
Ryan mengajak Cahaya untuk berbelanja baju hamil untuk Cahaya. Ryan tahu kalau saat ini hanya beberapa baju saja yang bisa dipakai Cahaya, karena perutnya Cahaya mulai membesar.
"Banyak amat, bajunya..." Cahaya tidak setuju karena Ryan ingin membayar baju-baju yang sudah dicoba Cahaya.
"Tidak apa-apa sayang, lagian ini pertama kalinya aku membelikan baju untuk selain kado yang dari ku saat kamu ulang tahun"
Ryan langsung memberikan kartu hitamnya pada kasir. Saat melihat kartu hitam Ryan membuat kasir itu tercengang. Kasir itu melihat kearah Cahaya yang masih melihat beberapa baju, langsung menggoda Ryan.
Cahaya yang merasa kalau suaminya sangat lama membuat dia memutuskan untuk menghampiri Ryan. Saat dia ingin menghampiri Ryan kembali, Cahaya tampak kesal dengan sikap kasir yang melayani Ryan. Cahaya yang tidak suka kalau suaminya digoda langsung menarik suaminya untuk menjauh dari wanita yang dari tadi terus menatap suaminya dengan menggoda.
"Kamu duduk di sini saja. Biar Bisma saja yang mengurusnya" ucap Cahaya dengan kesal.
"Aku?" Bisma sangat kaget karena ucapan Cahaya.
"Ya! Kenapa? Apa kamu tidak mau?" ucap Cahaya dengan ketus. Ryan yang tahu kalau saat ini mood istrinya buruk, langsung menatap Bisma.
"Baiklah. Tunggu sebentar!" Dengan terpaksa Bisma yang mengurus belanjaan Cahaya.
"Kamu tunggu sebentar disini!" ucap Cahaya pada suaminya sambil menatap kasir yang melayani suaminya tampak sangat kesal karena Cahaya menarik Ryan.
Kini Cahaya berdiri di belakang Bisma, saat kasir itu memberikan paper bag belanjaannya Cahaya langsung menghampiri kasir itu dengan tatapan dingin. Sehingga membuat kasir itu tampak sangat gugup karena tatapan Cahaya yang sangat berbeda dengan tadi.
"Jangan membuat harga diri wanita jadi rendah karena perbuatan anda nona. Cobalah untuk tidak menganggu yang bukan milik anda" ucap Cahaya dengan dingin.
Setelah mengatakannya Cahaya langsung pergi, Bisma yang berdiri di samping Cahaya sangat kagum dengan apa yang dilakukan Cahaya pada wanita yang menggoda Ryan.
Ryan bangkit berdiri saat melihat istrinya berjalan kearahnya. Saat Cahaya berdiri di hadapannya, langsung menarik Cahaya kedalam pelukannya. Dengan penuh kelembutan Ryan mengecup kening istrinya, dia ingin membuat istrinya kembali tenang lagi dan tersenyum.
"Meskipun wanita itu berpakaian seksi aku tidak akan pernah tergoda sayang, karena hati dan tubuh ku hanya milikmu" bisik Ryan.
Mendengar itu membuat wajah Cahaya kembali merona dan dia merasa sangat geli mendengar gombalan suaminya.
"Apa kamu mengerti?" Cahaya mengangguk kepalanya. Setelah mendapat jawaban dari Cahaya barulah Ryan melepaskan pelukannya. Ryan memeluk pinggang istrinya, Cahaya juga melakukan hal yang sama.
"CK... Mereka berdua selalu saja menunjukkan kemesraannya di depan ku!" gerutu Bisma yang mengikuti Cahaya dan Ryan dari belakang.
-
-
"Kalian sudah pulang" Andini yang melihat kepulangan putra dan menantunya langsung menghampiri mereka. Cahaya mencium tangan mertuanya sebagai tanda hormatnya pada mertuanya, begitu juga dengan Ryan.
__ADS_1
"Maaf ya ma, kami terlambat pulangnya" ucap Cahaya tidak enak.
"Tidak apa-apa sayang. Sekarang kalian mandi dulu, baru kita makan malam bersama" ucap Andini.
Ryan dan Cahaya langsung mengikuti apa yang dikatakan Andini. Sesampainya mereka dalam kamar, tiba-tiba Ryan langsung menggendong istrinya.
"Sayang apa yang kamu lakukan? Aku mau mandi sayang" ucap Cahaya.
