IF...(Seandainya)

IF...(Seandainya)
Hari pertama


__ADS_3

Cahaya tampak sangat menikmati pekerjaannya yang baru, walaupun awalnya dia belum terbiasa. Tapi setelah Riki, salah satu kepercayaan Ryan untuk mengurus restorannya. Riki saja tampak sangat kagum dengan Cahaya yang dapat langsung mengerti menjalankan pekerjaannya.


Apalagi saat Cahaya menyampaikan pada semua pegawai tentang apa yang harus mereka kerjakan untuk mengembalikan masa jaya restoran seperti dulu.


Selesai memeriksa pembukuan keuangan restoran, Cahaya meminta Riki untuk menemaninya memeriksa keadaan dapur restoran. Berhubung restoran tampak sangat sepi membuat Cahaya dapat melihat suasana dapur.


Cahaya tampak sangat kagum dengan kebersihan restoran, dan setiap makanan yang tersimpan di lemari pendingin makanan yang masih segar. Setelah melihat hasil dapur nya, Cahaya meminta Riki untuk ke ruangannya.


"Bisa katakan pada saya sejak kapan restoran ini mulai memburuk?" tanya Cahaya yang kini sudah duduk di bangkunya.


"Satu tahun belakangan ini, Bu. Sejak Pak Ryan sibuk dengan urusannya. Apalagi beberapa pelanggan selalu mengeluh mulai bosan dengan menu makanan yang begitu-begitu saja dan ada beberapa juga yang mengeluh karena restoran kita tidak memiliki tempat aman untuk anak-anak mereka bermain."


"Baiklah, kamu bisa melanjutkan pekerjaan mu."


"Baik, Bu. Kalau begitu saya permisi dulu, Bu!" Cahaya mengangguk kepalanya.


Cahaya melihat jamnya yang sudah menunjukkan jam empat sore dan melihat putranya masih nyaman dalam tidurnya di kereta bayinya. Sedangkan baby sitter Putranya Jeje juga ikut tidur di kursi yang ada dalam ruangannya.


Karena pekerjaannya sudah selesai, Cahaya memutuskan untuk keluar dari ruangannya untuk melihat para pegawainya yang sedang tampak sangat sibuk bekerja. Karena menjelang Sore, para tamu sudah pada berdatangan.


Dert...Dert...Dert...


Cahaya yang tadinya tampak lesu karena kelelahan, langsung sumbrigah karena melihat nama yang tertera di hp nya.


"Sepertinya kamu sangat merindukan ku...." ucap Ryan sambil menatap video istrinya yang tampak sangat bahagia saat mengangkat Vc nya...


"Apa kamu tidak merindukan mu juga?" tanya Cahaya dengan pura-pura memanyunkan bibirnya.


"Tentu saja aku merindukanmu. Malahan aku ingin sekali kamu selalu ada disamping ku dalam waktu 24 jam."


"CK... Apa kamu pikir aku kan mau?"


"Hahaha. Tentu saja aku tahu kalau kamu tidak akan mau. Kalau aku memaksa mu, itu artinya aku sangat egois"


"Ah, so sweet nya suami ku..." ucap Cahaya sambil dengan menunjukkan gaya imutnya.


"Kalau saja aku di samping mu, pasti langsung ku terkam kamu"


"Hahaha...." Cahaya ketawa mendengar ucapan suaminya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan putra kita? Apa dia sangat rewel?"


"Tidak, dia sangat baik. Setiap aku sibuk dengan pekerjaan ku, pasti dia akan selalu diam dan sibuk bermain dengan Jeje"


"Sayang satu jam lagi aku akan datang menjemput kalian, ya...


"Oke sayang..."


"ya, sudah aku lanjutkan pekerjaan ku dulu ya..." Cahaya mengangguk kepalanya.


-


-


Bugh...


Nayla sangat terkejut karena tiba-tiba saja seseorang telah menabraknya dari belakang. Nayla yang sangat kesal karena mobilnya ditabrak dari belakang, tanpa pikir panjang langsung menepikan mobilnya. Dengan emosi Nayla keluar dari dalam mobilnya, dia tidak melihat keberadaannya saat ini di daerah yang sepi.


Nayla menatap tajam mobil yang menabrak mobilnya. Dengan langsung cepat dia berjalan mendekati mobil yang sudah menabraknya tadi, yang kini sudah berhenti.


