IF...(Seandainya)

IF...(Seandainya)
Kebahagiaan Cahaya


__ADS_3

Tiga bulan kemudian


Hubungan Cahaya dengan keluarga mamanya semakin membaik. Meskipun awalnya agak canggung kalau mereka berkumpul dihari weekend, tapi rasa canggung itu lama-kelamaan menghilang begitu saja.


"Sayang ingat tidak ada lagi yang namanya penundaan acara liburan kita" ucap Ryan sambil memeluk istrinya yang lagi menikmati suasana malam hari dari balkon kamar mereka.


"Ia... sayang. Pekerjaan ku sudah selesai semuanya. Aku tidak menyangka hanya dalam dua bulan ini pendapatannya semakin besar dibandingkan bulan-bulan yang lewat.


Karena restoran yang dikelola Cahaya belum membaik, Cahaya meminta kepada Ryan untuk menunda acara liburan mereka ke kota Bali.


"Apa barang-barang kita sudah dipersiapkan?"


"Sudah sayang...." ucap Cahaya sambil memutarkan tubuhnya menghadap suaminya.


"Sayang apa kamu tahu aku sungguh tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Hubungan ku dengan mama Kiara dan Nayla mulai dekat." ucap Cahaya sambil tersenyum manis.


"Apa kamu bahagia?"


"Tentu saja. Ya, walaupun kadang kala aku selalu membayangkan kalau papa ada disamping ku." Ryan menarik istrinya kedalam pelukannya dan mengecup puncak kepala istrinya.


-


-


Cahaya tampak sangat terkejut melihat buku hariannya ada di ruang kerja suaminya. Padahal dia mengira kalau buku hariannya itu hilang sewaktu mereka di negara N.


"Sayang kenapa lama sekali? Kevin sudah datang...." tiba-tiba saja Ryan masuk kedalam ruangan kerjanya untuk memanggil Cahaya. Cahaya pergi keruangan kerjanya karena mau mengambil beberapa berkas yang akan diperiksa Kevin. Cahaya menatap kearah Ryan sambil menunjukkan buku diary nya.


"Bisa jelas kan pada ku?" tanya Cahaya sambil menatap suaminya dengan kesal.


"Itu buku diary mu, waktu di negara N tertinggal di kamar mu...." ucap Ryan dengan santai sambil mengambil buku diary Cahaya dari tangan Cahaya.


Dengan santainya Ryan duduk di bangkunya sambil membuka buku diary Cahaya. Cahaya yang melihat itu langsung menarik buku diary nya dari Ryan.


"Hahaha.... Sayang aku sudah membaca semuanya..." ucap Ryan dengan ketawa.


"Ish... Kenapa dibaca? Kamu itu tidak sopan..." ucap Cahaya sambil memukul-mukul tangan Ryan.


Saat Cahaya ingin memukulinya lagi ketiga kalinya langsung menarik Cahaya untuk duduk di pangkuannya.


"Apa kamu tahu sayang setiap aku membaca isi buku mu, hati ku terasa sakit. Aku tidak menyangka kalau perbuatan ku membuat mu menderita..." ucap Ryan sambil memeluk pinggang Cahaya.


"Tidak perlu diingat lagi sayang. Yang penting sekarang kamu akan selalu ada bersama ku sampai mau yang memisahkan kita. Berjanjilah kalau kamu tidak akan meninggalkan ku lagi..." ucap Cahaya.

__ADS_1


Cup...


"Aku janji sayang... Aku tidak akan meninggalkan mu sendiri lagi, kita akan selalu bersama..." Cahaya mengangguk kepalanya.


Tok...Tok...Tok...


"Tuan, nyonya... Keluarga pak Renaldo sudah tiba..." ucap bibi Mumun.


"Ia, bi..." jawab Cahaya dari dalam.


-


-


Sudah sepuluh menit lebih Kevin menunggu Cahaya dane Ryan kembali dari ruangan kerja Ryan. Kevin yang melihat baby Ezra sedang bermain dengan didampingi baby sister nya langsung memilih untuk kembali 6737Saat Kevin lagi menikmati waktunya bermain bersama baby Ezra, dia dikejutkan dengan kehadiran Nayla.


"Nayla...."


"Kevin..." gumam mereka berdua bersamaan dengan terkejut.


Kedua orangtuanya Nayla dan bibi Mumun tampak bingung dengan keterkejutan mereka berdua. Bibi Mumun lebih memilih untuk menghilangkan rasa penasarannya dan lebih memilih undur diri untuk memanggil majikannya.


