
Setelah Ryan pergi bersama mertuanya, Cahaya bersama mama Mertuanya memutuskan untuk masak makan siang yang akan mereka antar ke perusahaan. Mereka ingin memberikan kejutan pada suami mereka. Andini juga ingin semua orang tahu kalau Cahaya adalah menantunya.
"Bagaimana, ma?" Cahaya memberikan kepada Andini untuk mencicipi masakannya.
"Enak banget, kamu memang pintar banget masaknya"
"Terimakasih, ma."
"Ya, sudah ini sudah jam sebelas, lebih baik kamu siap-siap. Mama juga ingin siap-siap"
"Ia, ma..."
Setelah membersihkan tubuhnya, Cahaya tampak bingung baju apa yang harus dia pakai. Dari sekian banyak baju yang dia miliki, akhirnya Cahaya memutuskan untuk memakai baju gaun yang diberikan Ryan saat ulang tahunnya. Cahaya juga merias wajahnya dengan tipis, dia memang tidak menyukai riasan yang berlebihan. Setelah memastikan penampilannya cocok, Cahaya keluar dari kamarnya.
"Kamu cantik sekali sayang...." puji Andini saat melihat Cahaya menghampirinya ke dapur.
"Terimakasih ma..." Cahaya masih malu kalau mendengar pujian mertuanya.
"Ma, kita naik apa kesana?"
"Mama sudah meminta supir papa untuk menjemput kita. Ayok, supir papa sudah menunggu kita"
Dalam perjalanan ke perusahaan, Cahaya tampak tegang. Dia takut tatapan orang padanya saat dia masuk kedalam perusahaan. Apalagi selama ini dia tidak memberikan kabar apapun pada perusahaan.
"Kamu gugup?" Andini menyadari kalau saat ini menantunya tampak gugup. Cahaya hanya mengangguk kepalanya untuk menjawab mertuanya.
"Tenang saja, tidak akan ada satupun yang berani menghina mu, sayang."
"Aku hanya takut apa yang dikatakan orang tentang ku yang tiba-tiba saja, padahal sudah beberapa Minggu aku tidak pernah memberikan kabar apapun pada perusahaan"
"Sayang, tenang lah. Semuanya akan baik-baik saja"
Mendengar ucapan Andini membuat Cahaya sedikit tenang. Kini mobil mereka berhenti di depan perusahaan. Satpam yang menjaga depan pintu langsung berlari untuk membuka pintu mobil mereka.
Satpam yang membuka pintu mobil sangat terkejut melihat Cahaya ada dalam mobil pemilik perusahaan dan bersama istri pemilik perusahaan.
Satpam itu langsung menundukkan kepalanya saat melihat tatapan tajam dari Andini. Mereka tidak berani menyapa Cahaya, padahal biasanya mereka selalu menyapa Cahaya dengan lembut.
"Terimakasih pak..." ucap Cahaya dengan ramah.
"Sama-sama nona..." ucap Satpam itu dengan gugup.
Andini mengandeng tangan Cahaya saat masuk kedalam perusahaan, sungguh membuat semua orang bertanya-tanya apa yang terjadi. Kenapa bisa Cahaya bersama dengan Andini, istri dari pemilik perusahaan.
-
__ADS_1
-
Ryan dan Rudi yang lagi memimpin rapat tampak sangat terkejut mendengar bisikan dari Bisma kalau istri mereka datang ke perusahaan.
"Untuk saat ini rapat kita selesai. Kevin tolong berikan kepada saya data keuangan perusahaan. Saya permisi!" ucap Ryan.
Setelah mengatakan yang ingin dikatakannya Ryan langsung bangkit berdiri dan diikuti Rudi. Mereka keluar dari ruangan rapat dan langsung menuju lantai atas dimana ruangan mereka. Saat mereka masuk kedalam ruangan Ryan, mereka melihat Cahaya dan Andini sedang sibuk membuka menyiapkan makanan untuk mereka.
"Sayang...Ma..." Ryan menyapa istri dan mamanya. Cahaya yang baru menyadari kedatangan suaminya langsung menoleh dan menghampiri Rudi untuk mencium tangan papa mertuanya. Barulah Cahaya menghampiri suaminya dengan memeluk.
"Kenapa tidak mau datang sayang?" ucap Ryan dengan lembut dalam pelukan istrinya.
"Mau kasih surprise saja" ucap Cahaya.
Setelah melepas rindu Ryan membawa istrinya untuk duduk dihadapan orangtuanya. Andini dan Cahaya melayani suami mereka dengan telaten, sedangkan Bisma mengambil makanannya sendiri.
