IF...(Seandainya)

IF...(Seandainya)
Permintaan Kiara


__ADS_3

"Sudahlah lupakan saja, om! Aku hanya ingin tahu saja dan ingin melupakan semuanya. Aku juga sudah memaafkan Tante Kiara" ucap Cahaya yang sudah mulai menampilkan senyumnya.


Kiara yang melihat senyum diwajah Cahaya membuatnya sangat lega, dan berpendapat bahwa Cahaya sudah menerimanya. Begitu juga dengan Renaldo, pikirannya dengan Kiara sama. Dia berharap anak dan ibu itu bisa bersatu.


"Terimakasih, sayang...." Cahaya mengangguk kepalanya.


-


-


Sejak hari itu, Kiara selalu datang ke kediaman keluarga Aditama selama dua hari berturut-turut. Kiara ingin mendekatkan dirinya kepada putrinya.


"Mama kesana lagi?" Tanya Renaldo yang baru saja pulang dari kantor.


"Ia, pa. Papa tahu kalau tadi aku dan Cahaya masak bareng....." ucap Kiara dengan bahagia.


Prang...


Kiara dan Renaldo langsung menoleh kearah belakang mereka. Mereka terkejut melihat Nayla dibelakang mereka dengan tatapan dingin. Ini pertama kalinya Nayla keluar dari kamarnya.


"Sayang, akhirnya kamu keluar juga sayang..." Kiara langsung bangkit berdiri, karena bahagia melihat putrinya keluar dari kamar, Kiara berlari memeluk putri yang masih tampak sangat kacau.


"Jangan mendekat!" Kiara dan Renaldo sangat terkejut mendengar penolakan Nayla terhadap Kiara.


"Nay...." gumam Kiara dengan suara yang gemetar.


"Pantas saja mama tidak pernah lagi datang ke kamar untuk melihat ku, ternyata mama sangat bahagia menghabiskan waktu dengan putri mama yang hilang itu" ucap Nayla dengan tidak suka.


"Sayang, bukan begitu. Mama selalu datang melihat mu ke kamar. Hanya saja setiap mama masuk, kamu sedang tidur sayang!"


"Mama tidak bohong?" Kiara menggeleng kepalanya. Nayla langsung berlari memeluk mamanya dengan isak tangis.


"Aku takut kalau mama lebih menyayanginya dari pada aku..." ucap Nayla. Renaldo hanya diam saja melihat istrinya dan putrinya berpelukan. Entah kenapa perasaannya tidak enak.


"Mama sangat menyayangi putri kecil mama ini..." ucap Kiara.


"Ma, aku mau tidur di pangkuan mama.."


"Ya, sudah sekarang kita ke kamar mu. Mama akan menemani mu, sampai kamu tidur!" ucap Kiara. Renaldo yang mendengar itu memilih untuk masuk kedalam ruangan kerjanya.

__ADS_1


-


-


"Ma, jika aku pergi apakah mama akan merindukan ku?" tanya Nayla yang merasa sangat nyaman tidur di pangkuan Kiara.


"Apa maksud mu sayang? Mama tidak akan membiarkan mu pergi jauh dari mama dan papa" ucap Kiara.


"Nay, tidak sanggup ma..." Mendengar suara lirih Putrinya membuat hatinya Kiara sangat sakit.


"Nay tidak sanggup melihat orang yang Nay cintai hidup bahagia dengan wanita lain, ma... Nay, ingin pergi jauh supaya Nay tidak melihat kebahagiaan mereka" ucap Nyala dengan lirih.


"Tolong jangan Tinggalkan mama sayang, mama tidak sanggup kamu meninggalkan mama juga..." ucap Kiara dengan menangis sambil mengelus rambut Nayla.


"Nay, tidak sanggup ma...Hiks...hiks... Tolong Nay ma..." Nayla memutarkan kepalanya dan menenggelamkan wajahnya di perut mamanya.


"Hiks hiks hiks...Apa yang harus mama lakukan sayang? Mama akan melakukan apapun, yang penting kamu tidak pergi menjauh dari mama..." Mendengar ucapan Kiara, membuat Nayla langsung bangkit duduk dan menatap mamanya.


"Benarkah?"


"Ia, sayang...." ucap Kiara sambil mengelus pipi Nayla dengan menangis.


"Mama, tolong bujuk Cahaya untuk mengijinkan kak Ryan menikahi ku. Aku janji aku akan berubah"


"Bujuk dia ma... Aku yakin dia akan mau berbagi suami dengan ku..."


"Mama akan mencobanya." mendengar itu Nayla memeluk Kiara dengan bahagia. Kiara tidak tahu apa yang akan terjadi kalau dia melakukan hal itu.


