
Kini restoran yang dikelola Cahaya tampak sangat ramai dikunjungi pengunjung. Sebelum restoran dibuka untuk makan siang, Cahaya meminta kepada seluruh koki untuk memasak masakan yang terbaik mereka. Cahaya lah yang akan menilai makanan mereka, jika hasilnya sangat memuaskan masakan mereka akan menjadi menu makan siang restoran mereka.
Cahaya tidak menyangka semua makanan yang disajikan para koki restoran sangat lezat, dan akhirnya menu makanan mereka di masukkan menu makan siang dalam restoran mereka. Mereka juga akan meminta para pelanggan untuk menilai masakan mereka.
Sungguh ide Cahaya membuat para koki sangat semangat untuk menyediakan masakan terbaik mereka. Riki saja tidak percaya kalau Cahaya memiliki ide yang seperti itu.
Saat jam makan siang, Cahaya memantau dari luar untuk melihat bagaimana reaksi dari para pelanggan mereka saat mencicipi menu makanan mereka yang baru. Saat mendengar dari beberapa pelanggan yang mengatakan kalau masakan mereka sangat lezat dan tidak kalah dengan masakan restoran-restoran yang ada dalam hotel.
"Bu, sepertinya mereka sangat menyukainya..." ucap Riki yang berdiri di samping Cahaya.
"Ya... Semoga untuk selanjutnya akan semakin banyak pengunjung yang datang ke restoran kita" ucap Cahaya dengan tersenyum.
"Semoga Bu..."
"Kamu awasi mereka terus, aku ingin melihat putra ku dulu. Oh, ya kalau suami ku datang katakan padanya kalau aku di atas"
"Baik, Bu..."
-
-
Cahaya memutuskan untuk pulang lebih awal karena dia harus pergi ke supermarket untuk membeli keperluan baby Ezra. Dengan ditemani Ryan sungguh membuat para wanita yang melihatnya sangat iri dengan Cahaya, apalagi saat mereka melihat Ryan lah yang mendorong kereta bayi.
"Sayang apa tidak sebaiknya Bisma saja yang belanja? Kamu tahu sendiri aku sangat tidak suka melihat tatapan mata para pria yang menatap mu..." ucap Ryan karena sejak mereka masuk tidak hanya dia saja yang dikagumi oleh pengunjung mall yang mereka datangi, istrinya juga tampak sangat dikagumi dengan para pria yang ada disana.
"Hei, sayang apa kamu pikir aku suka melihat tatapan para wanita yang seperti ingin menerkam mu!" ucap Cahaya sambil mengambil keranjang belanja.
"Baiklah... Setelah belanja kita langsung pulang ya..."
"Iya sayangku, papanya Ezra Aditama..." ucap Cahaya sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Kalau ini kita dirumah, sudah ku pastikan kamu tidak akan bisa berjalan lagi...."
"Sayang..." Cahaya menatap tajam Ryan karena ucapan yang tidak memandang tempat.
"Iya, deh! Maaf!" barulah Cahaya kembali tersenyum. Ryan mengikuti Cahaya dari belakang, dia melihat keranjang belanja Cahaya mulai penuh, dengan inisiatif sendiri Ryan mengambil alih. Ryan tidak ingin istrinya akan terlalu lelah.
"Sayang kita lebih baik tukang posisi. Biarkan aku saja yang mendorong keranjang belanjanya." ucap Ryan saat melihat istrinya yang sibuk lagi memilih barang-barang yang mereka butuhkan.
"Tidak apa-apa sayang?"
"Tidak apa-apa sayang! Aku akan mengikuti mu dari belakang" Cahaya mengangguk kepalanya.
Saat Cahaya ingin memutarkan kereta bayinya, secara tidak sengaja dia menabrak seseorang sehingga membuat orang itu jatuh.
"AW...."
"Astaga, maafkan saya Bu..." ucap Cahaya sambil berlari untuk membantu wanita yang ditabraknya untuk berdiri.
"Sayang kamu tidak apa-apa?" Ryan langsung berlari untuk melihat keadaan istrinya.
Setelah wanita itu bangkit berdiri, wanita itu langsung menegakkan kepalanya dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang ada dihadapannya. Begitu juga dengan Cahaya dan Ryan, mereka sangat terkejut melihat kehadiran wanita itu.
