
Walau kau ku sayangi
Ku turut kata kau yang terluka
Maaf ku tak sempurna
Kiranya dikau tak bahagia
Tuhan jiwa aku merawan
Perasaan saat ku kehilangan
Oh biarlah aku pendam tangis di hati
Seandainya aku yang pergi dulu
Sampai mati ku kan mencintai kamu
πΆπΆπΆ
Kepulangan Ronald di sambut tangis oleh Pengasuh Zayn.
"Tuan Nyonya Azzah ... "
"Kenapa Azzah?" tanya Ronald serius
"Dimana Istriku?" tanya Ronald lagi
"Aku di sini Mas," jawab Azzah mendekati suaminya dari samping
"Kamu membuatku cemas saja." Ronald memeluk Azzah.
Azzah membantu melepaskan jas Ronald.
"Kamu baru pulang, yah Mas," ujar Azzah
"Iya nomer rumah tidak bisa di hubungi aku takut kalian kenapa - kenapa," ucap Ronald
"Kami semua baik Mas," balas Azzah
Azzah menyembunyikan dalang di balik kejadian yang hampir merenggut nyawanya itu.
"Wajahmu kenapa terlihat pucat, sayang?" tanya Ronald
__ADS_1
"Aku nggak papa, kok Mas," sanggah Azzah tersenyum manis.
Ronald balas mengecup kening Azzah.
"Mau mandi atau makan dulu?" tawar Azzah pada Ronald.
"Mas mandi dulu sayang,"
"Azzah siapin air hangatnya, yah Mas," pamit Azzah
"Nope!"
Ronald mencekal Azzah
"Mandi bareng," bisik Ronald.
"Ish ... mesum nggak mau ih, udah gede juga malu sama umur," balas Azzah
"Apanya yang gede sayang ... punya Mas nggak gede - gede amat kok, cuma jumbo hha," tawa Ronald di akhir kata.
"Ck!" decak Azzah.
Sembari menunggu Ronald selesai mandi. Azzah menghangatkan menu makan malam.
Tak tak tak!
"Ikut Aku sekarang!" seru Esme
Esme menarik tangan Azzah hingga Azzah terpaksa terhuyung mengikuti Esme.
"Lepas Mbak, semua bisa di bicarakan kenapa harus dengan cara kotor terus menerus," ucap Azzah.
Esme berhenti berjalan dan balik menatap Azzah.
"Aku sangat membencimu kenapa kau masih saja tidak tahu diri," sewot Esme
"Kenapa Mbak kaget, Azzah masih hidup, meskipun seribu kali usaha Mbak mencelakai Azzah, jika tuhan berkehendak lain. Mbak tidak akan pernah bisa mendahului takdir tuhan!" seru Azzah
"Kau ... sudah mulai berani sekarang hah!" seru balik Esme
"Ingat siapa kau sebelumnya, wanita kampung yang di bawa suamiku ke kota, hingga sekarang kau merasakan hidup enak, bukan?" tanya Esme menekan.
"Jadi sadari posisi sebelum itu. Selama kau masih menjadi bagian dari Edwin, jangan harap bisa menikmati harimu dengan tenang. Karena Aku tidak akan membiarkan itu terjadi," ujar Esme menahan amarah ingin mencabik Azzah.
__ADS_1
"Cukup Mbak, Aku memang Istri ke tiga Mas Ronald, tapi ingat juga jika yang pertama pun belum tentu prioritas!" tegas Azzah
Esme hendak melayangkan tamparannya.
Azzah menepisnya dengan kuat. Azzah balik mencekal tangan Esme.
"Jangan anggap aku lemah Mbak, kali ini Aku bertahan untuk Zayn. Karena putraku dan juga Suamiku tercinta," ucap Azzah menekankan Ronald sebagai Suaminya.
"D - dia berani sekali dia sial," dongkol Esme melihat Azzah melenggang pergi menjauh dari Esme.
"Sayang," panggil Azzah manja pada Ronald
Ronald mengernyit melihat tingkah tak biasa Azzah yang bergelayut manja pada lengan Ronald.
"Ada apa hm?" tanya Ronald
"Sun Mas," kata Azzah
"Maksudnya?" tanya Ronald
"Ah kelamaan," ucap Azzah
Azzah mencium mesra Ronald hingga berakhir mengecup rahang Ronald dan membelainya.
"A - azzah," pekik Ronald canggung
"Iyah Mas ..." lirih Azzah mendayu.
"Apa Zayn butuh adik sayang," tanggap Ronald frontal merengkuh pinggul Azzah.
"Eh," desah Azzah
Mendapatkan tatapan penuh gairah Ronald Azzah berusaha menetralkan suasana.
"Mas lepas, Zayn nangis," kilah Azzah
Ronald yang tertipu segera melepaskan tangannya yang menahan Azzah.
Azzah segera menjauhi titik bahaya dan meledek Ronald sebelum pergi. Ronald menyeringai dan menggelengkan kepala.
"Nakal ... awas kamu, Zah," gumam Ronald.
π₯π₯π₯
__ADS_1
Sekilas pemberitahuan saja .
Author minggu minggu ini mungkin nggak bs update karena ada kesibukan lain. Jangan khawatir Bab nya akan Author lanjut Minggu depan π€π€.