"Kita mandi bareng, supaya menyingkat waktu dan sedikit olahraga dulu" ucap Ryan sambil mengedipkan matanya.
Tentu saja Cahaya mengerti apa yang dikatakan suaminya, Cahaya hanya bisa pasrah apa yang dilakukan suaminya padanya.
-
-
"Wah....Apa kalian tidak tahu kalau kami sudah kelaparan!" ledek Bisma karena sudah satu jam mereka menunggu Ryan dan Cahaya keluar dari kamar. Mendengar ledekan Bisma membuat Cahaya malu.
"Berisik amat sih, Bis! Abaikan manusia jomblo itu sayang..." ucap Ryan yang tahu kalau saat ini istrinya tengah malu karena ledekan Bisma.
"Hei...Kak Ryan jangan membawa nama jomblo..." ucap Kevin yang tiba-tiba saja datang dari arah pintu belakang.
"Kevin...." Cahaya langsung berlari memeluk Kevin.
Tentu saja membuat Ryan cemburu dan langsung menarik istrinya dari pelukan Ryan. Ryan memang tidak menyukai ada yang memeluk istrinya selain dirinya. Kini tubuh Cahaya sudah beralih dalam pelukan Ryan.
"Sayang bukannya aku sudah mengatakan kalau kamu tidak boleh memeluk pria lain selain aku" Ucap Ryan dengan kesal sambil menatap tajam Kevin. Kevin bukannya takut malah dia ketawa dan dengan santainya dia duduk di samping Bisma.
"Hei, Kevin itu adikku!" Ucap Cahaya dengan kesal sambil mendorong Ryan. Karena Kesal, Cahaya memilih untuk duduk.
"Sama saja, sayang! Dia itu seorang pria" ucap Ryan.
Kedua orangtuanya Ryan, Bisma dan Kevin ketawa melihat tingkah lakunya Ryan yang sudah bucin dengan istrinya.
Makam malam hari ini tampak penuh canda tawa. Semuanya asik meledek Ryan yang sudah bucin dengan istrinya.
-
-
Kini usia kandungan Cahaya memasuki enam bulan, Ryan sudah mempersiapkan kepulangan mereka ke Indonesia. Apalagi kata dokter kandungan Cahaya sangat kuat dan dapat melakukan perjalanan jauh. Andini dan Rudi lebih dulu pulang karena ada urusan penting dalam perusahaan milik mereka yang ada di Indonesia.
__ADS_1
"Sayang jam berapa kita berangkat?" tanya Cahaya yang baru saja keluar dari kamar mandi bersama Ryan.
"Jam dua siang nanti sayang..." Cahaya hanya mengangguk kepalanya.
"Oh. Apa besok kamu langsung kerja?"
"Iya, sayang. Saat ini papa membutuhkan ku, karena perusahaan kini sedang mengalami masalah"
"Apakah masalah besar?"
"Aku belum tahu. Maka karena itu besok aku harus masuk kerja. Tidak apa-apa kan sayang?"
"Tidak apa-apa. Lagian aku dan mama sudah ada rencana"
"Baiklah...." Ryan merasa lega karena istrinya punya teman disaat dia pergi kerja.
-
-
Kini Cahaya, Ryan, Bisma dan Kevin telah sampai di Indonesia setelah menempuh perjalanan beberapa jam. Mereka dijemput anak buahnya Rudi.
"Selamat datang kembali sayang...." Andini tampak sangat bahagia menyambut kepulangan menantunya dan putranya.
Mereka saling melepas rindu dengan berpelukan. Setelah itu Andini meminta pada Ryan untuk membawa Cahaya istirahat ke kamar yang sudah dipersiapkan untuk mereka.
"Kalian mau kemana?" tanya Rudi pada Bisma dan Kevin yang berniat untuk pergi.
"Saya mau pulang ke tempat kost saya om!" ucap Kevin.
"Saya juga pak, saya akan kembali ke apartemen saya" jawab Bisma.
"Untuk malam ini kalian harus menginap di sini. Kota makan malam bersama" ucap Rudi.
"Benar, Tante sudah menyiapkan kamar tamu yang akan kalian pakai" sambung Andini.
"Terimakasih Tante" jawab mereka bersamaan.
Tanpa banyak bicara Kevin dan Bisma mengikuti Rudi dan Andini dari belakang.
****
__ADS_1