruangan pribadi ku. Aku hanya sebentar saja, setelah itu aku akan membawa kalian jalan-jalan ke taman." ucap Ryan.
"Baiklah, kami akan menunggu mu..."
-
-
-
Nancy tampak sangat kesal karena Cahaya tampak sengaja menunjukkan kemesraannya di hadapannya.
"CK...Apa sih gadis yatim piatu itu? Tidak papa dan Ryan sama saja! Mereka sangat suka dengan Cahaya. Akan ku pastikan dengan mu, hanya aku yang cocok dengan Ryan." gumam Nancy sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
-
-
-
Kini Renaldo, Kiara dan Naya makan malam bersama di restoran tempat dimana mereka pernah bertemu dengan Cahaya.
Naya, selalu memperhatikan ke arah luar jendela dan melihat sosok pria yang pernah menghiburnya sebelum dia dan keluarganya kembali ke Singapura beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
*****