Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 59 - Balik lawan


__ADS_3

Walau kau ku sayangi


Ku turut kata kau yang terluka


Maaf ku tak sempurna


Kiranya dikau tak bahagia


Tuhan jiwa aku merawan


Perasaan saat ku kehilangan


Oh biarlah aku pendam tangis di hati


Seandainya aku yang pergi dulu


Sampai mati ku kan mencintai kamu


🎢🎢🎢


Kepulangan Ronald di sambut tangis oleh Pengasuh Zayn.


"Tuan Nyonya Azzah ... "


"Kenapa Azzah?" tanya Ronald serius


"Dimana Istriku?" tanya Ronald lagi


"Aku di sini Mas," jawab Azzah mendekati suaminya dari samping


"Kamu membuatku cemas saja." Ronald memeluk Azzah.


Azzah membantu melepaskan jas Ronald.


"Kamu baru pulang, yah Mas," ujar Azzah


"Iya nomer rumah tidak bisa di hubungi aku takut kalian kenapa - kenapa," ucap Ronald


"Kami semua baik Mas," balas Azzah


Azzah menyembunyikan dalang di balik kejadian yang hampir merenggut nyawanya itu.


"Wajahmu kenapa terlihat pucat, sayang?" tanya Ronald

__ADS_1


"Aku nggak papa, kok Mas," sanggah Azzah tersenyum manis.


Ronald balas mengecup kening Azzah.


"Mau mandi atau makan dulu?" tawar Azzah pada Ronald.


"Mas mandi dulu sayang,"


"Azzah siapin air hangatnya, yah Mas," pamit Azzah


"Nope!"


Ronald mencekal Azzah


"Mandi bareng," bisik Ronald.


"Ish ... mesum nggak mau ih, udah gede juga malu sama umur," balas Azzah


"Apanya yang gede sayang ... punya Mas nggak gede - gede amat kok, cuma jumbo hha," tawa Ronald di akhir kata.


"Ck!" decak Azzah.


Sembari menunggu Ronald selesai mandi. Azzah menghangatkan menu makan malam.


Tak tak tak!


"Ikut Aku sekarang!" seru Esme


Esme menarik tangan Azzah hingga Azzah terpaksa terhuyung mengikuti Esme.


"Lepas Mbak, semua bisa di bicarakan kenapa harus dengan cara kotor terus menerus," ucap Azzah.


Esme berhenti berjalan dan balik menatap Azzah.


"Aku sangat membencimu kenapa kau masih saja tidak tahu diri," sewot Esme


"Kenapa Mbak kaget, Azzah masih hidup, meskipun seribu kali usaha Mbak mencelakai Azzah, jika tuhan berkehendak lain. Mbak tidak akan pernah bisa mendahului takdir tuhan!" seru Azzah


"Kau ... sudah mulai berani sekarang hah!" seru balik Esme


"Ingat siapa kau sebelumnya, wanita kampung yang di bawa suamiku ke kota, hingga sekarang kau merasakan hidup enak, bukan?" tanya Esme menekan.


"Jadi sadari posisi sebelum itu. Selama kau masih menjadi bagian dari Edwin, jangan harap bisa menikmati harimu dengan tenang. Karena Aku tidak akan membiarkan itu terjadi," ujar Esme menahan amarah ingin mencabik Azzah.

__ADS_1


"Cukup Mbak, Aku memang Istri ke tiga Mas Ronald, tapi ingat juga jika yang pertama pun belum tentu prioritas!" tegas Azzah


Esme hendak melayangkan tamparannya.


Azzah menepisnya dengan kuat. Azzah balik mencekal tangan Esme.


"Jangan anggap aku lemah Mbak, kali ini Aku bertahan untuk Zayn. Karena putraku dan juga Suamiku tercinta," ucap Azzah menekankan Ronald sebagai Suaminya.


"D - dia berani sekali dia sial," dongkol Esme melihat Azzah melenggang pergi menjauh dari Esme.


"Sayang," panggil Azzah manja pada Ronald


Ronald mengernyit melihat tingkah tak biasa Azzah yang bergelayut manja pada lengan Ronald.


"Ada apa hm?" tanya Ronald


"Sun Mas," kata Azzah


"Maksudnya?" tanya Ronald


"Ah kelamaan," ucap Azzah


Azzah mencium mesra Ronald hingga berakhir mengecup rahang Ronald dan membelainya.


"A - azzah," pekik Ronald canggung


"Iyah Mas ..." lirih Azzah mendayu.


"Apa Zayn butuh adik sayang," tanggap Ronald frontal merengkuh pinggul Azzah.


"Eh," desah Azzah


Mendapatkan tatapan penuh gairah Ronald Azzah berusaha menetralkan suasana.


"Mas lepas, Zayn nangis," kilah Azzah


Ronald yang tertipu segera melepaskan tangannya yang menahan Azzah.


Azzah segera menjauhi titik bahaya dan meledek Ronald sebelum pergi. Ronald menyeringai dan menggelengkan kepala.


"Nakal ... awas kamu, Zah," gumam Ronald.


πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€

__ADS_1


Sekilas pemberitahuan saja .


Author minggu minggu ini mungkin nggak bs update karena ada kesibukan lain. Jangan khawatir Bab nya akan Author lanjut Minggu depan πŸ€—πŸ€—.


__ADS_2