
"Sebentar lagi aku ke tempat kak Cahaya, aku ke sini ingin bertemu dengan ke dua sahabat ku ini" ucap Nayla tanpa menoleh kebelakang.
Mendengar jawaban Nayla membuat Kevin langsung tersenyum, karena dugaannya salah. Jeje yang melihat Kevin tersenyum, langsung mencubit pinggang Kevin. Kevin langsung menatap tajam Jeje karena mencubitnya.
Ting...
Nayla dengan diam langsung keluar dari dalam lift. Nayla yang tidak berniat ingin bertemu dengan Dodi dan tidak sanggup melihat kedekatan Kevin dan Jeje membuat dia melangkahkan kakinya dengan cepat. Karena tidak melihat jalan, Nayla tidak memperhatikan jalannya. Sehingga membuat dirinya menginjak mobil-mobilan anak-anak, akhirnya membuat dia jatuh ke belakang
"AW...". Kedua sahabatnya, Kevin dan Jeje langsung berlari karena melihat Nayla jatuh.
Nayla yang berniat untuk bangkit berdiri, melihat uluran tangan seseorang padanya. Nayla langsung mendongakkan kepalanya. Kevin, Jeje dan kedua sahabatnya sangat terkejut melihat pria yang ingin membantu Nayla. Dengan cepat Kevin melangkahkan kakinya, dia tampak tidak suka melihat ada pria lain berdekatan dengan Nayla.
"Lama kita tidak bertemu..." ucap Dodi, ternyata pria yang ingin dihindarinya sudah ada dihadapannya. Dengan kasar Nayla menghempaskan tangan Dodi. Kevin yang melihat hal itu, langsung menggendong Nayla.
Kedua sahabatnya dan Dodi yang melihat hal itu sangat terkejut, apalagi mereka melihat Nayla tampak sangat berbeda. Mereka sangat mengenal Nayla, Nayla paling tidak suka dengan sentuhan dari seorang pria kalau mereka tidak dekat. Sedangkan Jeje tampak menahan ketawa, karena melihat tingkah lakunya Kevin.
"Aku yang akan mengurusnya" ucap Kevin tanpa menoleh pandangannya pada Dodi.
Nayla yang berada dalam gendongan Kevin melihat wajah Kevin yang seperti menahan emosi. Karena Kevin menggendong Nayla membuat mereka jadi pusat perhatian. Banyak para wanita yang melihat hal itu sangat iri dengan keberuntungan Nayla yang digendong dengan pria tampan.
"Kak Kevin tunggu aku ..." jerit Jeje karena Kevin pergi begitu saja tanpa mengajaknya.
-
-
Sesampainya mereka diparkiran, Kevin meletakkan Nayla di dalam mobilnya dengan hati-hati.
"A.. aku tadi bawa mobil" ucap Nayla gugup.
Bukannya menjawab Kevin malah memeriksa keadaan pergelangan kaki Nayla.
"AW... Apa yang kamu lakukan?" jerit Nayla karena saat Kevin menarik kakinya, dia meringis kesakitan.
"Sekarang apa kamu bisa mengendarai mobil mu dengan kaki yang sakit seperti itu?" tanya Kevin sambil menatap Nayla dengan jarak antara mereka yang sangat dekat. Dengan gugup Nayla menggeleng kepalanya dengan pelan.
Mendapatkan jawaban dari Nayla barulah Kevin kembali berdiri dengan tegak. Lalu Kevin menghubungi seseorang, setelah itu Kevin menyuruh Jeje untuk masuk kedalam mobil.
Didalam mobil hanya suara Kevin dan Jeje saja yang terdengar, karena Nayla memilih memandang luar jendela. Karena saat Jeje masuk kedalam, Jeje langsung menyondongkan tubuhnya ke depan. Jeje selalu mengajak Kevin untuk mengajarkannya.
Saat melihat mereka sampai di restoran milik Ryan, tanpa bicara Nayla langsung membuka pintu mobil dan menahan rasa sakit kakinya dia keluar dari dalam mobil. Kevin yang melihat hal itu langsung menahan tangan Nayla, sedangkan Jeje langsung cepat keluar agar Nayla tidak langsung keluar dengan sendirinya.
__ADS_1
"Apa kamu ingin kaki mu semakin sakit?" tanya Kevin dengan kesal.
"Bukan urusanmu!" ucap Nayla dengan ketus.
