IF...(Seandainya)

IF...(Seandainya)
Cerita Ryan


__ADS_3

Disaat semua orang masih sibuk dengan pekerjaannya, Cahaya dan Ryan lebih asik menikmati kebersamaan mereka. Saat Cahaya meminta Ryan untuk menemaninya menonton, dengan senang hati Ryan melakukannya. Ryan merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di bahu Cahaya, sedangkan tangannya sebelah kiri berada diperut Cahaya. Mengelus perut istrinya menjadi salah satu kesukaan Ryan mulai saat ini. Meskipun setiap dia berdekatan dengan istrinya membuat bagian dari tubuhnya bangun, Ryan masih bisa berusaha untuk menahannya. Karena Ryan sangat takut kalau terjadi hal yang buruk untuk kandungan istrinya.


"Sayang aku ngantuk..." rengek Cahaya, Cahaya sebenarnya sangat bingung dengan dirinya sendiri entah kenapa hari ini dia sangat manja pada Ryan.


"Baiklah... Aku akan menggendong mu..." Cahaya langsung merentangkan kedua tangannya saat Ryan mengatakan akan menggendongnya.


Ryan menggendong Cahaya dengan style bridal. Sesampainya mereka di dalam kamar Ryan meletakkan istrinya dengan hati-hati, dia takut kalau terjadi sesuatu yang buruk saat dia akan meletakkan istrinya. Setelah Ryan bergabung dengan istrinya untuk rebahan.


"Sayang sekali lagi ya maafkan aku ya, karena aku menyakitimu selama ini" ucap Ryan dengan tidak bosan-bosannya meminta maaf pada Cahaya.


Cahaya langsung melepaskan pelukannya dan menatap Ryan yang kini sedang menatapnya dengan tatapan sendu.


"Bisakah kamu menceritakan bagaimana caranya ingatan mu kembali? Pak Bisma mengatakan kalau ingin tahu, aku harus bertanya langsung pada mu. Apa karena kecelakaan itu?" ucap Cahaya.


"Sebenarnya sebelum kecelakaan itu sebagian ingatanku kembali" ucap Ryan sambil menatap mata Cahaya yang sangat indah baginya.


"Sebenarnya saat kamu jatuh dari tangga di malam itu, aku pergi. Maaf, saat itu aku tidak memperdulikan mu. Rasa kecewaku mendominasi pikiran ku saat itu, maka karena itu tidak memperdulikan mu. Karena mama dan papa membela mu, aku memutuskan untuk menyibukkan diri dengan pekerjaan. Saat aku menyibukkan diri dengan pekerjaan, bayangan di mana saat aku memaksa mu melakukanya dan mendapati kalau kamu tidak suci lagi membuat ku semakin emosi dan kecewa" Cahaya masih diam untuk mendengarkan cerita Ryan.

__ADS_1


"Aku melemparkan tas ku yang ada di atas meja, dan melihat amplop putih yang berisi surat untuk ku. Surat yang pernah diberikan Mesya sebelum dia meninggal."


"Surat?" cicit Cahaya.


"Ya, surat...." Ryan sedikit meng jedah ucapannya.


"Apa kamu tahu dalam surat itu, surat itu menceritakan siapa kamu sebenarnya. Aku sangat shock dan juga ada foto-foto kebersamaan kita. Melihat foto-foto kita membuat wajah wanita yang selalu dalam mimpi ku terlihat jelas. Aku sangat tercengang saat mengetahui bahwa wanita yang selalu ada dalam mimpi ku adalah wanita yang selama ini aku sakiti hatinya" ucap Ryan dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku langsung memutuskan untuk pulang ke mansion, karena aku ingin penjelasan dari kamu, mama dan papa. Aku yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi membuat ku tidak memperhatikan jalan. Saat mendapat sorotan cahaya dari mobil yang ada dihadapan ku, membuat ingatan ku kembali semuanya. Maaf kan aku sayang, aku telah melupakan mu selama ini. Aku membuat mu menjalani semuanya dengan sendiri..." Ryan tidak bisa lagi membendung air matanya.


"Apa aku bisa bertanya sesuatu?" Ryan mengangguk kepalanya.


"Sebenarnya aku tidak tahu apa aku mencintainya atau tidak...." ucap Ryan dengan menghela nafasnya.


