Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 11 - Perhatian


__ADS_3

Saat Esme tertidur, Ronald menyelinap ingin ke kamar Azzah. Ronald tidak bisa menunggu lagi, Ia berusaha mengesampingkan ego sesaat.


Tok tok tok


"Azzah, ini aku Ronald," ucap Ronald


"Apa dia sudah tidur?" tanya Ronald pd diri sendiri.


"Zah ... " lirih Ronald sambil mengotak - atik gagang pintu


"Kamu sekarang sudah berani tidak menjawab suamimu," gerutu Ronald dibalik pintu


Tak sabar Ronald dengan raut kemarahan berhasil membuka pintu dengan kunci cadangan. Wajah Ronald berubah sendu saat mendapati Azzah tergolek di lantai.


"Zah jangan becanda kamu, bangun," suara Ronald bergetar.


"Kamu kenapa sayang, maaf," ungkap Ronald


Ronald mendekap erat tubuh Azzah kemudian berteriak. "Esme!"


Esme melonjak kaget mendengarkan suara Ronald yang menggugah hibernasi nya.


Esme tak suka pemandangan jelek apa yang ada di depan matanya kini.


Ronald bergumul di dalam selimut bersama Azzah. Esme mengepalkan tangan karena Esme tahu kulit tubuh mereka sedang bersentuhan tanpa sehelai benang pun.


Ronald pasti ingin memindahkan sedikit panas tubuh Azzah ke tubuhnya.

__ADS_1


"Cepat hubungi dokter, Azzah demam, semua ini karena Aku mengabaikannya, ini salahku," ucap Ronald merengkuh badan Azzah semakin tanpa jarak.


"Iya Dia sedang dalam perjalanan," balas cuek Esme .


Esme tak sanggup melihat mereka bermesraan, meski bukan dalam hal sebenarnya. Tapi itu cukup melukai hati Esme.


"Kenapa tidak langsung membawa ke rumah sakit, sih dasar Ronald!" gerutu Esme keluar pintu.


Di dalam kamar.


Ronald trus mengecup kening Azzah.


"Bodoh, kalau aku tidak ada di rumah bagaimana, gadis ceroboh," gumam Ronald


"Aku menjauhi mu, bukan berarti Aku membencimu, ngomong ngomong tubuh mu sangat indah, kenapa kamu menyembunyikan karya master dariku, gadis kecil!" tegas Ronald


"Menggemaskan ... maafkan aku Azzah, aku lalai, aku berjanji tidak akan terjadi kejadian tidak mengenakan seperti ini lagi, Azzah ku, kamu bagian dari hidupku, Istriku," ujar Ronald membelai wajah Azzah yang pucat pasih


"Aku rasa Anda lelaki yang pandai, buktinya Anda bisa melakukan pertolongan pertama," ujar Si Dokter tampan.


"Berikan Dia pakaian, Aku tunggu di luar sebentar," kata Si Dokter yang tahu keadaan keduanya telanjang.


Di dalam sana Ronald terus mengumpat, karena si Boy sudah meronta, menyundul sana - sini. Melihat lembah surgawi Azzah. Ronald menahan sekuat tenaga agar tidak merusak suasana.


Dia sadar orang sehat tidak mungkin mengerjai wanita yang sedang sakit. Ronald masih punya hati.


"Aku tinggal sebentar dulu, sayang" ucap Ronald pada Azzah yang akan diperiksa keadaanya oleh Dokter.

__ADS_1


.


.


5 menit, Si Dokter keluar. "Berikan obat ini, tensi darah 90, pasti dia sangat tersiksa, juga dia dehidrasi, Aku sarankan dia rawat inap di rumah selama 3 hari, aku akan sering memantaunya, sebagai Suami Anda harus di samping Istri saat dia butuh peran seorang Suami, sampai dia sembuh," jelas Dokter.


"Iya Dok, terimakasih," ucap Ronald


"Tunggu, Ronald bilang terimakasih, apa dia ketularan sakit, kenapa dalam sesingkat ini Azzah merubah tabiatnya," geram Esme.


"Semua tentang Ronald hanya milikku, Azzah tidak boleh menguasainya, tidak boleh!" kelakar Esme dalam hati.


"Ronald sudah biarkan Azzah istirahat, kamu juga butuh istirahat, kalau kamu tidak tidur, bisa bisa kamu nanti ketularan sakit," ujar Esme.


"Kamu tidak dengar pesan Dokter tadi Esme, Aku akan menemaninya!" tegas Ronald.


"Terserah, nanti kalau sakit, kamu suruh dia gantian merawat mu, Aku rasa setelah bangun Dia akan membencimu, karena dia begini juga karena kamu," ujar Esme.


"Azzah bukan wanita seperti itu," tandas Ronald


"Dari mana kamu tahu, Apa kamu bisa melihat isi hatinya, atau kamu sudah melupakan tujuan kamu menikahinya," sindir Esme


"Aku memang tidak mencintainya, untuk apa aku mencintai gadis kampung seperti Dia, aku hanya merasa kasihan," terang Ronald.


"Rasa kasihan lebih berbahaya dari rasa cinta, sekali tersemat Ia akan masuk ke hati terdalam, dan susah untuk dilupakan," peringat Esme.


"Tapi yang aku lihat kamu lemah, saat melihatnya tak berdaya, apa kamu yakin bisa meneruskan rencana kamu. Sepertinya kamu sudah menggunakan perasaan, Gunung es sudah mencair," seloroh Esme

__ADS_1


"Sudahlah, aku tidak ingin berdebat, lagi pula aku bisa tidur di sofa, kamu kembalilah ke kamar, jangan khawatir masalah itu, aku tak mudah digoyahkan!" seru Ronald.


"Hm," jawab Esme jutek.


__ADS_2