
"Apa Tante tahu kalau belakang ini sangat bahagia karena aku bisa dekat dengan mama kandung ku sendiri. Aku selalu berharap dia Tante aku selalu ada bersamaku dan mendukung ku... Ternyata semuanya itu hanyalah mimpi ku saja...." Kiara menggeleng kepalanya dengan menangis.
"Apa Tante tahu apa yang paling ku sesali, salah satunya adalah aku lahir dari seorang wanita yang tidak memiliki perasaan sama sekali...." ucap Cahaya yang kini sudah tidak lagi menahan air matanya mengalir.
"Jangan katakan itu, nak.... Mama...Mama hanya tidak ingin...."
"Ingin apa, Tante?" tanya Cahaya dengan berteriak. Akibat dari berteriak, Cahaya kembali merasakan perutnya sakit kembali. Sakitnya lebih sakit dari pada yang lewat-lewat.
Andini sangat takut kalau terjadi sesuatu pada menantunya langsung menghampiri menantunya.
"Nak, tenanglah. Pikirkan kandungan mu sayang..." ucap Andini.
Cahaya langsung memejamkan matanya untuk menahan rasa sakitnya. Setelah merasakan rasa sakitnya mulai berkurang barulah dia membuka matanya.
"Ku mohon tolong pergilah, aku sangat yakin kalau Tante sanggup tidak bertemu lagi dengan putri mu ini. Akhirnya aku menyadari kalau aku bukanlah putri yang diinginkan oleh mu. Kalau saja bukan karena bunda menasehati ku, mungkin sampai saat ini aku tidak akan pernah membiarkan mu mendekati dan menyentuh ku."
"Maaf kan mama sayang... Mama mohon tolong jangan kembali menjauh dari mama. Mama mengatakan itu untuk hidup adikmu... Mama yakin kalau kalian akan bisa hidup berdampingan dan menjadi istri yang harmonis bagi Ryan..." ucap Kiara yang masih saja memikirkan Nayla, tapi tidak memikirkan perasaan Cahaya.
Kini Andini mengetahui apa permasalahannya, kenapa bisa menantunya seperti itu. Andini sangat terkejut mendengar ucapan Kiara. Dia berpikir kalau Kiara benar-benar menyayangi Cahaya, ternyata semuanya salah.
"Baiklah, kalau itu yang kamu mau... Aku akan memberikan keputusan itu pada Ryan sendiri. Jika Ryan memang ingin menikahi putri mu, aku tidak akan melarangnya." ucap Cahaya dengan dingin.
"Cahaya apa yang kamu katakan..." Andini tidak menyetujui apa yang dikatakan oleh menantunya.
"Aku akan memberikan jawabannya langsung..." Mereka semua langsung menoleh ke belakang mereka.
__ADS_1
Mereka sangat terkejut melihat Ryan, Bisma dan Rudi dibelakang mereka. Dengan tatapan dingin Ryan berjalan mendekati istrinya. Ryan merasakan dadanya seperti ditekan melihat istrinya yang sudah berderai air mata di wajahnya. Ryan, Bisma dan Renaldo tidak mendengar semuanya, mereka hanya mendengar ucapan Kiara pada Cahaya. Mereka bertiga sangat shock dengan apa yang dikatakan Kiara pada Cahaya.
"Ryan..." gumam Kiara pada menantunya itu.
Ryan berdiri di hadapan istrinya dan mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata istrinya.
"Aku tidak suka melihat air mata mu... Jika ada yang membuat air mata mu keluar, itu artinya dia akan menjadi musuh ku..." ucap Ryan dengan sendu. Cahaya memejamkan matanya setelah mendengar ucapan Ryan.
Cup...Cup...
Ryan mengecup kedua matanya Cahaya saat Cahaya memejamkan matanya. Setelah mendapat kecupan manis dari Ryan, Cahaya membuka matanya. Ryan yang melihat air mata istrinya tidak lagi keluar, Ryan memutarkan tubuhnya menghadap Kiara.
"Aku akan memberikan keputusan ku atas permintaan mama. Keputusan ku, Tidak. Aku... Tidak akan pernah menikah dengan Nayla."
Deg...
"Ma, tolong bawa Cahaya untuk ke kamar. Sebentar lagi dokter akan datang" ucap Ryan pada Andini.
"Baiklah. Mama akan membawa Cahaya ke kamar, mama percaya kalau kamu pasti tahu apa yang harus kamu lakukan" Ryan mengangguk kepalanya.
