
"Nay, apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" tanya Kevin sambil menggenggam tangan Nayla.
"Aku baik-baik saja, tenanglah!" jawab Nayla yang tampak sangat gugup karena Kevin menggenggam tangannya dan jarak antara mereka sangat dekat.
Mendengar jawaban dari Nayla membuat Kevin lega. Kevin menatap kedua mata Nayla dalam-dalam dan tangan sebelah kanannya sudah mengarah ke pipi Nayla. Mendapatkan sentuhan dari Kevin membuat Nayla sangat gugup.
"Nay, ada sesuatu yang harus ku katakan dengan mu. Sebenarnya ada alasan lain kenapa aku meminta mu untuk menolak lamaran teman mu."
"Ka...takan saja" ucap Nayla gugup karena Kevin mengelus pipinya dengan lembut.
"Sebenarnya aku mencintai mu...." mendengar kata cinta dari Kevin membuat matanya Nayla membulat.
"Aku tidak berani mengatakannya karena aku bukanlah pria yang bisa di banggakan. Aku hanya seorang anak yatim-piatu dan aku tidak memiliki harta. Maka karena itu selama ini aku tidak mengungkapkan perasaan ku. Aku ingin menggunakannya disaat aku berhasil. Aku ingin kedua orang tua merasa pantas kalau aku menjadi pasangan mu nantinya" mendengar penjelasan dari Kevin membuat Nayla dan terharu. Dia tidak menyangka kalau Kevin memikirkan hal itu.
"Nay, ini pertama kalinya aku jatuh cinta. Aku ingin kamu lah yang akan menjadi cinta pertama dan terakhir dalam hidupku. Jika aku salah telah berani mencintai mu, maafkan aku" ucap Kevin dengan lembut.
Nayla tidak menyangka kalau dia adalah cinta pertama Kevin, dia berpikir kalau Kevin pasti memiliki mantan pacar. Karena Kevin sangat tampan dan memiliki karir yang bagus. Tapi saat melihat mata Kevin, Nayla tidak melihat ada kebohongan. Hal yang paling membuat Nayla tersentuh adalah saat Kevin ingin Kalau Nayla lah yang akan menjadi cinta pertama dan terakhirnya. Mendengar itu membuat matanya Nayla berkaca-kaca.
Kevin yang melihat mata Nayla mengeluarkan air matanya, Kevin langsung menghapusnya dengan mengunakan tangannya. Saat Kevin menghapus air matanya, Nayla menghamburkan dirinya kedalam pelukan Kevin. Tentu saja Kevin sangat terkejut karena Nayla tiba-tiba memeluknya.
hiks hiks hiks hiks...
Nayla menangis dalam pelukan Kevin, dan meluapkan rasa kesalnya Karena Kevin baru mengatakan perasaannya, Nayla memukul punggung Kevin sambil menangis.
"Nay...." gumam Kevin, Kevin tampak bingung karena Nayla menangis sambil memukulinya.
"Aku berpikir kalau cinta ku akan bertepuk sebelah tangan lagi... Hiks hiks hiks hiks" ucap Nayla.
"Apa kamu tahu aku juga mencintaimu..." Kevin langsung melepaskan pelukannya dan menarik Nayla untuk melepaskannya. Kevin menarik dagu Nayla untuk mendongakkan kepalanya Nayla. Kini Kevin dapat melihat jelas wajah Nayla sudah tampak seperti kepiting rebus.
Kevin merasa kalau saat ini Nayla tengah malu dengannya.
"Bisakah kamu mengatakannya sekali lagi?" Kevin ingin memastikan bahwa dia tidak salah mendengar. Nayla menyingkirkan tangan Kevin dari wajahnya, lalu menatap Kevin dengan tersenyum.
"Aku juga mencintaimu" Kevin menarik Nayla kedalam pelukannya dengan perasaan bahagia.
-
__ADS_1
-
"Aku takut kalau mama dan om Renaldo tidak akan setuju dengan hubungan mereka" ucap Cahaya sambil menggendong baby Ezra. Ryan bangkit berdiri dan merangkul pundak istrinya.
"Aku sangat yakin kalau mereka akan menerima hubungan mereka. Apa kamu tahu papa Renaldo selalu bertanya tentang kinerja Kevin dengan ku, dan selalu bertanya pendapat ku apakah Kevin cocok dengan Nayla"
"Benarkah?" Cahaya mendongakkan kepalanya menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya.
