IF...(Seandainya)

IF...(Seandainya)
Kejutan untuk Cahaya


__ADS_3

Malam harinya, Ryan mengajak. Cahaya untuk makan malam berdua. Awalnya Cahaya menolak karena ingin menikmati makan malam bersama dengan yang lainnya. Tapi karena Ryan membujuknya akhirnya Cahaya setuju.


Saat mereka sampai di salah satu restoran yang tidak jauh dari apartemen Cahaya, Ryan terus memeluk pinggang Cahaya. Ryan ingin menunjukkan kepada semua orang kalau Cahaya adalah wanitanya.


Saat mereka masuk mereka langsung disambut dengan ramah dan dibawa ke salah ruangan yang sudah dibooking Ryan.


Cahaya tampak sangat tertegun karena suasana ruangan itu tampak sangat romantis. Ruangan itu sudah dihias dengan lilin dan bunga-bunga lily, bunga yang disukai Cahaya.


Dengan penuh perhatian Ryan menuntun Cahaya untuk duduk di kursi yang disediakan untuknya.


"Kapan kamu siapkan?" Tanya Cahaya sambil menatap Ryan yang masih berdiri disampingnya.


"Sebenarnya bukan aku yang memperingatkannya, aku meminta Bisma untuk membantu ku. Apa kamu tidak suka?"


"Suka banget, aku hanya kaget saja"


"Kamu tunggu sebentar ya...." Cahaya langsung menangkap tangan Ryan sebelum pergi.


"Kamu mau kemana?"


"Aku akan kembali sebentar lagi...." ucap Ryan dengan menepuk tangan Cahaya menggenggam tangannya.


Setelah Cahaya melepaskan tangannya, Ryan langsung berlari ke luar. Cahaya terus memperhatikan kearah pintu dimana Ryan keluar tadi.


Beberapa menit kemudian Cahaya tampak sangat bingung karena saat pintu terbuka empat orang pria memainkan alat musik biolanya. Keempat pria itu memainkan lagu selamat ulang tahun. Cahaya tampak bingung, kenapa keempat pria itu memainkan musik ulang tahun dihadapannya.


Saat dia ingin menghentikan keempat pria itu, Cahaya terkejut Ryan datang sambil membawa buket bunga mawar dan ada beberapa orang dibelakang Ryan.


Saat melihat jelas siapa yang dibelakang Ryan, Cahaya menutup mulutnya dengan tangannya karena melihat Kevin, kedua mertuanya dan Bisma datang sambil membawa kue yang sangat indah.


"Happy birthday sayang..." ucap Ryan dengan tersenyum sambil memberikan bunga mawar yang dibawanya untuk Cahaya. Mendengar ucapan selamat ulang tahun dari Ryan, Cahaya tampak diam saja dengan meneteskan air mata.


"Sayang apa kamu tidak suka?" melihat Cahaya meneteskan air matanya, Ryan tampak bingung.


"Sayang apa kamu tidak suka?".


"Hiks hiks hiks. Suka banget...."

__ADS_1


"Jadi kenapa kamu menangis?" Ryan menghapus air mata Cahaya yang berhasil keluar.


"Ini air mata kebahagiaan. Aku tidak menyangka kalau kamu masih ingat, padahal aku lupa..." Ryan langsung menarik Cahaya kedalam pelukannya.


"Aku tidak akan pernah lupa sayang, mulai saat ini dan seterusnya kita akan merayakan ulang tahun mu bersama" Cahaya mengangguk kepalanya dengan bahagia.


"Ma, pa..." Cahaya melepaskan pelukannya dan berjalan mendekati kedua mertuanya.


"Selamat ulang tahun ya, nak." Rudi yang sudah sangat menyayangi menantunya seperti putrinya sendiri langsung memeluk Cahaya.


"Terimakasih pa..." Rudi mengangguk kepalanya.


"Sayang selamat ulang tahun ya, mama akan selalu mendoakan agar kamu selalu diberikan kebahagiaan" ucap Andini sambil memeluk Cahaya.


"Terimakasih ma...." setelah itu Cahaya mendekati Kevin.


"Kak Aya selamat ulang tahun..." ucap Kevin sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Cahaya.


"Biar aku saja yang menggantikan istri ku untuk memeluk mu..." Ryan yang berdiri di dekat Kevin langsung memeluk Kevin.


"Astaga!" Kevin langsung mendorong tubuh Ryan dengan kesal. Cahaya dan yang ada dalam ruangan itu malah tertawa melihat tingkah kekanakan Ryan.


"Happy birthday...." ucap Bisma sambil menatap Ryan yang sudah memerah wajahnya karena menahan amarahnya.


