
Tiada arti aku merindu
Jika kau tak ingin bertemu
Apa gunanya bercinta di dalam ke pura - pura an
Yang lafadz cinta hanya di bibir
Namun diri tak seringnya hadir
Di saat engkau diperlukan aku, Hampa
🎶 🎶 🎶
Azzah merenungi kejadian yang menggores hatinya.
FLASH BACK
Azzah sempat menolong Charlotte yang hampir terjatuh saat berjalan - jalan mengitari taman dalam rumah. Tapi fakta yang sesungguhnya di putar balik oleh Esme dan di adukan pada Ronald.
"Ronald Charlotte terjatuh dia di taman sekarang, ayo cepet," pekik Esme
Ronald langsung mengkhawatirkan keadaan Charlotte dan bayi yang ada di dalam kandungannya.
"Lihatlah ini semua ulah istri muda mu, pasti dia iri hati pada Charlotte," ucap Esme.
"Aku hanya membantunya berdiri, Aku tidak sengaja melihat Mbak Charlotte hampir tersandung, lalu aku berusaha mendekat dan -"
"Mendorongnya?" tanya Ronald
"Tidak mana mungkin, aku segila itu menyakiti orang lain, Aku tidak mungkin, Mbak," lirik Azzah pada Charlotte.
"Ronald sebaiknya bawa Mbak Charlotte ke rumah sakit dulu, untuk memastikan keadaanya tadi kami sempat terjatuh bersama," ucap Azzah
Ronald mendengus entah harus dengan siapa Ronald percaya. Tapi memang ucapan Azzah ada benarnya.
Azzah melihat kepergian Ronald menggendong Charlotte. Sementara Esme meledek Azzah dengan melambaikan tangan.
__ADS_1
Charlotte yang jatuh tapi Azzah yang kena tuduhan, padahal jelas di sini Esme sempat melihat dari jauh. Esme sungguh licik tukang fitnah, apakah Azzah harus menghormati seorang perempuan yang tidak menghormati perempuan lainnya.
FLASH ON
"Bi ... " panggil Azzah.
"Iya Non,"
"Bi ambilkan betadine, tolong," perintah Azzah
Azzah mengobati tangan yang sedikit lecet karena sempat menyangga berat tubuh Charlotte.
🍁🍁🍁
Di rumah sakit
"Bagaimana istri saya Dok?" tanya Ronald
"Istri Anda baik baik saja, Anda hanya perlu menjaganya agar dalam mood yang baik, sehingga tidak mempengaruhi kehamilannya," ujar Dokter wanita tersebut.
"Syukurlah terima kasih, Dok," kata Ronald
"Charlotte, benar tidak ada yang kamu rasakan, sayang ... sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Ronald.
"Jangan salahkan Azzah, Suamiku, seharusnya kamu berterimakasih padanya, bukan malah memarahinya," kata Charlotte.
Ronald menarik tangan Esme keluar ruangan.
"Apa maksud semua ini Esme!" tekan Ronald.
"Aku mengatakan berdasarkan yang aku lihat,"
kata Esme tak bersalah.
"Lain kali lebih hati - hati dalam berbicara dan menyampaikan sesuatu, Aku tidak ingin mengkambing hitamkan orang yang tidak bersalah," ujar Ronald.
"Terserah," jengah Esme memutar bola mata.
__ADS_1
Ronald menggelengkan kepala.
Sepulang Charlotte, Ronald bergegas ke rumah belakang menyapa Azzah.
Tok tok tok
"Mas kenapa - " terputus
"Maaf, maaf karena tidak mempercayaimu, aku hanya kelewat khawatir, karena aku sudah lama menginginkan kehadiran seorang putra di tengah keluarga kami," kata Ronald mengaku salah.
"Maafkan aku," ucap Ronald
"Mas Ronald jangan memeluk terlalu kencang, aku tercekik Mas, sesak napas!" seru Azzah
"Maaf." Ronald meringis.
"Kamu tidak apa apa, kan Zah?" tanya Ronald
"Memangnya Azzah kenapa, kan yang jatuh Mba Charlotte," seloroh Azzah
"Charlotte sudah cerita semuanya, Zah maaf kan Esme, entah bagaimana Aku meluruskannya," kata Ronald.
"Bukannya Aku mau mengadu tentang Mba Esme, tapi kemarin Dia ke sini dan menyiram ku dengan air, Karena dia menganggap aku ini memperalat kekayaanmu, Mas," ujar Azzah.
"Sebagai permintaan maaf ku, besok kita jalan jalan, yah kita cari hiburan, aku tahu kamu pasti bosen di rumah," kata Ronald
"Charlotte juga ikut, kamu tidak keberatan kan, Aku tau ini tak dapat menebus semuanya, tapi aku ingin memperbaikinya mulai sekarang," ucap Ronald tulus,
"Iya Mas, Azzah sudah memaafkan kalian," balas Azzah
"Subhanallah ... " gumam Ronald
"Terbuat dari apa hati wanita ini, selembut itukah hati wanita yang selama ini aku sakiti, kenapa aku begitu bodoh mengabaikan permata yang tersimpan di rumahku sendiri," batin Ronald.
"Aku mencintaimu Azzah," gumam Ronald dalam hati
"Mas Ronald." Azzah melambaikan tangan di depan wajah Ronald.
__ADS_1
Ronald membalas senyuman dan merengkuh Azzah ke dalam pelukannya. Ronald mengelus kepala Azzah dengan penuh kasih sayang.
Sementara Esme sedang tidak tenang. Ia harus menjalankan rencana mendepak Azzah dengan lebih bersih lagi. Karena tidak menutup kemungkinan Ronald akan mencurigainya setelah apa yang barusan terjadi.