"Tunggu ma..." Cahaya menahan dirinya untuk tidak dibawa Andini untuk masuk kedalam.
"Ada yang ingin ku katakan lagi pada Tante Kiara untuk terakhir kalinya." ucap Cahaya.
"Baiklah sayang ...." Cahaya kembali menatap dengan sendu oada Kiara.
__ADS_1
"Aku hanya ingin katakan, untuk rasa sakit yang Tante taruh dalam hidup ku, aku memaafkannya. Aku tidak ingin menjadi wanita yang pendendam dan buruk bagi anak-anak ku nantinya. Seperti yang dikatakan bunda, karena aku sebentar lagi menjadi seorang ibu, itu berarti aku harus menjadi contoh anak ku. Dan aku mau katakan kalau aku benar-benar tulus memaafkan Tante, Tapi mulai saat ini ku mohon tolong jangan menemui ku lagi. Kalau kita ketemu di suatu tempat, anggaplah bahwa kita tidak saling mengenal" ucap Cahaya.
Setelah mengatakan itu Cahaya, Andini dan para pembantu yang tadi ikut keluar bersama Andini, masuk kedalam rumah.
Hiks hiks hiks...
"Cahaya tolong jangan seperti ini... Cahaya..." Bisma menahan Kiara untuk mengejar Cahaya masuk kedalam rumah. Kiara tidak menyangka kalau dia kembali kehilangan putri, yang selama ini dia rindukan sejak lama. Kiara menjatuhkan tubuhnya ke bawah sambil menangis
-
-
Ryan kini berdiri dihadapan Kiara. Tatapan Ryan hari ini, sangat berbeda dari biasanya.
"Aku tidak menyangka anda bisa melakukan hal itu kepada putri anda sendiri, nyonya Kiara!" Kali ini Ryan menekan cara panggilannya pada Kiara. Kiara mendongakkan kepalanya menatap Ryan karena sangat terkejut mendengar panggilan Ryan padanya.
"Putri anda bukan hanya Nayla, istri ku juga putri kandung anda, Nyonya! Kemana hati anda, saat anda meminta hal yang akan menyiksa batin putri anda sendiri? Coba anda diposisi istri saya, apa anda mau berbagi suami pada saudara anda sendiri?" Kiara terus-menerus menangis sambil mencerna apa yang dikatakan Ryan padanya.
"Saya juga ingin bertanya sesuatu kepada anda, kalau misalnya saya menikahi putri anda, apa anda yakin kalau putri anda akan bahagia? Apa anda tidak bisa belajar dari kesalahan anda yang lewat? Apa anda ingin putri anda mengalami hal yang sama seperti putri anda yang pertama? Aku sangat yakin kalau anda mengetahui bagaimana kehidupan rumah tangga saya dan putri anda"
Ya, Kiara semakin menangis mendengar pertanyaan Ryan. Karena pertanyaan Ryan membuat dia teringat dengan kehidupan putrinya yang sudah meninggal. Setiap hari dia selalu mendengar curhatan dari Mesya, kalau Ryan tidak pernah sekalipun mengatakan cinta pada Mesya. Ryan selalu sibuk dan tidak pernah meluangkan waktu pada putrinya.
"Aku tahu selama ini kalian menipu ku, anda dan mama saya bersekongkol untuk menipu saya. Kalian memanfaatkan amnesia saya, dan mengatakan kalau Mesya dan saya sudah tunangan sebelum kecelakaan. Kalian juga see selalu mengatakan wanita yang saya cintai adalah Mesya. Kalian juga membujuk Mesya untuk ikut bergabung bersama dengan kalian menipu saya. Kalian sengaja membuat saya menjauh dengan wanita yang saya cintai."
"Meskipun kalian memisahkan kami dengan memanfaatkan amnesia ku, Tapi Tuhan menyatukan kami kembali. Ya, walaupun aku sempat mengecewakannya dan membuat dia pergi menjauh dari ku, tapi Tuhan mempersatukan kami kembali!" Kali ini membuat Kiara semakin bingung. Dengan lemah dia bangkit berdiri dan menatap Ryan dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Apa anda tahu siapa wanita itu? Sekarang wanita itu sudah menjadi istri ku. Ya, dia Cahaya ku. Putri yang anda buang selama ini. Wanita yang selalu ada dalam mimpi ku saat aku amnesia. Meskipun aku melupakannya, tapi tidak dengan cintaku." ucap Ryan sambil menatap Kiara.
****