IF...(Seandainya)

IF...(Seandainya)
Mencari hadiah


__ADS_3

Nayla memutuskan bermain dengan baby Ezra, dari pada melihat bagaimana kedekatan Jeje dengan Kevin.


"Kak, aku saja yang menjaga Ezra. Bosan diam aja dari tadi" ucap Nayla.


"Boleh...." Cahaya langsung memberikan baby Ezra ke gendongan Nayla. Nayla juga lah yang menyuapi baby Ezra makan buburnya.


"Kak, sepertinya Kevin dan Jeje sangat dekat!" ucap Nayla sambil menyuapi baby Ezra. Cahaya langsung menolehkan pandangannya dimana Kevin dan Jeje berbincang.


"Ya begitulah...." jawab Cahaya singkat.


"Oh, ya kamu seperti kenal Kevin?" tanya Cahaya yang baru sadar.


"Tidak terlalu kenal, sih. Hanya saja dia pernah menyelamatkan ku dari para preman yang ingin menculik ku" Cahaya sangat terkejut mendengar kalau Nayla pernah hampir diculik.


"Oh, ya?"


"Ya, kak. Kak, apa Kevin bekerja dengan kak Ryan?"


"Iya begitu lah..."


"Kakak kenal dengan Kevin dimana?"


"Kami dibesarkan di panti asuhan yang sama. Kevin sudah seperti adik ku selama ini. Jeje juga, kami bertiga dibesarkan di panti asuhan yang sama" Nayla sangat terkejut mendengar kalau Kevin anak panti asuhan yang sama dengan Cahaya.


"Nay, kenapa?" tanya Cahaya karena melihat Nayla jadi diam.


"Em... Tidak apa-apa kak!"


"Yakin? Aku rasa kamu menyembunyikan sesuatu?"


"Ti...dak. Nay, ke toilet sebentar ya kak." ucap Nayla yang sangat gugup dihadapan Cahaya.


Cahaya memperhatikan punggung Nayla, Cahaya merasa kalau Nayla menyembunyikan sesuatu.


"Ayo semuanya kita makan...." ucap Kevin sambil membawa hasil panggangan mereka.


Semuanya langsung mengambil makanan yang tersedia di atas meja. Saat semuanya lagi mencicipinya, mereka langsung memuji Kevin, Jeje dan Bisma karena panggangan mereka sangat enak.


"Ca, Nayla dimana?" tanya Kiara yang tidak melihat keberadaan Nayla.


"Tadi di kamar mandi, ma.."


Baru beberapa menit ditanyai, Nayla sudah kembali bergabung dengan mereka. Lagi-lagi Nayla harus lagi melihat bagaimana perhatiannya Kevin pada Jeje. Sungguh Nayla tidak tahan melihat bagaimana kedekatan Kevin dan Jeje. Hatinya terasa sakit melihatnya. Tapi apa mau dibuat, dia tidak mungkin langsung memisahkan Kevin dan Jeje. Dia sadar bukan siapa-siapa Kevin. Apalagi belum tentu Kevin tertarik padanya. Apalagi kalau memang benar Jeje dan Kevin memiliki hubungan, Nayla tidak ingin menjadi orang ketiga. Nayla tidak ingin kembali merebut pasangan wanita yang lainnya.

__ADS_1


"Nay, kamu besok Sibuk?" tanya Cahaya sambil menikmati makanannya.


"Tidak, kak." jawab Nayla dengan memaksakan dirinya tersenyum.


"Kita belanja yuk... Ada sesuatu yang harus aku beli, aku butuh bantuan mu." Nayla mengangguk.


Semuanya menikmati acara kebersamaan mereka dengan canda tawa. Apalagi saat baby Ezra membuat tingkah lucunya, mereka sangat gemas dengan tingkah lucunya baby Ezra.


-


-


Cahaya dan Nayla memutuskan untuk bertemu di mall. Cahaya mengajak Nayla untuk membantunya membelikan kado yang cocok untuk Ryan yang sebentar lagi akan ulang tahun. Cahaya membutuhkan seseorang yang bisa menjadi tukar pikiran nya untuk memilih kado yang cocok.


Kini mereka berada di salah satu toko jam mewah yang di dalam mall. Saat mereka lagi memilih jam yang cocok, seorang wanita datang dan sengaja menyenggol Cahaya. Sehingga membuat Cahaya Jatuh.


"OPS, sorry saya tidak sengaja..." ucap wanita itu dengan tersenyum.


"Kak, apa kakak tidak apa-apa?" Nayla langsung membantu Cahaya untuk bangkit berdiri.