Sehabis makan siang bersama, Andini dan Rudi memutuskan untuk pulang. Sedangkan Cahaya menemani Ryan bekerja. Sudah dua jam lebih Ryan fokus dengan pekerjaannya, Cahaya yang tidak ingin mengganggu suaminya memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan suaminya.
"Sayang apa kamu lelah?" Ryan berjalan menghampiri istrinya yang lagi rebahan. Ryan mensejajarkan tubuhnya dengan istrinya.
"Tidak sayang, Aku hanya ngantuk saja" ucap Cahaya dengan.
Cup
Ryan mengecup bibir istrinya yang sudah menjadi candu baginya.
"Istirahat lah dulu..." Ryan bangkit berdiri dan membuka jasnya lalu digunakannya untuk menyelimuti tubuh istrinya.
-
-
-
Kini Cahaya dan Ryan menjadi sorotan semua pegawai perusahaan. Mereka sangat terkejut melihat wanita yang mereka kenal, berjalan bersama Ryan. Apalagi Ryan memeluk pinggang Cahaya, sungguh membuat beberapa pegawai wanita yang sangat mengagumi ketampanan Ryan sangat shock.
"Kevin..." Cahaya memanggil Kevin saat melihat Kevin yang baru saja masuk kedalam perusahaan yang tidak tahu pergi kemana.
"Hai kak Aya... Sore pak Ryan" Begitu lah Kevin dia akan mengubah panggilannya pada Ryan kalau sudah berada di dalam perusahaan. Ryan hanya mengangguk kepalanya untuk menjawab sapaan Kevin padanya.
"Kamu belum pulang?"
"Belum kak, lagian ini belum waktunya."
"Benar juga..." Cahaya langsung merenggut, karena Cahaya sudah sangat merindukan Kevin. Semenjak dia masuk rumah sakit, dia belum bertemu lagi dengan Kevin.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa?" Ryan menyadari kalau saat ini istrinya kelihatan sedih, dan apalagi Cahaya pernah mengatakan sangat merindukan Kevin.
Sejak Cahaya masuk rumah sakit, Cahaya selalu bertanya tentang Kevin. Karena Ryan tahu kalau saat ini Kevin tengah sibuk apalagi saat ini sudah pertengahan akhir bulan.
"Tidak apa-apa...." jawab Cahaya dengan memaksakan dirinya tersenyum.
"Ya, sudah. Kamu masuk kedalam mobil dulu dengan Bisma. Aku mau bicara sesuatu dengan Kevin." Cahaya mengangguk kepalanya.
Setelah melihat Cahaya pergi dengan diantarkan Bisma, Ryan menghampiri Kevin.
"Kamu ikut dengan saya" ucap Ryan dengan dingin.
"Baik, pak!".
"Kevin sepertinya kamu ikut dengan saya tinggal di rumah orang tua saya. Cahaya selalu bertanya tentang kamu, dia merasa sangat cemas dengan mu yang tinggal sendiri di apartemen milik kalian" ucap Ryan dengan menatap keluar.
"Tapi kak...."
"Aku tahu kalau kamu merasa tidak enak tinggal bersama dengan kami. Cahaya sudah menganggap Kamu seperti adiknya sendiri, jadi kamu bisa menganggap kami keluarga mu juga. Kamu tahu sendiri tentang keadaan Cahaya, dia sangat merindukan mu" ucap Ryan yang mengerti kenapa Kevin menolak tinggal bersama mereka.
"Baiklah..."
"Terimakasih. Kamu bisa pulang lebih awal supaya kamu bisa mengambil barang-barang mu. Kami pulang lebih dulu" Kevin mengangguk kepalanya.
-
-
-
"Kevin tunggu!" seorang wanita menghentikan Kevin untuk masuk kedalam lift. Dengan malas Kevin menatap wanita yang menghentikannya.
"Ada nona Kayla" ucap Kevin dengan ketus.
"Apa benar Cahaya jalan dengan pak Ryan? Apa hubungan mereka?"
"Kenapa? Apa itu penting?"
"Tentu saja. Dia itu wanita hamil yang tidak jelas anak siapa dalam kandungannya, malah datang kembali ke perusahaan untuk menggaet pak Ryan!" ucap Kayla dengan kesal. Kevin yang mendengar ucapan Kayla menatap wanita itu tajam sambil berjalan mendekati wanita itu.
Tentu saja membuat Kayla gugup dan apalagi kini jarak antara mereka sangat dekat.
"Kamu harus tahu siapa nama suami Cahaya, namanya Ryan Aditama" ucap Kevin dengan tersenyum.
Mendengar nama suami Cahaya membuat Kayla terkejut. Matanya membulat dan mematung, Kevin yang melihat reaksi dari Kayla sangat senang.
__ADS_1
******