"Bisma apa-apaan kamu ini, kamu sudah kelewatan batas..." ucap Ryan sambil menarik Cahaya dari pelukan Bisma. kedua orangtuanya Ryan dan Kevin yang mengetahui kalau Bisma ingin menggoda Ryan menahan ketawanya. Begitu juga dengan Cahaya, Cahaya berusaha untuk menahan ketawanya.


"Hahaha. Memang apa yang telah ku lakukan? Om, Tante, Kevin apa aku sudah kelewatan batas?" ketiga orang yang ditanya langsung geleng kepala.


"Lihat mereka mengatakan kalau aku tidak salah. Sekarang kita tanya dengan Cahaya. Nona Cahaya apa aku melakukan kesalahan?" Cahaya yang masih ingin melihat Ryan cemburu langsung menggeleng kepalanya dengan tersenyum. Dengan posesifnya Ryan menarik Cahaya kedalam pelukannya.


"Untuk kali ini aku memaafkan mu, tapi tidak untuk lain kali. Hanya aku yang bisa memeluknya" ucap Ryan dengan dingin.


"Siapa yang bilang kalau hanya kamu yang bisa memeluk ku?" tanya Cahaya sambil


mendongakkan kepalanya menatap Ryan.


"Tentu saja aku. Aku sebagai suami mu, tidak mengijinkan siapapun untuk memeluk mu" ucap Ryan. Semuanya langsung ketawa karena melihat bagaimana posesifnya Ryan pada Cahaya.

__ADS_1


-


-


Cahaya tidak menyangka kalau Ryan banyak memberikan kejutan dihari istimewanya hari ini. Saat mereka kembali dari acara makan malam, Cahaya sangat terkejut melihat suasana kamarnya yang sangat berbeda.


Taburan bunga mawar ada di atas tempat tidur mereka. Ryan yang berdiri di belakang Cahaya memeluk Cahaya dari belakang.


"Mulai sekarang aku akan selalu memberikan kebahagiaan untuk mu" bisik Ryan ditelinga Cahaya.


"Terimakasih...." ucap Cahaya dengan tulus.


Ryan melepaskan pelukannya dan memutarkan tubuhnya Cahaya menghadapnya. Setelah itu dia berlutut di hadapan Cahaya dan mengeluarkan kotak kecil merah dari saku jasnya.


"Will you marry me?" Cahaya sangat terkejut apa yang dilakukan Ryan padanya.


"Bukannya kita sudah menikah?"


"Benar kita sudah menikah, aku hanya ingin kita mengulang dari awal lagi. Aku ingin melamar mu secara resmi dan karena kita belum membuat acara resepsi pernikahan, aku ingin kita membuat acara resepsi pernikahan kita. Aku mau semua orang tahu kalau Cahaya istri dari Ryan Aditama" Cahaya sangat terharu mendengar apa yang direncanakan Ryan untuk mereka.


"So, Will you marry me?" Cahaya langsung mengangguk kepalanya dengan cepat. Setelah mendapat jawaban dari Cahaya, Ryan memasangkan cincinnya di jemari Cahaya.


Karena sangking terbawa suasana Ryan tidak bisa mengendalikan dirinya. Maklum sudah lama Ryan tidak pernah melakukannya, sehingga membuat dia sangat rakus ******* bibir istrinya.


Dengan pelan Ryan mendorong istrinya ke atas tempat tidurnya dan tangannya sudah menjalar ke tubuh istrinya. Tiba-tiba saja Ryan teringat dengan keadaan Cahaya dan langsung menghentikannya.


"Maaf sayang aku lupa kalau kamu tidak boleh terlalu lelah." ucap Ryan dengan suara parau. Saat Ryan ingin bangkit, Cahaya langsung menahannya.


"Kalau kamu bisa pelan-pelan aku tidak akan baik-baik saja" ucap Cahaya dengan tersenyum.


"Tapi, sayang...."


Cup....


Cahaya langsung membungkam mulut Ryan karena dia tahu kalau Ryan sangat takut. Setelah mengecup bibir suaminya, Cahaya memberikan senyum manisnya.


"Lakukanlah, aku dan dia akan baik-baik saja..." ucap Cahaya. Cahaya tahu kalau dari semalam Ryan terus menahan dirinya untuk tidak menyentuhnya, karena keadaannya yang masih tidak boleh lelah.

__ADS_1


Karena Cahaya terus meyakinkannya akhirnya Ryan pun melakukan tugasnya. Malam itu mereka lalui dengan kehangatan, setiap menit Ryan selalu mengucapkan kata cinta untuk Cahaya. Ryan juga berjanji akan selalu memberikan kebahagiaan pada Cahaya dan anak-anak mereka nanti.


****


__ADS_2