"Apa aku pernah berbohong dengan istriku?" tanya Ryan sambil menarik hidung Cahaya dengan gemas.
"Tentu saja pernah. Apa kamu lupa sewaktu kamu sakit, kamu berbohong mengatakan kalau kamu baik-baik saja. Ternyata kamu mengatakan itu karena tidak ingin minum obat" ledek Cahaya.
"Sayang itu berbeda..."
"Hei, tentu saja sama. itu juga termasuk yang namanya berbohong"
"Iya deh....." Ryan memilih mengalah dan memeluk istrinya dari belakang.
-
-
"Akhirnya senang deh kak Kevin jadian juga dengan nona Nayla." ucap Jeje bahagia. Nayla mengerutkan keningnya karena Jeje senang mendengar kalau dia dan Kevin jadian.
"Tunggu dulu Je, kamu tidak marah? Atau sedih gitu?" tanya Nayla dengan bingung.
"Kenapa marah dan sedih, malahan aku sangat senang kali non..."
"Kamu dekat dengan Kevin bukan karena suka dengannya?" Semuanya langsung pada ketawa mendengar pertanyaan Nayla, Termasuk Bisma.
"Nay, apa kamu ingin kak Bisma sendiri terus?" tanya Bisma sambil merangkul pinggang Jeje.
Nayla yang melihat tangan Bisma melingkar di pinggang Jeje membuat dia langsung menutup mulutnya.
"Tangan itu?" cicit Nayla dengan shock.
"Sayang, hubungan ku dengan Jeje hanya sebatas adik dan kakak. Selama ini kami dekat itu karena dari kecil kami sudah tinggal bersama di panti asuhan. Hanya itu saja..." Nayla langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menghentakkan kakinya ke lantai. Nayla merasa malu pada mereka semua.
__ADS_1
-
-
"Dodi tunggu dulu..." Rita menarik Dodi untuk berhenti. Naya tampak sangat bingung melihat Rita yang mengejar Dodi sampai keluar. Apalagi Naya dapat melihat ada ketakutan dalam diri Rita saat melihat tatapan tajam Dodi. Naya memutuskan untuk mengikuti Rita dari belakang.
"Ada apa, sih Rita? Saat ini aku butuh waktu sendiri!" ucap Dodi dengan emosi.
"Aku hanya ingin minta maaf, maaf aku tidak tahu kalau begini ceritanya. Ku mohon tolong jangan pecat pacar ku dari perusahaan orang tua mu ya. Kamu tahu sendiri kan, dia sangat memerlukan pekerjaan ini. Lagian dia sahabat kamu..." ucap Rita.
"Kita lihat saja nanti!" ucap Dodi dingin.
Rita merasa lemas karena mendengar jawaban Dodi. Saat Dodi masuk kedalam mobil, Naya menghampiri Rita.
"Jadi kamu membantu Dodi supaya pacar mu tidak di pecat?" Rita menoleh kebelakang dan melihat Naya berdiri di belakangnya. Rita menghela nafasnya, dia merasa malu pada Naya.
"Maaf kan aku. Kumohon tolong jangan beritahu pada Nayla, Nay..."
"Iya, aku tidak akan kasih tahu. Sudah lah, aku yakin Dodi tidak akan melakukannya. Dodi itu sebenarnya sangat baik" Rita mengangguk kepalanya.
"Sekarang kita masuk kedalam lagi saja. Nayla menanyakan keberadaan kita, ada yang ingin dia kasih tahu pada kita"
-
-
Naya dan Rita memberi selamat pada Nayla dan Kevin karena sudah jadian.
"Oh, ya Kevin punya kembaran nggak?" tanya Naya sambil memeluk lengan Rita.
"Kenapa? Kalau Kevin punya kembaran, pasti kamu ingin dikenalkan, kan?" tanya Nayla yang tahu isi otak sahabatnya.
"Hahaha. Nayla pintar sekali" ucap Naya sambil mengangkat jempol tangannya.
"Ye, memang kalau Kevin punya saudara kembar mau dengan mu? Secara kamu nya cerewet..." sambung Rita.
"Hei, kalau cewek cerewet itu hal biasa. Lagian ya, Nayla aja cerewet tapi Kevin mau dengannya" Nayla yang mendengar kalau Naya mengatakan dia cerewet langsung menutup telinga Kevin yang dari tadi menahan ketawa melihat tingkah Nayla dan kedua sahabatnya.
__ADS_1
*****