"Apa maksud mu?" Cahaya tampak sangat bingung dengan apa yang dikatakan Ryan padanya.


"Aku tidak tahu, aku hanya tahu selama ini aku hanya mengagumi sosok Mesya saja. Wanita yang lembut dan pintar, hanya itu saja yang ku kagumi dalam dirinya. Meskipun mama selalu mengatakan kalau dulu aku sangat mencintainya, tapi hatiku tidak mengatakan hal yang berbeda. Apalagi setiap malam aku selalu bermimpi seorang wanita, meskipun wajahnya tidak terlihat jelas hatiku sangat merindukannya. Setiap hari aku selalu berusaha untuk mencari siapa wanita yang ada dalam mimpi ku, semuanya sia-sia. Mama tahu kalau aku selalu berusaha untuk membuat ingatan ku kembali, maka karena itu Mama memberikan beberapa foto ku bersama dengan Mesya. Setelah itu mama memaksa ku untuk menikahi Mesya dan berusaha untuk meyakinkan ku. Akhirnya aku menyetujui pernikahan itu." Ryan menatap Cahaya yang masih yang setia mendengarkannya.

__ADS_1


"Setiap hari Mesya mengucapkan kata cintanya untuk ku, tapi aku tetap saja tidak pernah mengatakan kalau juga mencintainya. Malahan aku selalu mengucapkan kata cinta pada wanita yang selalu ada dalam mimpi ku, meskipun aku belum mengetahui wajahnya. Tapi aku merasa kalau aku sudah mencintai wanita yang ada dalam mimpi ku. Apa kamu tahu saat kamu datang ke acara pernikahan ku dengan Mesya ada hal yang berbeda dalam diriku. Jantung ku berdegup kencang, apalagi saat mengucapkan selamat untuk kami hati terasa sakit"


"Saat usia pernikahan kami dua tahun, ternyata Mesya divonis kanker otak dan mandul. Maka karena itu aku merasa sangat bersalah dengannya, aku merasa bersalah karena aku merasa kalau aku belum juga bisa membalas cintanya. Aku juga merasa kalau dia mengalami hal itu karena aku, dia tahu kalau aku belum bisa menerima pernikahan kami dan mengetahui kalau aku belum juga bisa mencintainya. Setiap hari dia selalu mengungkap cintanya pada ku, sedangkan aku sampai dia meninggal aku belum juga mengucapkan kalau aku mencintainya. Saat dia meminta untuk menikahi mu, entah kenapa hatiku berdebar kencang. Maaf kan aku, dengan kasarnya dulu aku langsung menolak mu. Aku melakukannya karena aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. Karena cinta ku hanya untuk wanita yang ada dalam mimpi ku. Aku tidak memperdulikan apakah wanita yang dalam mimpi itu nyata atau hanya sekedar bunga tidur"


"Apa itu berarti kalau ingatan mu tidak kembali dan kalau ternyata aku bukanlah wanita dalam mimpi mu, kamu tidak akan mencari ku?" Cahaya ingin tahu jawaban apa yang akan diberikan Ryan padanya.


"Maaf kan aku.... Sebenarnya kalau boleh jujur mungkin aku tidak akan mencari mu. Karena aku masih belum menyadari bahwa kamu sudah memiliki ruang dihatiku. Ruang yang tidak pernah sekalipun nama Mesya dalamnya"


"Maksudnya?"


"Sebenarnya aku baru mengetahui kalau aku sudah tertarik dengan mu, nama mu memenuhi seluruh pikiran dan hati ku. Setiap kamu dekat dengan pria lain, aku sangat cemburu. Aku tidak menyukainya, apalagi aku dapat melihat jelas kalau beberapa klien ku sangat tertarik dengan mu." Mendengar pengakuan Ryan membuat ada kebahagiaan dalam dirinya.


Cahaya yang sangat bahagia langsung memeluk Ryan dengan erat.


"Terimakasih sayang kamu mau menerima ku kembali. Aku tidak sanggup menjauh dari mu... I love you my Wife" ucap Ryan dengan memeluk Cahaya dengan erat dan mengecup kening istrinya dengan penuh perasaan.


"I love you too my husband" mendengar kata cinta dari Cahaya membuat Ryan langsung tampak sangat bahagia. Inilah yang dinanti-nantikanya ungkapan cinta dari mulut istrinya.

__ADS_1


******


__ADS_2