"Dengar aku tahu kalau itu bukan urusan ku, tapi karena kamu berada di dalam mobil ku, aku tidak ingin disalahkan kak Cahaya nantinya." Nayla tampak terasa sangat sakit mendengarnya, karena Kevin bukan kuatir dengannya. Kevin tampak seperti itu karena takut dimarahin Cahaya.
Kevin keluar dari dalam mobil dan melangkah kakinya untuk membantu Nayla. Nayla tampak sangat kesal karena Kevin langsung menggendongnya tanpa bicara apapun.
"Kevin kenapa dengan Nayla?" tanya Cahaya saat melihat Kevin datang dengan menggendong Nayla.
"Kakinya keseleo kak..." ucap Kevin.
"Astaga. Bawa ke ruangan istirahat ku saja"
-
-
Didalam ruangan Cahaya, Kevin meminta Nayla untuk menahan rasa sakitnya saat dia mau mengobati kaki Nayla. Dengan penuh kelembutan Kevin mengusut pergelangan kaki Nayla. Nayla memejamkan kedua matanya saat dia merasakan sakit. Setelah sepuluh menit, Kevin menurunkan kakinya Nayla dari pangkuannya.
"Sekarang kamu coba apa sudah mendingan"
Nayla dengan pelan-pelan bangkit berdiri dan saat dia ingin berjalan dia merasa kalau rasa sakitnya sudah berkurang.
"Sudah mendingan dibandingkan dengan yang tadi. Terimakasih" ucap Nayla.
"Sekarang kamu mempunyai hutang dua pada ku" Nayla mengerutkan keningnya.
"Jadi, kamu tidak ikhlas membantu ku?"
"Tentu saja ikhlas, tapi jaman sekarang tidak ada yang namanya gratis"
"CK... Baiklah sekarang katakan apa yang kamu mau?"
"Aku juga belum tahu apa yang ingin ku mau..." Mendengar ucapan Kevin membuat Nayla menghela nafasnya.
"Baiklah katakan pada ku, setelah kamu tahu apa yang kamu mau. Aku mau pergi dulu!"
"Mau, kemana? Pergi ke mall tadi?"
"Tidak. Aku mau pulang saja...."
__ADS_1
"Kenapa?"
"Tidak apa-apa..."
Tok...tok...
Keduanya langsung menoleh ke pintu dan disana ada Cahaya dan Jeje yang sedang mendorong kereta baby Ezra.
"Nay, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Cahaya sambil berjalan mendekati Nayla.
"Tidak apa-apa, kak."
"Syukurlah. Oh, ya dibawah ada dua teman mu dan seorang pria. Katanya mereka ingin bertemu dengan mu"
"Teman?"
"Iya. Sebenarnya mereka sudah lama dibawah. Saat Kevin membawa mu ke atas mereka baru sampai. Hanya saja aku menyuruh mereka untuk menunggu dibawah saja"
"Terimakasih, kak. Aku akan menemui mereka."
Nayla langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Kevin. Kevin menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dengan menahan kesalnya.
"Kak, sepertinya kak Kevin sedang cemburu" ucap Jeje dengan menahan ketawanya.
"Hahaha. Biarkan saja dia cemburu, salah dia sendiri kenapa tidak langsung mengatakannya pada Nayla."
"Aku hanya takut, dia akan menolak" keluh Kevin dengan lemah.
"Kamu belum mencobanya kan? Seharusnya kamu itu pesimis kalau Nayla akan menerima mu"
"Kak, apa tujuan pria itu datang ke sini?"
"Mana ku, tahu! Aku bukan paranormal, dari pada kamu penasaran lebih baik kamu melihatnya sendiri"
Mendengar saran dari Cahaya, Kevin langsung bangkit berdiri dan turun kebawah. Saat dia kebawah dia melihat pria itu sedang bersujud di hadapan Nayla sambil menggenggam tangan Nayla.
Melihat itu membuat hatinya sangat panas, dengan cepat Kevin langsung menarik tangan Nayla untuk dilepaskan.
"Apa-apaan kamu! Siapa kamu?" Dodi sangat marah karena Kevin mengganggu rencananya.
Dodi memang dari awal akan melamar Nayla saat mereka bertemu di mall. Tapi karena kejadian tadi membuat dia mengikuti Kevin dari belakang. Dia tidak ingin menundanya lagi, karena dia ingin Nayla menjadi miliknya.
__ADS_1
Saat Kevin menarik tangannya, Nayla sangat terkejut. Nayla menatap Kevin dengan mengerutkan keningnya.
******