"Sayang kamu mengenalnya?" tanya Kiara sambil menggoda putrinya.


"Emmm... I..ya ma..." jawab Nayla gugup, entah kenapa tiba-tiba saja Nayla tampak sangat gugup bertemu dengan Kevin kali ini dan perasaannya sangat bahagia.


"Sore om, Tante. Saya Kevin..." Kevin memperkenalkan dirinya pada kedua orangtuanya Nayla, Kevin juga mencium punggung tangan kedua tangan orang tuanya Nayla.


Renaldo dan Kiara tampak sangat senang karena Kevin anak muda yang masih memiliki sopan santun terhadap orang tua.


"Mama, Om, Nay, kenapa masih berdiri di sana?" ucap Cahaya yang baru saja datang menghampiri mereka di ruang tamu.


Kevin langsung menoleh pandangannya ke arah Cahaya, karena Cahaya memanggil mama pada wanita yang baru saja disapanya.


"Yuk kita taman belakang saja, mama dan papa sebentar lagi akan tiba. Mereka tadi ada urusan penting di luar. Kev, kamu juga ikut gabung ya. Ryan mengadakan acara party barbeque kecil-kecilan di belakang" ucap Cahaya.


Nayla langsung menatap kearah Kevin, berharap kalau Kevin menyetujuinya. Tapi ras penasarannya kenapa Kevin bisa ada di kediaman keluarga Aditama menghampirinya. Apalagi dia dapat melihat jelas kalau Cahaya seperti sangat mengenal Kevin.


"Oke kak..." jawab Kevin dengan singkat.


"Je, biar saya saja yang menggendongnya" ucap Cahaya pada baby sitter Jeje.


"Baik, kak..."

__ADS_1


Mereka semua bersama-sama menuju taman belakang. Nayla terus memperhatikan Kevin yang tampak sangat akrab berbincang dengan Jeje, baby sister nya baby Ezra.


"Sepertinya seluruh keluarga ini sangat mengenal Kevin." gumam Nayla sambil menatap Kevin dan Jeje.


"Kev, kesini bantu aku!" ucap Bisma saat melihat kehadiran Kevin. Tanpa bantahan Kevin langsung menghampiri Bisma yang lagi mempersiapkan panggangan. Sedangkan Jeje membantu bibi Mumun untuk mempersiapkan yang lainnya.


"Je, tolong berikan ini pada pak Kevin ya..." ucap bi Mumun.


"Baik, bi. Banyak amat yang mau dipanggang bi..."


"Kata tuan Ryan biar semua yang ada dirumah ini juga dapat"


"Oh... Ya, sudah aku antar ke kak Kevin dulu ya Bi...."


"Kak, ini makan yang ingin dipanggang ya..." ucap Jeje pada Kevin.


"Thanks Je..."


"Oh, ya apa ada yang bisa Jeje bantu?"


"Tidak perlu, biar saya dan pak Bisma saja yang panggang nya. Kamu duduk saja dulu" ucap Kevin sambil tersenyum.


"Ngak ah! Aku disini saja memperhatikan kak Kevin memanggang" ucap Jeje dengan menunjukkan gigi putihnya.


"Oh, ya bagaimana skripsi mu apa sudah selesai?" tanya Kevin.


Kevin sangat mengenal Jeje, karena Jeje salah satu anak panti asuhan dimana Kevin dan Cahaya dibesarkan. Karena tinggal skripsi, Jeje memutuskan untuk mencari pekerjaan. Maka karena itu Cahaya menawarkan pada Jeje untuk menjadi baby sister putranya.


"Baru bab dua kak...."


"Kamu ini! Kenapa lama sekali?"


"Hei, mengerjakan skripsi itu susah tahu kak..."


"Je, bagaimana kalau saya bantu kamu mengerjakan skripsinya?" tiba-tiba Bisma memberikan tawaran pada Jeje.


"Benarkah? Pak Bisma mau bantu saya?"


"Ya..." jawab Bisma dengan cepat.


"Kamu ini mendapatkan bantuan dari pak Bisma langsung bahagia" ucap Kevin sambil menarik hidung Jeje.


"Biarkan saja, lagian pak Bisma yang mau kok!" ucap Jeje sambil mengulurkan lidahnya. Bisma yang melihat tingkah Jeje seperti itu membuat dia sangat gemas melihatnya. Kevin hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.

__ADS_1


Di bagian sudut yang lain, Nayla tampak sangat cemburu melihat bagaimana interaksi Kevin bersama Jeje. Entah kenapa hatinya sangat panas melihat hal itu.


******


__ADS_2