Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 48 - Dia tak biasa


__ADS_3

"Putra ku Zero," gendong Ronald sambil mengajak bicara Zero.


"Ini papah sayang, Papah ganteng, kan makannya Zero juga ganteng siapa dulu Papahnya." Ronald memuji diri sendiri.


"Hihi, Suamiku pede tingkat dewa," batin Charlotte menertawai Ronald.


Esme menggelengkan kepala sembari menyusui Zarina.


"Zarina nyenyak sekali bobonya, sayang, maafin mamah yah, mama janji akan sembuh untuk kalian," tandas Esme


Ronald tersenyum melihat ada kemajuan karena semangat Esme.


"Mbak Zarina biar aku gendong, yah?" tanya Charlotte.


"Aku sudah berjanji memberikannya padamu, tapi Zarina tetap putriku sampai kapan pun, Aku yang melahirkan dia," kata Esme.


Charlotte tidak memaksa apapun yang Esme kehendaki. Tapi Charlotte hanya ingin membantu mengasuh Zarina.


"Mbak malam ini boleh nggak Zarina tidur sama Aku, ranjang bayinya sudah aku siapkan di samping tempat tidurku," Kata Charlotte.


Esme mengangguk.


"Kalau Zarina lapar kamu bisa membangunkan Aku, Aku sendiri yang akan menyusuinya," ucap Esme.


"Makasih, Mbak," kata Charlotte.


"Hm, dia juga Anakmu," seloroh Esme


Ronald terenyuh mendengar perkataan Esme. Entah kenapa Esme bisa bersikap baik pada Charlotte. Tapi kenapa Esme tidak ada baik- baiknya dengan Azzah, satu hal yang Ronald bingung.

__ADS_1


"Aku senang dengan lahirnya Zero dan Zarina rumah kita jadi makin ramai," ucap Ronald.


Zero memasukan jempol mungil ke mulutnya sendiri.


"Lihat Esme putramu sangat gagah," kata Ronald


"Dia seperti Kamu, untung kamu tampan!" seru Esme.


"Shhh," desah Ronald.


Esme menyeringai.


"Besok jadwal terapi kamu. Aku sudah mendatangkan dokter pribadi untuk kamu, seminggu tiga kali kamu akan menjalani terapi, agar syaraf kaki berfungsi kembali. Kita bisa merawat dan mengajak Zero, Zarina jalan jalan," ujar Ronald


"Aku juga berharap bisa selamanya hidup denganmu Ronald, bersama anak cucu kita nanti," batin Esme terharu.


Esme tidak menyangka, akhirnya bisa memiliki keluarga kecil bersama sahabat baiknya sendiri itu Ronald.


"Jodoh rahasia, kamu bertambah dewasa semakin cantik aku jadi pangling, banyak hal yang orang lain tidak tahu dari diriku, tapi kamu mengerti aku," balas Ronald


"Kalian ngomong apa sih, mengenang masa lalu, yah!" seru Charlotte.


Charlotte memang hadir di tengah Esme dan Ronald. Karena Esme tak juga hamil mendiang orang tua Ronald menikahkan Charlotte dengan Ronald. Seiring waktu Ronald mulai memupuk rasa untuk Charlotte.


"Kalian sama di mataku, kalian bidadari ku," ucap Ronald.


"Ronald Kamu memujiku?" tanya Esme


"Hm,"

__ADS_1


"Dia tidak biasa hari ini," batin Esme.


"Suamiku kenapa, yah. Aku merasa dia lebih sabar hari ini," batin Charlotte.


"Zero tidur sama papah oke, sama Mom Esme malam ini," gumam Ronald mendapat lirikan dari Esme dan Charlotte.


"Aku menyayangimu putraku," batin Ronald.


Malam harinya.


Di lain tempat.


"Azzah," pekik Uci.


"Mba, Reno?" panggil Azzah


"Leno dong ate," kata Reno ingin di gendong Azzah.


"Reno sayang, itu tante Azzah sekarang lagi ada temen buat Reno, tante Azzah lagi hamil," kata Uci.


"Amil?" tanya Reno menggemaskan.


"Ate ng yang Leno gi, ate." Reno sedih


"Reno ... tante sayang reno kok, tapi tante nggak bisa lama sekarang gendong Reno, ada dede di disini." Azzah menaruh tangan Reno di perutnya.


"De'?" bingung Reno menggaruk kepalanya.


"Iya nanti Reno bakal punya temen main," kata Azzah

__ADS_1


"Ain edang ate!" seru Reno kegirangan


"Iya main pedang pedangan." Azzah terkekeh begitu juga Uci.


__ADS_2