
Empat tahun kemudian.
Ronald menghargai keputusan Azzah untuk membesarkan Zayn di luar negeri. Tanpa sepengetahuan Esme juga. Ronald sering menginap di kediaman baru Azzah.
Azzah memilih bangunan sederhana untuk dia tinggal bersama Zayn. Meski kelihatan jauh di mata, tapi hati Mereka selalu terikat. Entah kenapa dengan Azzah Ronald begitu candu dan rasanya jiwa mudanya kembali bergairah.
"Mas jangan sering mengunjungi kami, nanti Mbak Esme curiga," ucap Azzah
"Sayang kamu jangan banyak bawel, ternyata ada bagusnya juga ide kamu. Kita jadi lebih leluasa berdua, tanpa ada yang mengganggu," ujar Ronald sambil memeluk Azzah dari belakang
"Mas ini benar kamu, kenapa jadi manja gini sih," celetuk Azzah
"Hm ... besok Mas pulang. Kamu nggak mau ngasih Hadiah manis untuk Suami merana mu ini?" tanya Ronald
"Kok merana?" tanya Azzah mengelus wajah Ronald
"Hatiku begitu tenang kalau kamu di dekatku Azzah. Seakan Aku ini lelaki paling bahagia di dunia ini. Aku tidak ingin melewatkan malam tanpa kamu, sangat menyiksaku," ungkap Ronald.
"Aku menginginkanmu malam ini," ucap Ronald
"Dengan senang hati sayang," balas Azzah menggenggam tangan Ronald.
Keduanya larut dalam buai mesra dengan rindu yang memabukkan. Dingin musim salju di negeri tersebut, semakin mendukung kedua insan agar saling menghangatkan.
Erangan Azzah seiring terdengar lebih merdu, karena Ronald mempercepat tempo permainan mereka. Sesekali Ronald sengaja memperlambat. Agar Azzah semakin tergoda menjemput kenikmatan bersama.
Ingin rasanya Ronald mengulanginya lagi dan lagi. Bagi Ronald mengarungi surga dunia bersama Azzah adalah nikmat yang tak terlukiskan. Sungguh Ronald tidak ingin waktu cepat berlalu.
"Sayang," panggil Ronald serak.
Ia memeluk tubuh Azzah yang terbalut selimut.
"Mas udah, yah Aku udah lima kali keluar kamu baru tiga kali. Aku rasanya sudah nggak sanggup kalau kamu minta lagi," desah Azzah.
"Biar cepet jadi adik buat Zayn," bisik Ronald
__ADS_1
"Eugh ... mas jangan dulu, beneran Azzah lemas," pasrah Azzah.
"Hha, iya iya maaf. Mas hanya sangat merindukan kamu," ucap Ronald
Cup
Ronald mencium pelipis Azzah sekilas.
"Tidurlah kamu pasti capek meladeni suamimu yang barusan sangat bersemangat. Tapi tidak Aku pungkiri, lembah mu masih menggigit," goda Ronald
"Ck!" Azzah merona dan lekas menyembunyikan wajahnya dalam selimut.
"Azzah- azzah beruntung Aku memiliki Istri sepertimu, menyenangkan suami dan kesabaranmu yang membuat Aku utuh. Kamu mengalah bukan berarti kamu kalah. Karena bidadari hatiku yang sesungguhnya adalah Kamu," batin Ronald
Sebelum kepulangannya, Ronald ingin menghabiskan waktu kebersamaan bersama keluarga kecilnya itu.
🥀🥀🥀
Di usia enam tahun, Azzah menyekolahkan Zayn ke sekolah dasar favorit yang ada di negeri X.
Azzah sempat heran datang dari mana keusilan Zayn.
Di ruang makan.
"Boy, Papah denger kamu suka ngisengin anak cewe, yah?"
"Lula maksud Papah?" tanya Zero
"Hm," mengoles selai.
"Itu karena model kunciran kudanya, Pah sangat lucu," jawab Zero
Ronald membayangkan masa kecilnya, yang gemar menarik tali kepang Esme.
"Astaga, dia mirip denganku," batin Ronald.
__ADS_1
"Nggak bisa," sela Azzah seolah mendengar ucapan hati Ronald.
Ronald mengernyit.
"Ada apa Sayang?" tanya Ronald pada Azzah
"Mah?" Zayn bersuara.
Azzah yang sempat melamun karena takut. Zayn meniru gaya Playboy Papahnya.
"E - enggak Mas, maaf," ucap Azzah gagap
"Mah, kalau ngomong dilanjutin ngapah, Kok Zayn sebel kalau ada orang ngomong tiba tiba nggak ada lanjutannya," balas Zayn
"Ya allah lihat saja wajah itu persis seperti Papahnya kalau sedang marah," batin Azzah.
"Sayang, Kamu tadi sebelum makan udah baca bismillah?" tanya Azzah
"Sudah Mah udah," balas Zayn mengulang
"Mah," panggil Zayn lagi.
"Kata Papah Zayn punya Kakak kembar apa bener itu , Mah?" tanya Zayn memastikan.
Azzah melirik Ronald bingung. Ronald mengangguk.
"Iya sayang, nanti kalau Zayn udah dewasa kita pulang," sambar Ronald
"Maaf Zayn bukannya selama ini Mamah nggak mau bilang, cuma belum waktunya saja kamu mengerti," ungkap Esme
"Kenapa kami tidak tinggal serumah, Mah, kan Zayn jadi punya temen main. Dimana memangnya sekarang Kakak Zayn?" tanya Zayn
Zayn belum tahu aja Saudara tirinya sangat membencinya. Author.
Eng iiiii eng 😳
__ADS_1