-


-


Kini Kiara berada di rumah keluarga Aditama. Tampak Cahaya, Andini dan Kiara sedang sibuk merangkai bunga di depan teras.


"Aku kedalam bentar ya..." ucap Andini. Kiara dan Cahaya mengangguk kepalanya. Setelah memastikan Andini masuk, Kiara menatap Cahaya.


"Tante kenapa lihat aku seperti itu? Apa ada yang ingin Tante katakan?" ucap Cahaya dengan mengerutkan keningnya. Cahaya masih saja memanggil Kiara Tante, karena kalau memanggil mama dia masih kaku.


"Aya apa bisa kita bicara sebentar? Ada yang ingin mama katakan, tapi....." Kiara tampak gugup dan tidak mau mulai mana bicaranya.

__ADS_1


"Katakan saja Tante..." ucap Cahaya.


"Begini..." Kiara menarik tangan Cahaya untuk digenggamannya.


"Mama hanya meminta tolong pada mu, hanya kamu yang bisa membantu mama. Bisakah kamu mengijinkan Ryan untuk menikah lagi dengan Nayla? Tolong bujuk dia nak,..."


Jleb..


Cahaya sangat terkejut mendengar permintaan Kiara padanya.


"Apa maksud Tante?"


"Nayla adik mu, sejak kalian mengumumkan pernikahan kalian dia tidak pernah lagi keluar dari dalam kamar. Dia tampak sangat kacau sayang, Dia...Dia... Selalu menyebutkan nama Ryan. Ternyata selama ini dia sangat mencintai Ryan, nak" ucap Kiara dengan menangis.


"Dia mengatakan kalau dia akan pergi jauh dari mama. Mama tidak sanggup jauh dari Nayla..." ucap Kiara lagi.


Tentu saja hati Cahaya semakin sakit mendengar apa yang dikatakan mamanya. Cahaya menarik tangannya dari genggaman tangan Kiara dengan tatapan penuh kekecewaan. Cahaya bangkit berdiri dan ingin pergi meninggalkan Kiara. Tapi Kiara langsung menahannya dan berlutut dihadapannya sambil menggenggam tangan Cahaya.


"Mama mohon, nak. Nayla siap menjadi madu untuk mu, dan dia akan berubah sayang. Mama mohon tolong untuk kali ini kabulkan permintaan mama. Mama akan melakukan apa saja yang kamu mau nak..."


Sungguh kali ini Cahaya sangat menyesal karena mau belajar menerima kehadiran mamanya lagi. Dia berpikir kalau mamanya akan selalu ada bersamanya dan mendukungnya. Ternyata semuanya itu salah.


"Ternyata dalam hatimu hanya ada anak dari om Renaldo, aku tidak pernah ada dalam hati anda Tante" ucap Cahaya dengan menahan air matanya tidak keluar.


"Tidak bukan begitu sayang, kamu juga selalu ada dalam hati mama..." ucap Kiara dengan menangis, hatinya sangat Sakit mendengar penilaian Cahaya tentang dirinya.


"Tidak Tante, aku tidak pernah sekalipun ada dalam hati Tante. Jika ada, pastinya anda tidak meminta permintaan seperti itu padaku! Tante hanya memikirkan Nyala saja." ucap Cahaya dengan dingin.


"Aku tidak menyangka kalau Tante meminta supaya aku mengijinkan suami ku menikah lagi. Coba Tante pikirkan dulu, apa ada seorang istri yang mau suaminya menikahi wanita lain? Aku sebagai wanita tidak ingin pernah di madu" ucap Cahaya dengan berteriak.


Mendengar suara teriakan Cahaya membuat Andini dan para pembantu yang ada dalam rumah langsung keluar. Mereka sangat terkejut melihat Kiara bersujud di hadapan Cahaya sambil menggenggam tangan Cahaya. Apalagi Kiara menangis terus.


"Cahaya, Kiara ada apa ini?" tanya Andini dengan terkejut.


"Apa Tante pikir kalau aku akan menyetujui permintaan Tante? Tidak! Tante salah besar, aku tidak akan pernah mengijinkan suami ku menikah lagi dengan siapapun, kecuali kalau aku sudah mati!" ucap Cahaya dengan emosi.


Hiks hiks hiks...


Kiara terus menangis, dia merasa bersalah karena tidak memikirkan bagaimana perasaan Cahaya.

__ADS_1


"Tunggu dulu, Ryan menikah lagi? Aya tolong jelaskan pada mama" ucap Andini yang sangat bingung, apalagi Cahaya mengatakan putranya akan menikah lagi.


*****


__ADS_2