
Kevin tidak memperdulikan tatapan tajam dari Dodi dan pertanyaan Dodi. Kevin menarik Nayla untuk kembali naik ke atas. Kedua sahabatnya Nayla dan Dodi tampak sangat bingung, karena Nayla tampak tidak memberontak.
Cahaya, Jeje dan beberapa karyawan yang melihat hal itu hanya diam saja. Untung saja belum ada pelanggan yang datang, karena belum jam makan siang.
Saat Dodi ingin naik keatas mengejar Nayla dan Kevin, Cahaya dan Jeje langsung menghalanginya.
"Aku tidak akan peduli kalau kalian itu wanita, jangan salahkan aku kalau aku akan berbuat kasar. Minggir dari hadapan ku!" ucap Dodi kasar.
"CK... Dasar manusia tidak sopan santun. Aku berhak untuk menghalangi mu, ini restoran milik suami ku jadi aku lah yang menentukan siapa saja yang bisa naik keatas. Jaga batasan anda, ke atas tidak semua orang bisa masuk."
"Hei... Aku bisa membeli restoran ini kalau kamu mau. Jadi jangan sampai membuat ku semakin emosi" teriak Dodi. Rita dan Naya menarik Dodi untuk tidak melakukan hal yang akan membuat Dodi akan menyesal seumur hidup.
"Dod, jaga sikap mu. Sudah ayo kita pergi" ucap Rita. Dengan kasar Dodi langsung menghempaskan tangan Rita.
"Sekali lagi aku bilang, menyingkir dari hadapan ku! Jangan sampai kamu akan meratakan restoran ini" ucap Dodi.
-
-
Sesampainya di ruangan pribadi Cahaya, Kevin mendorong Nayla ke dingin. Kini jarak antara mereka sangat dekat, sehingga membuat Nayla jadi gugup. Apalagi tatapan Kevin yang seperti menahan emosinya.
"Kenapa kamu? A..pa yang kamu lakukan?"
"Apa hubungan mu dengan pria itu? Apa kalian pernah berhubungan?"
"Ti..dak. Dia teman satu kuliah ku dulu. Tapi apa urusannya dengan mu?"
"Aku tidak suka melihatnya memegang tangan mu" Mendengar alasan Kevin membuat Nayla langsung tersenyum dan mendorong Kevin agar membuat jarak antara mereka. Nayla merasa kalau saat ini Kevin tengah cemburu pada Dodi.
"Jangan senang dulu, Nay. Kamu harus memastikannya!" gumam Nayla dalam hati.
"Apa yang salah? Lagian kenapa kamu harus marah?" Nayla berharap mendapatkan jawaban yang diharapkannya.
__ADS_1
"Tentu saja salah, itu... karena aku sangat... maksud ku itu karena kalian bermesraan di depan umum!" Kevin hampir saja mengatakan yang sebenarnya.
Nayla tampak tidak percaya dengan jawaban dari Kevin. Karena Nayla merasa kalau Kevin tidak mengatakan yang sebenarnya dan dia dapat melihat jelas ada kecemburuan dari mata Kevin saat melihat Dodi.
"CK... Aku kira kamu akan mengatakan kalau kamu cemburu, ternyata tidak. Oh, ya tadi dia melamar ku, karena kamu datang tiba-tiba membuat aku belum menjawab lamarannya" Nayla sengaja mengatakan hal itu karena dia ingin melihat reaksi Kevin lagi.
"Baiklah aku akan kembali ke bawah dulu, aku harus memberikan jawabannya" Kevin langsung menarik Nayla kedalam pelukannya. Kevin tidak mengijinkan Nayla untuk pergi.
"Kenapa kamu memeluk ku?" tanya Nayla sambil pura-pura memberontak untuk dilepaskan.
"Bisakah kamu menolaknya?" tanya Kevin dengan suara yang lemah. Tentu saja membuat Nayla sangat bahagia karena mendengar Kevin memintanya untuk menolak lamaran Dodi.
"Kenapa aku harus menolaknya, dia mencintai ku sejak kami kuliah dulu dan sampai sekarang pun dia masih mencintai ku." ucap Nayla sambil mendorong Kevin untuk melepaskan pelukannya. Kini kedua mata mereka saling bertemu.