"Keluar...." teriak Nayla sambil menggedor-gedor kaca mobil itu.


"Ku bilang keluar kamu bodoh!" teriak Nayla lagi.


"Ada apa nona? Apa kamu butuh teman?" ucap salah satu dari pria itu.


"CK... Jaga bicaramu, tuan! Apa kalian tidak bisa membawa mobil kalian dengan benar?"


"Hahaha. Maaf nona kami tidak bisa membawa mobil dengan benar, bagaimana kalau nona yang manis ini mengajarkan kami" ucap pria itu lagi sambil berjalan mendekati Nayla.


Tentu saja membuat Nayla sangat ketakutan, apalagi dia baru menyadari kalau jalan yang dilaluinya sangat sepi. Nayla yang sangat takut, memilih melangkah mundur.


"Mau kemana nona?" Pria itu langsung menangkap tangan Nayla karena Nayla berniat untuk pergi hadapan mereka.


"Lepaskan tanganku, bre*****!" teriak Nayla.


"Lebih baik kita bersenang-senang, nona yang cantik..." ucap pria itu dengan memandang Nayla dari atas Sampai kebawah.


Nayla berusaha untuk melepaskan diri dari para pria itu, tetapi semuanya sia-sia. Pria itu berhasil menarik Nayla untuk masuk kedalam mobil mereka.

__ADS_1


"Lepaskan aku...." Teriak Nayla lagi sambil memberontak untuk dilepaskan. Salah satu dari mereka yang ada dalam mobil langsung menutup mata Nayla dan mulutnya.


"Emmmmm...."


"Siapapun tidak akan ada yang bisa membantu mu nona..." ucap salah satu dari mereka.


Nayla yang merasa kalau apa yang dilakukannya sia-sia, mulai menangisi nasibnya. Nayla merasa bersalah karena tadi tidak mendengar ucapan papanya untuk pulang bersama.


Nayla berdoa dalam hatinya berharap akan ada seseorang yang membantunya untuk lepas dari para pria yang berniat untuk melecehkannya.


Saat pria yang yang menarik Nayla tadi ingin masuk kedalam mobilnya, langsung meringis kesakitan karena kepalanya dipukul dari belakang. Pria itu memutarkan tubuhnya menghadap kebelakang.


"Kau..."


Bugh...


Belum selesai bicara pria itu langsung tersungkur di tanah karena bagian perutnya dipukul dengan keras.


"Bre*****! Beraninya kamu ikut campur urusan kami..." ucap yang tadi menahan Nayla untuk tidak keluar.


"Belajar untuk menghargai seorang wanita, tuan! Apa kalian tidak malu menganiaya seorang wanita yang sudah lemah?" ucap pria yang memukuli salah satu pria yang ingin melecehkan Nayla.


"Emmmm..." Nayla mendengar ucapan pria itu langsung semangat kembali dan menghentikan tangisannya.


"Hahaha. Apa kamu berpikir kalau aku akan takut dengan mu?" ucap pria itu dengan emosi.


Akhirnya perkelahian pun terjadi. Awalnya pria itu sempat kalah karena lawannya dua orang Tapi dengan cepat pria yang baik itu dapat mengambil ahli kemenangan. Kedua pria yang jahat itu sudah terkapar di atas tanah. Karena melihat dua penjahatnya sudah terkapar, Pria itu langsung lari untuk membantu Nayla yang masih terikat dalam mobil para penjahat itu.


Nayla sangat yang sangat ketakutan langsung memeluk pria itu setelah penutup mata dan mulutnya. Nayla terus menangis dalam pelukan pria itu.


"Tenang lah nona, semuanya baik-baik saja. Sekarang lebih nona memanggil polisi, biar saya mengikat mereka dulu sebelum mereka bangun." Nayla mengangguk kepalanya.


Setelah mengikat para penjahat itu, pria itu kembali ke mobilnya dan mengambil minuman untuk Nayla.


"Minumlah...."


"Terimakasih...."


Saat Nayla minum air yang diberikan penolongnya, Nayla sangat penasaran dengan wajah yang penolongnya.

__ADS_1


"Kamu..." Nayla secara refleks Langsung bangkit berdiri dan menunjuk penolongnya itu dengan terkejut


*****


__ADS_2