Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 40 - Tak bersyarat


__ADS_3

"Mas!" teriaknya


Azzah berlari memeluk Ronald, disambut rentangan tangan oleh Ronald.


"Hum." Ronald menghirup wangi sampo hijab Azzah sambil memutar tubuhnya.


"Sudah Mas, Azzah pusing," ucap Azzah tersenyum sambil memegang kepalanya.


Ronald menangkup wajah Azzah lalu mengecup keningnya.


"Aku menyayangimu, sangat!" tekan Ronald.


"Mana buktinya?" tantang Azzah


Ronald menyeringai. Ia merengkuh pinggang Azzah dan memberikan ciuman sekilas membasahi bibir Azzah.


"Pelembab alami," tandas Ronald.


Azzah tersenyum samar.


"Ayo masuk," ajak Azzah


"Azzah," pekik Ronald sambil bertekuk lutut di depan Azzah, mengeluarkan kotak persegi berwarna merah.


"Menua bersamaku?" tanya Ronald.


Ronald menuntun tangan Azzah. Agar terulur untuk memasangkan cincin putih di sebelah jari manis Azzah, sembari menunggu balasan persetujuan Azzah.


Azzah mensejajarkan tubuhnya juga di depan Ronald. Dengan tangan bergetar Azzah menaruh tangan Ronald di pipinya.


"Mas kamu pasti sudah tahu jawabannya," ucap Azzah.


"Pasangan hidup bahagia selamanya," ucap Azzah lagi sambil meneteskan air mata.


Tanpa ragu Ronald memasangkan cincin tersebut, menatap Azzah dalam.


Ronald mengikis jarak di antara keduanya. Dan di rumah belakang kemudian terjadi lah pergumulan panas lagi di siang bolong. Mereka saling menyahut peluh dan mengerang kenikmatan.


🥀🥀🥀🥰🥰🥰


"Terimakasih," ucap Ronald setelah mengeluarkan benih cintanya pada Azzah.


Dengan mesra Ronald mengecup pundak Azzah, yang masih berselimut kain menutupi tubuh telanjang mereka.


"Kamu bahagiakan bersamaku sayang?" tanya Ronald


Azzah mengangguk.


"Bagaimana tadi kuda goyangnya, masih mantep, kan?" goda Ronald menanyakan keperkasaannya.

__ADS_1


"Mas ... " ucap lirih Azzah.


"Nanti lain kali Aku ajarin servis yang bener, oke," bisik Ronald.


Ronald bangun dan memungut pakaian yang ada di lantai. Tak terkecuali dalaman Azzah.


"Punya siapa ini?" sindir Ronald membentangkan totok batok Azzah dan menaruh di matanya seolah menjadi kacamata.


"Ya ampun, Mas kamu mesum banget ternyata!" seru Azzah


"Haha," tawa Ronald menggelegar.


Azzah yang malu menyembunyikan wajahnya di dalam selimut.


"Nggak usah malu, tadi juga pasrah, kan," gumam Ronald mendapat lemparan guling dari Azzah.


"Buruan masuk kamar mandi, udah kaya tuyul aja siang - siang, tuyul, kan kerjanya malem!" seru Azzah.


"Kan, Mas Ronald ngerjain kamu!" balas Ronald tak kalah seru.


Raut wajah Azzah bersemu pink karena ucapan Ronald.


"Mas mau di bawa ke mana itu pakaian sama daleman Azzah?" tanya Azzah pada Ronald yang sudah masuk toilet.


"Ada deh," balas Ronald dari dalam kamar mandi


"Tapi sayang," batin Azzah.


Menunggu Ronald keluar, Azzah beranjak menuju lemari pakaiannya, sambil menyeret selimut yang menutupi badannya.


"Pakai ini dulu, deh," gumam Azzah.


Azzah memakai junk sweet berwarna kulit sebatas lutut. Azzah membuka ponsel Ronald, perhatiannya tertuju pada satu pesan.


[ Aku tunggu di cafetaria X jam sembilan tertanda Diva ]


"Diva?" gumam Azzah.


"Mas Ronald, apa dia bermain wanita di belakang?" tanya Azzah pada dirinya sendiri.


Ceklek


Ronald keluar dari kamar mandi. Azzah segera memposisikan ponsel Ronald seperti sedia kala.


"Eh Mas udah, yah," gugup Azzah


"Kamu kenapa, kok gugup gitu, kan udah lihat semua tubuh gagah suami Kamu ini," goda Ronald sambil mendekati Azzah.


Azzah menutupi cemberutnya sambil mengeringkan rambut Ronald.

__ADS_1


"Mas waktu kamu seminggu di bandung, ngapain saja?" pancing Azzah.


Ronald menghentikan tangan jahilnya, yang sedari tadi mengelus paha mulus Azzah.


"Mas kerja sayang, tumben kamu nanya biasanya juga cuek," ucap Ronald


"Emang Azzah cuek dulu sama Mas Ronald, perasaan standar kaya Istri mas lainnya," ucap Azzah ketus.


"Hei, kamu itu kenapa?" tanya Ronald lembut melihat perubahan Azzah menekuk muka.


Ronald kini bisa sedikit tahu, bahwa Istri kecilnya itu sedang cemburu.


"Dia manis, menggemaskan, lucu," batin Ronald


"Ututut sayang Kuh!" tekan Ronald mendekap Azzah ke pelukan.


"Sebentar, yah Mas Ronald pakai baju dulu," ucap Ronald karena dari tadi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Setelahnya, Ronald menjelaskan kegiatannya selama di bandung. Termasuk pertemuan tak sengaja nya dengan mantan kekasihnya.


"Dia cantik?" tanya Azzah


"Lebih cantik kamu," balas Ronald mendapat tepukan keras di rahangnya.


"Aduh di puji, kok main kdrt, sih kamu cewe, loh sayang!" seru Ronald.


"Biarin habis Kamu nakal," tandas Azzah.


"Loh Mas Ronald nakal di mana nya, kan udah jujur sama sayang, lagian Mas Ronald nggak tertarik sama masa lalu, masa depan Mas Ronald udah jelas sama kamu dan anak - anak kita nanti," ujar Ronald


"Gombal," balas Azzah.


"Kamu tenang, yah Mas nggak tergoda sama barang di luaran sana," jujur Ronald.


"Awas kamu tak sunat lagi kalau main serong!" tekan Azzah.


Ronald bergidik ngeri mendapat ancaman dari Azzah yang biasanya bersikap kalem.


"Tidak akan," geleng Ronald.


"Ya udah, Peluk," manja Azzah


"Ck." Ronald berdecak sambil mencubit hidung Azzah


"Ketagihan, kan sekarang Kamu yang main kopi lendot," kata Ronald sambil mendekap erat Azzah.


"Lendot aja, kan kopinya nggak ada," balas Azzah.


Mereka tertawa bahagia bersama.

__ADS_1


__ADS_2