"Cahaya, Ryan..." gumam wanita itu dengan gugup.
"Ma, kenapa disitu terus? Sini, deh ini bukan barang yang mama cari?" ucap seorang gadis muda yang tampak sangat kesal karena melihat mamanya masih berdiri terus.
Wanita muda tidak lain adalah Nayla, dan itu berarti wanita yang tidak sengaja ditabrak Cahaya adalah Kiara. Nayla yang melihat ibunya tampak mematung, memutuskan untuk menghampiri Mamanya. Melihat mamanya yang tampak tegang, Nayla menolehkan pandangannya. Betapa terkejutnya Nayla melihat Cahaya dan Ryan dihadapan mereka.
"Sayang lebih baik kita pergi sekarang..." ucap Ryan. Cahaya pun langsung mengangguk kepalanya.
"Tunggu dulu ada sesuatu yang ingin kami bicarakan. Mama juga sangat merindukan mu..." ucap Nayla sambil menahan tangan Cahaya.
__ADS_1
Ryan yang melihat tangan istrinya digenggam Nayla, tampak sangat marah. Dia tidak ingin istrinya akan disakiti Nayla dan Kiara lagi.
"Lepaskan tanganmu dari istri ku!" ucap Ryan sambil menarik tangan Nayla dari tangan istrinya. Dengan kasar Ryan langsung mendorong Nayla, sehingga membuat Nayla hampir jatuh.
"Sayang...." Cahaya langsung menegur perbuatan Ryan.
Nayla yang mendapatkan perlakuan kasar dari Ryan sungguh membuat hatinya sangat Sakit. Melihat bagaimana kasarnya Ryan padanya, membuat Nayla sadar kalau betapa besarnya cinta Ryan pada Cahaya.
"Lebih baik kita pulang, aku tidak akan sanggup melihat mereka akan menyakiti mu lagi." ucap Ryan sambil mengelus pipi Cahaya.
"Baiklah, kita akan pulang..." ucap Cahaya.
Cahaya langsung mendorong kereta bayinya dan Ryan mendorong keranjang belanjaannya. Kiara yang mendengar ucapan Ryan membuat hatinya sangat perih matanya mulai berkaca-kaca. Nayla yang melihat hal itu langsung bangkit berdiri dan langsung mengejar Cahaya dan Ryan.
"Kak Ryan ku mohon tolong berikan mama kesempatan untuk bertemu dengan kak Cahaya!" ini pertama kalinya Nayla memanggil Cahaya dengan sebutan kakak.
Ryan langsung mengehentikan langkahnya dan menatap Nayla dengan tajam. Cahaya juga mengehentikan langkahnya karena suaminya berhenti, Cahaya sangat cemas kalau suaminya akan melakukan hal yang kasar pada Nayla seperti tadi.
"Tidak akan pernah, cukup aku melihat istri menderita karena perbuatan mu dan mama mu..." ucap Ryan sambil menunjuk Nayla dengan jemarinya. Ryan mengambil hp nya dan menghubungi seseorang.
"Kemari kamu sekarang!" setelah mengatakan hal itu Ryan langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Kak, ku mohon tolong sekali ini saja temui mama. A.. aku tahu kalau mama melakukan kesalahan. Tapi itu karena aku, aku yang memaksanya. Ku mohon tolong maafkan mama, dia sangat merindukan mu..." Nayla memohon pada Cahaya dengan tatapan sendu.
"Pak..." Bisma yang baru saja datang tampak sangat terkejut melihat Nayla ada dihadapan Ryan.
"Kamu bawa barang ini ke kasir. Kami akan menunggu mu dibawah!" ucap Ryan tanpa melepaskan tatapannya yang dingin pada Nayla.
"Baik, pak!" Bisma langsung mengambil keranjang belanjaan yang ada ditangannya Ryan.
Setelah itu Ryan berjalan mendekati Nayla dengan tatapan dingin. Karena tatapan Ryan yang dingin padanya membuat Nayla sangat gugup.
__ADS_1
"Jangan pernah sekalipun mendekati istri ku, ingat itu! Atau aku akan membuat kalian tidur di jalanan. Masih syukur aku hanya mengakuisisi pabrik milik keluarga mama mu. Jika kalian ingin menyakiti istri ku, ku pasti kan dalam tempo satu malam kalian semua bisa tidur di jalanan!" ancam Ryan.
*****