"Itu... Itu karena dia tidak cocok dengan mu" ucap Kevin dengan cepat. Mendengar jawaban Kevin membuat Nayla benar-benar sangat kecewa.
"Apa aku bertanya tentang pendapat mu, apakah dia cocok dengan ku apa tidak? Aku lah yang tahu siapa yang cocok untuk menjadi pasangan ku!" ucap Nayla dengan ketus. Karena sangking kesalnya Nayla memilih untuk keluar dari ruangan itu.
Nayla sangat terkejut melihat apa yang ada dihadapannya. Dodi mendudukkan kepalanya pada kakaknya.
-
-
"Pak Ryan...." gumam Dodi.
Dodi anak pengusaha yang bekerjasama dengan perusahaan Ryan membuat dia sangat mengenal Ryan. Dodi sangat terkejut melihat kedatangan Ryan, Dodi memang tidak tahu kalau Cahaya adalah istrinya Ryan. Karena dia tidak pernah ingin tahu tentang kehidupan orang lain.
"Minta maaf padanya, atau tidak mulut mu akan menerima akibatnya" ancam Ryan dengan dingin.
Tentu saja membuat Dodi ketakutan, setiap hari papanya selalu menasehatinya untuk tidak menyinggung perasaan keluarga Aditama. Jika dia melakukan hal itu seluruh keluarganya akan menerima akibatnya.
"Baik, pak" ucap Dodi dengan gugup. Dodi sangat bingung, kenapa Ryan sangat memperdulikan Cahaya.
__ADS_1
Dodi meminta maaf pada Cahaya dengan menundukkan kepalanya. Sungguh kali ini Dodi merasa dipermalukan, karena menundukkan kepalanya di hadapan seorang wanita. Selama ini dia tidak pernah sekalipun menundukkan kepalanya di hadapan seorang wanita.
-
-
Melihat Nayla pergi meninggalkannya dengan kesal, Kevin langsung mengejarnya.
"Nay, tunggu dulu. Sebenarnya ada hal yang lainnya..." Ryan tidak melanjutkan ucapannya karena Nayla menghentikan langkahnya sambil menatap ke dibawah tangga. Kevin mengikuti arah pandangan Nayla, mereka melihat dimana Dodi meminta maaf pada Cahaya dan disama ada Ryan.
"Nay, aku belum selesai bicara" ucap Kevin sambil menarik Nayla untuk kembali ke dia tidak memperdulikan apa yang terjadi di bawah. Nayla menatap Kevin dengan tajam karena masih kesal.
"Aku sibuk!" ucap Nayla dengan ketus.
Nayla yang tidak melihat langkahnya, membuat dirinya hampir jatuh. Untuk Kevin langsung menangkap tangannya. Akibatnya Nayla masuk kedalam pelukan Kevin.
Nayla yang masih shock, memeluk erat Kevin. Kevin dapat merasakannya. Ryan, Cahaya dan Jeje langsung menghampiri mereka. Sedangkan kedua sahabatnya dan Dodi mereka dihalangi Bisma untuk tidak ikut campur.
"Nay, kamu tidak apa-apa?" tanya Cahaya cemas.
Setelah merasa tenang, Nayla melepaskan pelukannya. Nayla hanya mengangguk kepalanya saja untuk menjawab Cahaya. Kevin yang melihat kalau Nayla masih tampak pucat langsung menggendong Nayla. Nayla yang takut jatuh langsung mengalungkan tangannya di leher Kevin.
"Jeje, tolong ambilkan air hangat untuk Nayla!"
perintah Cahaya.
"Baik, kak" Ryan dan Cahaya menikah mengikuti Kevin dari belakang. Kevin meletakkan Nayla dengan pelan-pelan di atas sofa.
"Kak, berikan ini pada nona Nayla" ucap Jeje sambil menyerahkan minuman yang dibawanya.
Kevin merasa bersalah, dia merasa dia lah penyebab yang hampir membuat Nayla jatuh. Kalau hal itu terjadi maka dia tidak akan bisa memanfaatkan dirinya sendiri.
"Kak Ryan, Kak Cahaya, Je bisa kah kalian meninggalkan kami?" ucap Kevin sambil menatap Nayla yang sudah mulai membaik.
__ADS_1
"Baiklah, kami akan keluar" ucap Cahaya dengan perhatian.
*****