"Tidak apa-apa." jawab Cahaya singkat.


"Hei, nona kamu sengaja kan?" Nayla sangat marah pada wanita yang telah sengaja menyenggol Cahaya.


"Sudah, Nay tidak apa-apa. Nona Nancy saran saya anda pergi ke dokter mata dan pakailah kacamata saat anda keluar. Dengan begitu anda dapat melihat orang-orang sekeliling anda. Jangan sampai semua orang akan terjatuh karena anda" ucap Cahaya dengan tersenyum.


Nayla dan para pegawai yang ada dalam toko itu ingin sekali ketawa mendengar ucapan Cahaya. Nancy yang mendengar ucapan Cahaya seperti mengejeknya, langsung melayangkan tangganya ke pipi Cahaya.


Tapi sebelum tangganya mendarat ke pipi Cahaya, Nayla sudah menangkap tangan Nancy.


"Berani sekali kamu mau menampar kak Cahaya!" ucap Nayla kesal. Dengan kasar Nayla mendorong Nancy, sehingga membuat Nancy jatuh.


Cahaya dan Nayla langsung ketawa melihat Nancy jatuh. Begitu juga dua bodyguard yang ditugaskan Ryan untuk menjaga istrinya.


Dengan dibantu asistennya, Nancy bangkit berdiri. Nancy menatap tajam kearah Nayla. Nayla bukannya takut malah dia kembali menatap tajam Nancy.


"Kenapa? Apa kamu tidak terima?" tanya Nayla pada Nancy.


"Dasar perempuan gila! Lihat saja aku akan membalas kalian dua..."


"Oh, ya? Baiklah kami akan tunggu" ucap Nayla dengan menantang. Cahaya dan Nayla langsung ketawa terbahak-bahak melihat Nancy yang pergi dengan kekesalan.


Setelah kembali melanjutkan acara belanja mereka. Nayla tampak bingung melihat Cahaya memilih dua jam pria, karena setahunya Cahaya hanya ingin membeli jam tangan untuk Ryan.

__ADS_1


"Kak Cahaya mau memberikan dua jam tangan sekaligus untuk kak Ryan?"


"Tidak. Satu ini untuk Kevin. Karena besok harinya setelah ulang tahun Ryan, Kevin berulang tahun."


"Ulang tahun?" Cahaya mengangguk kepalanya.


"Kenapa? Apa kamu mau membeli kado untuk Kevin?" Nayla mengangguk kepalanya dengan tersenyum cengengesan.


"Tapi aku tidak tahu dia suka apa. Apa kak Cahaya mau membantu ku?"


"Sekarang katakan dulu kamu mau ingin memberikan apa?"


"Kalau baju bagaimana?" tanya Nayla.


"Boleh juga. Ya, sudah kita bayar jamnya lalu kita cari boutique ya ..."


"Ia kak...."


Setelah membayar jam tangan yang ingin dibeli Cahaya, mereka langsung menuju boutique yang ada dalam mall. Dengan dibantu Cahaya, Nayla mendapatkan beberapa baju yang sangat Kevin sukai.


Ting...


Saat Nayla membayar belanjanya, Cahaya mendapatkan panggilan dari mama Mertuanya untuk memeriksa persiapan acara ulang tahun Ryan. Semuanya sepakat untuk tidak memberi tahu dulu pada Ryan, mereka akan memberi tahunya di hari H nya. Mereka mengadakan acara ulang tahun Ryan di hotel milik keluarganya Renaldo.


"Nay, temani aku ke hotel kalian ya..." ucap Cahaya setelah menerima telepon dari mama Mertuanya.


"Oke, kak."


-


-


"AH....."


"Bren****.... Lihat saja aku akan membuat dia menyesal karena berani menantang ku..." ucap Nancy.


Setelah dari mall, Nancy yang kelihatan kesal meminta asistennya untuk mengantarkan dia pulang ke apartemennya. Sesampainya di apartemennya dengan melupakan emosinya Nancy menghancurkan apartemennya dengan melemparkan barang-barangnya. Asistennya yang melihat hal itu tampak sangat merinding melihat bagaimana cara Nancy menghancurkan apartemennya sendiri.


"Mer, pastikan kalau salah satu pegawai di hotel itu akan bekerjasama dengan kita." ucap Nancy dengan tatapan tajam pada asistennya.


"Ia, Bu. Semuanya sudah saya aman."


"Aku tidak ingin sampai ada yang gagal. Aku akan pastikan Ryan akan jatuh ke tangan ku!" ucap Nancy dengan licik.

__ADS_1


*******


__ADS_2