Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 18 - Next Aisyah


__ADS_3

Ronald dan Azzah satu ranjang bersama saat itu, tak banyak hal yang Merek lakukan.


"Singkirkan guling ini, apa maksudnya memberikan batasan begitu, tidak bisa mulai sekarang kamu Azzah tidur harus dengan menghadap Suamimu," ujar Ronald sambil menendang guling ke lantai


Azzah terperanjat dengan gerakan Ronald membuang dinding pembatas tersebut.


"Sini peluk tidur dan peluk Suamimu, pahala bagi sepasang suami - istri, Kamu anak Abah dan Umi mana mungkin tidak paham," ujar Ronald lagi


"M - Mas tapi ... "


Ronald menarik Azzah ke dalam dekapannya, perlahan tapi pasti Ronald lah yang membuka penutup kepala Azzah yang melindungi aurat rambutnya.


"Kamu cantik Zah, cuma kadang saja nyebelin," kata Ronald


"Egh, jadi Mas Ronald muji atau mengejek?" tanya Azzah


"Semua istri ku punya tempat di hatiku," tandas Ronald


"Tapi tidak semua Istri bisa menerimanya ikhlas mas, mereka mahluk sensitif, dan mana ada wanita yang ingin membagi suaminya sendiri," batin Azzah


Dengan terpaksa Azzah berusaha terlelap di pelukan Ronald, tanpa berniat menggerayangi dan menyentuh milik istrinya. Ronald memilih tidur dengan memeluk kehangatan.


Di tengah malam Azzah terbangun dan meraba wajah Ronald dari hidung berselancar ke rahang.


"Aku merasa ada yang tidak beres dengan hatiku, setiap dekat sama Mas Ronald rasanya gimana gituh," ungkap Azzah


"Jadi gimana sebenarnya?" Ronald membuka mata


Hup


Azzah mengutuk kebodohannya, bisa - bisanya dia sampai konyol mengira Ronald sudah masuk ke dalam alam bawah sadar.


"Enaknya ngapain Zah malem - malem gini, mana gerimis dingin, Mas Ronald butuh kamu," ucap Ronald manja


Ronald mengambil tangan Azzah lalu menempelkan telapak tangan Azzah ke wajah tampannya.


"Apa aku kurang tampan?" tanya Ronald


"Hm, Mas Ronald tampan tapi - " terputus


"Nakutin kalau lagi marah," sambung Azzah lagi


"Haha," tawa Ronald


"Sudah malem Mas, jangan banyak suara,"

__ADS_1


"Biarin lah, kalau suaranya kayak gini nggak papa malah merdu," ucap Ronald sembari sikunya dengan nakal menyenggol buah dada Azzah.


"Suami mesum!" batin Azzah.


Ronald terkekeh geli karena Azzah langsung menaikan selimut.


♥️♥️♥️


"Lucu sama suami sendiri, kok nggak boleh?" tanya Ronald


"Mau mimi sayang ... " ucap Ronald lirih


Ronald menggoda Azzah. Ia menyentuh pundak Azzah dengan telunjuknya .


"Wong edan!" seru Azzah


"Apa kamu bilang," balas Ronald


"Lah dia tahu artinya," heran Azzah


"Zah," rengek Ronald


meremas bokong Azzah hingga Azzah berjingkrak.


"Mas!"


Ronald tidak bisa berpikir jernih lagi masa bodo karena di depannya halal baginya. Ronald mengecup seluruh leher jenjang Azzah. Wangi khas zaitun semakin menambah gelora Ronald .


"Cantik, wangi Mas suka Zah, sekarang saja Zah, Mas mau kamu?" tanya Ronald tanpa menghentikan usapannya di leher Azzah untuk menyibak rambut.


"Mas," desah Azzah


"Iya sayang, kenapa panggil Mas Ronald lagi," kata Ronald dikuasai napsu


"Zah, pegang yang di sana, Dia sudah ingin mencangkul sawah milik mu," jelas Ronald


"Mas ingin menanam benih padamu, Kamu mau, kan sayang kamu tega sama Si pisang tanduk di bawah itu," ujar Ronald menuntun tangan Azzah memegang juniornya.


"Mas kenapa jadi keras kaya balok kayu," kata Azzah


Duar


"Apa dia bilang, dia menyamakan senjataku dengan kayu," kesal Ronald.


Ronald menatap Azzah tajam dan membalik posisi tubuhnya.

__ADS_1


"Mas kamu ngambek," ucap Azzah menyandarkan kepala di punggung badan Ronald.


"Nanti saja ya, Mas hari ini Azzah capek banget, pengen istirahat, kan dari kemarin Mas Ronald marah - marah terus Azzah jadi kesel batin, capek pikiran," jujur Azzah.


"Trus kapan," kata Ronald tetap membelakangi Azzah.


"Besok, malem jumat," jawab Azzah.


"Awas kamu nggak jadi lagi, tak suntik beneran tanpa pemanasan," tandas Ronald


Azzah bergidik ngeri.


Mereka tertidur dengan posisi Azzah memeluk Ronald dari belakang.


Keesokan harinya.


Ronald merasakan basah pada baju bagian belakang. Ia lupa jika malam tadi sempat merajuk karna lagi - lagi ditolak. Ronald membalik tubuh dengan hati - hati.


Pemandangan seorang Gadis lugu dengan bibir belepotan air liur.


"Joroknya, anak Gadis ini, mana pules banget," celetuk Ronald.


Ronald mencium bau tak sedap dari pundaknya.


"Hih, Si Azzah bener - bener, bukannya ngasih tanda kasih sayang, malah kasih peta," geram Ronald langsung menuju toilet


Ronald mandi sebelumnya Ronald sempat melempar baju bekas air liur Azzah untuk menutupi wajah Azzah. Cara unik membangunkan Azzah. Dan terbukti jitu Azzah melenguh setelah mendapat jurus dari Ronald. Siapa yang tidak familiar dengan bau iler sendiri.


"Hih." Ronald bergidik masuk toilet tanpa mengunci pintu kamar mandi


Azzah yang masih ngantuk berniat ke kamar mandi untuk berkumur dan membasuh mukanya. Dengan mata yang setengah terpejam Azzah menapaki kamar mandi dengan langkah goyang.


Selang sepuluh menit Azzah bangun dan


"Arghhhh," teriak Ronald dan Azzah bersamaan


"Mas kamu ternak telur naga," ucap Azzah tanpa berkedip melihat dua bola produk Ronald.


"Dasar bocah, produk unggulan kami bilang, telur naga," batin Ronald


"Putar badan sanah, Mas mau mandi, kecuali kalau kamu mau gabung, kita bisa saling menggosok tubuh loh," Goda Ronald


"Ceroboh!" seru Azzah berjalan cepat


"Tapi boleh juga, aish kenapa Aku jadi ketularan mesum," hela Azzah menggelengkan kepala.

__ADS_1


Azzah juga punya naluri perempuan. Tak pelak melihat beda gaung-gaung begitu, membuat mata Azzah mendelik ngeri.


__ADS_2